Mariana

Mariana
Gagal Lagi


__ADS_3

Apakah di rumah ini ada kamar yang kosong?Sepertinya aku harus pindah kamar." Tanya Sonia.


Reno menjelaskan memang banyak kamar kosong tetapi ia tidak mengizinkan Sonia untuk berpindah ke kamar lain. Jawaban Reno membuat kecewa Sonia, Sonia hanya menghela nafas panjang.


Dia segera membuka tas belanjaannya yang lain, ia teringat sebuah kemeja yang ia beli untuk Reno. Kemeja lengan panjang berwarna biru, ia langsung memberikannya untuk Reno.


"Cobalah, aku membelikannya untukmu." Ucap Reno.


"Kamu tidak perlu membelikanku, aku sudah memiliki banyak baju."


Wajah Sonia terlihat sedih, ia segera melempar baju itu ke Sofa. Reno melihatnya merasa iba, ia segera mengambil baju itu lalu memakainya. Reno berterima kasih kepada Sonia karena telah membelikannya sesuatu, Sonia tersenyum bahagia.


"Oh ya Reno, besok transfer uang lagi ya di rekeningku." Pinta Sonia sambil mengeluarkan semua belanjaannya dari tas.


Reno mengernyitkan dahi, baru tadi pagi ia sudah memberikan jatah uang untuk Sonia, tetapi malah Sonia meminta uang lagi.


"Tadi pagi kan aku sudah memberimu jatah uang untuk 2 minggu kedepan."


Sonia terkejut mendengarnya, bahwa uang itu tidak cukup baginya, ia menjelaskan uang itu sudah habis untuk berbelanja.


Reno seketika marah, kenapa uang yang ia berikan sebesar 300 juta habis dalam beberapa jam saja. Reno tak habis pikir dengan tingkah Sonia yang selalu membuatnya jengkel, ia bilang bahwa tidak akan memberikan uang lagi dalam 2 minggu kedepan.


"Kamu memang cowok pelit Reno, Ayahku saja memberikanku uang lebih banyak darimu, bahkan dia tak pernah marah jika aku menghabiskan semua uangnya."


"Aku tidak sekaya keluargamu Sonia, jadi tolong bersikaplah yang wajar, kamu juga membeli barang yang tak terlalu penting untukmu." Ucap Reno marah ia segera keluar dari kamarnya.


Sonia bingung ia segera menelpon Papanya untuk meminta uang, ia ingin mengganti uang Reno yang ia habiskan, dengan cepat Papanya menstranfer uang itu dengan mudahnya. Sonia segera mencari Reno untuk mengembalikan semua uangnya, ternyata Reno sedang berada di dapur ia sedang membuat camilan.


Sonia memperhatikan dia, ia merasa bersalah telah membuat Reno kecewa.


Reno yang tengah asyik membuat pizza terkejut dengan Sonia yang memandanginya.


"Kamu mau pizza?"


Sonia hanya mengangguk pertanda mau, Sonia pikir Reno akan marah dengan dirinya, ternyata tidak demikian.


"Oh ya aku mau mengembalikan semua uangmu, kamu tidak perlu memberikanku uang lagi, aku bisa meminta Papaku."


Reno menghela nafas ia menjelaskan tak perlu mengganti uang itu, dan besok Reno akan memberi uang lagi untuk Sonia.


Bagi Reno, Sonia adalah tanggung jawabnya, ia melarang Sonia untuk meminta uang Papanya.

__ADS_1


15 menit kemudian, seloyang pizza yang lezat telah siap, mereka berdua menyantapnya. Sonia sangat suka dengan rasa Pizza itu, ia heran dengan Reno kenapa dia bisa pandai memasak.


Reno menjelaskan bahwa ia pernah kuliah di luar negeri jurusan memasak, ia juga bercita-cita ingin mempunyai sebuah restoran dan sekarang telah terwujud, tanpa sadar Reno juga menceritakan pertemuannya dengan Veronica saat sedang berkuliah di luar negeri,


Sonia hanya tersenyum mendengarnya.


"Kamu masih mencintainya?" Tanya Sonia.


Reno segera meminta maaf karena tak sengaja menceritakan Veronica kepada Sonia.


"Kamu harus bersyukur masih ada yang mencintaimu dan menyayangimu, sedangkan aku semua orang hanya membullyku, semua orang hanya memandangku rendah." Ucap Sonia sedih.


Reno menyentuh wajah Sonia, ia menghibur Sonia bahwa sekarang ada dia yang akan mencintai Sonia.


Reno mengalihkan pembicaraan supaya Sonia tidak bersedih.


"Lusa aku harus mulai berangkat bekerja lagi, aku masih ada waktu sehari libur, besok kamu ingin pergi kemana?"


Sonia mengatakan bahwa ia tidak ingin pergi kemana-mana dan ia hanya ingin bermain playstation. Reno segera membelinya karena playstation miliknya telah rusak, ia menyuruh pembantu untuk segera membelikan playstation


Dia tidak sabar untuk bermain game dengan Sonia.


**


Dia berjalan menuju ranjang, ia berjalan mengendap-endap, Reno yang sedang asyik membaca buku melirik Sonia sambil tersenyum.


Sonia segera merebahkan tubuhnya, ia menarik selimut sampai menutupi kepalanya.


Dia berharap Reno segera tidur dan tidak melakukan hal yang macam-macam.


Reno melepas bajunya, ia merasa kegerahan sepertinya AC di kamarnya rusak dan harus diperbaiki. Sonia mengintip dari dalam selimut, ia kaget karena Reno telah melepas bajunya.


Sepertinya Reno akan menyerangku malam ini, aku harus tetap waspada.


Nafas Sonia semakin susah karena dibalik selimut hawanya sangat panas, ia sudah tak bisa menahan nafasnya lagi, seketika ia keluar dari selimut dengan nafas yang terengah-engah.


Hah.. hah.. hah.. hah..


"Kenapa Sonia?" Tanya Reno membuat Sonia terkejut.


"Panas sekali kamar ini, kamu tidak menyalakan AC ?"

__ADS_1


"AC nya belum di service, kamu sangat kepanasan? Kita bisa pindah kamar"


Sonia menyetujuinya, mereka pindah ke kamar sebelah.


Sonia segera merebahkan diri, Reno yang masih bertelanjang dada hanya tersenyum melihat Sonia, ia juga segera merebahkan dirinya disamping Sonia.


"Dimana bajumu?" Tanya Sonia.


"Aku ingin tidur seperti ini?"


Sonia memberanikan dirinya untuk mendekati Reno, ia ingin belajar menghilangkan rasa takutnya akan masa lalu yang buruk.


Masa lalu yang membuat Sonia ketakutan dan depresi, ia ingin menghilangkan semua kenangan buruk itu.


Sonia menyuruh Reno untuk duduk, ia memegang tangan Reno dan menatap matanya lembut.


"Ayo kita coba sekarang." Ucap Sonia yang bergetar.


Reno menolaknya ia tau Sonia masih merasa takut dengan dirinya, tetapi Sonia meyakinkan Reno untuk mencobanya.


Sonia mendekati wajah Reno, ia mencium leher Reno. Reno masih terdiam, ia berusaha menghentikan Sonia dengan cara memegang kepala Sonia.


Reno dengan cepat mencium bibir Sonia, tangannya mulai meraba, kali ini Sonia hanya diam dan tidak marah, tetapi badannya bergetar hebat.


Reno segera mendorongnya untuk tidur, ia membuka baju Sonia, ia masih melanjutkan ciuman penuh gairah itu.


Tangannya mulai menyentuh area bawah milik Sonia, ia segera menurunkan celana yang dipakai Sonia, Sonia kaget ia berusaha untuk tenang.


Bayangan masa lalu mulai tergambar jelas dipikiran Sonia, nafasnya mulai sesak.


Reno tidak mengetahui itu, ia sedang asyik menciumi area bawah milik istrinya itu.


Reno dengan sigap melepaskan celananya, ia sudah terbawa nafsu yang sangat tinggi.


Sonia menangis, ia sudah tak bisa menahan rasa ketakutan itu.


Hiks.. hiks.. hiks.. hiks..


"Maafkan aku Reno, sepertinya aku belum bisa melakukan itu." Ucap Sonia sambil menangis sedih.


"Kamu kenapa Sonia? Apa yang membuatmu takut?"

__ADS_1


Sonia hanya diam menangis, Reno semakin bingung. Reno segera menyuruh Sonia untuk memakai pakaiannya, Reno juga segera memakai celananya, rasa ingin bercinta rusak berkeping-keping.


"Maafkan aku Sonia, aku tidak akan memaksamu untuk melakukan itu lagi." Ucap Reno sambil menyeka air mata Sonia.


__ADS_2