MAZOYA (Aku Bukan Diriku)

MAZOYA (Aku Bukan Diriku)
MAZOYA 40


__ADS_3

"Silahkan." ucap Milly dengan nada manja, menyiapkan secangkir kopi di atas meja untuk Tuan Darwin.


Keduanya saat ini tidak berada di rumah yang Tuan Darwin belikan untuk Milly. Melainkan berada di apartemen Milly. Dimana Zoya juga mengetahui alamatnya.


Dan tanpa Zoya ketahui, jika apartemen tersebut juga berasal dari kekayaan sang papa. Sebab, setiap bulannya Tuan Darwin selalu memberi uang bulanan pada Milly.


Dengan jumlah yang sama dengan sang istri. Bahkan bisa dibilang lebih. Karena Milly selalu meminta ini itu pada Tuan Darwin, tanpa memakai uang yang Tuan Darwin berikan setiap bulannya.


Dan ini, untuk pertama kalinya, Milly dan Tuan Darwin berani berduaan di apartemen Milly. Sebab, tak mungkin Zoya akan datang ke sini. Mengingat keadaannya.


Milly memakai baju tidur setipis tisu, memperlihatkan pakaian dalamnya dengan nyata. "Aku kira mas tadi udah pulang." cicit Milly, bergelayut manja di lengan Tuan Darwin.


Tuan Darwin mencium pucuk kepala Milly. "Maaf, kamu sampai tertidur di mobil." ucap Tuan Darwin merasa bersalah.


Milly tersenyum miring, dengan ekspresi malas. "Nggak apa-apa. Demi mas, kan tidurnya di dalam mobil. Bukan diluar mobil." ungkap Milly, menjulurkan sedikit lidahnya. Dan semua yang Milly katakan adalah sebuah kebohongan.


Semua berawal dari satpam perusahaan. Dia mengatakan pada Tuan Darwin, jika Milly tertidur di dalam mobil. Dan baru saja pergi meninggalkan perusahaan.


Tentu saja Tuan Darwin merasa penasaran. Kenapa Milly sampai tertidur di dalam mobil yang masih terparkir di area perusahaan. Lantas Tuan Darwin segera menghubungi Milly dan bertanya kebenarannya.


Milly yang memang berotak licik, dengan mudah mengarang cerita. Dirinya mengatakan ingin bertemu Tuan Darwin.


Tapi karena ada Reiner di dalam ruangan beliau, Milly memilih untuk menunggu di dalam mobil yang masih terparkir di area parkir. Yang akhirnya Milly malah tertidur.


Tuan Darwin yang merasa bersalah, langsung menyusul Milly ke apartemennya. Tak pelak, keduanya malah bermesraan di apartemen tersebut.


Tanpa Tuan Darwin tahu, jika saat ini sang putri, Zoya sedang dalam keadaan kritis. Dengan Nyonya Ratna yang saat ini pasti tengah membutuhkannya.


Bahkan akhir-akhir ini, Tuan Darwin tidak seperti dulu. Beliau sama sekali tidak melihat keadaan Zoya. Padahal Zoya dirawat di rumah, dimana setiap hari Tuan Darwin selalu pulang. Meski hanya untuk tidur.


Milly duduk di pangkuan Tuan Darwin, dengan menghadap ke wajah beliau. "Ada apa mas?" tanya Milly, dengan tangan membuka dasi yang melingkar di leher beliau.


"Entah kenapa, aku ingin terus berada di sisi kamu." ucap Tuan Darwin, dengan satu tangan sudah berada di pantat Milly, mengelus serta meremasnya.


Milly meletakkan dasi Tuan Darwin di sofa dekat mereka. "Bukankah kita selalu bertemu. Setiap hari." cicit Milly, dengan tangan membuka jas yang masih berada di badan Tuan Darwin.

__ADS_1


"Aku hanya ingin kita berdua. Selalu berdua." ucap Tuan Darwin, melihat ke arah belahan dada Milly yang begitu menggoda.


Milly meletakkan jas Tuan Darwin di sandaran kursi dengan mengangkat sedikit badannya. Dimana, dua buah benda yang tergantung di dadanya mengenai wajah Tuan Darwin.


"Mas ingin apa?" tanya Milly kembali duduk sembari menggerakkan pantatnya dengan erotis.


"Mas ingin kamu. Mas ingin kita menikah." tegas Tuan Darwin.


Glek... Milly menelan air liurnya dengan sulit. "Menikah. Dengan bandot tua. Mimpi apa gue. Mama sudi gue." batin Milly.


Milly tersenyum manis. Dengan otak berputar mencari alasan untuk menolak permintaan Tuan Darwin. Tentu saja bukan ini yang Milly inginkan. Setelah mengetahui keadaan Zoya.


Milly yakin, jika Zoya pasti tidak akan selamat. Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan Reiner semakin terbuka lebar.


Tuan Darwin hanyalah ATM berjalan untuk Milly. Dan Milly, sama sekali tidak menginginkan dirinya menikah dengan papa dari Zoya. Milly akan membuang Tuan Darwin, disaat dirinya sudah mendapatkan Reiner.


"Bagaimana? Kamu mau?" tanya Tuan Darwin dengan ekspresi penuh harap.


"Mas,,,,, tapi mas punya tante Ratna. Dan Milly tidak mau kita menikah siri." ungkap Milly.


"Maksud mas, bagaimana?"


"Mas akan membujuk istri mas. Biar dia merestui kita untuk menikah. Mas yakin, dia akan memberi restu. Kamu setuju?" tanya Tuan Darwin memainkan tangannya di kedua benda yang berada di dada Milly dengan pelan.


Tuan Darwin sangat yakin, jika sang istri akan setuju. Sebab, semua harta adalah milik Tuan Darwin. Dan sang istri tidak berhak atas semua hartanya. Karena memang, Nyonya Ratna berasal dari keluarga yang sederhana.


Apalagi sekarang, dengan keadaan Zoya yang mengkhawatirkan. Pastinya membutuhkan uang banyak untuk Zoya bertahan hidup. Dan Tuan Darwin akan menekan sang istri dengan menggunakan Zoya.


Tuan Darwin yakin, jika sang istri akan menuruti keinginannya. Jika menyangkut keselamatan sang putri. Ditambah lagi, sang istri sudah tidak bisa memberikan keturunan untuknya.


Sebab, setelah kelahiran Zoya, rahim Nyonya Ratna harus diangkat karena suatu hal.


Hanya karena seorang perempuan, mata hati Tuan Darwin tertutup. Beliau bahkan dengan sadar ingin menambah beban kesedihan pada diri sang istri. Tanpa berpikir panjang.


Milly langsung berdiri dari pangkuan Tuan Darwin. "Maksud mas, mas mau menjadikan Milly istri kedua...?!" tanya Milly tidak percaya dengan apa yang dia dengar.

__ADS_1


Tuan Darwin bangun dari duduknya. "Tenang saja. Meski kamu menjadi istri kedua. Tapi kamu tetap yang pertama di hati mas." kekeh Tuan Darwin, membujuk Milly agar setuju dengan keinginannya.


"Gila. Ini gila. Gue nggak mau. Istri kedua. Bandot tua. Perempuan secantik gue, dijadikan istri kedua oleh bandot tua. Mau ditaruh dimana muka gue." batin Milly.


Tuan Darwin menggenggam tangan Milly. "Kamu maukan sayang." bujuk Tuan Darwin yang menginginkan Milly dengan menggebu.


"Mas ingin setiap malam kita tidur seranjang. Menghabiskan malam berdua. Kamu maukan? Mas akan memberikan apapun. Apapun yang kamu mau. Seperti biasa, bahkan lebih." bujuk Tuan Darwin.


"Sialan. Elo nggak suka sama gue pak tua. Elo hanya menginginkan tubuh gue. Serta servis yang selalu gue berikan di atas ranjang. Lelaki tua brengsek." umpat Milly dalam hati.


Milly melepaskan tangan Tuan Darwin di lengannya. "Mas, berikan Milly waktu untuk berpikir." pinta Milly dengan lembut.


Milly tahu, jika lelaki dihadapannya tidak bisa langsung ditolak. Dirinya harus menggunakan cara lembut. Tentu saja, Milly tidak ingin kehilangan Tuan Darwin. Tapi juga tidak menginginkan untuk menikah dengan beliau.


"Apa lagi yang kamu pikirkan...!! Kita sudah lama bersama. Setahun lebih...!! Kamu pikir itu waktu yang singkat...!!" seru Tuan Darwin dengan wajah memerah karena terbakar emosi.


Milly merasa sedikit takut. Ini pertama kalinya Tuan Darwin meninggikan suaranya saat berbincang dengannya. Dan ini pertama kalinya Tuan Darwin marah padanya.


"Ada apa ini. Tiba-tiba mengajak menikah. Tiba-tiba marah." batin Milly, merasa lelaki yang selama ini menjadi selingkuhannya benar-benar aneh.


Tuan Darwin menyugar kasar rambutnya ke belakang. Menatap tajam ke arah Milly. "Mas... mas,,, mas mau apa?" tanya Milly ketakutan, saat Tuan Darwin berjalan merangsek maju. Mendekat kepadanya.


Tuan Darwin langsung memeluk Milly. "Mas lepas...!!" teriak Milly ketakutan.


"Aku menginginkan kamu Milly, aku ingin kamu menjadi istriku. Kamu tahu sendirikan, istriku tidak bisa memuaskan aku di atas ranjang. Seperti kamu memuaskan aku." bisiknya di telinga Milly.


Sementara Milly terus meronta. Berusaha melepaskan diri dari pelukan erat Tuan Darwin. "Kita ke kamar sayang."


Tuan Darwin menggendong tubuh Milly bagai karung yang di sampirkan di pundak. "Mas... lepaskan. Kita bisa berhubungan seperti biasa." pinta Milly.


Sayangnya, Tuan Darwin tak mendengar apapun yang Milly katakan. Dan malam ini, malam pertama Tian Darwin melakukan hubungan intim dengan Milly tanpa memakai pengaman.


Dan memang inilah yang Tuan Darwin inginkan. Dia menginginkan keturunan. Milly tertidur, setelah badannya digempur oleh Tuan Darwin dengan brutal.


Tak seperti biasanya Tuan Darwin bahkan berkali-kali melakukan penyatuan. Tangan Tuan Darwin memeluk tubuh Milly dari belakang.

__ADS_1


"Aku menginginkan keturunan. Dan juga kamu." batin Tuan Darwin.


__ADS_2