MEMBALAS PERSELINGKUHANMU

MEMBALAS PERSELINGKUHANMU
Farhan POV


__ADS_3

FARHAN POV


Akulah seseorang yang takabur itu. Dulu, punya istri cantik, baik, muda dan setia, malah ku sia-siakan. Aku terlena dengan semua itu. Aku kiranya, Adeela si gadis periang, jutek namun baik itu bisa memaafkan aku. Bisa memaafkan kekhilafanku. Bisa menerima, walaupun aku ketahuan mendua. Dengan sombongnya aku mengatakan di dalam hati, "Adeela pasti akan memaafkan aku. Karena dia sangat mencintaiku!" Itu kataku dulu. Tapi ternyata, aku salah! Aku salah jika beranggapan bahwa Adeela akan memaafkan aku dan menerima aku kembali karena kecintaannya padaku.


Aku melupakan satu hal. Dan baru sadar akan hal itu. Jikalau wanita yang periang, cerewet, jutek, yang suka mengingatkan aku ini itu adalah wanita yang sekalinya disakiti, dikecewakan, dikhianati, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk berfikir dua kali untuk meninggalkan pasangannya. Aku hanya berharap, Adeela akan memaafkan aku.


Akulah orang takabur itu. Dahulu memiliki kekayaan dan kekuasaan malah aku hambur-hamburkan pada orang yang salah. Kekayaanku ku hamburkan bukan pada tempatnya. Bukan pada jalan yang benar. Dengan begitu sombongnya aku mengatakan, "Kekayaanku tidak akan habis sampai tujuh turunan." Dan sekarang, Tuhan seketika mencabut semua kenikamatan itu. Tuhan mengambil kembali apa yang telah diberikan padaku dalam waktu hanya sehari. Semua sudah hilang. Cinta, kekayaan, kekuasaan dan keluarga, semuanya telah hilang.


Karena sifat keangkuhanku, ketakabburanku, Tuhan mencabut semua nikmat itu. Aku sendiri. Oh, tidak! Aku melupakan satu hal jika aku masih memiliki seorang anak yang hidupnya harus aku tanggung. Anak yang harus menanggung semua kejahatan ku dahulu. Anak yang juga terkena imbas dari apa yang kulakukan.


Aku harus bangkit. Aku tidak bisa jika hanya berjalan. Mulai sekarang aku harus berlari. Karena semuanya harus aku mulai lagi dari nol.


Hari ini, aku mencoba peruntunganku dengan mendatangi perusahaan-perusahaan yang kiranya bisa menerimaku. Berbekal pengalaman kerja dan jabatan yang dulu kupunya, aku yakin aku akan dengan mudah mendapatkan pekerjaan itu.


Aku berangkat pagi hari dan telah mendatangi beberapa perusahaan besar untuk mengajukan lamaran. Namun semua perusahaan itu menolak dengan hanya melihat resume kerjaku.


Perusahaan-perusahaan kecil juga tak luput dari pengharapanku. Tapi ternyata semua tidak semudah yang kukira. Aku ditolak!


Aku yang sudah kelelahan dan bercucuran keringat pun beristirahat di depan toko. Air dingin yang masuk ke dalam kerongkonganku terasa sangat nikmat. Mengapa baru sekarang hanya air dingin seperti ini sangat nikmat mengalir di kerongkongan.


Aku pulang dengan tangan kosong. Tak ada hasil yang kudapatkan di hari pertama. Hari kedua, ketiga, keempat dan hari kelima juga tidak ada hasil. Rata-rata perusahaan tempat aku mengajukan lamaran, jawabannya menolak ataukah mereka menyuruh aku untuk menunggu panggilan dari pihak mereka. Tapi sampai hari ini, tidak juga aku dapatkan panggilan dari salah-satu perusahaan itu. Menyerah pun rasanya tidak mungkin. Mau makan apa aku dan anakku jika aku tak mempunyai penghasilan.


Oh Tuhan! Ternyata sesulit ini rasanya saat kita berharap untuk mendapatkan sesuap nasi. Untuk menyambung hidup. Tapi, kalau difikir-fikir lagi, apa yang aku rasakan belum seberapa dengan yang Adeela rasakan. Adeela lebih lebih menderita dari apa yang aku alami sekarang. Adeela pernah bercerita bahwa ia harus berhemat untuk biaya hidupnya. Adeela diberi uang dari Ibu panti hanya sedikit. Dan itupun, ia harus memutar otak agar uang dari Ibu panti cukup untuk sebulan. Kalaupun tidak cukup, Adeela akan berjualan keliling untuk menjual kue buatannya sendiri. Demi biaya sekolahnya.


Aku datang dan menawarkan bahagia untuknya. Berjanji untuk selalu membahagiakannya dan mengangkat derajatnya. Namun janji yang dulu aku ucapkan ternyata aku sendiri yang mengingkari. Aku malah membawa luka yang dalamnya tidak bisa aku perkirakan. Dan begitu dengan percaya dirinya aku berharap ingatan Adeela tidak akan kembali saat cinta itu kembali tumbuh untuk yang kedua kalinya. Namun lagi-lagi aku salah. Adeela yang bersikap tenang ternyata membuatku hanyut. Aku tertipu oleh sikap dan perlakuannya padaku. Sikap manisnya, manjanya dan senyum indahnya. Ternyata Adeela ingin memberikan kejutan padaku. Kejutan itu ternyata membuatku merasakan penderitaan yang dalam. Dan setelah aku merasakannya...aku hancur! Hancur sehancur hancurnya.

__ADS_1


Oh Tuhan, aku memang pantas mendapatkan semua ini. Karena kelelahan berjalan dan kelelahan memikirkan masa depanku yang suram, aku beristirahat di depan toko dan kembali meneguk air mineral dingin. Makan siang sudah tidak ada dalam list ku. Aku harus berhemat. Aku baru bisa makan siang jika sudah sampai rumah. Itupun waktu makan siang sudah hampir dengan waktu makan malam.


Saat sedang melamun sambil menatap ke depan, seseorang tiba-tiba duduk di depanku dan duduk dengan santainya. Mataku yang awalnya sayu, mendadak menajam saat melihat wanita di depanku.


FARHAN POV END


"Hy, lama tidak berjumpa, MAS FARHAN!" Jawabnya dengan senyum merekahnya. Namun senyum yang dulu sangat memikat itu, kini memuakkan menurut Farhan.


Farhan menegakkan badannya dan tatapan tajamnya seakan menusuk pada wanita yang sedang duduk di depannya. Wanita itu adalah Kyla.


"Mau apa lagi kamu?! Aku sungguh tidak sudi bertemu dengan wanita sepertimu."


Kyla yang mendengar perkataan Farhan bukannya tersinggung, malah menampakkan senyum mengejeknya.


"Eitsss, jangan marahlah, Mas Farhan. Aku hanya menanyakan kabar. Mengapa responmu seperti ini?!."


Hening untuk sesaat. Mereka sama-sama terdiam. Keterdiaman itu berlangsung selama beberapa menit, hingga akhirnya, Kyla kembali mulai berbicara.


"Aku sudah tahu apa yang sedang menimpamu, Mas."


Apa yang Kyla katakan seketika menarik atensi Farhan. Farhan menatap Kyla dan menunggu kelanjutannya.


"Aku ingin minta maaf, Mas. Dan sebagai permintaan maafku, izinkanlah aku kembali padamu. Aku tidak apa-apa dengan keadaanmu yang sekarang, Mas! Aku ingin menebus kesalahanku yang kemarin dan ingin memulai kembali bersama kamu dan juga anak kita, Reyhan!"


Farhan lagi-lagi menatap Kyla dengan tatapan tajamnya sembari mengatakan, "Biar kamu bersujud sekalipun, aku sudah tidak sudi hidup dengan kamu! Aku lebih baik sendiri daripada harus kembali bersama wanita sepertimu." Ujarnya dengan lantang.

__ADS_1


"Kamu bukan contoh istri yang baik, Kyla. Bukan pula contoh seorang Ibu yang baik untuk, Reyhan!"


"Tapi..."


"Tidak ada tapi-tapian. Hargai keputusanku. Aku ingin memulai hidup yang baru. Jangan pernah lagi ganggu hidupku dan Reyhan. Pergilah sejauh-jauhnya. Jangan lagi menampakkan muka mu di depan ku dan Reyhan." Ujarnya finish dan berdiri dari sana ingin meninggalkan Kyla.


Namun apa yang Kyla katakan seketika membuat Farhan menghentikan langkahnya.


"Aku juga sudah tahu tentang mantan istri kamu itu. Sekarang dia terlihat bahagia, ya! Tapi, satu hal yang lucu menurutku. Setelah cerai dari kamu, dia malah menikah dengan sahabat karib mu sendiri!" Ujarnya yang membuat Farhan menggemerutukkan giginya dan mengepalkan kedua tangannya.


Farhan membalikkan badannya dan melangkah mendekati Kyla.


"Apanya yang lucu? kamu lupa, kalau kamu yang telah menghancurkan semuanya!" Ujarnya dengan berapi-api. "Aku bodoh, sangat bodoh karena menduakan Adeela demi wanita yang tidak bisa menjaga kehormatannya seperti kamu!"


"Apa kamu juga lupa kalau aku seperti ini karena kamu, Mas! Kamu lebih memilih bersama Adeela dan meninggalkan aku selama berbulan-bulan. Aku juga butuh kamu, Mas!"


"Adeela juga lebih butuh aku saat itu! Adeela masih sah sebagai istriku saat itu kalau sampai kamu lupa."


"Tapi apa yang terjadi, Mas, Adeela ternyata hanya mengelabui kamu!"


Farhan pun terdiam setelah mendengar apa yang Kyla katakan. Memang benar! Tapi ia bisa apa. Mungkin itu karma dari apa yang dulu telah ia lakukan.


******


Segitu aja dulu ya, genks. Baru jam segini udah ngantuk aja. Mata berat benget dah. Aku usahain besok up dua bab. Malam ini biarin aku tidur cantik dulu, ya. Capek ini habis kerja👍🙏

__ADS_1


Jangan lupa klike like, komen dan subscribe😂 Eh, salah. Klik vote maksudnya.


Salam story from By_me


__ADS_2