
Sudah empat bulan lebih Adeela menjauh dan pergi dari rumah. Selama itu pula keberadaannya tidak ditemukan oleh Farhan, sebut saja dia sekarang mantan suami Adeela.
Jadi, sekarang status Adeela dan Farhan telah resmi bercerai. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka bercerai, dikarenakan bukti-bukti yang ada semua memberatkan Farhan. Berkali-kali, Farhan memohon agar adanya mediasi dan menghadirkan Adeela di persidangan, Namun Adeela lagi-lagi menolak dan telah mantap dengan keputusannya. Adeela dibantu oleh kuasa hukum dari saudaranya, Bima. Selama persidangan, kuasa hukum Adeela yang membereskan semuanya walau tanpa kehadirannya. Sangat mudah untuk memenangkan kasus perceraian itu, dikarenakan semua bukti-bukti memberatkan pihak Farhan.
Adeela tahu bahwa Farhan selama ini mencari dan melacak akan keberadaannya. Namun selama itu pula, Adeela mampu bersembunyi dari radar suaminya. Ya, Farhan tak mampu melacak keberadaannnya karena akses telah di tutup oleh, Bima. Bima membatasi dengan sangat ketat agar Adeela tidak dapat ditemukan oleh mantan suaminya. Kecerdasan dan kepiawaian Bima dalam bidang IT membuat Farhan dan orang suruhannya tak mampu menemukannya selama masa sidang sampai sekarang.
Selama empat bulan, Adeela membangun usaha toko kue nya. Selama itu pula usahanya berkembang pesat dan sangat digandrungi oleh semua kalangan. Lokasi yang strategis membuat toko kue nya ramai akan pengunjung. Ya, saat ini Adeela masih tinggal di satu kota yang sama dengan mantan suaminya. Hanya saja, jarak antara rumah dan perkantoran Farhan jauh dengan lokasinya saat ini.
Alasan Adeela tetap memilih kota Jakarta, karena, yang pertama, saudara dan sahabatnya sekarang tinggal di sana. Hanya mereka satu-satunya keluarga yang ia miliki. Yang kedua, lokasi yang strategis dan bisnis yang menjanjikan untuk kelangsungan ekonominya ke depannya sangat menguntungkan untuknya. Jadi, tidak ada alasan untuknya tidak memilih lokasi ini.
Pertanyaannya, bagaimana jika nanti Adeela akan bertemu dengan Farhan? Jawabannya adalah, jika sampai masa itu terjadi, maka Adeela tidak akan menghidar dan akan bersikap seperti biasa. Walaupun nantinya mereka bertemu, tidak akan berpengaruh apa-apa pada dirinya. Hadapi saja, fikirnya. Toh, mereka kini telah resmi bercerai dan Farhan sudah tidak mempunyai hak apapun lagi pada dirinya.
Setelah waktu sudah menunjukkan pukul 16.20 WIB, Adeela pun bersiap-siap untuk menutup toko. Berhubung sore ini ia juga ingin ke pusat perbelanjaan yang ada di dekat toko kue nya. Ia ingin membeli skincare dan bodycare untuk perawatannya kini. Sekalian juga, ia ingin membeli beberapa keperluan dapur di sana.
Sejam kemudian, apa yang ia cari dan butuhkan telah ia dapatkan. Hari juga sudah menjelang maghrib. Adeela segera bergegas untuk keluar dari pusat perbelanjaan dan mencari taksi di pinggir trotoar. Saat sedang memperhatikan kendaraan yang lewat, tiba-tiba saja fokusnya teralih pada seorang nenek yang jatuh tersungkur akibat tas yang ia tenteng di jambret oleh dua orang pengendara motor. Alhasil, si nenek tadi terjatuh dan mengalami lecet di beberapa bagian tubuhnya.
"Astagfirullah, nek!" Ucapnya kaget menyaksikan kejadian yang terjadi tepat disampingnya.
__ADS_1
Segera ia berlari menghampiri si nenek yang kini telah terduduk di pinggir trotoar dengan ekspresi kesakitan sambil memperhatikan siku dan telapak tangannya yang lecet.
"Ya Allah, nek. Biar Adeel bantu, nek." Adeela membantu memapah si nenek berjalan menuju kursi yang berada di pinggir trotoar. Si nenek berjalan dengan langkah pelan dan sedikit pincang, mungkin karena terdapat luka juga di area lututnya.
Adeela mendudukkan si nenek di kursi dan memperhatikan luka yang terdapat di tangan si nenek.
"Ya ampun, nek, luka nya harus segera di obatin, nek. Mmmm..." Adeela tampak berfikir dan melihat area sekitar. Fokusnya terhenti pada titik yang ia cari. "Nenek tunggu di sini dulu, ya. Aku mau ke apotik dulu. Beli sesuatu untuk ngobatin luka nya."
Belum sempat Adeela berjalan, tangannya sudah di cekal oleh si nenek. Adeela menatap si nenek dengan penuh tanda tanya.
"Kenapa, nek?"
"Enggak bisa nunggu nanti, nek. Kalau luka nya dibiarin kering, takutnya nanti jadi infeksi dan pastinya luka nya akan semakin sakit kalau
nanti
dibersihin, nek."
__ADS_1
"Nenek, tidak ingin merepotkan kamu, nak!"
Adeela mencoba melepaskan pegangan tangan si Nenek yang berada di lengannya dan beralih menggenggam tangan si nenek."Tidak merepotkan sama sekali, kok, nek. Biar aku, bantu, ya!"
Si Nenek pun hanya bisa mengangguk pasrah. Detik berikutnya, Adeela mencoba menyebrang jalan untuk menuju ke apotik di seberang jalan.
3 menit kemudian, Adeela kembali dengan membawa segala yang diperlukan.
Adeela menggulung lengan baju nenek yang panjangnya sampai siku ke atas. Kemudian, ia mulai mengobati luka yang terdapat pada siku kanan dan telapak tangan si Nenek.
"Awwhhh!" Ringis nenek saat kapas menyentuh permukaan kulitnya yang luka.
"Maaf, maaf, nek. Sebentar lagi selesai, kok." Adeela turut meringis melihat luka akibat aksi jambretan tadi.
"Kasihan sekali Anda, nek. Hadeuh, manusia jaman sekarang, maunya yang instan." Adeela lagi-lagi merutuki penjambret tadi yang mencari uang dengan cara yang tidak halal.
Setelah selesai pada area lengan, kini Adeela beralih pada area lutut nenek yang juga sedikit lecet. Setelah selesai, Adeela membuang di tempat sampah sisa nya dan kembali duduk mendekati si Nenek.
__ADS_1
"Makasih, ya, nak!" Ujar nenek tulus sambil menatap Adeela dengan tulus.