
Reno memandang Sonia yang sedang khawatir dan malu akan teriakkannya, ia tersenyum dan mencubit pipi Sonia.
Sonia kaget lalu membalas cubitan itu,
mereka tertawa lepas dan tak mengingat pernikahannya yang sangat terpaksa.
Setelah capek tertawa lepas, Reno memberi ide jika malam ini ia mengajak Sonia untuk melihat kota pada malam hari apalagi ini adalah malam minggu waktu yang pas untuk pasangan menghabiskan waktu bersama.
Reno juga mengajak untuk mengunjungi mall yang baru diresmikannya, Mereka segera bersiap-siap.
Beberapa menit kemudian mereka keluar dari kamar, mereka sedikit malu dan sedikit berjalan cepat.
Reno segera mengemudikan mobilnya menuju ke pusat kota, suasana malam hari yang indah, gemerlap lampu kota menghiasi malam ini, banyak orang yang berlalu lalang bersama para pasangannya.
Berbeda dengan Sonia ia didalam mobil sambil memainkan handphonenya, sesekali Reno melirik kearahnya.
Sonia selalu tersenyum jika sedang membuka sebuah whatsapp dari seseorang.
"Dari siapa? Kok senyum-senyum sendiri?" Tanya Reno memecah pikiran Sonia.
Sonia hanya diam dan membalas pesan-pesan itu, Reno yang tak tahan segera mengambil handphone Sonia dan mematikannya. Sonia langsung memasang muka masam, ia tak suka jika Reno ikut campur urusannya.
"Aku gak suka kamu terlalu dekat dengan pria lain, kita ini sudah menikah harus saling menjaga perasaan masing-masing." Jelas Reno sambil fokus menyetir mobil.
Sonia tertawa kecil, ia mengira Reno bersikap berlebihan.
"Kupikir kamu sudah menyukaiku." Tanya Sonia, ia bertanya seperti itu karena melihat sikap Reno yang selalu aneh.
Reno diam dan menatap tajam di pinggir taman, ia melihat Veronica sedang di goda oleh beberapa pria. Reno sontak segera menepikan mobilnya dan berhenti.
Dia segera keluar untuk menolong Veronica, Sonia ikut keluar tetapi ia bersembunyi dibalik pohon.
Reno segera menyuruh pria itu pergi, pria itu langsung takut dengan Reno dan segera kabur.
"Cih! Pria ini ingin jadi pahlawan rupanya." Gerutu Sonia yang mengintip dibalik pohon.
Reno segera menghampiri Veronica,
wajah Veronica pucat pasi seperti ketakutan, Reno segera menenangkannya, ia bertanya mengapa ia berada disini sendirian.
"Aku pulang kerja." Ucap Veronica.
"Kamu butuh tumpangan, biar aku antar?"
Veronica menyetujuinya mereka segera menaiki mobil, Reno lupa dengan Sonia, ia segera melajukan mobilnya untuk mengantar Veronica pulang.
Sonia hanya terbengong melihat Reno yang meninggalkannya.
"Hah! Memang benar Reno masih mencintai Veronica." Ucap Sonia.
Sonia segera meninggalkan taman, ia berjalan tak tentu arah, ia melangkah sesuai hati nuraninya.
__ADS_1
Lalu lalang kendaraan terlihat ramai, para pasangan muda-mudi sedang menghabiskan waktu bersama, tidak dengan Sonia yang harus berjalan sendirian didalam keramaian.
Sonia ingin pulang tetapi handphone dan tasnya tertinggal di dalam mobil.
Disisi lain Veronica justru mengajak Reno untuk makan, Reno menyetujuinya dan mereka menghabiskan waktu bersama, Reno benar-benar lupa tentang Sonia.
Sonia berjalan menuju ke sungai dekat kota, pemandangan disitu sangat indah, lampu-lampu menghiasi tepi sungai, terdapat
muda-mudi yang menjalin kasih.
Sonia terduduk di kursi dan hanya menyaksikan orang-orang asyik berpacaran.
Nyamuk mulai berdatangan, Sonia mulai tak nyaman. Dia segera berjalan menuju pusat kota, rasa haus dan laparnya mulai menyerang, ia juga mulai kedinginan.
Sialan si Reno, bisa-bisanya meninggalkanku.
Sepertinya aku harus meminjam handphone seseorang untuk menelepon Papa.
Sebuah mobil mencoba mengakslon dirinya, mobil itu berhenti disampingnya, pintu mobil itu terbuka, keluar seorang pria tampan berbaju hitam menghampiri Sonia.
"Bima." Ucap Sonia memandang Bima.
"Kamu sedang apa disini?" Tanya Bima
Sonia tersenyum lalu menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya, Bima begitu heran dengan Reno kenapa ia bisa melupakan Sonia.
Bima menawarinya tumpangan tetapi Sonia menolak.
Suara perut Sonia terdengar oleh Bima,
Sonia merasa malu lalu Bima mengajak Sonia untuk makan, karena sudah kelaparan akhirnya Sonia mau untuk diajak makan oleh Bima, mereka segera masuk mobil.
Bima sesekali melirik Sonia yang kedinginan, ia langsung memberikan jaketnya, Sonia langsung memakainya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai disebuah cafe, untuk pertama kalinya Sonia datang ke cafe itu.
Mereka langsung memilih meja dan segera memesan makanan, Sonia sempat ragu karena ia tidak membawa uang sama sekali.
"Kamu boleh pesan apa saja, aku yang akan bayar." Ucap Bima seolah tau apa yang dipikirkan Sonia.
Beberapa pengunjung cafe sempat melihat mereka berdua, mereka berbisik-bisik membicarakan Bima dan Sonia yang sedang berduaan di malam minggu.
Sonia yang merasa dibicarakan langsung menutup kepalanya dengan kerudung jaket Bima yang dipakainya, ia juga menunduk.
"Ah! Aku lupa, pasti kita akan digosipkan yang aneh-aneh, maaf jika membuat situasimu semakin buruk." Ucap Bima. Pria 25 tahun ini menatap mata Sonia lembut, ia begitu kagum dengan Sonia.
Cekrekk...
Bunyi jepretan handphone dan nyala lampu flash yang sedang mengambil foto mereka berduaan, Sonia terkejut dan mencari sumber cahaya tadi.
Bima seketika berdiri dari tempat duduknya, ia berjalan kearah pengunjung cafe yang sengaja memotretnya dengan Sonia.
__ADS_1
"Hapus! Cepat hapus!" Gertak Bima.
"Ba baik Kak." Ucap pengunjung itu lalu menghapus foto mereka berdua.
Bima lalu kembali ke meja tadi, ternyata makanan yang ia pesan sudah datang, mereka langsung melahapnya.
Sesekali Bima melirik Sonia, ia tersenyum melihat Sonia yang imut saat sedang makan.
"Kamu tidak ingin menelpon suamimu? Aku pinjamkan handphone milikku untuk menelponnya." Ucap Bima.
Sonia menggelengkan kepalanya, ia tidak mau mengganggu suaminya dengan wanita yang dicintainya.
Bima merasa iba, lalu ia mengajak untuk menonton bioskop supaya mood Sonia lebih baik. Bima segera membayar makanan mereka setelah itu mereka segera menuju ke bioskop, dalam perjalanan mereka hanya diam.
"Kamu mencintainya?" Tanya Bima.
Sonia mengerutkan dahi, ia menjawab bahwa mereka hanya melakukan pernikahan politik.
Bima tersenyum ia menjelaskan jika pasti sangat berat menjalankan hubungan rumit itu.
Sonia melirik Bima, wajah Bima memang sangat rupawan bahkan tidak akan bosan untuk memandangnya.
"Oh ya pacarmu itu Mirabella apa Clarissa?"
Bima tertawa ia menjelaskan jika mereka hanya teman, mereka hanyalah rekan kerja seperti ia dan Sonia yang kini tengah beradu akting bersama.
Sonia hanya membalas senyuman manis.
Beberapa menit kemudian mereka tiba di gedung bioskop, mereka segera masuk kedalam gedung, tidak lupa Bima memakai topi dan kacamata hitam.
Mereka membeli beberapa camilan, Bima merekomendasikan untuk menonton film horor, Sonia menyetujuinya.
Ternyata cukup ramai, mereka duduk bersebelahan dibagian tengah.
Film segera dimulai, film horor adalah film yang paling ditakuti Sonia, sedari tadi ia menutup matanya ketika bagian seram muncul. Dia memegang erat tangan Bima.
"Ahhh! Takut!" Ucap Sonia setengah berteriak, ia tidak sadar jika dirinya memeluk Bima.
Bima cukup terkejut tetapi ia membiarkan dirinya dipeluk oleh Sonia.
Sonia yang sadar akan pelukannya segera melepaskan pelukan itu, mereka saling bertatapan.
Ditempat lain,
Reno telah mengantar Veronica pulang, ia segera melajukan mobilnya.
Oh Sial! Aku lupa dengan Sonia.
Kenapa aku bisa lupa dengannya?
Dia pasti sangat marah kepadaku.
__ADS_1