Me Gustas Tu

Me Gustas Tu
S2. One


__ADS_3

...Selamat membaca...


...Jangan lupa dukungannya ya agar othornya semangat☺️...


...🪐🪐🪐...



...[•]...


Dua puluh delapan tahun adalah usia yang menurut Nolan masih jauh dari kata dewasa. Memang, sebagian orang memilih menikah di usia tersebut karena menganggap usia adalah patokan untuk membangun bidak rumah tangga bersama orang tercinta.


Tapi bagi Nolan, jalan didepannya masih luas dan jauh dari kata ‘Berumah tangga’. Pasalnya, Nolan masih ingin fokus dengan karir dan usaha bisnis batu bara yang diwariskan papanya.


Selain mendapat julukan pengusaha sukses dari warisan, Nolan tak hanya diam disana. Dia merambah dunia fashion dan beberapa produk kecantikan yang bahkan kini terkenal di dalam maupun luar negeri. Earth Beauty. Nama yang indah bukan?


Bukan hanya sebagai seorang pengusaha sukses, Nolan Aresta Suwandi nyatanya juga terkenal di dunia Maya yang kemudian membawa namanya masuk ke dunia entertainment.


Awalnya, Nolan iseng membuat sebuah akun media sosial untuk mempromosikan usaha baru yang sedang ia geluti sambil sesekali mengunggah foto pribadi nya. Namun tanpa ia duga, akun tersebut meledak hingga memiliki pengikut lebih dari tiga juta orang yang tak pernah sepi memberikan like pada setiap postingan yang ia unggah.


Nolan mendadak jadi artis dan sering mendapat undangan di stasiun-stasiun televisi sebagai tamu di acara talk show, acara penghargaan musik sebagai tamu VVIP yang memberi sponsor, dan juga dia sering masuk ke dalam nominasi-nominasi aneh yang tidak pernah ia inginkan. Dan sialnya, dia selalu menang.


Asisten pribadi Nolan, yang dulu adalah asisten pribadi papanya, sering kuwalahan melihat jadwal padat pemuda dua puluh delapan tahun ini. Bagaimana tidak, selain keluar kota untuk meninjau bisnis batu bara yang semakin naik pendapatannya, Nolan juga sering mendapat tawaran menjadi tamu VVIP di beberapa stasiun TV ternama. Dan itu semua sangat melelahkan bagi dharma, pria berusia lima puluh enam tahun yang kini mendampingi langkah Nolan.


Dan hari ini, dia mendapatkan undangan untuk sebuah acara musik untuk menyambut pergantian tahun yang membuatnya seperti dilempar ke masa lalu.


Ia ingat bagaimana tahun baru sepuluh tahun lalu yang ia lewati bersama seorang gadis sederhana yang sampai saat ini membuat hatinya stuck dan nggak ingin mencari wanita baru untuk mewarnai hatinya yang sepi.


Tiba-tiba, senyuman terbentang di bibir Nolan ketika mengingat nama gadis itu. Clarita, tapi dia lebih akrab di panggil Caca.


Pasti gadis itu sudah menikah sekarang?

__ADS_1


Menyadari keanehan pada dirinya sendiri, Nolan menggeleng, membenarkan letak jas abu-abu gelap yang membungkus tubuh kekarnya, lantas berjalan sambil sesekali menjawab sapaan artis dan beberapa fans nya yang ikut hadir disana.


Ah, tempat duduknya sedikit tidak menyenangkan. Akhir-akhir ini, ada satu akun media sosial yang menyebarkan berita kosong tentangnya. Ya, Nolan sedang diterpa gosip sedang dekat dengan seorang wanita, dan itu sangat memuakkan. Nahasnya, wanita itu justru kini duduk satu podium dengannya.


“Hai,” sapa wanita bernama Swan itu. Kalau dilihat secara fisik, mereka sangat cocok, Nolan yang sangat tampan keterlaluan, dan Swan yang memiliki baby face dan imut cantik keterlaluan. Akan tetapi Swan sama sekali bukan tipikal wanita yang bisa menggoda dan mengetuk hati Nolan untuk kembali terbuka.


“Hai, Swan.”


Nolan bertransformasi menjadi pria penyabar jika berada didepan kamera.


Sudah, hanya itu yang Nolan berikan untuk Swan. Dia tidak ingin berbasa-basi atau berbicara panjang lebar dan semakin membuat media kepanasan ingin menggoreng berita mereka.


Nolan yang merasa tidak nyaman, terus memperhatikan dan memutar sudut matanya untuk melihat ke arah berbeda. Mulai dari atas panggung, bagian bawah panggung, sudut kanan-kiri panggung, dan sudut-sudut lainnya yang bisa membuat dirinya terlihat sibuk dan tidak duduk diam seperti menikmati momen berdekatan dengan Swan.


Tapi nyatanya, gadis yang lebih muda enam tahun darinya itu seperti sedang memancing media untuk menyorot mereka. Nolan menangkap gelagat itu dari cara Swan duduk yang sengaja mendekatkan lengannya dengan lengan miliknya. Lalu, dia selalu tersenyum manis ketika kamera menyorot wajahnya hingga mengundang riuh seluruh isi studio.


“Kak Nolan, apa kabar?”


Sudah lihat baik-baik saja masih nanya, rabun ya?


“Baik.” jawabnya singkat sambil menatap gadis dalam balutan gaun biru tua dengan leher turun hingga memperlihatkan belahan da-da nya yang memang padat berisi. Tapi tidak sampai satu detik Nolan sudah kembali menatap lurus ke arah panggung. Sesekali dia mende-sah berat karena tidak nyaman dan ingin segera pergi dari ruangan ini.


“Kata Om Dharma, setelah ini kak Nolan ada jadwal luar kota ya?”


Sialan pak Dharma ini. Kenapa dia bilang segala pada si kuncup tak tau diri ini.


“Iya.”


“Kapan balik? Ayo kita makan malam dirumah. Mama ingin bertemu dengan kak Nolan.”


Ternyata kebaikannya kepada Swan selama ini disalah artikan oleh Swan sendiri dan keluarganya. Makan malam, bertemu mama, ini terlalu berlebihan.

__ADS_1


“Maaf, Swan sepertinya aku memiliki jadwal yang padat banget sampai beberapa bulan kedepan.”


“Ah, begitu ya?” katanya dengan bibir mengerucut karena kecewa. “Aku juga ada beberapa shooting di luar kota sih. Jadi, kapan kak Nolan bisa? Ayo kita sesuaikan jadwal kita.” kata Swan masih tidak merasa jika Nolan sudah memberi ultimatum untuk tidak melanjutkan pembicaraan.


Nolan, pernah menjadi bintang tamu bersama Swan di sebuah acara talk show yang membahas tentang kesuksesan mereka dari dunia Maya.


Ya, Swan adalah gadis yang namanya dikenal publik karena pandai berjoget didepan kamera dengan pakaian minim yang hampir memperlihatkan semua bagian tubuhnya. Gadis itu di gandrungi para laki-laki, mulai dari usia remaja, sampai dewasa, bahkan beberapa lainnya adalah laki-laki yang sudah beristri dan ... tidak tau diri.


Sedangkan Nolan, menjadi tamu undangan karena kesuksesan bisnis dan usahanya yang mulai merambah ke manca negara. Nolan memiliki omset miliyaran setiap hari, dan dia dinobatkan menjadi salah satu pengusaha sukses dan masuk dalam jajaran dua puluh besar milyarder dunia di usianya yang masih muda.


Bukan hanya wajahnya yang tampan, Nolan juga sering menjadi perbincangan atas sikapnya yang dermawan. Ia tidak pernah mau disorot kamera jika sedang melakukan kebaikan, namun para awak media tetap mencuri-curi berita untuk dimuat. Hingga akhirnya Nolan lelah dan membiarkan mereka melakukan apa yang mereka sukai. Toh dengan begitu, dia juga berbuat baik karena bisa menambah pemasukan ke rekening mereka sebab ada berita yang dimuat, tentang dirinya.


Singkat cerita, sejak itu mereka kenal dan dekat. Oh, ralat, Swan yang memaksa mendekatinya.


Kesal dan ingin segera berakhir diam, Nolan membalas. “Oke, nanti coba aku cek ulang schedule ku di asisten.”


Gadis itu tersenyum, kemudian membuat gestur telpon didepan pipi dan telinganya. “Hubungi aku kalau ada waktu senggang.”


Nolan hanya berdehem dan kembali membuang tatapan matanya ke seluruh penjuru studio, termasuk para penonton yang membawa papan nama bertuliskan ungkapan-ungkapan cinta untuk dirinya. Terkadang ia merasa haru karena dicintai banyak orang. Tapi untuk beberapa kesempatan, ia juga merasa terganggu. Misalnya ketika dia sedang keluar kota, dan banyak sekali yang dengan sengaja mengikutinya, menguntit nya dengan mengambil fotonya secara diam-diam. Disitulah kengerian fans yang fanatik mengganggunya. Nolan juga memiliki privasi, dan itu terasa tidak ada sama sekali sekarang.


Sesekali dia melambaikan tangan ke arah mereka yang rela berteriak menyebut namanya hingga urat leher mereka terlihat menonjol dan hampir meledak. Dia ingin tetap terlihat rendah hati kepada semua orang yang mendukungnya dimanapun dia melangkah.


Lelah mendongak memperhatikan para wanita yang menggandrunginya, Nolan kembali mengedarkan pandangan ke arah sudut-sudut ruangan yang orang-orang nya mulai berubah karena pekerjaan mereka yang mengharuskan mereka berlari kesana-kemari demi kesuksesan acara.


Lalu, manik mata Nolan terpatri pada seorang gadis berkuncir kuda yang ada disudut kanan ruangan. Nolan memicingkan mata guna mempertajam pandangan agar lebih jelas melihat siluet itu. Siluet seorang gadis yang begitu ia kenali. Gadis berwajah cantik yang selama sepuluh tahun ini ia rindukan. Gadis yang begitu ia damba. Dan gadis yang masih menempati satu sisi hatinya yang ia biarkan kosong. Dia adalah Clarita. Gadis yang melarikan diri darinya karena kebodohan yang ia lakukan dimasa lalu.


Mereka bahkan masih dipertemukan, meskipun di tempat yang tidak pernah Nolan duga. Jantungnya berdebar tidak karuan, matanya menatap lekat pada sosok berseragam office girl itu, dan bibir itu kembali melengkung tersenyum tulus karena sebuah ide muncul di dalam kepalanya.


“Akhirnya, kita bertemu lagi, Caca.” []


...—Bersambung—...

__ADS_1


###


Boleh minta komennya kakak? ☺️


__ADS_2