
Dalam pergulatan hebat semalam pagi ini Sonia merasa badannya sangat lelah, ia terduduk diatas ranjang sambil melihat wajah Reno yang tertidur pulas. Sonia tersipu malu membayangkan kejadian semalam yang membuat hasratnya bergejolak.
Sonia mendekati wajah Reno, ia mengelusnya. Wajah Reno begitu tampan walaupun terlelap, tiba-tiba tangan Reno menarik tubuh Sonia. Kini Sonia berada di pelukan Reno.
"Kamu mau lagi sayang?" ucap Reno.
Sonia menggelengkan kepalanya, ia sudah cukup merasa lelah. Kini tubuhnya hanya bisa pasrah saat Reno memeluknya dengan erat.
Tangan Reno mengelus rambut Sonia, Sonia merasa nyaman akan belaian itu. Dia seketika ingat dengan kakaknya yang dulu sering membelai rambutnya ketika terkena marah dari sang mama tiri.
Sonia terduduk dan sedikit terkejut kenapa ia bisa lupa dengan kakaknya yang tengah di rawat di rumah sakit jiwa.
Reno menatap dengan tatapan penuh pertanyaan.
"Aaaah... Sial aku lupa mengunjungi kakak ku lagi"
Reno mengernyitkan dahi apakah yang di maksud dengan kakaknya yang berada di rumah sakit jiwa. Sonia menganggukan kepalanya.
"Jika kamu mengunjunginya aku takut dia akan menyakitimu lagi, makanya aku tidak pernah bertanya soal kakakmu itu"
Mata Sonia mendelik ketika mendengar ucapan dari Reno, ia menjelaskan baru pertama kali kakaknya menyakitinya.
Selama ini kak Satya sangat sayang kepadanya walaupun ia hanya terdiam saat di ajak berbicara tetapi ia selalu merespon dengan sentuhan lembut di wajah Sonia.
Sebelum kakaknya gila, kakaknya adalah seorang yang menyayangi adiknya. Kedua kakak beradik ini mempunyai trauma yang mendalam di masa kecilnya hingga mental mereka menjadi kacau, terutama kak Satya yang paling parah hingga di masukan paksa ke rumah sakit jiwa. Sonia yang melihat kakaknya yang di perlakukan seperti itu ia makin yakin harus menyembunyikan traumanya dan menemui psikiater secara diam-diam. Sonia juga tidak mau di masukan ke rumah sakit jiwa. Dia menyimpan rahasia itu rapat-rapat hanya Selena dan psikiaternya lah yang mengetahui jika selama ini ia meminum obat penenang.
__ADS_1
Bahkan Reno yang suaminya sendiri belum tau akan rahasia itu.
"Kamu ingin mengunjunginya? Hari ini biar aku antar"
Sonia menganggukan kepala dan ia mulai bercerita tentang keluarganya. Dia yakin jika Reno harus tau tentang kondisi keluarganya sekarang yang sangat kacau.
“Kamu tau jika Papaku punya 3 istri?"
Pertanyaan dari Sonia membuat Reno terkejut dan seketika bangun dan terduduk dari rebahannya, ia kini menghadap tubuh Sonia yang sedari tadi sudah terduduk.
Reno sudah memasang telinga untuk mendengarkan hal yang membuat dirinya terkejut.
"Awalnya Papaku memiliki 2 istri, kami sangat bahagia, akur dan tidak pernah bertengkar.
Reno masih mencerna setiap perkataan Sonia, ia juga terkejut ketika mengetahui jika dokter Selena adalah saudara Sonia. Pertama kali melihat Selena, Reno seakan tidak asing dengannya wajahnya yang memang mirip dengan Sonia mungkin karena mereka terlahir dari Ayah yang sama.
"Nenek lampir itu adalah Mama David yang telah menghancurkan keluarga kami, Papa berselingkuh dengannya. Dan nenek lampir itu dengan berbagai cara menyingkirkan kami satu persatu dimulai kematian ibuku yang janggal, kak Satya yang dibuatnya gila, setelah itu membuat Papa menceraikan ibu Selena dan mengusirnya dari rumah. Kini yang tersisa tinggal aku seorang, mungkin perjodohan denganmu adalah salah satu cara untuk mengusirku dengan halus."
Tatapan Reno masih melekat pada mata Sonia yang terlihat menahan air matanya untuk keluar. Reno merasa iba dengan perjalanan hidup Sonia yang teramat rumit, tapi itu hanya sebagian saja rahasia Sonia yang ia ceritakan, Sonia masih menutup mulutnya rapat-rapat dengan kejadian yang menimbulkan trauma mendalam.
"Arkan dan David adalah anak dari nenek lampir itu yang dibawanya dari suami yang dulu, salah satu dari mereka yang akan mewarisi menjadi direktur utama Stars Group.
Aku pikir mereka tidak berhak menerima jabatan itu karena mereka bukan anak kandung Papa. Harusnya kak Satya yang menjadi direktur utama dia adalah anak pertama Papa. Tapi karena kak Satya gila tidak mungkin Papa menjadikannya direktur, bahkan kak Satya sudah tidak dianggap anak."
Sonia menghela napas panjang, dadanya terasa sesak lalu ia mulai berbicara lagi.
__ADS_1
"Aku sudah membujuk Selena untuk mengajukan diri sebagai direktur karena ia masih anak kandung Papa tetapi ia tidak mau dan tidak ingin berurusan dengan mereka. Dia kini sudah memilih menjadi dokter yang dirintisnya dengan susah payah tanpa bantuan Papa."
"Sedangkan aku," ucap Sonia sambil menunjuk wajahnya sendiri, " Aku hanya lulusan SMA yang tidak tau tentang bisnis, aku juga tidak tertarik dengan itu. Yang aku pikirkan aku harus mengumpulkan uang yang banyak dari pekerjaanku sekarang. Aku yakin jika saudara lakn*t itu menjadi direktur pasti mereka menghentikan semua kartu kredit dan debitku."
Sonia tersenyum ketika melihat wajah Reno yang merasa kasian dengan Sonia, Sonia menjelaskan jika kini ia sudah memiliki Reno.
Reno menyimpulkan jika Sonia anak broken home memang benar. Dia teringat 6 tahun yang lalu ketika Sonia tinggal seorang diri di rumah pinggir kota, Reno pikir pasti saat itu Sonia merasa kesepian hingga akhirnya menggoda Reno melakukan itu.
"Oh ya tadi aku dengan David dan Arkan. Siapa itu Arkan? Aku tidak pernah melihatnya," tanya Reno.
Deg!
Jantung Sonia berdegup mendengar nama itu, apakah ia tadi tidak sengaja menyebut nama itu? Dia menjelaskan dengan tenang supaya Reno tidak curiga.
"Oh dia adalah kakak David, sekarang dia tinggal di luar negeri entah apa yang dia lakukan. Mungkin bertapa atau apa aku tidak peduli dengannya."
Sonia lalu mengalihkan pembicaraan, ia melihat dirinya sedari tadi tidak menggunakan sehelai benang pun termasuk dengan Reno. Dia segera memakai pakaiannya yang diikuti oleh Reno.
Reno menjadi sedikit tahu permasalahan dari keluarga Stars Group yang tidak pernah diberitakan di media.
Reno juga berpikir jika masalah keluarga yang membuat Sonia menjadi cewek liar, bar-bar suka ke diskotik dan suka mabuk.
Tetapi setelah menjadi istri Reno kebiasaan itu seolah telah lenyap.
Reno memeluk tubuh Sonia lagi, ia ingin Sonia merasa aman dan nyaman dengan Reno. Dia tidak ingin Sonia tidak bahagia hidup bersamanya, Reno juga berpikir akan bilang kepada Sonia jika Dylan adalah anak kandung mereka, tetapi menunggu saatnya tiba.
__ADS_1