Mariana

Mariana
Masa Lalu 2


__ADS_3

Permen kapas warna merah muda itu habis tak tersisa dimakan oleh Sonia, ia sangat menyukainya. Sonia mengajak Reno untuk menaiki wahana lagi, Reno menolak karena dia sudah capek.


Suara jeritan dari orang-orang yang menaiki roller coster menggema di telinga mereka.


Reno menatap Sonia lembut, ia begitu iba dengan Sonia karena sebentar lagi Reno akan segera pergi ke Amerika.


"Aku benar-benar minta maaf karena menodaimu, bahkan selama ini aku tidak pernah memiliki rasa kepadamu, aku tidak mencintaimu." Ucap Reno.


Sonia menatap sinis Reno, ia begitu muak membicarakan soal cinta, baginya cinta itu tidak terlalu penting.


Yang penting selama ini hanyalah rasa nyaman untuk bersama dan saling menikmati.


"Sebentar lagi aku akan pergi ke Amerika, kita tak akan bertemu lagi Sonia, maafkan aku, aku sungguh minta maaf." Ucap Reno menyesal.


Sonia hanya terdiam, lalu dia tersenyum, ia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Reno, ia berterima kasih hingga saat ini Reno menemaninya dari rasa kesepian. Reno menerima jabat tangan itu, ia sungguh amat menyesal telah menodai gadis kecil itu.


***


4 tahun kemudian Reno yang berumur 25 tahun pulang dari Amerika, ia pulang membawa sang pacar bernama Veronica. ia dan Veronica telah berpacaran 2 tahun, ia bertemu dengannya di Amerika.


Setelah itu Reno dibantu oleh Papanya mendirikan sebuah restoran mewah, ia juga diberi tanggung jawab untuk mengelola hotel Aiden milik Papanya. Karirnya begitu sukses dan terkenal diseluruh kota sebagai pengusaha muda yang sukses dan berjaya.


Dia sangat mencintai Veronica, tetapi orang tua Reno menentangnya, ia tidak menyetujui jika Reno berpacaran dengan gadis biasa.


Veronica adalah gadis yang pandai, ia mendapat beasiswa untuk kuliah di Amerika.


Orang tuanya menyuruh meninggalkan Veronica tetapi Reno menolak.


Setiap hari mereka selalu menghabiskan waktu bersama, ia ingin membahagiakan Veronica dan berjanji akan segera menikahinya.


2 tahun kemudian ketika Reno berumur 27 tahun.


Saat itu mereka pergi berjalan-jalan di pusat kota, mereka ingin menikmati gemerlap lampu kota saat malam hari.


Reno tidak sengaja melihat iklan di videotron yang berada di gedung tinggi, ia melihat gadis yang mirip dengan Sonia sedang mengiklankan produk minuman. Perbedaannya gadis itu terlihat dewasa dengan make up tebal dan sangat cantik,


dia tersenyum mempesona dengan memegang botol minuman yang ia iklankan.

__ADS_1


Tubuh Reno seketika bergetar, ia mengingat gadis yang ia setubuhi 6 tahun yang lalu, gadis itu mirip dengan yang berada di iklan itu.


Wajah Reno juga langsung pucat ia masih menyesali perbuatannya.


Veronica yang melihat Reno segera menanyainya.


"Kamu kenapa sayang? Kamu sakit?" Tanya Veronica.


"Ah! Aku hanya sedikit pusing, mungkin karena kelelahan bekerja seharian." Jawab Reno berbohong.


"Yasudah kita pulang." Ucap Veronica.


Mereka segera pulang, Reno terlihat cemas.


Gambaran masa lalu membekas di ingatannya, ia takut bertemu dengan gadis itu, ia takut jika gadis itu meminta pertanggungjawaban ke Reno karena sebentar lagi ia akan menikah dengan Veronica.


Sesampainya dirumah ia mendapati orang tuanya kedatangan tamu, orang tuanya menjelaskan bahwa mereka adalah calon mertua Reno, Reno yang terkejut tidak bisa berkata apa-apa, kenapa setiap perjodohan selalu datang kepada dirinya, ini yang membuat Reno tidak betah berada di Indonesia.


Setelah tamu itu pulang, ia segera menuju ke kamarnya, ia mengambil handphone dan mencari calon istrinya di google yang katanya seorang model terkenal, tetapi nama model itu sama dengan gadis yang dicumbunya 6 tahun yang lalu.


Setelah itu ia bertemu beberapa kali dengan Sonia, tetapi Reno berpura-pura tidak mengenalnya dan seolah ia adalah orang lain, tetapi Reno juga heran kenapa Sonia juga tak mengenalinya, itu adalah suatu tanda tanya besar. Apa mereka sama-sama sedang melakukan sandiwara?


Sampai ia bertemu dengan Sonia disebuah acara makan keluarga di restorannya, ia menyadari satu hal jika Sonia yang seorang model itu adalah bukan yang ia kenal sebagai Sonia 6 tahun yang lalu.


Mereka memiliki sifat yang berkebalikan, Sonia yang dikenalnya dulu mempunyai sifat yang sopan dan imut, tetapi Sonia yang ditemuinya sekarang memiliki sifat yang


bar-bar dan tidak sopan.


Kupikir mereka adalah seseorang yang berbeda, apa aku terlalu halu membayangkan jika mereka adalah seseorang yang sama.


Apa aku juga harus menerima perjodohan ini?Sonia calon istriku juga memiliki sifat yang buruk, apa ini sebuah karma untukku?


Dulu aku seorang yang brengsek meninggalkan gadis itu demi sebuah karir, sekarang aku juga masih brengsek meninggalkan Veronica demi sebuah harta kekayaan.


Dengan terpaksa Reno menyetujui pernikahan ini, ia akhirnya meninggalkan Veronica.


Betapa beratnya ia harus meninggalkan gadis yang menemaninya selama 4 tahun.

__ADS_1


Tetapi semua itu kandas karena keegoisannya sendiri.


Sebelum menikah dengan Sonia ia merencanakan sesuatu, ia mengajak Sonia berkencan di taman dan ia juga akan mengajak Sonia pergi ke hotel.


Setelah berhasil mengajak Sonia ke kamar hotel, ia segera melakukan rencananya.


Reno sengaja membuka bajunya, ia ingin mengetahui apakah Sonia akan merespon, dan ia juga ingin apakah Sonia saat ini mempunyai tanda lahir di punggungnya seperti Sonia yang di cumbunya 6 tahun yang lalu.


Tapi rencana itu gagal, Sonia malah menangis ketakutan, Reno merasa iba ia tidak jadi melakukan rencananya.


Tetapi setelah itu Sonia juga ikut melepas kancing bajunya, Reno yang lupa akan rencananya malah asyik menciumi Sonia, ia juga lupa melihat punggung Sonia, apakah ia punya tanda lahir atau tidak.


Setelah melakukan ciuman panas, mereka langsung pulang dan tidak melakukan apapun setelahnya.


Setelah sampai dirumah, Reno malah kepikiran ciuman tadi, ciuman itu rasanya sungguh mirip dengan ciuman yang dilakukan Sonia yang dulu dicumbunya.


Bayangan akan masa lalunya seketika tergambar jelas di ingatannya, ia membayangkan ketika ia asyik melampiaskan hasrat kepada gadis itu.


Gadis yang ia ciumi, gadis yang ia ambil keperawanannya, gadis yang ia setubuhi belasan hingga puluhan kali.


Bahkan ia tidak sempat memikirkan apakah gadis itu akan hamil atau tidak, ia dibutakan dengan nafsu duniawi.


***


Desiran ombak menemani mereka berdua yang saling menatap.


Sonia masih terbingung dengan ucapan Reno, dia masih tercengang ketika Reno menjelaskan sesuatu yang sangat konyol.


Sonia menghadap kebawah melihat pasir pantai yang putih, ia segera berjongkok dan memainkannya.


"Aku lama sekali tidak bermain pasir." Ucap Sonia.


Reno masih tengah berdiri didepan Sonia yang sedang memainkan pasir, ia begitu terkejut bahwa Sonia sama sekali tak mengingatnya.


Kenapa kamu segampang itu melupakanku?


Kenapa kamu segampang itu melupakan hal yang membuat keperawananmu hilang?

__ADS_1


__ADS_2