
Hari yang cerah sinar mentari menerobos tirai kamar, burung-burung terdengar berkicauan.
Sonia yang terbiasa bangun siang mulai hari ini harus terbiasa bangun pagi.
Dia melihat Reno yang selesai keluar dari kamar mandi, Sonia dengan cepat masuk ke kamar mandi di guyurnya tubuh itu menggunakan air hangat, kali ini ia harus cepat-cepat mandi karena hari ini tidak boleh telat syuting.
Beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar mandi telah memakai baju ganti, ia melihat Reno yang tengah memakai dasi, Sonia segera membantunya memakaikan dasi itu, Reno tersenyum dan mencium pipi Sonia.
"Dasar Mesum." Ejek Sonia.
Reno hanya tertawa ia bilang jika mesum kepada istrinya merupakan hal yang wajar.
Sonia segera memasukkan barang-barangnya ke dalam tas sempat terlintas hari ini ia berangkat kerja menaiki apa.
"Aku butuh mobil untuk kerja." Ucap Sonia.
Reno menatap Sonia ia menawari untuk membeli mobil baru tetapi Sonia menolak.
"Tidak usah, kamu suruh saja seseorang untuk mengambil mobilku di rumah Papaku."
Reno lantas mengiyakannya, hari ini ia akan mengantar Sonia ke lokasi syuting.
Mereka setelah itu keluar kamar dan menuju ke ruang makan, ternyata Papa, Mama dan Rizky sudah terduduk sambil menikmati sarapannya.
Sonia dan Reno segera duduk, ia mengambil makanan, nampak Mama Reno menatap sinis ke arah Sonia.
"Siapa laki-laki itu?" Tanya Mama Reno melihat kearah Sonia yang asyik melahap makanannya.
Sonia nampak terkejut dengan pertanyaan ibu mertuanya, ia bingung harus menjawab apa.
"Berita hari ini membicarakanmu lagi Sonia, kamu nampak asyik makan dan menonton bioskop bersama pria yang dikabarkan itu artis terkenal." Jelas Mama Reno.
Sonia nampak terkejut, ia menjelaskan jika dia adalah Bima lawan main di sebuah proyek film. Hati Reno terasa sakit setelah mendengar itu.
Bima? Apakah pria kemarin yang mengantar Sonia?
"Mah, itu teman Sonia bahkan dia juga kenal denganku, kita kemarin pergi bersama-sama."
Jelas Reno berbohong.
Sonia hanya terdiam, ia lalu segera mengambil handphone di tasnya.
Dia terkejut ketika melihat sebuah artikel.
Sonia dan Bima tengah berkencan.
Apakah Bima perebut istri orang?
Reno yang tau segera mengambil handphone Sonia, ia tidak ingin melihat Sonia takut dan khawatir. Dia menjelaskan kepada Mamanya jika itu hanya sebuah gosip dan hanya akan menaikkan rating film itu.
__ADS_1
Mamanya hanya diam seolah percaya, ia melirik Sonia yang sedang melamun.
Beberapa menit kemudian mereka telah selesai bersarapan lantas Reno mengantar Sonia ke lokasi syuting.
Langit pagi ini sangat cerah, Sonia hanya asyik memandangi langit itu dari balik kaca mobil.
"Kita baru dua minggu menikah tetapi orang ketiga selalu berdatangan." Ucap Reno.
Sonia hanya tersenyum dan melirik Reno yang tengah menyetir mobil.
"Tamu tidak akan masuk jika kita tidak membukakan pintu." Jawab Sonia.
Reno tertawa ketika Sonia berkata seperti itu, Sonia hanya meliriknya.
Sonia menjelaskan jika dia dan Bima tidak ada hubungan apa-apa, yang harus dicurigai itu adalah Reno dan Veronica yang masih saling mencintai.
"Sekarang ini aku hanya memikirkanmu, Veronica hanya masa laluku."
Sonia tersenyum mendengar hal yang konyol, ia masih tak mempercayai ucapan Reno, baginya Reno hanya menyukai tubuhnya saja.
Setengah jam kemudian mereka sampai di lokasi syuting, Sonia segera turun dari mobil.
Sebelum turun Reno sempat mencubit pipinya, Sonia hanya tersenyum.
Banyak kru dan pemain film yang memperhatikan Sonia, mereka seperti menatap Sinis, Sonia paham pasti karena gosip yang menimpa dirinya dan Bima.
"Mau kopi?" Tanya Bima yang datang dari belakang Sonia.
Beberapa menit kemudian Bima membawa segelas kopi dan menyodorkan ke Sonia.
Sonia segera meminum kopi itu.
"Pasti kemarin ada yang diam-diam memotret kita, harusnya aku kemarin langsung mengantarmu pulang." Ucap Bima.
"Jangan khawatir itu hanya gosip, sebentar lagi gosip itu akan mereda."
Bima menatap Sonia, ia begitu kagum dengan Sonia yang kuat menghadapi berita yang selalu menjelekkan dirinya.
Mereka lalu memulai syuting, adegan demi adegan mereka lakukan, saatnya di adegan yang harus dilakukan yaitu berciuman.
Sonia sempat ragu melakukannya tetapi ia harus profesional.
Camera, rolling, action!
Suara sutradara memulai adegan ini, adegan yang penuh tantangan karena mereka berdua harus rileks dan tidak canggung.
Bima mulai menatap mata Sonia, ia memegang pinggang Sonia, ia segera mel*mat bibir Sonia yang manis itu, Sonia yang sedikit canggung mulai mengayunkan tangannya di leher Bima.
"CUT! Sonia kamu harus rileks, kamu seperti tegang." Ucap Sutradara.
__ADS_1
Mereka akhirnya mengambil take lagi.
Camera, rolling, action!
Mereka mengulangi lagi kali ini Sonia sedikit serius, tetapi Bima sekarang mulai grogi, ia perlahan mel*mat bibir Sonia, ia meletakkan tangannya di punggung Sonia.
"CUT! Aduh Bima, sekarang kamu yang terlihat kaku, bayangkan saja Sonia ini pacarmu dan kamu Sonia bayangkan saja Bima ini suamimu." Ucap sutradara sedikit mengejek.
Mereka lalu mengambil take lagi kali ini mereka membayangkan pasangan
masing-masing, Bima dengan cepat mel*mat bibir Sonia, ia memegang pinggul Sonia dan Sonia mengayunkan tangannya di leher Bima,
lidah mereka saling beradu dalam kenikmatan, ciuman itu cukup lama dan hampir membuat mereka lupa bahwa mereka sedang akting.
"Cut! Oke kali ini bagus, kalian boleh beristirahat." Ucap sutradara.
Setelah adegan itu Sonia dan Bima terlihat canggung, bahkan mereka takut untuk memulai obrolan.
Tetapi pemain lain seperti mencairkan suasana.
"Hey kemarin kalian jalan bareng kok gak ajak-ajak kita?" Ucap Maharani ia adalah pemeran antagonis di film ini walaupun berperan jahat sebenarnya dia baik dan ceria.
"Kami kebetulan bertemu, sebenernya ada suamiku juga kok." Jelas Sonia.
Bima memandang Sonia yang berbohong, Sonia mengedipkan mata ke Bima
seolah-olah untuk diam.
Bima hanya tersenyum dan tidak sengaja menatap bibir Sonia yang tadi diciumnya.
Bima langsung salah tingkah dan segera pergi meninggalkan mereka yang tengah mengobrol.
Bima berjalan ke arah lain dan tidak sengaja bertemu produser.
Dia langsung memberi hormat.
"Kamu harus berhati-hati Sonia sudah punya suami, apalagi suaminya orang yang cukup terpandang di kota ini."
Bima tersenyum dan menjelaskan jika kemarin ia tidak sengaja bertemu dengan Sonia di jalan.
"Tapi ada untungnya dengan gosip ini supaya menambah minat penonton untuk melihat film ini." Ucap produser.
Bima tertawa, ia segera berpamitan dengan produser untuk melanjutkan take selanjutnya.
Dia berjalan kearah pemain film dan kru, rupanya mereka tengah beristirahat.
Sonia memandangnya tetapi seolah Bima memalingkan pandangan, ia sungguh canggung dengan Bima.
Sepertinya ia mulai canggung denganku.
__ADS_1
Aku pun juga jadi canggung dengannya setelah adegan ciuman itu.