
Pagi hari di Italia, matahari seolah malu untuk menampakan diri.
Sonia terbangun dari tidurnya, entah kenapa ia merasa kelelahan.
Hoaaam...
Ah! Ternyata cuman mimpi buruk, mungkin aku terlalu kangen dengan Reno sampai bermimpi yang tidak-tidak.
Sonia terduduk di tempat tidur, ia melihat Maharani yang tengah berdandan.
Sonia juga teringat jika semalam ia ke diskotik bersama Maharani dan Bima.
"Eh Rani, kemarin aku mabuk berat siapa yang membawaku ke kamar?"
"Aku dan Bima lah terus siapa lagi?"
"Tapi setelah itu tidak terjadi apa-apa kan?"
Maharani terdiam dan menggigit bibirnya.
Sonia melihatnya dengan bingung.
"Ti tidak ada apa-apa kok"
**
Seminggu kemudian.
Ini adalah hari kepulangan mereka ke Indonesia. Mereka bernafas lega karena syuting telah selesai, kini mereka hanya fokus untuk promosi. Netizen tidak sabar untuk segera menonton film itu terlebih ada Bima yang tengah naik daun.
Sonia? Netizen juga tidak sabar untuk melihat akting perdana Sonia si ratu badgirl.
Setelah kejadian itu Maharani kini seolah menjauhi Sonia, Sonia berpikir apakah ia mempunyai salah dengan temannya itu.
Padahal Sonia sudah senang sekali mempunyai teman seperti Maharani.
Bima yang dulu dekat dengan Sonia juga seperti menjaga jarak dengan Sonia, Bima juga terlihat menyesali perbuatannya.
Sesampainya di bandara Indonesia mereka berpisah karena di jemput manager masing-masing, tetapi tidak dengan Sonia yang dijemput oleh Reno.
Awak media sudah bersiap untuk meliput para artis itu, termasuk Sonia tak luput dari sorot kamera.
Reno dengan tampannya memakai kacamata hitam berjaket jeans biru tua melambai kearah Sonia. Sonia segera menghampirinya dan memeluk Reno, Reno mencium kening Sonia, awak media segera memotret keserasian mereka.
Reno segera membawakan koper Sonia, ia heran saat berangkat Sonia hanya membawa satu koper, kini ia membawa dua koper.
"Hehehe, yang koper satunya berisi oleh-oleh"
Reno hanya tersenyum, mereka segera menuju tempat parkir dan masuk ke dalam mobil. Reno segera melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.
__ADS_1
"Mobilmu ganti?" tanya Sonia.
Reno menganggukan kepala, seketika itu Sonia bisa melihat bekas luka di kening Reno.
Dia panik tetapi Reno telah menjelaskan jika luka benturan ringan saja.
Reno sedikit melirik Sonia, ia mendapati bentuk tubuh Sonia yang sedikit berisi.
"Makanmu banyak disana?" tanya Reno.
"Iya, kenapa?"
"Kamu agak gendutan"
Reno melontarkan kalimat peperangan, Sonia langsung panik dan segera mengambil kaca di tasnya. Dia melihat wajahnya di kaca sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
Reno melihatnya hanya tersenyum, Sonia melirik Reno dengan mata tajam.
"Hey aku hanya bercanda Sonia"
Sonia langsung lega mendengar ucapan Reno. Dia melirik ke jendela terdapat orang yang berjualan mangga dan manisan kedondong. Sonia meminta Reno berhenti dan menyuruhnya membeli manisan itu.
Reno segera menepikan mobil dan berjalan membelikan manisan mangga.
Beberapa menit kemudian Reno datang membawa seplastik manisan mangga dan langsung di lahap oleh Sonia. Reno hanya menggelengkan kepala melihat istrinya makan seperti itu.
"Tidak, aku hanya ingin makan ini saja, langsung pulang ke rumah ya"
Sesampainya dirumah, Sonia menghampiri Mama Reno dan meminta maaf karena ia tidak izin pergi sebelum berangkat.
Sonia juga memberikan seplastik baju merk terkenal kepada Mama Reno supaya ia tidak marah, Mama Reno dengan senang menerimanya.
Sonia menuju ke kamar, ia mendapati Reno tengah berbaring di ranjang. Sonia menghampirinya dan merebahkan tubuhnya disamping Reno.
"Kamu tidak bekerja? Inikan masih siang?"
"Tidak, aku ingin menghabiskan waktu bersamamu hari ini"
Reno langsung mencium istrinya itu, Sonia membalasnya dengan cepat.
Ciuman panas itu terjadi sampai 10 menit, setelah puas mereka saling menanggalkan pakaian masing-masing.
Mereka melampiaskan kerinduan mereka di siang ini beradu kasih memuaskan hasrat yang terpendam.
____________________________________
Malam hari telah tiba, tetesan hujan sesekali menetes di dedaunan. Langit masih tertutup awan mendung dan bulan tidak menampakan dirinya.
Mereka sekeluarga sedang asyik menikmati makan malam bersama, sedari tadi Rachel melirik kearah Sonia.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Sonia.
Rachel menggelengkan kepala dan kembali memakan makanannya.
Sekarang Mama Reno yang kini melihat perubahan tubuh Sonia yang semakin berisi setelah 2 minggu tidak berjumpa.
"Sonia apakah kamu sedang hamil?" tanya Mama Reno membuat Sonia tersedak.
Reno segera mengambilkan minum untuk Sonia. Sonia segera menenggaknya.
Setelah itu Sonia melihat mereka memandanginya seolah menunggu jawaban termasuk Reno.
"Kamu hamil Sonia?" tanya Reno antusias.
Sonia menggelengkan kepalanya, ia juga tidak tau jika dirinya hamil atau tidak.
Reno memeluk Sonia di depan orang tua dan Rachel, ia begitu bahagia jika Sonia memang hamil. Mama Reno langsung menyuruh dokter datang untuk memeriksa Sonia.
Selesai makan Sonia dan Reno bergegas menuju kamarnya sambil menunggu dokter datang. Reno memeluk Sonia dengan erat karena ia kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan kebahagiannya.
"Reno kamu berlebihan, kita kan belum tau aku hamil atau tidak," gerutu Sonia.
Reno malah mengusap-usap rambut Sonia, ia yakin jika Sonia sedang mengandung anaknya.
Tiba-tiba suara ketukan kamar berbunyi, Reno segera membukakan pintu. Ternyata Mamanya telah bersama sang dokter.
Sonia terkejut karena dokter itu adalah Selena.
"Ah! Bisakah Reno dan Mama keluar dulu? Aku malu jika di periksa di depan kalian"
Sonia lalu mendorong Reno dan mamanya keluar kamar sebelum mereka mengatakan apapun. Sonia lalu mengunci pintu dan melihat ke arah Selena yang menatapnya.
"Kupikir kamu lupa meminum pil kb mu?" tanya Selena dan menyuruh Sonia untuk berbaring di ranjang.
"Aku telah berhenti meminumnya kira-kira sebulan yang lalu"
Selena kini tengah memeriksa Sonia dengan teliti, Sonia memandangnya dengan serius.
"Kamu tidak rindu Papa?"
Selena hanya terdiam dan fokus memeriksa perut Sonia. Setelah memeriksa ia segera mengemasi alat-alatnya.
"Selamat kamu positif hamil Sonia" ucap Selena tersenyum.
Sonia berteriak kegirangan berlari keluar kamar dan memeluk Reno yang berada di depan pintu. Sonia menjelaskan jika dirinya tengah hamil, Reno segera mencium kening Sonia. Mama Reno juga terlihat tersenyum senang.
"Selamat atas kehamilan Sonia, mulai hari ini perhatikan apa saja yang di konsumsi oleh Sonia. Jangan biarkan Sonia kelelahan juga," ucap Selena sambil menghampiri mereka di depan kamar.
Sonia, kehamilanmu kali ini aku akan menjaga mu dengan ekstra. Aku mau menebus semua kesalahanku yang dulu meninggalkanmu saat hamil. Aku mencintaimu Sonia.
__ADS_1