Mariana

Mariana
Terungkap


__ADS_3

3 minggu kemudian.


Setelah mengalami koma seminggu, kini gadis malang itu di bolehkan untuk pulang.


Semenjak menghilangnya Sonia dua minggu dari pertelevisian Sonia masih menjadi trending dan buronan para wartawan.


Selena dan Bima membantu menyembunyikan keberadaan Sonia.


Selama itu Bima lah yang setia menemani gadis itu di rumah sakit, ia sangat menyesal telah menusuk Sonia dari belakang.


Kini Sonia di perbolehkan pulang, Selena menyuruh Bima untuk membawa Sonia ke tempat yang aman dan terhindar dari kejaran wartawan. Sonia juga sudah dapat surat panggilan dari pengadilan agama tetapi Selena merobeknya.


Setelah mengemasi barang-barang, Bima segera membawa Sonia pergi dari kota itu.


Dia membawa ke suatu tempat di pinggir pantai terlihat juga ada sebuah villa mewah.


Tempat itu terpencil dan nampak sepi, setelah sampai mereka segera masuk ke villa itu. Villa itu sangat terawat dan bersih terdapat pepohonan rindang di sekitarnya.


"Sonia, untuk sementara kita bisa tinggal disini, anggap saja ini rumahmu," ucap Bima.


Sonia hanya tersenyum, ia kini sudah tidak mau berlama-lama untuk bersedih. Dia sudah menutup hatinya rapat-rapat dan tidak ingin bergaul dengan siapun kecuali dengan Selena dan Bima. Goresan-goresan luka hati memang masih ada tetapi ia dengan cepat mengobati rasa sakit itu ketika bersama Bima.


Setelah memberesi barang-barang mereka, Bima dan Sonia mencoba memasak mie instan yang mereka beli di minimarket.


Bima dengan cepat memasak mie instan itu seperti seorang chef handal.


Sonia hanya terduduk di kursi melihat Bima memasakan mie untuknya.


Tiba-tiba air mata Sonia menetes teringat Reno yang selalu memasakan untuknya.


Dia menangis terisak kini Reno mungkin sudah tidak bisa lagi memasakan untuknya.


"Lap air matamu Sonia! Sudah tidak berarti lagi air matamu keluar hanya untuk lelaki pengecut sepertinya," ucap Bima menenangkan Sonia.


"Benar! Bahkan dia tidak menghubungiku lagi"


Sonia segera mengelap air matanya, ia tersenyum kepada Bima.


Bima membalas senyuman itu lalu segera menyelesaikan masaknya. Sonia sempat bingung ketika Bima memasukan udang ke dalam rebusan mie itu, ia memperhatikan secara seksama.


"Apa enak mie instan dengan udang?"

__ADS_1


"Pasti enak dan kamu kapan-kapan harus membuatkanku ini"


Setelah selesai memasak, Bima dan Sonia segera memakan mie instan itu.


Sonia cukup takjub dengan rasa mie instan, ia bahkan belum pernah memakannya seumur hidup, baru kali dia memakannya bersama Bima. Bima memandangnya dengan gemas lalu mengacak-acak rambut Sonia.


Setelah menghabiskan makanan mereka, Bima berpamitan masuk ke kamarnya.


Sonia lebih memutuskan berjalan-jalan di sekitar villa itu. Dia menghela nafas panjang dan mulai berpikir harus sampai kapan ia bersembunyi di villa terpencil ini.


Goresan di hati semakin melebar setiap harinya jika mengingat kehidupannya yang selalu menyedihkan. Air mata nampak ingin keluar dari pelupuk matanya tetapi ia langsung menyekanya.


"Sonia naiklah! Jangan disitu! Aku takut jika kamu akan bunuh diri disitu!" ucap Bima dari balkon kamarnya dan ia khawatir ketika melihat Sonia sudah memegang tali.


Sonia tertawa padahal ia menemukan tali itu di sekitar villa dan akan ingin membuangnya.


Dia segera menghampiri Bima di kamarnya, ia mengintip Bima yang sedang duduk di pinggir ranjang sambil meminum sebuah obat.


Sonia melangkah pelan lalu mencari tahu obat apa itu yang diminum oleh Bima.


"Kau minum obat penenang?" tanya Sonia heran.


"Ku pikir hidupmu baik-baik saja?"


"Setiap orang pasti mempunyai masalah sama seperti denganku"


Sonia menatap tajam, ia tidak menyangka Bima yang terlihat diam dan baik-baik saja meminum obat penenang sama sepertinya.


Dia mendekati Bima lalu memeluknya, Bima membalas pelukan dari Sonia.


_____________________________________


Keesokan harinya Bima ingin mengajak Sonia ke suatu tempat, ia ingin menunjukan sesuatu kepada Sonia.


Suasana langit pagi ini sangat cerah membuat mata Sonia tak henti menatap dibalik kaca mobil.


Dia cukup senang Bima mengajaknya keluar dari villa itu, tapi ia masih bingung Bima akan mengajaknya kemana lagi.


Dia melirik Bima, kali ini ekspresi Bima seolah tidak bersemangat.


"Kamu sakit? Biar aku yang menyetir, tunjukan tempat yang ingin kamu tuju!" ucap Sonia.

__ADS_1


Bima menggelengkan kepala tak lupa ia memberikan senyuman pertanda baik-baik saja. Sonia masih menatapnya lekat.


1 jam kemudian mereka sampai disebuah kantor polisi. Sonia mulai kebingungan untuk apa Bima ke kantor polisi. Bima segera mengajak Sonia turun dari mobil dan menggandeng tangan Sonia untuk masuk kedalam.


Untuk apa Bima membawaku kesini?


Apa yang akan ia lakukan?


"Pak saya ingin menyerahkan diri. Sayalah orang yang dibalik kasus video panas milik Sonia dan lelaki di video itu sebenarnya adalah saya," ucap Bima mengaku kepada salah satu polisi.


Sonia tercekat ia tidak percaya kepada pengakuan Bima, Sonia mulai mundur perlahan ia sangat syok ternyata lelaki yang menemaninya selama ia terpuruk adalah sang pelaku.


Polisi dengan sigap menangkap Bima dan menenangkan Sonia yang mulai menangis.


Bagai tersambar petir di siang bolong, sebuah kenyataan membuat hati tersayat, ia berusaha untuk tegar menghadapi setiap masalah yang ada. Tak cukup banyak air mata yang menetes, ia sudah pasrah dengan jalan hidup yang di berikan oleh Tuhan.


Dan surat perceraiannya dengan Reno keluar saat itu juga, Reno sepertinya sungguh tidak ingin bersama Sonia, kekecewaan selalu mengalahkan segalanya.


Beberapa jam saat pengakuan Bima berita itu menjadi trending topik di seluruh lapisan masyarakat, mereka yang sebelumnya menuduh dan memandang Sonia dengan buruk kini beralih membelanya.


Pasalnya disini Sonia yang menjadi korban dari video itu dan pelakunya sendiri adalah lawan mainnya di sebuah film.


Gelas yang sedang Reno bawa seketika jatuh dan pecah mendengar berita menggemparkan itu, ia tidak bisa berkata apa-apa untuk saat ini. Dia langsung terduduk di kursi kerjanya, sebuah penyesalan selalu datang belakangan. Surat perceraian mereka kini juga sudah di pegangnya walaupun beberapa kali Sonia tidak hadir di pengadilan.


Dengan percaya diri Reno segera mengambil handphone lalu menelpon Sonia tetapi beberapa kali di tolak oleh Sonia.


**


Setelah kasus pengungkapan video panas itu, banyak pelaku lain yang mulai tertangkap misalnya Maharani, ia ditangkap di apartemen mewahnya yang berada di Korea oleh pihak kepolisian setempat.


Kasus baru juga mulai muncul yaitu pengedaran dan pemakaian obat terlarang yang melibatkan Bima dan Maharani, itu yang membuat mereka terkena pasal berlapis dan paling parahnya mendapatkan hukuman tembak mati.


Kini Sonia masih dalam penenangan diri di rumah Selena, ibu Selena sangat baik, ia sangat sayang dengan Sonia.


Apalagi setelah Papa Sonia sudah memutuskan untuk mengeluarkan Sonia dari kartu keluarga, ia sudah sangat lelah mengurusi hidup Sonia yang susah diatur.


Sonia kini sudah tidak menjadi bagian dari pewaris Stars Group dan ia sudah tidak mendapatkan uang dari Papanya.


Harta bisa di cari tetapi keluarga yang setia menemani saat terpuruk susah di cari.


Dan kini aku menemukan keluarga itu yaitu Ibu dan Selena.

__ADS_1


__ADS_2