Mariana

Mariana
Salah Paham


__ADS_3

"Kamu selalu membuat Mama marah Rizky, kamu tidak seperti kakak dan adikmu," ucap Mama kepada Rizky kecil.


Kalimat itu sudah diucapkan ratusan bahkan ribuan kali oleh sang Mama, Rizky kecil hanya bisa menunduk ketika dimarahi oleh Mama.


Biasanya ia menangis dibalik pintu kamar, ia tidak ingin ketahuan menangis oleh kakak maupun adiknya.


Plak...


Tamparan keras mengenai pipi Rizky yang duduk dibangku SMA. Dia ditampar oleh Papanya karena mendapatkan rangking 20 dikelasnya.


"Dasar bodoh! Lihat kakakmu dia bisa rangking 1 dikelasnya, kamu membuat malu Papa. Bagaimana nanti kamu bisa mengurus bisnis Papa nanti?"


Rizky hanya bisa menunduk, ia merasa kesal jika selalu dibandingkan dengan kakak ataupun adiknya. Setelah dimarahi ia segera menuju ke kamar dan merenung bahkan bisa seharian tidak makan.


Reno menyadari jika Rizky tidak keluar kamar segera membawakan snack ke kamar Rizky.


"Ayo kita makan snack, kakak beli banyak snack buat kamu"


"Pergi! Aku benci denganmu"


Reno menghela nafas, ia meninggalkan sekantung plastik snack di samping tempat tidur Rizky. Reno segera keluar dari kamar Rizky.


Reno menghampiri Papanya, ia mengatakan jika tak perlu terlalu keras dengan Rizky.


"Papa mendidik Rizky seperti itu juga untuk kebaikannya," ucap Papa.


"Tapi jangan pernah membandingkan Rizky denganku atau Rachel Pah, kemampuan anak itu berbeda-beda," jelas Reno.


"Kamu akan merasakan jika kamu suatu saat nanti menjadi orang tua Reno"


Papa berdiri dari sofa dan melangkah menuju ke kamarnya.


-------------------------------------------------------------------


Reno begitu rindu dengan Sonia, sepulang kerja ia segera menghubungi Sonia melalui panggilan Video. Dia ingin melihat wajah Sonia yang begitu menggemaskan.


"Hallo Reno," ucap Sonia.


Reno sangat terkejut mendapati Sonia yang hanya menggunakan kemben di dalam hotel.


"Kamu sedang apa? Bajumu mana?"


"Aku lagi syuting, ini lagi istirahat"


Sonia mengarahkan kameranya menuju kesetiap sudut ruangan supaya Reno melihat suasana kamar hotel, terlihat beberapa kamera dan kru tengah bersiap-siap, mata Reno tertuju kepada Bima yang duduk di sofa sambil memainkan handphone, ia tengah bertelanjang dada.


Mereka sedang syuting film apa sampai seperti itu. Jangan-jangan untuk film dewasa?


Pikiran Reno sudah berkecamuk membayangkan yang tidak-tidak.


Tiba-tiba Sonia mematikan handphonenya karena take selanjutnya akan segera di mulai.

__ADS_1


Ini membuat pikiran Reno semakin panik.


Take kali ini menceritakan jika Lisa dan Brian sedang berbulan madu di Italia, adegan ini hanya menampilkan Lisa dan Brian telah bangun dari malam panjangnya, mereka bangun seolah-olah tanpa memakai busana.


Saat itu Bima yang berperan menjadi Brian berciuman dengan Lisa yang diperankan oleh Sonia. Brian juga harus menciumi punggung Lisa seperti pasangan suami istri biasanya.


Reno mengirimi pesan ke Sonia, ia sungguh panik jika Sonia harus melakukan adegan tak senonoh disebuah film.


"Apa yang kamu lakukan? Cepat angkat telponnya! Kamu dibayar berapa Sonia sampai mau melakukan hal itu?"


Sonia masih belum membalas, Reno semakin kesal. Dia membenamkan wajahnya ke bantal, ia memegangi kepalanya dengan kencang.


Buang pikiran kotormu Reno!


Sonia tidak mungkin melakukan itu dengan pria lain.


Reno selalu memperhatikan handphonenya rasa cemas semakin menjadi ketika sudah satu jam berlalu tetapi Sonia masih belum membalas pesan maupun telepon darinya.


Untuk menghilangkan galau pada dirinya, ia membuka foto-foto Sonia yang ia simpan dari internet. Dia juga bingung entah sejak kapan ia sangat menggilai istrinya itu.


Tetapi mungkin cinta itu telah datang di hati Reno


**


Waktu menunjukan pukul 11 malam tetapi belum ada balasan maupun telepon dari Sonia. Jika di Italia kini harusnya pukul 6 sore.


Tiba-tiba handphone Reno bergetar, Reno dengan antusias mengangkat telepon itu.


Dia cukup kecewa ternyata yang menelpon adalah Veronica.


Terdengar tangisan Veronica, ia mengajak Reno bertemu malam ini juga.


Reno sangat malas bertemu dengannya tetapi Veronica memohon untuk menemuinya.


Setengah jam kemudian Reno menemui Veronica di taman dekat rumah Reno.


Reno terkejut melihat pipi Veronica memar dan ia membawa kopernya.


Veronica menjelaskan jika dia diusir oleh ayahnya, kini ia bingung harus tinggal dimana. Hanya menangis yang bisa ia lakukan saat ini.


Reno merasa iba, ia membawa Veronica ke hotel Aiden untuk tempat tinggal sementara.


Reno juga mengompres pipi Veronica yang membengkak.


"Besok tidak usah bekerja dulu, kamu istirahat dan tenangkan pikiranmu disini," ucap Reno.


Veronica hanya menatap wajah Reno, dalam lubuk hatinya ia masih sangat mencintai Reno.


"Apa kamu masih mencintaiku?" tanya Veronica yang membuat tangan Reno berhenti mengompres pipinya.


"Tidak, sekarang ini aku hanya mencintai Sonia"

__ADS_1


Veronica menangis mendengar ucapan Reno, kenapa secepat itu Reno bisa mencintai Sonia.


"Terus apa maksudmu kemarin kamu menciumku?"


"Aku sungguh minta maaf, aku hanya ingin melihat Sonia cemburu"


Reno sangat menyesali perbuatannya karena telah membuat Veronica terbang dan menghempaskannya lagi sampai ia tersakiti.


Dalam obrolan mereka tiba-tiba handphone Reno berbunyi, ia segera mengangkatnya tetapi handphone miliknya di rebut oleh Veronica. Veronica mengangkat panggilan video itu yang ternyata dari Sonia.


Reno merebutnya tetapi nihil.


Sonia terkejut melihat Reno dan Veronica berada di hotel, Reno meminta Veronica mengembalikan handphonenya tetapi Veronica menolak.


"Sudah lihat kan kami berdua berada di hotel?" ucap Veronica.


"Berikan handphone ku Veronica! Kamu tidak sopan!"


"Dasar lelaki buaya, kamu ingin balas dendam ya? Padahal aku disini cuman akting," ucap Sonia kesal.


Reno lalu berhasil merebut handphonenya dari Veronica dan segera mematikan panggilan video dari Sonia.


Dia sangat marah dengan Veronica karena membuat Sonia salah paham.


"Kenapa kamu seperti itu? Aku sudah memberikanmu pekerjaan, aku juga sudah memberikanmu tempat tinggal. Mau mu apa?"


Veronica terkejut mendengar ucapan Reno.


Baru pertama kali ia melihat Reno sangat marah kepada dirinya. Dia memeluk Reno tetapi Reno mendorongnya.


"Aku mencintaimu Reno"


"Aku sudah menikah, dan kami telah memiliki anak. Tolong jangan ganggu kami Veronica!"


Apakah Sonia sudah hamil?


Tidak mungkin.


Reno lalu keluar dari kamar hotel itu, ia segera pulang. Terdengar suara handphone berbunyi berulang kali. Dia segera menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Dasar cowok brengsek!" ucap Sonia marah melalui panggilan video.


Reno menjelaskan jika yang dilihatnya salah paham, tetapi Sonia masih tak mempercayai ucapan Reno. Sonia mengomel tak jelas, Reno hanya tersenyum mendengarnya.


"Kamu cemburu?" tanya Reno.


Sonia tersentak mendengarnya," Tidak mungkin aku cemburu denganmu"


Reno hanya tersenyum melihat ekspresi istrinya yang menggemaskan.


Reno juga menjelaskan jika ia sangat merindukan Sonia dan menyuruh Sonia segera pulang.

__ADS_1


"Aku juga merindukanmu Reno"


Malam semakin larut Reno segera menutup telepon dari Sonia. Dia segera melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah.


__ADS_2