Mariana

Mariana
Mabuk


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Reno sudah diizinkan untuk pulang ke rumah, ia di temani oleh Mama dan Rachel.


Sudah seminggu lebih Reno tidak bertemu dengan Sonia, entah apa yang di pikirkan Sonia kenapa ia tidak menjenguk Reno, ia lebih memilih pergi ke diskotik diam-diam dan jarang pulang ke rumah.


Hidupnya kini sudah semakin kacau karena sudah tidak ada yang memperdulikannya.


Setelah sampai dirumah, Reno segera beristirahat di kamar, ia mendapati jika Sonia tidak ada di kamar lantas bertanya kepada Rachel.


"Dimana Sonia?"


"Sudah beberapa hari ia tidak pulang ke rumah"


Reno terkejut segera menelpon Sonia tetapi tidak aktif. Dia semakin khawatir dan panik, ia berdiri dan segera mencari keberadaan Sonia.


"Tapi kakak baru sembuh, mending kakak istirahat dulu"


"Tidak, kakak tidak bisa diam begitu saja, kakak khawatir jika Sonia terjadi apa-apa"


Dengan cepat ia segera menuju mobilnya, ia menahan sakit pada bahunya saat menyetir.


Reno mencari kesana dan kemari tetapi tidak menemukan Sonia, sampai ia datang ke diskotik tetapi tetap tidak ada Sonia.


Waktu menunjukan jam 8 malam, Reno segera bergegas pulang. Dia merasa lelah mencari Sonia seharian.


Tiba-tiba dalam perjalanan ia melihat mobil Sonia tengah terparkir dipinggir jalan yang sepi. Reno segera menepikan mobilnya dan menghampiri Sonia. Reno mengetuk kaca mobil Sonia tetapi tidak ada respon, ia melihat Sonia tertidur sambil kepalanya berada di kemudi mobil.


Reno mengetuk sekencang mungkin tetapi Sonia seolah tidak mendengar.


Reno mengambil batu besar di pinggir jalan ia menggunakan batu itu untuk memecah kaca mobil Sonia, tetapi sebelum melakukannya Sonia terbangun.


"Hey! Kamu ingin menghancurkan mobil senilai 2 M ku?"


Sonia segera membuka kaca mobilnya, ia melihat Reno berwajah marah.


Reno menyuruh Sonia membuka pintu tetapi ia tidak mau.


"Kenapa kamu tidak menjengukku? Kenapa kamu tidak pulang ke rumah?" tanya Reno.


Sonia hanya terdiam, ia malah menangis membuat Reno khawatir.


Sonia menyuruh Reno untuk masuk, Sonia bergeser ke kursi sebelah.


Reno melihat jika Sonia hanya memakai jaket miliknya tanpa celana, jaket itu oversize menutupi hanya setengah bagian paha.


"Dimana celanamu?"


Sonia masih menangis, ia menumpahkan seluruh kesedihannya.

__ADS_1


Bau alkohol. Sepertinya Sonia mabuk.


"Kenapa kamu mabuk dalam keadaan hamil Sonia?" ucap Reno begitu marah.


"Bayi kita mati hiks hiks hiks," ucap Sonia mabuk.


Reno terkejut lalu memegang perut Sonia, ia bingung kenapa perut Sonia malah semakin kecil.


Reno segera membawa Sonia ke rumah supaya ia bisa bertanya lebih leluasa.


Reno menyuruh orang lain untuk membawa mobilnya yang ia tinggal.


Dalam perjalanan nampak Sonia berbicara ngelantur tidak jelas, Reno hanya diam sambil tersenyum melihat tingkah istrinya.


Sesampainya di rumah, Reno segera menggendong Sonia menuju kamar.


Dia merebahkan tubuh Sonia di ranjang, Sonia menarik tubuh Reno supaya ia tidur dekatnya.


Sonia memeluk tubuh Reno dengan erat sambil mengendus bau parfum Reno yang begitu khas. Tiba-tiba Sonia memukul-mukul dada Reno.


"Kamu jahat! Perutku sakit sekali malah kamu bersama gadis itu, sakit sekali perutku!"


"Maksudmu apa Sonia?"


"Huaaaaaa hiks hiks... Bayi kita keguguran, aku tidak bisa menjaganya dengan benar"


Reno terkejut dan memeluk Sonia dengan erat, ia menenangkan Sonia yang menangis kencang. Reno mengira jika Sonia merasa sangat sedih sampai ia tidak mau pulang ke rumah dan mabuk.


Sonia malah berbicara ngelantur kemana-mana. Pasti ia sangat terpukul kehilangan bayinya.


"Hiks hiks hiks tidak ada yang peduli denganku, sampai tak seorang pun menungguku di rumah sakit, bahkan biaya rumah sakit ku yang membayar dokter Selena. Huaaaaa hiks hiks"


Kenapa Mama tidak menemani Sonia?


Kenapa Mama membiarkan Sonia sendirian?


"Besok aku akan ganti uang dokter Selena, kamu jangan khawatir Sonia"


"huaaaaaaa hiks hiks kenapa kamu tidak mencintaiku apa karena dada ku yang kecil? apa karena aku tidak cantik dan seksi?"


Reno tersenyum mendengarnya, ia memeluk tubuh Sonia dengan erat dan mencium keningnya.


Kamu sangat cantik, aku sangat mencintaimu. Aku kagum pada semua yang berada di tubuhmu. Kamu sangat sempurna Sonia.


Sonia berhenti dari tangisannya, tangannya mulai meraba di tubuh Reno.


Reno menghentikan tangan Sonia, Sonia menatap tajam seperti ingin menyerang.


Sonia langsung terduduk seketika membuka jaketnya, Reno sangat terkejut ternyata Sonia sedari tadi hanya menggunakan jaket tanpa kaos dan bra.

__ADS_1


"Sonia kenapa kamu menggunakan jaket saja diluar rumah?"


"Kamu suka kan?"


Tubuh Sonia kini hanya berbalut celana dalam saja, Reno masih terlihat kesal.


Reno segera mengambil pakaian Sonia dari dalam lemari, ia segera memakaikannya tetapi Sonia menolak.


"Kamu ingin di serang?" tanya Reno.


Sonia menganggukan kepala, Reno membuka baju ia melakukannya pelan-pelan karena bahunya masih terasa sakit.


Sonia membalas dengan gairah yang tinggi, mungkin karena mabuk ia tidak bisa terkendali dan membuat Reno kewalahan.


"Reno, kamu sangat pandai, aku teringat saat kita melakukannya di Italia," ucap Sonia mabuk.


Reno menghentikan aktivitasnya, ia memandangi Sonia.


"Maksudmu apa?"


Sonia hanya terdiam, ia langsung mel*mat bibir Reno yang terdiam bingung dengan ucapan Sonia. Reno mendorong tubuh Sonia pelan.


"Kamu melakukannya dengan orang lain di Italia? Siapa? Bima?"


"Huh! Apa maksudmu? Aku melakukannya denganmu"


Aku lupa jika Sonia tengah mabuk, ia selalu berbicara ngelantur tidak jelas.


Reno melanjutkan aktivitasnya, ia tidak menghiraukan ucapan Sonia. Reno menikmati setiap lekukan tubuh gadis seksi itu.


Mereka sangat menikmati aktivitas kali ini.


____________________________________


Bima tidak bisa tidur dengan nyenyak, sebentar lagi video panas miliknya akan tersebar. Walaupun sudah diedit supaya menjadi pria berwajah bule tetapi ia masih takut akan rumah tangga Sonia yang diyakini hancur.


Bima dan Maharani telah diancam oleh David jika mereka tidak melakukan apa yang disuruhnya maka David akan membocorkan ke publik jika mereka berdua tengah menggunakan dan menjual obat terlarang.


Tetapi jika Bima dan Maharani mau melakukan untuk menjebak Sonia, David akan membebaskan mereka dan menutupi jika mereka pengguna dan pengedar narkoba.


David juga memastikan jika video panas itu tersebar, Bima dan Maharani tidak akan masuk penjara. David sudah menguruh orang untuk mengaku jika orang itulah pelaku dari video panas milik Sonia dan Bima.


Seumur hidup aku akan menyesal kepada Sonia, maafkan aku Sonia.


Bima lalu membuka video panas itu di handphonenya, ia melihatnya dengan tubuh yang bergetar.


Bima segera menghapus video itu untuk menghilangkan jejak.


Karirmu baru saja bersinar, kenapa aku begitu jahatnya menghancurkannya?

__ADS_1


Maafkan aku Sonia.


Kamu gadis baik dan ceria, aku selalu mengagumimu karena kamu kuat ketika orang-orang menghinamu.


__ADS_2