Mariana

Mariana
Sonia dan Reno


__ADS_3

Pukul 2 pagi Sonia terbangun, ia mendapati Reno yang tengah memeluknya, dia segera membangunkan Reno untuk melepaskan pelukannya.


Kepala Sonia terasa pusing karena efek dari mabuk kemarin.


"Kenapa kamu pergi ke club? Dan siapa itu Bima?" Tanya Reno.


Sonia hanya diam, ia segera merebahkan dirinya lagi. Dia melihat bajunya yang nampak berbeda dari yang di pakainya kemarin, ia lalu terduduk dan memandang Reno, Reno seketika tersenyum seperti tau maksud dari tatapan Sonia.


"Aku yang memakaikan bajumu, dan kemarin aku melakukan itu ke kamu." Ucap Reno menggoda.


Sonia terkejut dan ingin memukul Reno, tapi dihalau oleh tangan Reno, mereka saling bertatapan cukup lama. Reno melepaskan tangan Sonia, ia mendekati Sonia dan mencium pipi Sonia.


"Aku berusaha tidak mengecewakanmu, aku hanya ingin kamu juga tidak mengecewakanku, mulai sekarang kita harus berusaha saling mencintai." Ucap Reno.


Sonia tersenyum dan tertawa, baginya Reno mengucapkan hal konyol, Reno hanya memandang Sonia heran tetapi dia senang baru kali ini Sonia tertawa riang didepannya.


"Dasar pria mesum." Ucap Sonia mengejek Reno.


Reno mengernyitkan dahi, ia cukup kaget dengan ucapan Sonia. Sonia menantang Reno jika ia punya k*nd*m sekarang ini ia siap melakukannya.


Hahaha jam 2 pagi begini dimana mau beli begituan?


Reno segera membuka laci, ia mendapatkan sesuatu dari laci itu, dia segera melihatkannya pada Sonia. Sonia terkejut kenapa Reno bisa menyimpan itu di lacinya.


"Kau benar-benar mesum Reno." Ucap Sonia terkejut.


Reno segera melepas bajunya, ia menagih ucapan Sonia tadi, ia mendapatkan itu dari temannya sebagai kado pernikahan, ia cukup heran kenapa temannya memberikan itu.


Dengan tubuh yang bergetar Sonia menurutinya, dihilangkannya trauma itu.


Ini suamiku, jangan takut Sonia, jangan takut!


Dia tidak akan melukaiku.


Tenang, cukup sekali ini saja.


Sonia mempersilahkan Reno untuk membuka seluruh pakaiannya, tubuh Sonia begitu dingin ketakutan.


Reno merasa iba, ia menyuruh Sonia untuk segera tidur tetapi Sonia bilang ingin mencobanya.


Sonia membuka seluruh pakaiannya, ia kini tanpa menggunakan sehelai benang.


Hasrat Reno mulai naik, ia segera mencium bibir Sonia, setelah puas Reno segera melucuti celananya tak lupa ia memakai k**d*m.


Mereka akhirnya melakukan itu, tetapi Sonia tidak merasakan nikmat ia benar-benar menahan traumanya untuk kambuh.

__ADS_1


Tidak ada darah yang keluar dari Sonia, dia sudah tidak perawan. Artinya ia memang Sonia yang dulu ku nodai, rasanya memang sama ketika kita melakukan ini dulu.


Reno memperhatikan nafas Sonia


terengah-engah, tubuhnya yang begitu dingin, dan matanya yang dipaksa menutup membuat Reno heran, tetapi ia tidak menghiraukannya, ini kesempatannya untuk menggarap tubuh Sonia.


Reno menghentikan aktivitasnya, Sonia lalu membuka matanya, ia melihat Reno yang berkeringat.


"Sudah?" Tanya Sonia bergetar.


"Belum." Jawab Reno.


Reno menyuruh Sonia berada diatas, tetapi Sonia menolak ia tidak bisa melakukannya, Reno ingat sekali 6 tahun yang lalu Sonia sangat pintar melakukannya untuk ukuran anak SMA.


Reno tak ingin memaksanya, ia segera melanjutkan aktivitasnya, dia juga melepas k**d*m tanpa sepengetahuan Sonia. Reno kini sangat agresif ia menggigit bibir Sonia pelan, ia sangat menikmati malam ini.


Akhirnya cairan itu telah keluar, Reno benar-benar lemas, ia langsung berbaring di sebelah Sonia.


Sonia segera berlari ke kamar mandi dengan membawa obat depresinya, ia meminum tanpa sepengetahuan Reno.


Hah.. hah.. hah.. hah..


Aku sungguh takut .


Sonia segera membersihkan tubuhnya dan segera ke tempat tidur, ia memakai pakaiannya tetapi Reno melarangnya, ia ingin tidur seperti ini sampai pagi.


Reno memandang wajah Sonia yang begitu cantik, ia mengelus rambut panjang Sonia.


"Kamu masih perawan?" Tanya Reno.


Sonia terkejut mendengar ucapan Reno, ia menjelaskan jika ia tidak pernah melakukan itu sebelumnya.


"Tetapi dimana darah perawanmu, tadi tidak ada darah itu."


Sonia hanya terdiam, ia sangat yakin tidak pernah melakukan hal itu sebelumnya.


"Aku tidak tau kenapa kamu bisa lupa denganku dan melupakan fakta jika kita pernah melakukannya dulu, apa kamu amnesia?" Tanya Reno.


Sonia bersikeras ia tidak mengenal Reno sebelumnya, ia juga meminta bukti kepada Reno jika ia memang pernah melakukannya.


Reno akan mencari bukti secepatnya, ia sangat yakin jika Sonia adalah gadis yang dulu di nodainya.


Sonia yang mengantuk segera tidur, Reno yang disebelahnya memeluknya.


Mereka tertidur tanpa menggunakan pakaian satu pun.

__ADS_1


Keesokan harinya Reno terbangun dengan badan yang capek karena bertempur dini hari tadi, ia segera mandi dan bergegas untuk bekerja.


Sonia yang tengah tertidur pulas tidak mengetahui jika suaminya telah berangkat bekerja.


Setengah jam kemudian Sonia terbangun, Sonia segera mandi karena ia hari ini harus mulai syuting film, ia sangat antusias dengan film pertamanya, dia segera berangkat menuju lokasi syuting.


Ditempat lain, Reno sedang asyik memikirkan malam tadi, ia tersenyum mengingat itu.


Dan tidak sabar untuk mempunyai seorang bayi yang lucu, tetapi ia begitu takut Sonia tau jika malam tadi ia sengaja mengeluarkannya di dalam, Reno mengirim pesan kepada Sonia, ia ingin Sonia menjaga kesehatannya.


Sayang, jaga kesehatanmu!


Jangan terlalu capek.


Love you.


Sonia langsung membuka pesan itu, ia berpikir bahwa Reno gila mengirimkan pesan seperti ini, ia tidak membalasnya.


Giliran Sonia untuk mengambil take bersama Bima, dalam naskah mereka harus berpelukan.


Mereka saling menghayati peran


masing-masing, apalagi Bima ia sudah terbiasa berakting, Bima adalah sosok pria yang tampan dan memiliki banyak fans, ia tengah naik daun dan begitu populer dikalangan para wanita. Bima juga sering digosipkan dengan lawan mainnya, tetapi kini ia lebih berhati-hati karena lawan mainnya kini telah bersuami.


Giliran mereka untuk istirahat, Bima sesekali melirik Sonia, sedari dulu ia kagum dengan Sonia. Bima mendekati Sonia dan mengajaknya mengobrol.


"Hai, kemarin aku sudah mengirim pesan padamu." Ucap Bima.


Sonia terkejut dan mengatakan tidak mendapatkan pesan apapun, ia segera mengecek handphonenya dan memastikan pesan itu, ia kaget bahwa nomor kontak para cowok yang dikenalnya tidak ada.


Pasti ini ulah Reno, kenapa dia seperti ini?


Sonia lalu segera meminta nomor Bima, ia segera menyimpannya dan mengirimkan pesan supaya nomornya bisa disimpan Bima.


"Maaf jika kamu tidak nyaman, aku hanya ingin berteman." Ucap Bima.


"Tidak masalah" Ucap Sonia tersenyum.


"Apakah suamimu itu seorang pengusaha terkenal?"


Sonia hanya mengangguk dan sedikit tersenyum, Bima yang seolah kepo langsung mengucapkan permintaan maaf.


"Oh ya aku harus take dengan yang lain." Ucap Sonia ia segera pergi meninggalkan Bima.


Aku mengagumimu Sonia, kamu adalah wanita kuat dan hebat yang pernah kutemui.

__ADS_1


__ADS_2