
"Kalian sedang mengadakan acara makan keluarga tanpa mengundang kami?" ucap Rizky menyeringai.
Bella hanya menundukan kepala, ia sangat takut melihat wajah Mama Rizky sang melototinya. Reno segera menyuruh pembantu untuk membawakan 2 kursi lagi lalu menyuruh Rizky dan Bella untuk segera duduk menikmati makanan yang cukup banyak.
"Kau perempuan tak tau malu! Beraninya muncul dihadapanku lagi!" ucap Mama Rizky kesal.
Bella semakin takut, ia melepas gandengan tangan Rizky dan segera membalikan badan.
Keluarga yang lain seolah bingung dengan kejadian ini.
"Aku akan menikahi Bella"
Ucapan Rizky membuat Bella berhenti dari langkahnya, Bella membalikan badan dan berkata, " Maafkan saya tante, saya tidak akan menikah dengan Rizky. Ucapan Rizky tadi hanya bercanda"
Tontonan apalagi ini, semua ini membuatku pusing. Gumam Sonia.
"Menikahlah sana tapi jangan harap untuk menginjakan kaki di rumah ini Rizky!" ucap sang Papa.
Reno terkejut dan segera mencairkan suasana, baginya ucapan sang Papa cukup keterlaluan. Reno juga mengingat saat ia masih memperjuangkan cinta Veronica, sama persis yang dialami Rizky saat ini. Tetapi Reno akhirnya mengalah dan menyetujui perjodohan dengan Sonia supaya adik-adiknya tidak terdampak perjodohan sepertinya.
"Dasar gadis miskin tidak tau diri! Harusnya kamu sadar kamu ini cuman gadis rendahan, beraninya menggoda Rizky!" ucap Mama marah.
Wah! Mama Reno memang parah, aku yang orang kaya raya biasanya diperlakukan tidak baik apalagi gadis itu yang miskin. Gumam Sonia.
Papa Reno tidak enak dengan Papa Sonia karena ada kejadian yang tidak diinginkan, Papa dan Mama Sonia segera berpamitan pulang karena ia tidak mau mencampuri urusan keluarga besannya. David masih memperhatikan Rachel dengan tersenyum menyeringai tangannya masih mencengkeram kuat di lengan Reno.
Papa Reno segera mengantar mereka keluar dan memohon maaf sebesar-besarnya dengan kejadian tadi.
Sonia melanjutkan makannya dengan santai sambil mendengarkan celotehan demi celotehan peperangan keluarga Reno.
Reno segera menyuruh Sonia masuk ke kamar dan membawa makanannya tetapi Sonia menolak. Sonia makan sambil meresapi setiap ucapan Mama Reno yang menghina Bella, Bella hanya diam menunduk.
Rizky terus melontarkan pembelaan untuk Bella dan akhirnya menyebut nama Sonia.
"Lihat! Gadis gila itu Mama terima dengan senang hati karena ia kaya raya!"
Sonia cukup geram mendengarnya tetapi ia masih bisa tahan dan Reno menimpali ucapan Rizky.
"Jangan pernah menghina kakak iparmu!"
"Hahaha bahkan kakak tidak tau jika ia gadis kotor yang telah dinodai selain kakak!"
Sonia mengambil gelas berisi air putih lalu meminumnya, ia dengan cepat melempar gelas itu kearah Rizky berdiri dan pecah disebelah kaki Rizky, Sonia begitu marah kenapa ia bisa disangkut pautkan dengan masalah Rizky.
Rizky geram dan berlari kearah Sonia, ia menjambak rambut Sonia. Reno dengan sigap memukul adiknya itu.
__ADS_1
Sonia yang tengah hamil begitu syok dan memegangi perutnya yang sedang hamil 2 bulan.
Gadis kotor! Gadis kotor! Gadis kotor!
Itu kata-kata yang terngiang-ngiang dikepala Sonia, kini suara itu membuatnya semakin sangat pusing, nafasnya mulai terengah-engah. Sonia seketika tak sadarkan diri jatuh dipelukan Reno. Mama Reno segera memanggil dokter Selena untuk datang memeriksa Sonia, Mama Reno tidak lupa untuk menyuruh Rizky dan Bella untuk pergi, ia sudah tidak peduli dengan Rizky dan Bella karena mereka sudah membuat onar.
"Pergilah kalian! Lakukan sesuka kalian! Tapi ingat jangan pernah kembali jika terjadi apa-apa!"
Bella ketakutan, ia segera lari meninggalkan Rizky. Bella juga terkejut ternyata lelaki yang disukainya bisa berbuat senekat itu terhadap wanita.
"Tunggu Bella!" ucap Rizky memegang tangan Bella yang kini berada di halaman rumah.
"Lepaskan! Ternyata kamu cowok kasar, aku tidak mau denganmu lagi! Terus salah Sonia denganmu apa sampai kamu berbuat seperti itu kepadanya?"
Rizky menghela nafas panjang, ia berpikir bahwa Bella sangat iri dengan Sonia.
Setiap ucapan Bella dulu ia selalu menyangkut pautkan dengan Sonia.
"Aku tidak seperti Sonia yang kaya raya"
"Aku tidak secantik Sonia"
"Lihat aku tidak semenarik Sonia"
"Sonia memang sangat cantik ya, lihat kulitnya di TV begitu putih mulus"
"Ah! Kamu terlalu berlebihan Rizky! Cukup jangan ganggu aku lagi!"
Disisi lain dokter Selena datang dan segera memeriksa keadaan Sonia. Papa, Mama dan Reno sangat panik.
"Dia hanya kelelahan saja dan tolong jangan biarkan Sonia terlalu banyak pikiran, saya meresepkan vitamin untuk diminum Sonia, jangan sampai terlewatkan"
Reno menganggukan kepala, dokter Selena segera berpamitan, orang tua Reno mengantar dokter Selena sampai diluar rumah.
Reno memandangi istrinya yang tengah terlelap itu, tangannya memegang lembut perut Sonia, ia mengusapnya perlahan.
Aku harus memarahi Rizky, dia sudah keterlaluan dengan Sonia. Tapi apa maksudnya ucapan Rizky jika Sonia dikotori oleh pria lain selain aku?
Reno segera mengirim pesan kepada Rizky, ia ingin bertemu dengannya esok.
Setelah itu Reno ikut terlelap disebelah Sonia sambil mencium kening Sonia.
3 jam kemudian.
Sonia terbangun tengah mendapati Reno yang sedang memeluknya, Sonia melepaskan pelukan Reno dengan sangat pelan supaya Reno tidak terbangun.
__ADS_1
Gadis kotor! Gadis kotor! Gadis kotor!
Ucapan itu masih terngiang-ngiang dipikirannya, ia mulai mengalami serangan panik lagi. Sonia segera membuka lacinya dan mengambil obat penenang itu, ia segera menenggaknya dengan cepat.
Hah! Hah! Hah! Hah! Apa Rizky tau masalalu ku? Darimana dia tau**?
Dia memegangi kepalanya, memang masa lalunya membuat dia seperti ini, ia harus meminum obat penenang jika serangan panik menghampirnya. Tiba-tiba perutnya merasa keram tetapi ia bisa menahan rasa sakit itu, dia pikir hanya sakit perut biasa dan ia segera merebahkan dirinya disamping Reno.
Sonia memandangi wajah Reno yang begitu tampan, ia teringat saat pertama kali bertemu dengan Reno saat dirinya tengah mabuk dan muntah di jaket Reno.
Ah! Dimana jaket itu? Apa dia membuangnya aku tidak pernah melihat dia memakai jaket itu setelah kami menikah.
Sonia bangun dari tempat tidurnya, ia berjalan menuju ruang ganti pakaian, ia mencari jaket Reno yang terkena muntahannya dulu.
Sonia mencari sejeli mungkin, ia menyadari jika ruangan besar itu hanya dipenuhi oleh pakaiannya.
Pakaian Reno sedikit sekali? Apakah laki-laki memang tidak terlalu suka dengan pakaian dan penampilan?
Sampai Sonia menemukan lemari kaca di sudut ruangan, ia melihat di lemari kaca itu terdapat sebuah jaket saja. Ya itu adalah jaket yang terkena muntahan Sonia tetapi sudah dicuci bersih, diatas jaket itu terdapat sebuah tulisan "Kenangan".
Manisnya...
Eh.. Tunggu dulu! Jangan-jangan jaket itu adalah kenangan dari Veronica?
Sonia menduga-duga apalagi dirinya yang tengah hamil membuat emosinya menjadi labil. Dia berlari menghampiri Reno dan seketika perutnya terasa keram kembali, dia memegangi perutnya yang kesakitan.
Sesampainya di ranjang ia sudah tidak merasa sakit lagi.
Aneh! Kenapa tiba-tiba sakit perut dan tiba-tiba menghilang rasa sakitnya?
Sonia membangunkan Reno, Reno terbangun mendapati Sonia tengah cemberut kepadanya.
"Ada apa Sonia? Kamu tidak apa-apa? Apa ada yang sakit? Jangan pikirkan ucapan Rizky kemarin!"
"Kamu menyimpan jaket yang diberikan oleh Veronica di lemari kaca khusus dan kamu tulisi KENANGAN?" tanya Sonia marah.
Reno masih mencerna pertanyaan dari Sonia, sampai ia teringat sebuah jaket yang pernah terkena muntahan Sonia.
Reno menggandeng tangan Sonia dan mengajaknya ke ruangan ganti pakaian, ia membuka lemari kaca khusus yang kuncinya disimpan diatas lemari kaca itu.
"Ini kenangan darimu, kamu tidak ingat ketika kamu muntah di jaketku?"
Pria ini lebay juga ternyata tapi dia manis sekali aku jadi tambah suka dengannya.
Sonia tersenyum dan memeluk Reno, Reno memberi kecupan hangat di kening Sonia.
__ADS_1
Reno sedikit mendorong tubuh Sonia lalu mencium leher Sonia.
"Ronde kedua," ucap Reno menyeringai.