
"Dasar anak hina! Berani-beraninya kau hamil diluar nikah!" ucap Papa kepada Sonia sambil menendang Sonia yang hingga terjatuh.
Sonia hanya terdiam dan menunjukan ekspresi netral, ia tidak bahagia bahkan juga tidak sedih.
Plak... Plak.. Plak..
Papa Sonia menampar anaknya itu berkali-kali, Sonia menundukan kepala dengan masih berposisi duduk di lantai, ekspresinya tidak berubah. Masih terdiam.
Bruaaak!
Tendangan dari Papa Sonia mengenai keras di dada Sonia sampai ia menahan rasa sakit tak tertahankan.
Bruaaak!
Tendangan itu di lontarkan ke Sonia berkali-kali, sampai Sonia terkapar di lantai tak sadarkan diri.
Arkan setengah berlari ke arah Sonia, ia berusaha membangunkan Sonia dengan cara menepuk pipinya dengan pelan.
"Papa gila melukai Sonia seperti ini?!" teriak Arkan.
Papanya masih terdiam menahan amarah, ia ingin sekali membunuh Sonia dengan tangannya sendiri. Dia menyesal telah membesarkan Sonia, lebih baik dia membesarkan Selena saja.
"Aku yang menghamili Sonia! Silahkan pukuli aku jika kurang puas memukuli Sonia!" ucap Arkan berteriak kesal.
Ucapan Arkan membuyarkan lamunan sang Papa, kini amarah Papa mulai terkumpul lagi dan siap menghabisi mereka berdua detik itu juga. Bagaimana bisa seorang kakak tiri menghamili adik tirinya sendiri? Semua itu membuat Papa Sonia murka, mau ditaruh dimana wajah sang Papa terlebih lagi ia adalah orang terpandang di negeri ini.
Papa segera melangkah mendekati mereka berdua yang masih terduduk di lantai, Arkan terlihat memangku adik tirinya itu.
Tiba-tiba Mama Arkan bersujud di bawah kaki suaminya itu, ia memohon ampun supaya tidak menyakiti Arkan. Dia juga meminta maaf dengan perbuatan Arkan karena tidak bermoral telah menghamili adik tirinya sendiri.
"Kirim Arkan ke luar negeri! Aku tidak mau melihat wajah anak lakn*t itu lagi!" ucap Papa menyuruh ajudannya.
"Aku akan pergi! Tapi tolong jangan gugurkan anak yang di kandung Sonia! Mama aku mempercayakanmu untuk menjalankan amanahku ini, jangan biarkan Papa menggugurkan anakku!" ucap Arkan berdiri dan membopong Sonia yang pingsan.
Arkan menyuruh para pembantu untuk membawa Sonia ke rumah sakit, sedangkan dirinya menuju kamarnya untuk membereskan semua barangnya.
Mama menghampiri anak pertamanya itu, ia menangis sesegukan.
"Hiks hiks katakan Arkan! Katakan jika kamu berbohong! Katakan jika kamu bukan yang menghamili Sonia! Huhuhu hiks hiks" ucap Mama.
"Aku yang menghamilinya. Tolong jangan gugurkan anakku!"
"Jangan pergi tinggalkan Mama nak, huhu hiks hiks. Pasti ini gara-gara Sonia, di pasti merayumu"
Arkan menghela nafas panjang, ia menjelaskan jika ia menyukai Sonia. Bahkan Arkan ingin menikahi Sonia suatu saat nanti.
__ADS_1
Mamanya menangis tersedu-sedu mendengarkan penjelasan Arkan, dia sudah gagal dalam mendidik sang anak.
Arkan memeluk sang mama dengan erat, ia juga menenangkannya.
"Aku akan kuliah bisnis diluar negeri, aku akan menjadi direktur di perusahaan Papa. Setelah itu kita bisa menendangnya dari keluarga kita. Mama jangan menangis lagi, Arkan harus cepat pergi," ucap Arkan sambil mendorong Mamanya keluar dari kamar.
Arkan melanjutkan mengemasi barangnya, ia tau jika dirinya tidak salah. Arkan hanya ingin Sonia selamat dari amukan sang Papa.
Dia mengaku yang menghamili Sonia karena Arkan tidak ingin sang Papa mencari pria yang telah menghamili putrinya, Arkan takut jika Sonia menikah dengan orang lain.
Sedang asyik mengemas barang tiba-tiba terdengar suara pintu kamar terbuka yang ternyata adalah David.
"Kenapa kakak melakukan tindakan bodoh?
Aku tau jika kakak tidak mungkin menghamili Sonia"
"Memang bukan kakak yang menghamilinya, kamu harus diam David atau tidak kakak akan membunuhmu!"
"Berapa lama kakak akan pergi? Dimana kakak akan tinggal?"
Arkan menghela nafas, ia akan tinggal di Italia sampai Papa membutuhkannya lagi dan menyuruhnya pulang.
Dia menyuruh David untuk menjaga Sonia selagi Arkan pergi, Arkan mendekati David dan menepuk bahunya.
"Sampai jumpa lagi David, kakak akan merindukan kalian"
Masalah demi masalah terlewati.
Amarah Papa dan Mama Reno telah mereda, ia memaafkan kesalahan Rachel dan menyetujui jika Rachel akan membesarkan bayi yang di kandungnya.
Sebelum itu keluarga Reno meminta maaf kepada keluarga Sonia karena tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjodohan antara David dan Rachel.
Rachel memutuskan tidak menikah dan membesarkan anaknya seorang diri, keluarganya menyemangatinya terutama Reno sebagai seorang kakak begitu perhatian kepada kehamilan adiknya.
Sonia begitu iri kepada Rachel karena sebentar lagi ia akan memiliki seorang bayi, sedangkan Sonia masih mengharapkan keajaiban Tuhan supaya ia bisa hamil lagi.
Film Sonia yang sangat di tunggu-tunggu akan ditayangkan hari ini.
Keluarga besar hadir di acara nonton film bareng yang diadakan oleh tim sukses film.
Banyak wartawan yang mulai meliput mereka, terutama Sonia dan Bima si pemeran utama.
Mereka terlihat cantik dan tampan hingga lupa dengan sosok Reno yang ikut hadir di acara itu.
Sonia memilih duduk di depan bersebelahan dengan Reno, ia begitu takut akan reaksi Reno jika melihat semua adegan romantisnya bersama Bima.
__ADS_1
"Reno, ini hanya sebuah film jangan di masukan ke hati ya," ucap Sonia ketakutan.
"Hey! Aku bukan anak kecil, aku tau itu hanya sebuah film," jawab Reno tersenyum.
Mereka menikmati film, dari awal hingga akhir. Adegan-adegan romantis seperti berciuman dan honeymoon tak terlewatkan oleh Reno, ia menontonnya tanpa berkedip.
Membuat Sonia cemas dan merem*s tangannya sendiri.
Sonia juga melihat keluarga besarnya menatap dengan tegang setiap adegan Sonia bersama Bima yang melakukan honeymoon di Italia.
2 jam sudah film itu di putar, kini para pemain film berkumpul di depan. Mereka sangat gembira film itu bisa sukses dan diminati para penonton.
Film itu menjadi perbincangan hangat di beberapa media terlebih lagi Sonia telah mengumumkan jika tidak akan menggeluti dunia model lagi malah kini terjun di dunia perfilman.
Berbagai tawaran bermain film, bermain sinetron dan iklan membanjiri Sonia.
Nama Sonia semakin melejit, ia makin sukses dan memiliki banyak fans.
Sonia bersyukur atas apa yang diraihnya kini, ia menyimpan semua penghasilannya sebaik mungkin, ia yakin jika Arkan atau David menjadi direktur semua aktivitas kartu kredit dan kartu debit miliknya akan di blokir.
Papa Sonia merayakan kesuksesan anaknya dengan mengajak makan malam bersama tim sukses film seperti kru dan para pemainnya di Stars Hotel milik keluarga Sonia.
Berbagai makanan kelas paling atas di suguhkan, tidak tanggung-tanggung Papa Sonia mentraktir mereka, tidak ketinggalan keluarga Reno juga hadir dalam perjamuan itu. Reno lebih memilih duduk di sebelah Rachel yang sedari tadi diam, Rachel sangat malu dengan orang tua Sonia karena mereka sudah tau jika Rachel hamil diluar nikah.
Reno dengan sigap mengambil makanan di piring Rachel, ia menyuruh Rachel makan makanan yang bergizi untuk kesehatan bayinya. Sedangkan Sonia duduk diantara Papa dan David mereka duduk berseberangan dengan keluarga Reno.
"Hey pak sutradara jika aku bermain film, peran apa yang pantas untukku?" tanya David memecah kesunyian.
Sonia menimpalinya," jadi sopir!" jawab Sonia mengejek membuat beberapa orang tertawa.
"David anakku sangat tampan pasti cocok menjadi peran utama," bela sang Mama.
"Iya ya.. Sangat tampan," ucap Sonia melihat wajah David menggunakan sedotan minumannya.
David dan Sonia bertengkar kecil, mereka memang selalu bertengkar jika berdekatan maka dari itu Mama menyuruh Sonia pindah di sebelah Bima yang sedari tadi diam menikmati makanannya.
"Ah! Nak Bima sudah mempunyai pacar?" tanya Mama David.
Bima tersenyum dan menggelengkan kepala, Reno memperhatikannya dengan seksama tetapi seolah Bima memalingkan muka dengan Reno.
"Bagaimana jika tante jodohkan kamu dengan anak tante?"
Sonia tersedak minumannya sendiri sampai terbatuk-batuk.
"Hey Mah! Bima masih normal, masak mau dijodohkan dengan David," ucap Sonia tertawa.
__ADS_1
"Kamu lupa dengan Selena? Sepertinya mereka akan cocok" jelas Mama.
Mereka mengobrol kesana-kemari, mereka menikmati makan malam yang menyenangkan ini. Sonia menggeleng-gelengkan kepala dengan sifat Mama tirinya yang selalu menjodohkan anaknya.