Mariana

Mariana
Season 2 : Pekerjaan


__ADS_3

Hari ini Sonia mencoba melamar pekerjaan tetapi nihil, ia di tolak karena mempunyai riwayat yang buruk yaitu ia pernah terkena skandal dan mempunyai images buruk di masyarakat.


Sonia menghela nafas, sudah 10 lamaran ditolak. Dia tidak mungkin selalu bergantung dengan Selena.


Aku harus meminta bantuan siapa?


Sudah tidak ada yang percaya kepadaku lagi.


Sonia mulai berjalan membawa kertas amplop coklat berisi lamaran pekerjaannya. Harapannya sudah musnah untuk bekerja di negeri ini. Semua perusahaan sudah memblack list namanya.


Tinggal satu perusahaan lagi. Ya... orang itu. Sepertinya ia bisa menolongku.


Sonia segera bergegas untuk ke kantor Young Group. Ya, dia akan meminta bantuan Arsean, pria yang pernah dekat dengannya sebelum menikah dengan Reno. Bisa di bilang Sonia pernah suka dengan Arsean tetapi pria itu menolaknya mentah-mentah karena images Sonia yang buruk di media.


Setelah sampai di kantor Young Group, Sonia menuju ke lobi untuk meminta bertemu dengan Arsean.


"Sudah ada janji dengan Tuan Sean?" tanya resepsionis pada Sonia.


"Belum, tapi ku mohon ini sangat penting," ucap Sonia mengiba.


"Maaf, tidak bisa jika belum ada janji dengan Tuan Sean"


Sonia memohon sampai pegawai lain meliriknya, mereka terkejut melihat Sonia tiba-tiba datang ke kantor Young Group setelah kepergiannya ke luar negeri.


"Ku mohon mbak, ini sangat penting," rengek Sonia membuat resepsionis itu iba.


Resepsionis itu lalu menelpon asisten pribadi Arsean. Lalu bertanya apakah sang presdir mau menemui Sonia karena Sonia sangat memaksa untuk bertemu.


10 menit kemudian.


"Apa tujuanmu kesini?"


"Kak, aku ingin minta tolong. Beri aku pekerjaan!"


Sean mengamati Sonia dengan seksama, Sonia nampak kurus dengan rambut sebahu.


"Pergilah! Aku tidak menerima pegawai sepertimu," ucap Sean sambil mengibaskan tangannya.

__ADS_1


Sonia terkejut, ia sudah menduga jika Sean akan menolaknya.


"Ku mohon beri aku pekerjaan, bahkan menjadi petugas kebersihan aku mau. Tolong aku kak!" ucap Sonia memelas.


"Kau bisa menjadi petugas kebersihan di kantor papamu"


Sonia terdiam, bahkan sang papa sudah tidak menganggapnya sebagai anak. Dia sendiri pun sudah tidak berani berurusan dengan sang papa.


"Jika begitu saya pamit undur diri. Maaf sudah mengganggu waktumu kak," ucap Sonia sedih.


Sonia berjalan menuju pintu, Sean masih memperhatikan Sonia yang terlihat kecewa.


"Tunggu!" ucap Sean.


Sonia terhenti dari langkahnya lalu menghadap Sean.


"Bisa apa saja kau?" tanya Sean.


"Emm... aku paham akutansi, bisa berbahasa inggris dengan lancar dan..."


"Cukup!" ucap Sean.


"Kau bisa menemani istriku dirumah? Akan ku gaji kau seperti pegawai disini asalkan kau menemaninya di rumah, mengantarnya kemanapun dia pergi," ucap Sean.


"Menjadi bodyguard istri kak Sean?" tanya Sonia masih bingung.


"Bukan, lebih tepatnya menjadi temannya. Aku tidak tenang meninggalkannya di apartemen sendirian. Awasi makanannya, jangan biarkan ia makan makanan yang tidak sehat. Laporkan semua kegiatannya kepadaku. Kau harus datang jam 8 dan pulang jam 7 malam, kau sanggup?" tanya Sean.


"Aku sanggup kak," ucap Sonia senang.


Sean lalu menyuruh Sonia mulai bekerja siang ini, Sonia menyetujuinya lalu ia segera menuju ke apartemen Sean untuk menemani istri Sean yaitu Mauren.


Tidak apalah menjadi babu. Yang penting aku bisa dapat uang. Gajinya juga banyak. Tapi sejak kapan Kak Arsean menikah? Kenapa aku tidak diberitahu?


Disisi lain.


"Maksudmu apa, Sean? Kamu yakin jika itu Sonia?" tanya Reno penasaran.

__ADS_1


"Iya, dia terlihat sangat kurus dan meminta pekerjaan kepadaku. Aku tidak tega lalu memberinya pekerjaan dengan menjadi teman istriku di apartemen," jawab Sean melalui panggilan telepon.


"Baik, Sean. Terima kasih infonya"


Reno menutup telponnya, ia tidak menyangka jika Sonia sudah pulang dari luar negeri. Dia sangat merindukan sang mantan istri.


Aku akan mengejarmu lagi, Sonia.


Maafkan aku, dulu aku terlalu bodoh menceraikanmu. Padahal kamu tidak bersalah.


Reno mengamati wallpaper ponselnya yang terpampang foto Sonia. Dia masih mencintai Sonia tetapi sepertinya Sonia sudah tidak mencintainya lagi. Itu yang ditakutkan Reno.


"Kak?" ucap Rachel membuyarkan lamunan Reno.


Reno terkejut lalu tersenyum kearah Rachel yang menggendong Luna yaitu anak Rachel.


"Titip Luna kak, aku ada urusan sebentar. Kak Reno tidak sibuk 'kan?" tanya Rachel.


"Mari sini biar kakak jaga," ucap Reno sambil mengambil Luna dari gendongan Rachel.


Setelah itu Rachel pergi, dia memang menjadi single mother dan tidak memutuskan menikah karena masih trauma dengan lelaki.


Reno sebagai kakak selalu menyemangati Rachel, mereka mengisi satu sama lain karena dalam hal percintaan selalu gagal.


Reno yang berada dalam kantornya bermain dengan Luna, bayi bule itu sungguh menggemaskan. Sampai ketika Luna mengompol membuat Reno kaget sedangkan Rachel tidak membawakan popok dan sebagainya.


"Mama mu kebiasaan Luna, tidak pernah membawa perlengkapanmu. Ayo kita pergi ke minimarket!" ucap Reno sambil menggendong Luna.


Reno membawa Luna ke mobil lalu menuju ke minimarket terdekat. Dan disaat bersamaan Sonia masuk ke minimarket itu, ia tidak sengaja melihat Reno menggendong balita. Sonia mengira jika itu anak Reno.


Sonia merasa kecewa karena menganggap jika Reno sudah menikah dengan orang lain dan mempunyai anak.


Secepat itu Reno melupakanku?


Sonia bergegas keluar dari minimarket supaya tidak bertemu dengan Reno. Hatinya terasa sakit lalu bergegas menuju apartemen Sean menggunakan taksi.


Sudahlah...

__ADS_1


Kamu harus pikirkan dirimu sendiri.


Lihat! Kamu sudah mempunyai pekerjaan. Si Reno tidak usah di pikirkan. Batin dirinya sendiri.


__ADS_2