
Sonia terbangun dirinya tengah memeluk Reno erat tanpa busana, ia juga merasakan sakit kepala. Sonia terkejut ketika dadanya di penuhi oleh bekas gigitan buaya.
Apa yang aku lakukan kemarin?
Sepertinya kemarin aku ke club, kenapa aku sudah berada di kamar?
Sonia segera mengambil pakaiannya di lemari tapi ia tersadar sedang tidak ada di kamarnya.
Reno terbangun, ia menyuruh Sonia untuk tiduran lagi di sebelahnya.
"Kenapa kita berada di kamar ini?"
"Kamu tidak ingat kamu muntah di bajuku setelah kita menyelesaikan ronde pertama, dan muntahanmu mengenai ranjang kita?"
Sonia tidak mengingatnya sama sekali.
Dia merasa sangat bodoh karena muntah dua kali di baju Reno.
Reno memeluk erat Sonia dan mencium keningnya, ia sangat mencintai Sonia.
Sonia merasakan kehangatan dari Reno, ia merasa tenang dan nyaman.
Sonia melihat bahu Reno yang di perban, ia malah teringat ucapan Veronica.
"Kamu sungguh mencintaiku?" tanya Sonia sambil menatap lembut wajah Reno.
"Aku sangat sangat mencintaimu"
"Buktikan!" ucap Sonia
Reno tersenyum, ia mencium kening Sonia.
Reno mengajak Sonia untuk mandi bersama, Sonia menyetujuinya. Mereka lantas masuk ke kamar mandi dengan keadaan sudah telanjang.
Sonia menyalakan shower, mereka berdiri dibawah guyuran air hangat.
"Bahumu masih sakit?" tanya Sonia.
"Sedikit"
Mereka melakukan mandi bersama sampai setengah jam, setelah itu mereka memakai baju handuk dan segera menuju ke kamarnya.
Reno ingin menunjukan sesuatu kepada Sonia, ia yakin Sonia akan menyukainya.
"Jangan ganti baju dulu, aku mau menunjukan sesuatu"
Reno segera berjalan ke ruang ganti pakaian, ia membawa sekotak kardus besar.
Dia membawanya ke atas ranjang, Reno segera membukanya dihadapan Sonia.
Sonia terkejut ketika Reno membuka isi dari kardus itu.
__ADS_1
"Ini kan seperti dress milikku yang kotor karena pelayan di restoranmu?"
Reno menganggukan kepala, ia juga mengeluarkan beberapa dress lain di dalam kardus yang membuat Sonia terkejut.
"Wah semua dress ini sangat mahal, kenapa kamu membelinya. Ini dress hanya ada beberapa saja di dunia," ucap Sonia heran.
"Ku perhatikan jika kamu lebih sering menggunakan dress, makanya aku membelikanmu semua dress ini"
Beberapa dress mahal merk terkenal sengaja di pesan oleh Reno jauh-jauh hari hanya untuk membuat Sonia senang, ia merasa selama ini belum membahagiakan Sonia dengan maksimal.
Sonia termenung memikirkan sesuatu, berhubungan dengan dress lah yang membuat ia bisa trauma akan masa lalunya.
Masa lalu yang tidak pernah hilang dari ingatannya sepanjang masa.
"Kenapa Sonia kamu tidak suka?" tanya Reno memecah pikiran Sonia.
"Ah! Aku suka sekali, terima kasih sayang," ucap Sonia sambil mencium pipi Reno.
Sayang? Baru pertama kali Sonia memanggilku dengan sebutan sayang.
"Pakai dress ini, aku mau mengajakmu ke suatu tempat, tapi tolong kamu yang menyetir mobil ya, bahu ku masih terasa sakit"
Sonia menganggukan kepala dan memakai dress biru muda, sebelum pergi mereka menyempatkan untuk sarapan terlebih dahulu bersama keluarganya.
Mama Reno sedikit menaruh perhatian kepada Sonia, ia menyuruh Sonia memakan banyak sayur dan buah-buahan, Mama juga menyuruh Sonia supaya lebih sering beristirahat.
Sepertinya Mama Reno tau jika aku telah di vonis untuk susah hamil kembali.
Tak terasa air mata Sonia menetes ketika makan, semua keluarga Reno terkejut termasuk Reno yang segera mengelap air mata Sonia.
"Kamu kenapa Sonia?"
"Maafkan aku jika belum bisa memberikan anak kepadamu Reno, maafkan aku juga yang belum bisa memberikan cucu untuk Papa dan Mama, hiks hiks hiks"
Seluruh keluarga menyemangati Sonia, mereka yakin jika Sonia masih mempunyai kesempatan untuk hamil.
Rachel hanya menatap Sonia sinis, ia masih benci dengan Sonia.
Setelah sarapan Sonia dan Reno segera menuju ke mobil, kali ini Sonia yang menyetir mobil. Reno memberitahu alamat yang akan di tuju.
Dalam perjalanan tiba-tiba Reno mendapat video panggilan dari Dylan, Reno memang sengaja membelikan handphone untuk Dolan supaya Reno bisa berkomunikasi dengan Dylan.
"Hallo om, kapan om mau kesini lagi?"
"Hallo Dylan. Maaf ya om sangat sibuk sekali tapi om akan kesana jika ada waktu. Bagaimana Sekolahmu?"
"Menyenangkan sekali, Dylan bisa punya teman banyak. Gambar Dylan juga di puji oleh ibu guru"
Mereka melanjutkan obrolan menyenangkan, Reno sangat rindu sekali dengan sang anak terlebih lagi setelah melakukan tes DNA terbukti jika Dylan adalah anak kandung Reno dan Sonia.
Reno juga menyuruh orang untuk merenovasi rumah nenek Tika supaya lebih layak di huni, ia juga membelikan sofa, tempat tidur dan lain-lain.
__ADS_1
Kakek dan nenek sempat menolak pemberian dari Reno, tetapi Reno meyakinkan jika tidak bermaksud apa-apa dan hanya ingin berterima kasih pada mereka yang telah menjaga Dylan.
"Kamu ingin melihat wajah istri om?" tanya Reno.
Dylan menjawab dengan semangat, ia ingin berkenalan dengan istri Reno.
Reno segera menghadapkan kamera handphonenya ke arah Sonia yang sedang menyetir mobil.
"Bagaimana istri om cantik kan?" ucap Reno.
"Iya cantik sekali om," jawab Dylan tersenyum.
Sonia melirik ke arah Dylan, ia melihat wajah Dylan sambil mengernyitkan dahi.
"Siapa dia Reno?"
"Oh dia anak temanku"
Kenapa jika di lihat mereka mirip ya? Batin Sonia.
Dylan meminta izin untuk mematikan teleponnya, ia akan membantu kakek untuk berkebun. Reno menganggukan kepala, ia padahal masih ingin melihat wajah Dylan yang menggemaskan.
"Sepertinya kalian sangat dekat"
"Iya, dia anak dari temanku, sayangnya mereka telah meninggal, aku kasian melihat Dylan"
"Kasian sekali Dylan, aku jadi ingin bertemu dengannya"
"Benarkah? Kapan-kapan kita bisa ke rumahnya jika ada waktu"
Sonia tersenyum dan menganggukan kepala lantas ia fokus menyetir lagi.
Reno sesekali melirik Sonia, ia memperhatikan rambut Sonia yang coklat
Sonia belum sempat mengganti warna rambutnya setelah menikah.
"Kamu tau aku lebih suka wanita berambut hitam?"
"Kamu menyindirku?"
"Tidak, aku hanya bilang saja"
Sonia hanya tersenyum kecut, ia mengerti maksud Reno jika Sonia harus mengecat warna hitam lagi seperti semula.
Sonia dulu mengecat rambutnya saat di jodohkan dengan Reno supaya Reno tidak menyukai penampilan Sonia yang berandalan.
Tetapi malah justru Reno tidak mempermasalahkan penampilan Sonia, ia malah ingin merubah penampilan Sonia pelan-pelan. Sudah terbukti sekarang ini Sonia lebih sopan dalam berpakaian, ia lebih banyak menggunakan celana panjang atau dress ketimbang memakai celana super pendek seperti dulu sebelum mengenal Reno
Cinta memang bisa merubah segalanya.
Terbukti sampai saat ini trauma ku dengan lelaki hilang.
__ADS_1
Aku mencintaimu Reno.