Mariana

Mariana
Bukti cinta untuk Sonia 2


__ADS_3

Sebuah alamat berada di kawasan perumahan elit, Sonia menghentikan mobilnya di depan rumah yang sedang di bangun. Reno menggandeng tangan Sonia untuk masuk. Halaman rumah itu sangat luas nampak orang-orang proyek bangunan sedang melakukan pekerjaan mereka masing-masing. Sonia nampak kebingungan kenapa Reno membawanya ke tempat itu.


"Ini akan menjadi rumah kita dan anak-anak kita nanti," ucap Reno menatap Sonia lembut.


Hati Sonia tersentuh, ia meneteskan air mata lalu memeluk Reno erat. Reno mencium kening istrinya itu.


Reno mengajak Sonia dan menjelaskan untuk apa ia membangun begitu luasnya rumah mereka.


"Halaman rumah ini ku bangun sebuah taman beserta air mancurnya karena ku pikir kamu suka sekali dengan taman, kita bisa berfoto dan bersantai sore dengan anak-anak kita nanti di taman ini"


Sonia tersenyum dan memperkuat genggaman tangannya, ia tidak bisa berkata apa-apa.


Reno lalu mengajak ke belakang rumah terdapat sebuah danau kecil.


"Aku membuat sebuah danau kecil untuk kita bersantai di akhir pekan bersama anak-anak kita, aku juga sudah mempersiapkan 2 buah perahu untuk kita berlomba bersama anak-anak. Ku pikir pasti menyenangkan"


Sonia menitikan air mata, ia segera menyekanya. Tangisan bahagialah yang dirasakannya kali ini. Dia tidak menyangka Reno akan berfikir sejauh ini.


Setelah melihat danau yang sedang di bangun, Reno mengajak Sonia masuk ke dalam rumah, rumah itu baru 70 % di bangun.


Rumah itu sangat luas belum selesai saja sudah terlihat sangat megah.


"Berapa banyak biaya untuk membangun rumah ini? Kamu jangan menghabiskan uangmu hanya untuk aku," ucap Sonia.


"Kamu adalah istriku, semua uang ku adalah hak mu. Tak peduli menghabiskan seluruh uangku jika bisa membuat kamu bahagia"


Belajar dari mana Reno kata-kata seperti itu?


Dia sepertinya memang mencintaiku.


Setelah puas melihat-lihat dalam rumah, Reno mengajak Sonia untuk keluar rumah.


Reno masih belum menunjukan tak kalah penting dari bagian rumah itu.


Kini mereka berada di halaman rumah, tangan Reno menunjuk ke atas rumah itu.


Sonia bingung ia tidak melihat apa-apa hanya pekerja proyek yang sedang melakukan pekerjaannya.


"Disana, di atap rumah aku membangun sebuah landasan helikopter," ucap Reno sambil tangannya menunjuk dibagian atas rumah.


Sonia mengernyitkan dahi untuk apa landasan helikopter itu.


"Jika memang uang ku cukup aku akan membeli sebuah helikopter, kita bisa berkeliling kota naik helikopter bersama anak-anak kita jika merasa bosan naik mobil"


Sonia tersenyum bahagia lalu memeluk Reno, ia menangis terisak. Sonia tidak menyangka bila Reno sangat peduli dengannya.


Reno memang sudah membuktikan jika ia sangat mencintai Sonia dan tidak main-main.

__ADS_1


"Reno bolehkah aku membangun sesuatu disini? Untuk kita dan anak-anak kita nanti, kamu sudah membangun bagianmu. Aku juga ingin membangun bagianku"


Reno menganggukan kepala, ia mencium pipi Sonia, " Apa yang ingin kamu bangun?"


Sonia tersenyum lalu mengeluarkan handphone miliknya, ia menelpon seseorang.


Dia menyuruh orang itu untuk membeli tanah kosong dan membangun sebuah landasan jet pribadi dibelakang rumah itu nanti.


Reno terkejut untuk apa landasan jet pribadi padahal sebuah helikopter saja sudah cukup.


"Aku ingin ke luar negeri naik jet pribadi bersama anak-anak kita nanti," ucap Sonia tersenyum lebar


Reno menghela nafas, " Kenapa kita tidak membangun kebun binatang sekalian untuk anak-anak kita?" ucap Reno menggoda.


"Ide yang bagus, aku bisa melemparmu ke kandang singa jika kamu selingkuh dibelakangku"


Mendengar ucapan itu, Reno lalu menggelitiki tubuh Sonia, mereka bersenda gurau tertawa lepas memikirkan masa depan yang bahagia.


Mereka saat ini tidak tau jika video panas itu tersebar maka rencana masa depan milik mereka terasa sia-sia. Tapi kita hanya lah manusia biasa yang hanya merencanakan, kita tidak tau apa yang kita rencanakan akan berjalan mulus semestinya atau tidak. Semua tergantung kepada kehendak Tuhan.


Setelah mereka puas melihat calon rumah mereka, Sonia mengajak Reno untuk ke salon.


Sonia sudah lama tidak memanjakan diri.


Mereka segera menuju ke salon langganan Sonia dulu.


Sonia telah selesai memanjakan dirinya di salon, Reno tengah tertidur di ruang tunggu.


Sonia menghampiri dan membangunkannya.


Reno mengucek mata lalu terkagum dengan wajah Sonia yang cantik dengan rambut berwarna hitam.


Sonia mengecat rambut coklat miliknya menjadi berwarna hitam, Reno memegang rambut Sonia lembut.


"Seperti ini membuatmu terlihat cantik alami," ucap Reno.


"Sekarang gantian kamu yang merubah gaya rambutmu"


Sonia menarik tangan Reno dengan paksa, ia ingin melihat gaya rambut Reno selain itu.


Sedari dulu Reno hanya menggunakan gaya rambut model yang di naikin keatas dan di beri sedikit minyak rambut.


Reno hanya pasrah dan hanya menatap kaca.


Sonia mengarahkan tukang pangkas rambut itu untuk sesuai apa yang di inginkannya.


30 menit kemudian.

__ADS_1


Reno terkejut dan memegangi rambutnya, ia merasa tidak cocok dengan gaya rambut seperti itu.


"Hei Sonia! Aku bukan wanita kenapa rambutku berponi seperti ini?" tanya Reno sambil memegang poninya.


"Aaaah! Kamu seperti oppa-oppa Korea, tampan sekali, muaaah"


Reno mengernyitkan dahi, ia sedikit tidak suka dengan gaya rambut barunya.


Sonia mengeluarkan handphonenya dan menunjukan foto artis korea favoritnya yang memang gaya rambutnya berponi.


"lihat! Kamu lebih tampan dari mereka Reno karena kamu adalah suamiku, seterusnya kamu harus bergaya rambut seperti ini," jelas Sonia menepuk pelan bahu Reno.


Tentu saja asalkan bisa membuatmu tersenyum seperti ini Sonia.


Kamu adalah segalanya bagiku.


Setelah selesai mereka memutuskan untuk berfoto studio, mereka ingin mengabadikan penampilan baru mereka.


Mereka bergaya sebahagia mungkin, pose-pose romantis dan konyol mereka lakukan.


Setelah puas berfoto mereka segera mencetak foto itu sebagai kenangan.


Sonia tersenyum melihat hasil foto mereka, ia juga kagum melihat wajah Reno yang begitu tampan dan rupawan.


Mereka tengah terduduk di bangku taman saat mereka pertama kali berkencan dulu.


Reno menyodorkan minuman soda kepada Sonia, Sonia segera meminumnya.


"Oh ya aku sudah memesan tiket pesawat, kita akan berbulan madu ke Maldives," ucap Reno.


"Kita bisa naik jet pribadiku, kenapa malah kamu sudah membeli tiket pesawat?"


"Aku ingin membahagiakanmu dengan uangku bukan uang milik Papamu"


"Kapan kita akan berbulan madu?"


"Setelah film perdanamu tayang di bioskop"


Sonia tersenyum lebar dan mengelus kepala Reno yang berponi menawan, ia melihat bibir Reno memerah karena meminum minuman soda berwarna merah.


Sonia segera mengecup bibir Reno yang terlihat menggoda, Reno terkejut dengan ciuman yang mendadak itu.


"Terima kasih sudah menunjukan rasa cintamu kepadaku Reno"


"Ini belum apa-apa masih ada lagi"


"Apa masih ada lagi?"

__ADS_1


__ADS_2