MEMBALAS PERSELINGKUHANMU

MEMBALAS PERSELINGKUHANMU
Acara Reuni I


__ADS_3

"Udah, ah, jangan bahas itu lagi. Aku bosan tahu enggak kalau terus-terusan berputar tentang dia." Ucapnya mencebikkan bibirnya.


"Iya, iya, enggak lagi deh." Jawabnya sambil menertawai ekspresi sahabatnya.


"Yaudah, sekarang aku mau tanya, kamu memutuskan pakai hijab bukan karena kamu terpaksa kan? Bukan karena waktu itu, aku kasih hadiah itu?" Tanyanya memastikan


"Ih, bukanlah. Awalnya sih, aku masih menimbang-nimbang untuk memakainya. Tapi selama beberapa hari belakangan, aku sudah memantapkan hatiku untuk memulai berhijab. Aku takut jangan sampai tiba-tiba aku mati dalam keadaan tidak menutup aurat. Mana dosaku banyak banget pasti." Ucapnya sambil saling pandang dengan sahabatnya. Sontak mereka berdua tertawa.


Mereka kembali berbincang-bincang hangat dan membahas mengenai acara reuni yang akan diadakan besok.


Dari arah depan kini suami dan anak Anisa sudah kembali dengan senyum bahagia setelah tadi bermain di pesisir pantai. Suasana semakin hangat dengan kedatangan Dava yang membuat semua orang gemas akan tingkahnya. Mereka bercengkerama sampai matahari sudah terbenam di peraduannya.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Malam acara reuni pun diadakan. Adeela dan keluarga kecil Anisa sudah berangkat menuju tempat diadakannya acara.


Malam ini, Adeela menggunakan baju hadiah pemberian sahabatnya lengkap dengan hijabnya. Make up tipis dan lipstick berwarna chery membuatnya terlihat sangat manis dan anggun.


15 menit kemudian mereka pun sampai di resort teman seangkatan mereka. Resort pribadi di pinggir pantai dan di halaman resort sudah terparkir rapi mobil dari para teman seangkatan mereka.


Mereka berjalan masuk dan di dalam resort sudah banyak teman mereka yang hadir bersama dengan pasangan mereka masing-masing. Reuni kali ini adalah reuni kedua mereka setelah 9 tahun lamanya. Sudah banyak sekali teman mereka yang sedang duduk berkumpul. Kedatangan Adeela dan Anisa yang berjalan masuk menjadi pusat perhatian semua orang.


"Wah, Anisa, kan?" Tanya teman wanitanya yang bernama Fira. Teman sekelasnya dulu bersama dengan Adeela.


"Iya, hy Fir, udah lama enggak ketemu." Ucap Anisa dan bercipika cipiki dengan teman kelasnya.


"Udah punya anak berapa kamu? Yaampun, makin panjang aja nih hijab kamu." Tanya Fira antusias melihat banyak perubahan pada teman kelasnya dulu.


Anisa membalas dengan senyuman, " Baru satu, Fir. Kenalin, di samping aku suami aku, mas Andre dan anak aku, Dava."


Mereka kembali berbincang-bincang sebentar. Beberapa teman kelas mereka pun menghampiri Anisa dan Adeela.


"Di samping kamu itu siapa?" Bisik Fira pada Anisa karena jujur saja ia tidak mengetahui wanita yang barada di samping Anisa sejak tadi.

__ADS_1


Anisa menampakkan senyumnya dan menatap sahabatnya.


"Dia Adeela, Fir!"


"What...." Ucapnya melototkan matanya sambil memandang Adeela dari atas sampai bawah. Sontak semua orang yang ada di sana juga ikut kaget karena tidak mengenali teman kelas mereka itu.


Fira dan teman wanita yang lainnya mendekati Adeela.


"Yaampun, ini beneran kamu, Deel?" Tanyanya sekali lagi.


"Iya, aku Adeela. Udah dari tadi aku berdiri di sini tapi aku di kacangin tahu enggak!" Ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.


"Maaf, maaf. Sumpah demi apapun, Deel, aku enggak ngenalin kamu loh. Kamu berubah banget, Deel. Tambah cantik kamu, apalagi pake hijab kayak gini."


"Bisa aja kamu, mah. Aku juga baru belajar, kok."


Beberapa teman Adeela mendatangi Adeela karena merasa penasaran dengan perubahan drastis teman seangkatan mereka. Setahu mereka Adeela dulu adalah gadis dengan gaya sedikit tomboy namun tetap cantik.


Mereka kini duduk di atas sofa bundar dan bernostalgia mengenang masa-masa putih abu-abu mereka.


"Masukin nomer handpone kamu!" Zaki menyodorkan ponselnya kearah Deela.


Sontak semua wanita menatap Zaki dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Untuk apa?" Tanya Adeela menatap Zaki yang masih menyodorkan ponsel kearahnya.


"Simpan aja. Untuk silaturahmi doang." Ucapnya yang membuat semua teman wanitanya menertawainya.


"Ye, lo mah, bukannya mau silaturahmi. Lo pasti punya maksud terselubung kan. Ada udang di balik batu, lo." Ucap salah satu teman wanitanya.


"Beneran. Enggak ada maksud lain, aku. Yaudah, biar aku aja yang nulis nomer aku di ponsel kamu. Sekarang sini ponsel kamu, biar aku tulis nomer aku. Siapa tahu kamu nantinya butuh bantuan kan! aku siap kok nolongin kamu."


"Jangan dikasih, Deel. Modus tuh dia." Teriak teman seangkatan mereka yang juga tahu bagaimana sifat playboy Zaki.

__ADS_1


Ditengah pembicaraan mereka, datang Justin yang maju menuju Adeela. Ditepuknya bahu Zaki dan membisikkan sesuatu di sana.


"Gue punya nomer ponselnya Adeela, bro. Gini aja, nanti biar gue aja yang akan kirimin lo nomernya, Adeela."


Mendengar ucapan Justin membuat Zaki seketika tersenyum senang. Ia pun menepuk bahu Justin dan mengucapkan terima kasih sebelum akhirnya ia menjauh dari sana.


"Aku kesana dulu ya, Deel." Ucap Zaki menatap dan mengedipkan matanya menatap Adeela.


Adeela hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku teman sekelasnya yang sampai sekarang sikap playboy nya itu masih melekat.


"Lo ngomong apa sama Zaki tadi, Justin?" Tanya Fira karena tiba-tiba saja Zaki pergi dari sana sebelum mendapatkan nomer Adeela.


"R-A-H-A-S-I-A!" Jawabnya yang membuat Fira mengerucutkan bibirnya.


Sebenarnya tadi Justin berbohong pada Zaki tentang ia ingin memberikan nomor ponsel Adeela agar Zaki bisa segera pergi dari sana. Justin pun ikut duduk bersama para wanita dan mencoba menyimak apa yang mereka bicarakan.


Justin bersedekap dada sambil terus menatap kearah Adeela. Menyadari hal itu, Adeela pun memelototkan matanya kearah Justin. Namun Justin malah memeletkan lidahnya menyikapi tingkah Adeela.


Dalam hati Adeela sungguh ingin menutup mata Justin kalau bisa tutup usia sekalian karena sejak tadi Justin terus menatapnya dan sesekali mengejeknya saat pandangan mereka bertemu.


Suasana reuni sangat ramai dengan para teman-teman yang asyik bercanda dan ada beberapa yang melakukan permainan.


Ketua panitia pun mengajak semua orang untuk berjalan menuju belakang resort di pinggir pantai. Ada acara live music dan ketua panitia yang dulunya menjabat sebagai ketua osis itu pun memberikan sambutan kepada semua teman-temannya.


Semua orang sangat menikmati acara reuni malam itu dan orang pertama yang membawakan lagu adalah Justin. Semua orang awalnya menertawai Justin karena tidak ada yang tahu bahwa Justin bisa bernyanyi.


"Jangan lemparin botol kalau kalian enek dengar suara aku." Ucap Justin sesaat sebelum ia bernyanyi. Justin pun mulai memetik gitar dipadukan dengan musik acoustic.


Semua teman seangkatannya duduk di atas pasir menunggu dengan harap-harap cemas jangan sampai suara Justin jelek. Bisa jadi bahan tertawaan nantinya kalau suaranya jelek.


Adeela, Anisa dan semua teman perempuannya duduk di pinggir kanan sambil menatap Justin yang masih memetik gitar di atas panggung.


Jangan lupa like, komen dan voteπŸ˜šπŸ˜‰πŸ‘

__ADS_1


Salam story from By_me


__ADS_2