Mariana

Mariana
Ciuman


__ADS_3

Suara teriakan orang-orang di bioskop menggema, suara menyeramkan dari film horor membuat bulu kuduk merinding, Sonia masih bersembunyi di pelukan Bima.


Bau parfum Bima sangat enak seperti punya Reno.


Sonia melepaskan pelukannya, ia segera meminta maaf kepada Bima. Bima membalas dengan senyuman manis, mereka segera menghadap layar bioskop.


Waktu terasa begitu cepat, film yang mereka tonton telah selesai, mereka bergegas pulang. Bima mengantarkan Sonia pulang ke rumah Reno.


Disaat bersamaan Reno mencari Sonia di taman tadi, tetapi ia tidak menemukan Sonia.


Reno segera menelpon Sonia tetapi ia lupa bahwa handphone Sonia ada di padanya.


"Sonia, kamu dimana?" Ucap Reno kebingungan.


Sudah setengah jam ia mencari tetapi tidak menjumpai Sonia, ia berpikir bahwa Sonia telah pulang kerumah lantas ia menuju ke rumahnya.


Reno sangat khawatir jika Sonia terjadi


apa-apa mengingat Veronica tadi juga hampir celaka, dalam perjalanan ia tak lupa menengok ke kanan dan ke kiri siapa tau ada Sonia tetapi nihil.


Setengah jam kemudian.


Reno mulai memasuki kompleks rumahnya, ia melihat sebuah mobil hitam di depannya, ia tidak menaruh curiga dia pikir mungkin orang kompleks ini. Mobil melaju ke arah jalan menuju rumahnya, tiba-tiba mobil itu berhenti di depan Rumah Reno, Reno memperhatikan mobil itu dilihatnya seorang perempuan keluar dari mobil itu yang ternyata adalah Sonia, seorang pria juga keluar dari mobil itu mereka mengobrol dengan wajah riang.


Reno yang mengetahui itu segera keluar dari mobilnya, ia menghampiri mereka.


Pria itu terkejut lantas memberi salam kepada Reno.


"Hai kak, Saya Bima teman Sonia."


Reno memandang sinis, ia menyuruh Sonia untuk masuk ke rumah, Sonia segera menyerahkan jaket Bima, ia berterima kasih kepada Bima karena sudah meminjami jaketnya, Bima tersenyum manis, Reno memperhatikannya lantas curiga.


Sonia memasuki rumah, Reno segera mengikutinya tanpa berbicara kepada Bima.


"Lain kali jangan lupa dengan istrimu." Ucap Bima sambil tersenyum.


Reno menghentikan langkahnya ia membalikkan badannya ke arah Bima, Bima hanya tersenyum.


"Segeralah pulang, ini sudah malam." Ucap Reno, ia segera berjalan masuk rumahnya.


Reno segera bergegas masuk ke kamarnya, sebelum itu ia menyuruh sopir untuk memasukkan mobilnya karena masih di luar rumah belum sempat ia masukkan.


Dia melihat Sonia asyik berbaring dan melamun, Reno seketika berbaring di sebelahnya.


Sonia yang kaget segera mendekati Reno, ia mengendus-endus bau parfum Reno.


Reno melihatnya dengan heran.


"Kenapa?" Tanya Reno.


Sonia diam, ia segera berbaring membelakangi Reno.

__ADS_1


"Aku minta maaf karena telah meninggalkanmu, kamu sudah makan?" Tanya Reno, Sonia masih terdiam.


Reno dengan sigap memeluk tubuh Sonia dari belakang, Sonia masih diam dan tidak menolak pelukan Reno.


"Jika kamu masih mencintainya silahkan kembali kepadanya, kita menikah juga bukan karena cinta." Ucap Sonia.


Pelukan Reno semakin erat, ia hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Sonia.


Sonia juga menjelaskan bahwa Reno hanya nafsu kepada Sonia saja tetapi tidak ada perasaan lebih.


Hanya terdengar dentingan jam, Reno hanya diam membisu, ia membalikkan tubuh Sonia untuk menghadapnya, Reno menatap tajam mata Sonia, ia mencium kening Sonia.


"Aku tidak ingin melakukan itu malam ini." Ucap Sonia segera membalikkan tubuhnya dan menarik selimutnya sampai menutupi kepala.


Reno hanya menghela nafas, tiba-tiba handphonenya bergetar.


Terima kasih telah mengantarku pulang, bagaimana jika besok sepulang kerja kita bertemu lagi.


Dia membaca pesan tersebut, ia segera menghapusnya ia tidak ingin Sonia tau dan marah.


"Kamu besok mau menemuinya?" Tanya Sonia di balik selimut


Reno segera membuka selimut yang di pakai oleh Sonia, ia melihat wajah Sonia menggemaskan jika sedang marah.


"Kamu cemburu?" Tanya Reno.


"Tidak!" Jawab Sonia.


Dia sungguh tak ingin melakukannya, Reno segera berbaring disebelah Sonia, kepalanya berada diatas dada Sonia, Reno bisa mendengar jantung Sonia yang berdegup kencang.


"Sepertinya aku mulai menyukaimu." Ucap Reno.


"Kamu tidak boleh menyukaiku." Jawab Sonia.


Reno tersenyum, dia juga heran kenapa ia bisa menyukai Sonia secepat ini.


Dia membayangkan ketika dulu 6 tahun yang lalu bercinta dengan Sonia, ia juga sempat menyukainya tetapi ditepisnya rasa itu.


Gadis SMA itu sangat pandai melakukannya dalam berbagai gaya, Reno sungguh puas dan menjadi sebuah kebiasaan.


Hah.. hah.. hah.. hah..


Ketika nafas mereka berdua beradu menjadi sebuah kenikmatan, Reno yang sudah bernafsu tinggi tidak mempedulikan gadis itu jika masih anak SMA.


Itu semua salahmu telah menggodaku, aku hanya mengikuti permainan ini.


Ketika mereka sudah berada di puncaknya, ia segera membuang cairan itu diluar, ia tidak ingin jika gadis itu hamil.


Dalam keringat basah bercucuran juga badan yang lemas, Reno merebahkan dirinya disamping gadis itu, ia menyandarkan kepalanya di atas dada gadis itu.


Gadis itu juga sangat kelelahan, ia tersenyum menyeramkan.

__ADS_1


"Jika bulan ini kamu telat menstruasi kamu harus segera memberitahuku." Ucap Reno.


Gadis itu hanya mengangguk dan


mengelus-elus rambut Reno.


Reno segera sadar dari lamunanya ketika tubuh Sonia bergetar dengan hebat, dia kedinginan.


"Kamu kenapa Sonia?"


Sonia hanya terdiam dan segera menuju ke kamar mandi dengan cepat ia meminum obat penenangnya.


Dok.. dok.. dok.. dok.. dok..


Suara pintu kamar mandi yang diketuk oleh Reno, Reno sangat khawatir akan keadaan Sonia.


Sonia langsung keluar dari kamar mandi seketika ia memeluk Reno dengan erat.


Reno segera menenangkannya,


rasa khawatir, gelisah dan amarah yang dirasakan oleh Sonia, dia seolah terjebak dalam masa lalu yang mengerikan.


Dia teringat ciuman Reno yang membuatnya bisa lebih tenang, dengan segera Sonia mencium bibir Reno, ia mel*mat bibir Reno penuh dengan gairah.


Reno mendorongnya menuju ke ranjang, mereka melanjutkan ciuman panas itu.


Sonia yang mengetahui jika Reno siap melepas celananya segera mengakhiri ciuman itu.


"Aku tidak ingin melakukan itu." Ucap Sonia.


Reno seakan memaksanya,


Reno melepaskan baju yang dikenakan Sonia, Sonia menolak dan menghindar.


"Kamu selalu membuatku terbang dan selalu membuatku terjatuh Sonia."


Sonia segera berlari, Reno mengejarnya.


Sonia berdiri di atas sofa ia melempar bantal ke arah Reno.


Reno mendekatinya lalu segera menangkapnya, ia menggendongnya menuju ke arah ranjang, ia mel*mat bibir Sonia, lidah mereka saling memainkan, tubuh Sonia merinding kenikmatan, ia menikmati ciuman panas itu.


"Tunggu! Aku tidak ingin melakukan itu." Ucap Sonia.


Reno menurutinya ia tidak mau memaksa Sonia, tetapi ia ingin berciuman lebih lama.


Aku mulai menyukaimu Sonia.


Aku sangat bahagia ketika berada di dekatmu.


Sungguh, aku tidak berbohong.

__ADS_1


__ADS_2