MEMBALAS PERSELINGKUHANMU

MEMBALAS PERSELINGKUHANMU
Hanya dalam sehari


__ADS_3

“Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku!” Jawab Justin dengan


menatap kedalam bola mata Adeela.


Adeela membuka mulutnya mendengar kata-kata yang dengan mudahnya


Justin ucapkan. Ada apa dengan lelaki ini? Mencintai seseorang tidak semudah


membalikkan telapak tangan. Sungguh lelaki ini membuatnya tak percaya hanya


dalam sehari.


Adeela menarik nafas dalam dan menghembuskannya sambil terus


menatap Justin. Mereka berdua harus terjebak dalam permainan rumah-rumahan.


“Jangan pernah menganggap semuanya gampang Justin. Bagaimana


mungkin dengan mudahnya lu mengatakan itu, sedangkan lu tahu sendiri kalau gue


dan lu tuh ibarat air dan minyak. Enggak pernah akur, enggak pernah searah.


Lalu, bagaimana nantinya kita...”


Adeela tidak bisa melanjutkan kata-kata nya, karena lebih dulu


dipotong oleh Justin. “Kita ini sudah dewasa, Deel. Kita ini kan punya Tuhan


yang mampu membolak-balikkan hati. Menurut kamu, kenapa kita bisa sampai pada


titik ini kalau tidak ada campur tangan Tuhan di dalamnya, hmm?” Tanya Justin


dengan sangat lembut menatap dalam manik mata Adeela.


Adeela terdiam mendengarkan kata-kata Justin. Apa yang lelaki yang


telah berstatus sebagai suaminya ini katakan, benar adanya.  Tapi entah mengapa masih ada hal yang


mengganjal di dalam hatinya.


“Semua sudah diatur oleh Tuhan. Aku saja masih tidak percaya kalau


ternyata kita bisa menjadi pasangan sekarang. Tapi itu semua kembali pada diri


masing-masing. Kita jalani saja takdir kita sekarang. Kamu membuka diri untuk


aku dan aku juga akan membuka diri untuk kamu. Kalau salah satunya dari


pasangan malah memblock dirinya, membentengi dirinya, maka tidak akan ada cinta


di dalamnya. Benar begitu, Deel?”


Adeela diam seribu bahasa mencerna setiap kata-kata yang terlontar


dari mulut Justin. Ia benar-benar tidak percaya, ternyata Justin mempunyai sisi


bijak dalam dirinya yang baru Adeela tahu sekarang.


“Mulai sekarang, aku adalah suamimu dan kamu adalah istriku. Tak


perlu ragu, Deel. Aku ini adalah lelaki sejuta pesona!"


Ya ampun, baru saja tadi dia menjadi sosok yang berbeda, sekarang


sifat kenarsisannya sudah kembali lagi. Adeela hanya bisa memutar bola mata


jengah mendengarnya. Justin terkekeh melihat ekspresi yang Adeela tunjukkan


saat ia mengatakan itu.


“Lu sebenarnya orang yang kayak gimana, sih?” Tanya Adeela


kembali. Karena jujur saja, sifat Justin menurutnya berubah-ubah. Kadang

__ADS_1


tengil, jahil, kadang dingin dan satu hal yang Adeela baru tahu hari ini juga,


Justin memiliki sisi bijak. Apakah Justin memiliki kepribadian ganda? Karena


yang ia tahu selama ini, Justin sangat jahil terhadapnya.


Justin merubah posisi duduknya menjadi menyamping menghadap Adeela


dan  menjadikan siku nya sebagai sandaran


kepalanya.


“Aku ya, begini orangnya. Tampan, berkharisma, dermawan, tidak


sombong dan baik hati, sayang sama keluarga...”


“Udah, udah. Gue ngantuk dengernya.” Justin lagi-lagi bisa


terkekeh melihat respon Adeela.


“Sekarang jangan manggil lu-gue lagi, kan kita sudah suami-istri.


Manggil Kang Mas aja, atau kalau kamu mau, manggil my Hubby juga boleh. Se


nyamannya kamu mau bagaimana!” Dengan alis yang naik turun mengatakan itu.


Adeela yang mendengarnya seketika menjulurkan lidahnya ala-ala


pengen muntah. Bulu kuduknya meremang mendengar ucapan alay dari Justin.


“Enggak!” Jawabnya langsung. Baru membayangkannya saja sudah bisa


membuatnya geli-geli jijay.


“Ya, kok gitu sih, sayang.” Godanya sambil berusaha menggapai


tangan Adeela, namun secepat kilat tangannya ia hindarkan dari Justin.


“Sayang, sayang pala lu peang, jangan pegang-pegang!” Tolaknya


“Ya kali, selamanya aku enggak bisa pegang-pegang. Kamu sekarang


itu ISTRIKU, ingat baik-baik!”


“Tapi aku belum bisa.” Rengeknya.


“Dibiasakan. Susah amat.”


Adeela hanya bisa meratapi nasibnya.


“Dekat-dekat, sini!” Pintanya sambil melambaikan tangannya


memanggil.


Namun Adeela malah menggelengkan kepalanya sebagai penolakan.


Detik berikutnya, ia mengambil tasnya dan berniat ingin pergi dari sana.


“Aku mau pulang!” Gumamnya lirih dan berdiri dari sofa.


Siapa sangka, dengan sigap Justin menarik tangan Adeela dan kini


Adeela malah duduk di atas pangkuan Justin.


Hening untuk sesaat...


Keduanya saling menatap dengan pandangan yang berbeda. Adeela yang


tegang dan Justin yang malah terlihat santai berada di situasi ini. Adeela


melotot mendapatkan perlakuan mendadak dari Justin.


“Mmm...jangan seperti ini Justin. Aku nggak nyaman.”

__ADS_1


Bukannya menjawab, Justin malah mengambil tas yang Adeela pegang


sedari tadi dan menyimpannya di meja depan sofa. Suasana masih hening....


Entah mengapa, Adeela malah terdiam berada pada situasi ini.


“Malam ini kamu nginap di sini, temani aku.” Ucapnya, masih dengan


posisi yang sama.


“Yaudah, gue bakalan temanin. Tapi, turunin dulu.” Terangnya


sambil menatap pada posisi duduk mereka.


“Aku engak akan nurunin kamu kalau kamu masih manggil lu-gue.”


“Yaudah, tapi turunin dulu!” Akhirnya Adeela pun tidak punya


pilihan lain. Daripada Justin tidak akan melepaskannya.


Justin pun menurunkan Adeela dari pangkuannya dan kembali mereka


duduk berdampingan.


 “Aku tidur di sofa, kamu


tidur di kursi tunggu saja di luar.”


“Tega kamu sama suami sendiri. Masa iya, aku tidur di luar!”


“Terus kamu mau tidur di mana, sofa panjang nya hanya satu dan


itupun sempit.”


“Tidur berdua di sofa masih bisa kok.”


“Masa iya,tidur di sofa berdua.”Gumamnya di dalam hati.


“Enggak muat, Justin.”


“Muat kok, sini deh.” Justin merebahkan badannya di sofa dan


menggeser badannya semakin dalam untuk menyisakan tempat untuk istri barunya.


“Tapi...” Belum sempat Adeela menolak, tangannya sudah di tarik


oleh Justin dan kini badannya telah ikut berbaring dengan posisi saling


berdempet-dempetan.


“Kasar banget sih!” Ucapnya, sambil memukul badan Justin yang


mampu ia gapai hingga beberapa kali. Karena kini posisinya, Adeela tidur dengan


membelakangi Justin dan Justin berada di belakang badannya.


Justin dengan sigap menangkap tangan Adeela yang sedari tadi


memukulnya dan menguncinya dengan cara memeluknya. “Jangan banyak gerak, nanti


ada yang bangun!”


“JUSTIN!”


“Ada yang tegak, tapi bukan keadilan :D


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


ya ampun babang bule  :D


jangan lupa like, komen dan vote yah!


Saranghae!!!!

__ADS_1


Salam story from By_me


__ADS_2