
“Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku!” Jawab Justin dengan
menatap kedalam bola mata Adeela.
Adeela membuka mulutnya mendengar kata-kata yang dengan mudahnya
Justin ucapkan. Ada apa dengan lelaki ini? Mencintai seseorang tidak semudah
membalikkan telapak tangan. Sungguh lelaki ini membuatnya tak percaya hanya
dalam sehari.
Adeela menarik nafas dalam dan menghembuskannya sambil terus
menatap Justin. Mereka berdua harus terjebak dalam permainan rumah-rumahan.
“Jangan pernah menganggap semuanya gampang Justin. Bagaimana
mungkin dengan mudahnya lu mengatakan itu, sedangkan lu tahu sendiri kalau gue
dan lu tuh ibarat air dan minyak. Enggak pernah akur, enggak pernah searah.
Lalu, bagaimana nantinya kita...”
Adeela tidak bisa melanjutkan kata-kata nya, karena lebih dulu
dipotong oleh Justin. “Kita ini sudah dewasa, Deel. Kita ini kan punya Tuhan
yang mampu membolak-balikkan hati. Menurut kamu, kenapa kita bisa sampai pada
titik ini kalau tidak ada campur tangan Tuhan di dalamnya, hmm?” Tanya Justin
dengan sangat lembut menatap dalam manik mata Adeela.
Adeela terdiam mendengarkan kata-kata Justin. Apa yang lelaki yang
telah berstatus sebagai suaminya ini katakan, benar adanya. Tapi entah mengapa masih ada hal yang
mengganjal di dalam hatinya.
“Semua sudah diatur oleh Tuhan. Aku saja masih tidak percaya kalau
ternyata kita bisa menjadi pasangan sekarang. Tapi itu semua kembali pada diri
masing-masing. Kita jalani saja takdir kita sekarang. Kamu membuka diri untuk
aku dan aku juga akan membuka diri untuk kamu. Kalau salah satunya dari
pasangan malah memblock dirinya, membentengi dirinya, maka tidak akan ada cinta
di dalamnya. Benar begitu, Deel?”
Adeela diam seribu bahasa mencerna setiap kata-kata yang terlontar
dari mulut Justin. Ia benar-benar tidak percaya, ternyata Justin mempunyai sisi
bijak dalam dirinya yang baru Adeela tahu sekarang.
“Mulai sekarang, aku adalah suamimu dan kamu adalah istriku. Tak
perlu ragu, Deel. Aku ini adalah lelaki sejuta pesona!"
Ya ampun, baru saja tadi dia menjadi sosok yang berbeda, sekarang
sifat kenarsisannya sudah kembali lagi. Adeela hanya bisa memutar bola mata
jengah mendengarnya. Justin terkekeh melihat ekspresi yang Adeela tunjukkan
saat ia mengatakan itu.
“Lu sebenarnya orang yang kayak gimana, sih?” Tanya Adeela
kembali. Karena jujur saja, sifat Justin menurutnya berubah-ubah. Kadang
__ADS_1
tengil, jahil, kadang dingin dan satu hal yang Adeela baru tahu hari ini juga,
Justin memiliki sisi bijak. Apakah Justin memiliki kepribadian ganda? Karena
yang ia tahu selama ini, Justin sangat jahil terhadapnya.
Justin merubah posisi duduknya menjadi menyamping menghadap Adeela
dan menjadikan siku nya sebagai sandaran
kepalanya.
“Aku ya, begini orangnya. Tampan, berkharisma, dermawan, tidak
sombong dan baik hati, sayang sama keluarga...”
“Udah, udah. Gue ngantuk dengernya.” Justin lagi-lagi bisa
terkekeh melihat respon Adeela.
“Sekarang jangan manggil lu-gue lagi, kan kita sudah suami-istri.
Manggil Kang Mas aja, atau kalau kamu mau, manggil my Hubby juga boleh. Se
nyamannya kamu mau bagaimana!” Dengan alis yang naik turun mengatakan itu.
Adeela yang mendengarnya seketika menjulurkan lidahnya ala-ala
pengen muntah. Bulu kuduknya meremang mendengar ucapan alay dari Justin.
“Enggak!” Jawabnya langsung. Baru membayangkannya saja sudah bisa
membuatnya geli-geli jijay.
“Ya, kok gitu sih, sayang.” Godanya sambil berusaha menggapai
tangan Adeela, namun secepat kilat tangannya ia hindarkan dari Justin.
“Sayang, sayang pala lu peang, jangan pegang-pegang!” Tolaknya
“Ya kali, selamanya aku enggak bisa pegang-pegang. Kamu sekarang
itu ISTRIKU, ingat baik-baik!”
“Tapi aku belum bisa.” Rengeknya.
“Dibiasakan. Susah amat.”
Adeela hanya bisa meratapi nasibnya.
“Dekat-dekat, sini!” Pintanya sambil melambaikan tangannya
memanggil.
Namun Adeela malah menggelengkan kepalanya sebagai penolakan.
Detik berikutnya, ia mengambil tasnya dan berniat ingin pergi dari sana.
“Aku mau pulang!” Gumamnya lirih dan berdiri dari sofa.
Siapa sangka, dengan sigap Justin menarik tangan Adeela dan kini
Adeela malah duduk di atas pangkuan Justin.
Hening untuk sesaat...
Keduanya saling menatap dengan pandangan yang berbeda. Adeela yang
tegang dan Justin yang malah terlihat santai berada di situasi ini. Adeela
melotot mendapatkan perlakuan mendadak dari Justin.
“Mmm...jangan seperti ini Justin. Aku nggak nyaman.”
__ADS_1
Bukannya menjawab, Justin malah mengambil tas yang Adeela pegang
sedari tadi dan menyimpannya di meja depan sofa. Suasana masih hening....
Entah mengapa, Adeela malah terdiam berada pada situasi ini.
“Malam ini kamu nginap di sini, temani aku.” Ucapnya, masih dengan
posisi yang sama.
“Yaudah, gue bakalan temanin. Tapi, turunin dulu.” Terangnya
sambil menatap pada posisi duduk mereka.
“Aku engak akan nurunin kamu kalau kamu masih manggil lu-gue.”
“Yaudah, tapi turunin dulu!” Akhirnya Adeela pun tidak punya
pilihan lain. Daripada Justin tidak akan melepaskannya.
Justin pun menurunkan Adeela dari pangkuannya dan kembali mereka
duduk berdampingan.
“Aku tidur di sofa, kamu
tidur di kursi tunggu saja di luar.”
“Tega kamu sama suami sendiri. Masa iya, aku tidur di luar!”
“Terus kamu mau tidur di mana, sofa panjang nya hanya satu dan
itupun sempit.”
“Tidur berdua di sofa masih bisa kok.”
“Masa iya,tidur di sofa berdua.”Gumamnya di dalam hati.
“Enggak muat, Justin.”
“Muat kok, sini deh.” Justin merebahkan badannya di sofa dan
menggeser badannya semakin dalam untuk menyisakan tempat untuk istri barunya.
“Tapi...” Belum sempat Adeela menolak, tangannya sudah di tarik
oleh Justin dan kini badannya telah ikut berbaring dengan posisi saling
berdempet-dempetan.
“Kasar banget sih!” Ucapnya, sambil memukul badan Justin yang
mampu ia gapai hingga beberapa kali. Karena kini posisinya, Adeela tidur dengan
membelakangi Justin dan Justin berada di belakang badannya.
Justin dengan sigap menangkap tangan Adeela yang sedari tadi
memukulnya dan menguncinya dengan cara memeluknya. “Jangan banyak gerak, nanti
ada yang bangun!”
“JUSTIN!”
“Ada yang tegak, tapi bukan keadilan :D
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
ya ampun babang bule :D
jangan lupa like, komen dan vote yah!
Saranghae!!!!
__ADS_1
Salam story from By_me