
Reno melepas ciumannya, ia menatap wajah Sonia.
"Kamu tidak ingat aku? Dulu kita pernah bertemu saat kamu masih SMA?" Tanya Reno
Sonia mengerutkan kening, ia bingung dengan ucapan Reno, dia bahkan dulu tak mengenal Reno. Reno masih mengingat pertemuan dengan Sonia, ingatan masa lalu terlintas di pikirannya.
Saat itu Reno sedang asyik mengobrol di cafe dengan teman-temannya,
"Coba kalian lihat gadis SMA di pojok itu, lihat pahanya begitu mulus, sepertinya dia memang ingin di goda." Ucap salah satu teman Reno.
Mereka seketika melihat gadis itu yang ternyata Sonia yang masih 16 tahun, rambutnya panjang terurai, masih memakai baju SMA dan memakai rok yang super pendek membuat para lelaki meliriknya.
Sonia yang merasa diperhatikan seketika melirik sinis kearah mereka.
"Kalian kekanak-kanakan menggoda gadis SMA." Ucap Reno tersenyum.
Sonia yang merasa tidak nyaman segera meninggalkan cafe tersebut, ia beranjak pergi berjalan menuju taman dekat cafe, ia terduduk disitu, Sonia sangat malas untuk pulang kerumah, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang mendekatinya, lelaki itu mengajak dia untuk ikut dengannya, ia menarik tangan Sonia dengan kuat.
"Teman-teman aku pulang dulu, Mamaku menelponku untuk pulang." Ucap Reno kepada teman-temannya.
Teman-temannya mengizinkan untuk pulang, ia bergegas keluar cafe dan menuju ke motornya, Reno melihat di sebelah taman terdapat gadis SMA tadi sedang di goda oleh lelaki. Reno segera menghampirinya, lelaki itu langsung takut dan pergi.
"Kau pria yang menabrakku sebulan yang lalu kan?" Tanya Sonia.
Reno mengingat gadis yang ia tabrak itu, ia langsung menanyakan keadaannya.
Sonia menjawab bahwa ia baik-baik saja, ia menatap Reno tajam, Reno segera berpamitan ia juga mengingatkan supaya Sonia tidak memakai rok terlalu pendek.
"Mari kita berpacaran." Ucap Sonia membuat Reno tercengang, gadis yang baru 2 kali ditemuinya mengajak ia berpacaran.
Reno menolaknya, ia tersenyum kecil, dan segera meninggalkan Sonia, Sonia yang terpengaruh dengan obat-obatan terlarang membuatnya berbicara ngelantur, masalah keluarga yang dialaminya membuat gadis 16 tahun itu mengonsumsi obat terlarang tanpa sepengetahuan keluarganya.
"Dik, rumahmu dimana? biar aku antar, sepertinya kamu tidak sehat." Ucap Reno.
"Mari kita berpacaran kak, aku sungguh kesepian." Ucap Sonia ia seperti ingin menangis.
Reno yang sedikit kesal meninggalkan Sonia, ia berjalan menuju ke motor, Sonia masih menatap Reno dari jauh, Reno juga menatapnya seolah cuek, ia segera mengendarai motornya.
Anak SMA zaman sekarang sungguh menakutkan.
Beberapa hari kemudian mereka bertemu lagi disebuah minimarket, Sonia yang waktu itu membeli sebotol minuman melihat Reno sedang membayar di kasir, Sonia tersenyum tetapi Reno tidak melihatnya, ia segera keluar minimarket, Sonia mengikutinya dari belakang.
"Kak." Ucap Sonia memanggil Reno.
__ADS_1
Reno yang tengah memakai helm terkejut melihat Sonia tersenyum manis kepadanya.
Reno seolah cuek lalu segera naik ke motornya.
"Tunggu kak, ayo antar aku pulang." Ucap Sonia.
Reno begitu iba ketika melihat Sonia yang mengeluarkan wajah memelas, Reno melepas jaketnya dan memberikannya kepada Sonia, ia ingin jaket itu menutupi paha Sonia ketika berada di atas motor.
Sonia lalu menunjukan arah rumahnya, ternyata jaraknya cukup jauh dari minimarket tadi.
Satu jam kemudian mereka sampai di sebuah rumah di pinggir kota, rumah itu sederhana, Sonia segera mengajak Reno untuk masuk.
Reno menolak ia ingin langsung pulang.
"Ayo kak masuk dulu, aku bikinkan teh." Ucap Sonia sambil menggandengnya masuk.
Reno yang di paksa masuk segera mengikuti Sonia, ia melihat kedalam rumah hanya ada beberapa perabotan. Rumah itu sangat sepi, tidak ada orang, hanya mereka berdua.
"Dimana orang tuamu?" Tanya Reno.
"Aku tinggal sendiri." Ucap Sonia.
Reno terkejut mendengar ucapan Sonia, gadis yang masih kelas 1 SMA ini harus tinggal sendirian.
Reno memperhatikan Sonia membuatkan teh untuknya, mereka duduk di lantai karena di rumah itu tidak ada sofa.
"Mari kita berpacaran!" Ucap Sonia.
Reno menolaknya karena ia baru mengenal Sonia, apalagi mengetahui jika Sonia masih anak SMA.
"Carilah yang seumuranmu, dan kita pun juga baru saling mengenal."
"Kita bisa melakukan itu setiap hari sepuasmu." Ucap Sonia sambil melepaskan kancing kemeja Reno.
Reno menghentikan tangan Sonia, ia menatap Sonia tajam, dia berpikir jika berpacaran dengan gadis ini ia kan terselamatkan oleh perjodohannya dengan orang lain.
Ini kesempatannya untuk menunjukan ke orang tuanya jika Reno sudah mempunyai pacar karena ia akan segera dijodohkan dengan wanita yang 10 tahun lebih tua darinya, ia belum ingin menikah karena dia ingin menggapai cita-citanya dulu yang ingin kuliah di Amerika dan ingin mempunyai sebuah restoran.
"Baiklah, kita berpacaran tetapi hanya
berpura-pura. Dan kamu besok lusa akan kuperkenalkan kepada orang tuaku, kamu harus berpura-pura menjadi pacarku" Ucap Reno.
Sonia menyetujuinya ia sangat senang sekarang ia takkan kesepian lagi, Sonia mengajak Reno menuju kamarnya, Reno sangat bingung dengan tingkah gadis ini.
__ADS_1
Sepertinya gadis ini memang tidak waras.
Mau apa dia mengajakku ke kamarnya?
Sonia segera melepas seragamnya, Reno hanya melihatnya heran.
Sonia mendekati Reno, ia mencium bibir Reno, Reno tak menolaknya ia membalas ciuman Sonia.
Mereka terbawa suasana akhirnya melakukan hubungan layaknya suami istri.
Sonia yang begitu sangat tertekan menyerahkan keperawanannya kepada Reno, pikirannya benar-benar kacau.
Setelah itu mereka saling memanfaatkan.
Reno yang memanfaatkan Sonia untuk meyakinkan orang tuanya jika ia sudah mempunyai pacar dan Sonia memanfaatkan Reno untuk menghilangkan rasa setres dan rasa kesepiannya.
Hari-hari mereka dijalani dengan status pacaran palsu, tetapi anehnya mereka melakukan hubungan suami istri hampir setiap hari
**
Setiap hari mereka bertemu, Reno selalu menjemput Sonia sepulang sekolah.
Kali ini Reno mengajak Sonia pergi ke taman hiburan, Reno mengira bahwa gadis ini membutuhkan sebuah hiburan.
Mereka berjalan-jalan seperti seorang yang berpacaran, Reno membelikan Sonia permen kapas, Sonia begitu senang lalu memakannya.
Mereka terduduk di sebuah bangku, mereka kelelahan karena hampir menaiki setiap wahana.
"Kamu sudah mencintaiku?" Tanya Reno kepada Sonia.
"Apa itu cinta?" Ucap Sonia sambil memakan permen kapasnya.
"Lalu kenapa kamu mau melepaskan keperawananmu untukku?"
Sonia tersenyum, " Kupikir sebuah nafsu tidak harus memiliki rasa cinta."
Reno tersentak mendengarnya, gadis polos berumur 16 tahun itu bisa mengatakan seperti itu, Reno begitu heran apa masalah Sonia yang membuatnya sampai begini, bahkan ia juga tidak pernah bertemu dengan orang tua Sonia, Reno pikir Sonia adalah anak broken home.
"Jika aku tiba-tiba pergi darimu dan menghilang bagaimana denganmu?" Tanya Reno.
"Aku akan melupakanmu bagaimanapun caranya, aku akan melupakan apa yang pernah kita lakukan sebelumnya." Ucap Sonia menatap Reno tajam.
Mungkin salahku juga aku terlalu jauh melangkah bersama gadis ini.
__ADS_1
Gadis yang baru 4 bulan kukenal.
Aku benar-benar menyesal.