Me Gustas Tu

Me Gustas Tu
Gita Dan Caca


__ADS_3

...Part 17 Update...


...Selamat membaca...


...Jangan lupa dukungan kalian agar aku semangat ya......


...Makasih...


...🪐🪐🪐...



...MGT by: VizcaVida...


...17...


Gitara Wendyta, adalah putri pemilik yayasan Kemala yang cantiknya tidak ada tandingannya.


Wajahnya kalem, cantik alami kebule-bulean, tapi tidak meninggalkan wajah khas lokal yang dominan. Selain itu, dia pribadi yang pendiam dan sulit didekati jika tidak menarik perhatiannya, Gita selalu menjadi pusat perhatian hampir seluruh isi yayasan Kemala bukan hanya karena dia putri tunggal orang kaya raya, tapi karena kecantikannya yang menjadi idaman.


Namun, dari semua pemuda yang pernah mendekatinya, perhatian Gita—panggilan pendek Gitara—hanya berhasil di tarik sepenuhnya oleh Nolan Aresta Suwandi, putra salah satu donatur utama di yayasan Kemala.


Bagi Gita, Nolan itu sangat menarik, misterius dan membuatnya selalu kepikiran jika sudah sampai dirumah. Dengan kata lain, Gita tertarik kepada Nolan sejak saat itu. Sejak ia berada di dalam kelas yang sama dengan Nolan ketika baru duduk di kelas sepuluh.


Nolan itu cuek sekali dan hampir nggak peduli sama siapa saja gadis yang mencoba mendekatinya, termasuk Gita saat itu. Namun Gita gigih dan tidak putus asa mendekat dan memberi perhatian lebih dari siapapun kepada Nolan, hingga hati pemuda itu luluh dan mau menerima Gita menjadi temannya. Sedangkan yang lainnya, tetap tidak. Nolan tetap membatasi pertemanannya.


Satu tahun berteman, Nolan sudah mau mengajak Gita untuk bergabung bersama teman satu komunitas mobil yang saat itu menjadi tempatnya menyalurkan bakat.


Kemudian, setengah tahun berikutnya, Gita memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Nolan, dan lagi-lagi Nolan tidak bisa menolak karena Gita terus meyakinkan dia dan Nolan merasa nyaman akan hal itu. Mereka menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih dan membuat iri semua orang. Visual mereka yang memang pantas di sandingkan. Bahkan mereka terlihat bak kisah cinta di zaman Yunani kuno, Aphrodite dan Adonis.


Tapi nahas, hubungan keduanya harus kandas di awal tahun kenaikan kelas, dan pertemanan mereka berakhir buruk. Nolan memergoki Gita bersama Leo di sebuah cafe ketika akhir pekan. Hari itu jika ga menjadi hari terakhir Nolan percaya kepada sebuah cinta. Ia sudah dua kali dikhianati oleh yang namanya cinta.


Gita kembali mencoba mendekat dan memaksa Nolan kembali padanya, tapi Nolan adalah pemuda yang memiliki pendirian teguh. Dia menolak tanpa syarat ajakan dan permintaan maaf Gita. Sampai hari ini pun, Gita masih berusaha meyakinkan Nolan untuk kembali padanya, namun masih tetap gagal dan tak pernah membuahkan hasil. Nolan terlanjur di khianati, dan Nolan tidak bisa menerima itu. Apalagi orang itu adalah Leonard, orang yang Nolan anggap paling memuakkan.


***


“Gitara Wendyta. Panggil aja Gita.”


Caca menatap kagum pada sosok Gita yang memang cantiknya luar biasa. Rambutnya yang hitam dan panjang di gerai menyentuh lekukan pinggangnya yang indah bak gitar spanyol. Kulitnya yang putih bersih, alisnya yang membentuk bulan sabit, mata bulatnya berbinar dengan bulu mata lentik, hidungnya kecil namun memiliki tulang yang tidak begitu tinggi dan tidak terlalu rendah, membuat proporsi itu pas di wajah ayunya. Bibirnya yang kecil dan tipis berwarna pink tanpa polesan apapun. Intinya Caca kagum dengan sosok bak malaikat didepannya ini.


“Kamu kelas apa?” tanya Gita dengan suaranya yang manja dan lembut.

__ADS_1


“IPA-1.”


“Wah, kamu kenal Leo nggak?”


Caca mengangguk. Mereka jadi bicara tentang sekolah seolah mereka sudah mengenal lama.


“Kalau kamu kelas apa?” tanya Caca balik, menarik atensi Gita dan kembali menyematkan sebuah senyuman manis.


“Aku IPA-3.”


“Nggak nyangka ya, kalau kita satu almamater.”


“Kalau Nolan, kamu kenal?”


Caca meneguk salivanya kasar. Sepertinya Nolan memang memiliki tempat tersendiri di hati para wanita yang menghuni SMA Kemala. Bahkan wanita secantik Gita pun, tak luput dari pesona pemuda berwajah tampan itu. Eh, kenapa Caca jadi menyebutnya pemuda tampan?


“Gak banget ih?!” kata Caca dalam hati menyangkal apa yang baru saja tercetus tanpa sengaja di otaknya yang, eummm...normal?


Ya, tentu saja Caca masih normal. Dia tau laki-laki tampan, dia suka laki-laki tampan, dan dia pingin punya cowok tampan. Yeah, that's normal.


“Kenal, sih. Cuma karena ketemu beberapa kali secara nggak sengaja aja.”


Di tanya begitu, Caca gelagapan. Kenapa memangnya dengan Nolan? Tatapan Caca berubah menelisik pada Gita. Satu terkaan muncul di dalam kepalanya. Apa Gita dan Nolan ada hubungan spesial kok Gita nanya sampai segitunya?


“Maksudnya?”


Gita tersenyum, lalu menyelipkan helaian rambutnya yang jatuh didepan wajah ayunya. “Nolan. Bagaimana tanggapan kamu soal Nolan. Secara, dia itu—”


“Nolan itu menyebalkan menurutku.” sahut Caca memotong kalimat Gita karena jujur, dia nggak nyaman ketika membahas tentang Nolan.


“Iya kah?” tanya Gita tidak percaya. Baru kali ini ada seorang perempuan yang menolak pesona Nolan. Setelah itu Gita mengangguk paham dan bergumam dalam hatinya. “Ternyata memang benar kata Nolan, mereka tidak ada hubungan apa-apa.”


Seminggu yang lalu.


“Kenapa kamu ada disini?”


“Kenapa? Memangnya nggak boleh?”


Nolan berjalan menuju mejanya dan mengambil tas, lalu hendak pergi meninggalkan Gita tanpa sepatah kata lainnya. Namun yang terjadi selanjutnya adalah Gita yang mendahului Nolan dan menutup pintu kelas, menghalangi Nolan agar tidak pergi meninggalkannya.


Sedangkan Nolan, menatap lurus dan nyalang kearah Gita. “Kamu ngapain sih?” tanya Nolan malas, lalu mengalihkan pandangan sembari berkacak pinggang dan menjilat bibirnya frustasi. Ia jengah dengan kelakuan Gita yang menurutnya mengganggu.

__ADS_1


“Kamu, ada hubungan apa dengan anak baru itu?!” tanya Gita menekan tegas.


Mendengar pertanyaan Gita yang lagi-lagi menuntut, Nolan terbelalak lebar karena tiba-tiba saja mantan kekasihnya itu membawa Caca ke dalam topik barunya.


Selain posesif, Gita terlalu ikut campur seperti papanya, menurut Nolan.


“Nggak ada apa-apa. Gue nggak ada hubungan apa-apa sama dia. Udah, puas? Sekarang buka pintunya.”


Gita tidak akan percaya begitu saja. “Terus, kenapa kamu marah kayak gitu di kantin pas tau Leo deketin dia?”


Nolan mengacak rambut bagian belakangnya. Kebiasaan Nolan jika sudah diambang batas kesabaran.


“Gue marah karena Leo bicara nggak enak ke gue. Bukan gara-gara cewek itu. Udah deh, Gue mau pulang.” ketus Nolan, menarik keras tubuh Gita hingga terpelanting ke depan dan nyaris tersungkur. Bukan Nolan namanya jika tidak pandai menyembunyikan sesuatu yang menurutnya penting. Gita tau betul peringati Nolan yang satu itu.


Ia hanya melihat kepergian Nolan setelah pintu itu terbanting keras membentur tembok. Gita harus mencari tau ini sendiri. Dia belum siap jika posisinya dalam hati Nolan digantikan oleh orang lain. Dia masih ingin berjuang dan menjadikan Nolan miliknya lagi. Tidak ada yang boleh memiliki Nolan selain dirinya.


Tapi hari ini, dia sudah mendengar sendiri Caca berkata jika dia dan Nolan tidak ada hubungan apapun. Namun tetap saja, Gita merasa masih gamang dan tidak tenang. Nolan tidak akan bersikap seperti itu jika tidak memiliki rasa pada Caca. Tatapan Nolan di kantin saat itu, sama seperti ketika Nolan menatapnya penuh amarah ketika melihat ia jalan dengan Leo.


Ya. Tatapan Nolan lah yang menjadi alasan untuk Gita berbuat nekat dengan membuntuti dan mencari tau tentang Caca. Dia mengantongi informasi sangat penting tentang Caca yang bisa ia pergunakan sebagai senjata suatu saat nanti jika diperlukan. Atau, jika Caca tiba-tiba ngelunjak dan atau merebut Nolan darinya.


Gita menunduk menatap sandal tipis harga jutaan miliknya dan tersenyum lembut. Ia bersyukur dalam hati, namun ia akan tetap melakukan aksinya untuk mencari tau hal lain yang lebih detail tentang Caca. Tentang bagaimana Caca bisa menarik perhatian Nolan tanpa melakukan apapun?


Dia tidak akan pernah berhenti sampai Nolan kembali ke dalam genggamannya.


“Ca,”


“Eum?!”


“Mau berteman denganku?” []


...°°°°Bersambung°°°°...


###


Mampir dan dukung cerita Othor yang lainya ya....


Klik profil atau AVA untuk cerita lebih lengkap.


Terima kasih.


See you...

__ADS_1


__ADS_2