Mariana

Mariana
Sonia Pergi


__ADS_3

Langkah lemas Sonia melangkah menuju kamar di rumah Reno. Dia melihat jika Reno belum pulang, ia segera bergegas ke kamar mandi. Dia menanggalkan seluruh pakaiannya dan masuk ke bak mandi.


Ciuman yang dilihatnya tadi sungguh membayangi pikiran Sonia.


Sampai ia mendengar suara pintu di tutup.


Sonia segera mengenakan handuk, ia keluar mandi dan melihat Reno yang tengah melepas bajunya. Reno meliriknya lalu memalingkan muka.


Mumpung aku seperti ini apa sekalian aku menggodanya? Siapa tau dengan itu dia tidak marah lagi denganku.


"Reno, aku hamil," ucap Sonia menggoda.


Reno diam tak bergeming ia lalu masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya.


"Reno, aku belum selesai mandi. Tolong bukakan pintunya!"


Tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi.


Sonia segera merebahkan dirinya di ranjang bersama balutan handuk.


Didalam kamar mandi Reno berdiri dibawah guyuran air shower. Seharian memang ia menghindari kontak dengan Sonia.


Bahkan Sonia tidak merasa cemburu ketika aku berciuman dengan Veronica.


Berarti memang dia belum mencintaiku?


Reno segera menyelesaikan mandinya, ia bergegas keluar. Reno melihat Sonia tengah berbaring di ranjang seperti menggoda Reno.


Sonia mendekatkan dirinya, ia memeluk Reno.


"Maafkan aku Reno, aku kemarin hanya bercanda. Kenapa kamu menanggapinya dengan serius?"


Reno menyuruh melepaskan pelukan Sonia, ia segera memakai pakaian tetapi di cegah oleh Sonia.


"Ayo kita lakukan itu!" Ucap Sonia.


"Tidak"


Reno segera memakai pakaiannya setelah itu merebahkan dirinya di ranjang.


Sonia hanya menatapnya, ia segera memakai pakaian. Dia mengambil sebuah koper, lalu memasukan beberapa baju dan barang-barangnya. Esok pagi-pagi ia harus berangkat syuting di Eropa selama 2 minggu setelah itu proses syuting selesai.


Sonia melirik Reno yang tidak peduli dengannya yang sedang memasukan barang-barang ke koper.


Sepertinya memang ia ingin aku pergi.


Dia pun juga tidak bertanya aku mau kemana.


Setelah mengemasi barang-barangnya, Sonia segera merebahkan diri di sebelah Reno.


Dia memeluk Reno kuat, tetapi Reno masih diam.


Tiba-tiba Sonia mendengar suara handphonenya, dia segera mengangkat telepon itu.


"Bagaimana kabarmu?"

__ADS_1


Sonia hanya terdiam mendengar suara lelaki itu. Suara lelaki yang membuatnya ketakutan.


"Kau bisu?"


Sonia masih diam tak bergeming, tangannya bergetar menggenggam handphonenya.


"Kudengar jika proyek filmmu akan syuting di Italy jadi kau harus menemuiku di apartemen, kalau tidak kuhabisi kau sepulangku di Indonesia"


Telepon ditutup oleh lelaki itu, air mata Sonia tak terasa menetes.


Kenapa dia bisa tau? Apa dia menyuruh orang untuk mengetahui informasi tentangku?


Gambaran masa lalu terlihat jelas di benaknya, tubuhnya bergetar seketika.


Dia segera meminum obat penenangnya tanpa ketahuan oleh Reno.


-----------------------------------


Pukul 4 pagi Sonia terbangun, ia segera mandi. Setelah mandi dia berganti baju.


Dia melihat Reno masih tertidur, ia segera membawa kopernya keluar. Tak lupa kacamata hitam dipakainya.


"Mau kemana?" tanya Reno yang masih terbaring di tempat tidur.


Sonia terhenti di depan pintu, "Mau cari suami baru"


Reno bangun dari tempat tidur, ia meminta agar Sonia tidak pergi. Dia juga memaafkan Sonia tetapi Sonia hanya tersenyum.


"Aku ada syuting di Eropa 2 minggu, kemarin aku mau bilang malah kamu nyuekin aku terus kan?"


Reno terdiam, ia menyesal telah melakukan hal yang kekanakan dan malah mencium Veronica di depan Sonia. Sonia memeluk Reno, ia merasa lega jika Reno tidak marah kepada dirinya.


Sonia melepaskan pelukannya dan mengerutkan dahi, "Untuk apa?"


Dengan sigap Reno membopong Sonia ke ranjang, ia melucuti pakaian Sonia.


Dia dengan cepat mencium bibir Sonia dan merambat turun menuju ke bawah.


Waktu 20 menit di gunakan sebaik-baiknya oleh Reno karena 2 minggu ke depan ia tidak mendapat jatah dari Sonia.


-------------------------------------------


Suara langkah orang berlalu lalang, kru film dan para pemainnya sudah berada di bandara. Mereka menunggu Sonia yang sedikit terlambat.


Dari kejauhan mereka melihat Sonia bersama suaminya, mereka bergandeng tangan.


"Kamu segera pulang saja jangan menungguku," ucap Sonia.


"Telpon aku jika sudah sampai"


Sonia menganggukan kepala, sebelum pergi Reno mencium kening Sonia di hadapan para rekan kerja Sonia. Sonia sedikit terkejut dan tersipu malu. Bima hanya melirik mereka dan tersenyum kecut.


**


Setelah sampai di Italy mereka bergegas menuju ke hotel, sungguh perjalanan yang melelahkan. Sonia mendapat kamar dengan Maharani dan Bima berada di kamar sebelah.

__ADS_1


Mereka merebahkan diri, Maharani asyik dengan handphonenya.


Sonia mengambil handphonenya lalu mengirimi Reno pesan jika ia sudah sampai di Italy.


"Gimana nanti malam kita ke diskotik depan hotel ini?" ucap Maharani.


Sonia menggelengkan kepala, ia merasa lelah dan ingin istirahat di hotel.


Maharani memasang muka masam padahal ia ingin berkenalan dengan bule-bule tampan.


"Setelah kita selesai syuting saja, aku juga sudah lama tidak ke diskotik" Ucap Sonia.


Maharani setuju lalu ia berpamitan untuk mandi, seharian memang mereka belum mandi.


Tidak lama berselang terdengar suara pintu di ketuk. Sonia membuka pintunya yang ternyata adalah Bima. Bima ingin mengajak Sonia duduk di cafe hotel yang terdapat pertunjukan live music*. Sonia menyetujuinya, ia memakai jaket tebal dan syal. Hari ini cuaca cukup dingin.


Setelah sampai mereka duduk dan memesan minuman hangat, sambil mengobrol tak lupa telinga mereka mendengarkan live music* dari band.


"Bagaimana adegan tenggelamnya?" Tanya Sonia.


"Sudah ada pemeran pengganti, kamu jangan khawatir"


Sonia tersenyum lalu menyeruput kopi hangat di depannya. Dia mengecek handphone apakah ada telepon dari Reno, tetapi nihil.


"Kamu sudah baca adegan yang saat di hotel?" tanya Bima.


Sonia sempat terdiam, lalu tersenyum.


"Sudah dan kita harus melakukannya"


Gadis ini jika tersenyum sangatlah manis


membuat siapapun yang melihatnya terkesima.


Sonia masih membayangkan jika ia memerankan adegan itu, adegan yang terlihat vulgar selain berciuman. Walaupun memang tak melakukannya tetapi editor pasti merubah nya seperti sedang melakukannya.


"Hey! Kok melamun?"


Sonia kaget ucapan Bima membuyarkan pikirannya, ia segera menghabiskan kopinya.


"Hubunganmu dengan suamimu baik-baik saja?"


Sonia mengangguk dan tersenyum lagi.


Sial! Gadis ini memang sangat menggoda.


Tiba-tiba handphone Sonia berbunyi, ternyata Reno menelponnya. Dia segera mengangkatnya dan meninggalkan Bima.


"Aku merindukanmu," ucap Reno dari telepon, padahal ia baru sehari di tinggal oleh Sonia.


Sonia hanya tertawa, ia menganggap Reno terlalu berlebihan.


Jantung Sonia berdegup kencang dan sangat gembira tetapi ia tidak bisa mengartikan jika itu adalah cinta yang telah tumbuh.


Selama ini ia hanya mendapat hinaan dari orang sekitarnya, bahkan keluarganya pun tidak memperdulikannya.

__ADS_1


Hatinya sudah terpagar besi sampai ia bisa menghalau sebuah cinta dari laki-laki.


Kecuali Reno yang telah bisa merobohkan pagar itu.


__ADS_2