
Waktu menunjukan pukul 8 malam, mereka asyik sedang bercengkrama.
Sonia yang tidak pandai bergaul hanya ikut tertawa saja tanpa mengerti apa yang dimaksud dengan mereka.
Reno berpamitan untuk masuk ke ruangannya, ia segera membereskan barang miliknya karena sebentar lagi restoran akan ditutup cepat.
Tok.. tok.. tok.. tok..
Veronica mengetuk pintu lalu masuk ke ruangan Reno, Reno meliriknya.
Veronica berjalan mendekati Reno, ia memeluk Reno erat.
"Lepaskan Veronica." Ucap Reno sedikit mendorong tubuh Veronica tetapi ia malah memeluk semakin kencang.
Disisi lain Rachel menghampiri Sonia, ia mengatakan jika Reno menyuruh Sonia untuk datang keruangannya, Sonia segera berjalan ke ruangan Reno.
Belum sempat membuka pintu, Sonia melihat dari jendela jika suaminya sedang berpelukan dengan Veronica, Sonia melangkah mundur dan tidak melanjutkan untuk membuka pintu.
Rachel yang melihatnya dari jauh merasa puas telah mengerjai Sonia.
Tetapi tidak disangka-sangka Sonia malah berani masuk ke ruangan Reno, Reno terkejut lalu mendorong Veronica kuat.
Sonia tersenyum kearah Reno, ia tidak merasa marah dan malah menyuruh melanjutkannya.
"Kupikir kamu wanita yang anggun ternyata wanita murahan juga ya?" Ejek Sonia tersenyum sinis.
Veronica menatap Sonia tajam, ia sangat tersinggung dengan ucapan Sonia.
"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan Sonia." Ucap Reno khawatir.
Sonia mendekati Reno, ia juga melirik ke arah Veronica. Kini mereka saling berhadapan.
"Kamu boleh mengambilnya jika kamu mau Veronica, tidak usah bersembunyi dibelakangku."
Reno terkejut dengan perkataan Sonia, darahnya mendidih seketika, sebuah kalimat yang sangat menyakitkan bisa-bisanya Sonia menganggap Reno seperti sebuah barang yang bisa dioper kesana kemari.
Sonia berjalan keluar ruangan, ia duduk kembali bersama rekan-rekannya.
Hati Sonia sedikit bimbang dan sedih ia memergoki suaminya sedang berpelukan dengan wanita lain.
Apa aku mulai menyukainya?
Sepertinya tidak, aku tidak boleh menyukainya.
Wajah Sonia terlihat murung Bima yang mengetahuinya segera menghibur Sonia.
Sonia sedikit tersenyum mendengar berbagai candaan dari Bima.
Bima berpamitan untuk ke kamar mandi, ia lantas segera berjalan ke kamar mandi.
Reno yang sedang memarahi Veronica melihat Bima memasuki kamar mandi, ia segera mengikutinya.
__ADS_1
Reno menunggu di depan kamar mandi, beberapa menit kemudian Bima keluar dari kamar mandi, ia terkejut setelah mengetahui Reno menunggunya. Bima tersenyum tetapi Reno melihatnya dengan tatapan marah.
"Kamu jangan pernah mendekati istriku, aku tau kamu punya niat jahat dengan Sonia."
Bima menaikkan alisnya, ia tertawa mendengar ucapan Reno.
"Kamu harus waspada karena aku akan menidurinya." Bisik Bima ke telinga Reno.
Reno mendengar ucapan Bima langsung naik pitam, ia sungguh marah dan ingin memukul Bima tetapi ia tahan karena tidak ingin mendapat masalah baru.
"Tubuhnya juga menggairahkan, dia sangat tipeku." Lanjut Bima sambil berjalan keluar kamar mandi ia juga menyenggol bahu Reno dan melewatinya.
Reno mengepal tangannya dengan kuat, ucapan Bima tadi membuat emosinya meluap. Dia harus melindungi Sonia dari jebakan Bima, mungkin saja Bima akan melukai Sonia. Dia keluar dari kamar mandi, ia melihat Sonia tengah asyik mengobrol bersama Bima. Sonia terlihat tersenyum ceria.
Reno yang merasa kesal segera menuju keruangannya, ia membenamkan wajahnya di meja. Dia merasa sangat khawatir.
Satu jam kemudian, acara makan-makan telah usai. Para kru dan pemain film segera berpamitan pulang, mereka juga berterima kasih dengan Sonia karena sudah mentraktir mereka.
Sonia segera menghampiri Reno, ia melihat Reno tengah tertidur. Dia segera membangunkannya.
"Reno bangun, ayo kita pulang." Ucap Sonia.
Reno mengangkat kepalanya, ia melihat Sonia yang berada di depan wajahnya.
Sonia mengeluarkan sesuatu dari tasnya, ia menyodorkan kartu atm ke arah Reno.
"Berapa totalnya, biar aku yang bayar." Ucap Sonia tersenyum.
"Tidak usah." Jawab Reno singkat.
Didalam mobil mereka bertiga hanya terdiam, hanya suara deru mobil yang menemani mereka. Rachel sedari tadi hanya asyik memainkan handphone tiba-tiba ia teringat lelaki tampan tadi.
"Sonia, pria tampan bersamamu itu siapa?"
Sonia melirik ke Rachel, " Bima?" Ucap Sonia.
"Dia artis kah?" Tanya Rachel.
Sonia menganggukan kepalanya, Rachel segera mencari informasi tentang Bima di internet, ia terkejut dengan wajah Bima setampan itu.
"Ya Tuhan, Bima tampan banget, lihat wajahnya begitu sempurna." Ucap Rachel memuji Bima.
"Kamu jangan pernah menyukai pria seperti itu." Ucap Reno.
Rachel tak mempedulikan ucapan kakaknya, ia asyik memandangi foto-foto Bima yang tersebar di internet, sampai ia tau fakta mengejutkan dari Bima.
"Bima si penakluk hati wanita selalu di gosipkan dengan lawan mainnya, wah cantik-cantik banget cewek yang pernah dekat dengan Bima." Ucap Rachel membaca isi berita.
Reno hanya terdiam mendengar ucapan adiknya, ia sangat kesal jika mengingat perkataan Bima sewaktu di kamar mandi.
Sonia hanya melirik kebingungan.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Reno dan Sonia bergegas mandi setelah itu merebahkan dirinya di ranjang. Rasa lelah menyelimuti mereka, apalagi Reno yang harus bekerja di 3 tempat sekaligus. Sonia melirik Reno, ia tersenyum kepadanya dan mendekati Reno.
"Reno, bolehkah aku minta tolong?"Tanya Sonia dengan wajah memelas.
"Minta tolong apa?"
"Tolong pijatkan seluruh badanku." Ucap Sonia tersenyum.
Reno menghela nafas bahkan dia sendiri merasa sangat capek, harusnya Sonia yang memijatnya.
Sonia yang kecewa segera merebahkan tubuhnya, Reno yang memperhatikannya merasa kasihan, ia segera memijat kaki Sonia.
"Ah sakit!" Ucap Sonia.
Reno memelankan pijatannya, ada sedikit keanehan dalam kaki Sonia, kakinya terlihat bengkak.
"Kakimu kenapa?" Tanya Reno khawatir.
"Aku sempat terjatuh saat syuting."
"Kamu diam saja dan tidak bilang kepada mereka jika kakimu sampai bengkak begini?"
Sonia menggelengkan kepala, ia pikir kakinya akan segera pulih.
"Sonia, bahkan keningmu juga belum sembuh." Ucap Reno.
Sonia meminta maaf karena tidak bisa menjaga diri, Reno hanya tersenyum.
Reno melanjutkan memijat kaki Sonia yang bengkak, ia juga meminta besok segera diperiksakan ke dokter.
"Kamu jangan terlalu dekat dengan Bima."
Sonia tersenyum, ia meminta Reno jangan khawatir.
"Terus bagaimana pelukanmu tadi dengan Veronica?" Tanya Sonia.
"Itu sebuah kesalahpahaman, Veronica yang memelukku erat." Jawab Reno.
Sonia hanya terdiam, ia memegang tangan Reno untuk berhenti memijat kakinya.
Sonia tiba-tiba melepas bajunya, Reno memandangnya heran.
"Sebentar aku harus ke kamar mandi." Ucap Sonia, ia ke kamar mandi untuk meminum obat penenangnya. Dia juga menanggalkan seluruh pakaiannya, dia lantas berjalan keluar kamar mandi dengan keadaan telanjang.
Reno memperhatikan Sonia dengan bingung, ia melihat seperti sebuah santapan yang empuk.
Sonia berjalan kearahnya, ia duduk di pangkuan Reno. Reno dengan sigap menghabisi Sonia malam ini.
Setelah satu bulan menikah, baru dua kali ini mereka bertukar nafsu. Sonia terlihat begitu bergairah malam ini, ia sengaja tidak meminum pil KB. Sonia ingin memberikan cucu kepada Papanya dan bisa mewarisi seluruh harta Papanya, ia tidak ingin jika David dan ibunya mengambil alih semua aset yang dimiliki orang tuanya.
Permainan ini segera di mulai, aku juga sudah siap mental menghadapi mereka.
__ADS_1
Aku akan memenangkan permainan ini.
Lihat saja.