MEMBALAS PERSELINGKUHANMU

MEMBALAS PERSELINGKUHANMU
Pesan Antar


__ADS_3

Seminggu setelah malam acara reuni waktu itu, Farhan pun sudah bersikap seperti semula pada istrinya. Malah, sekarang Farhan semakin protektif padanya dan tidak mengizinkannya untuk bertemu kembali dengan sahabatnya, si Justin.


Kesibukan Adeela sekarang adalah sebagai pemilik toko kue. Adeela kini mengelola usaha cake and bakery dengan modal dari suaminya. Sebenarnya Adeela menolak pemberian suaminya itu, karena bagaimanapun nantinya semua itu akan ia tinggalkan. Namun apalah daya, ia tidak bisa menolak pemberian suaminya.


Pagi-pagi sekali Adeela sudah berada di toko kue nya. Ia pun kini telah memiliki beberapa karyawan. Salah satu diantaranya menjabat sebagai manajer dan selalu membantunya. Walau baru beberapa hari toko nya itu buka, pelanggannya terbilang sudah lumayan. Karena cita rasa kue buatan Adeela yang beda dari yang lain dan memiliki tekstur yang lembut, membuat pembeli datang lagi dan lagi.


Lokasi toko kue nya juga sangat strategis dekat dengan perkantoran dan kampus. Pagi ini sudah ada beberapa pembeli yang mampir di toko kue nya. Biasanya toko kue nya ini akan rame pada saat jam makan siang dan kebanyakan yang membeli kue nya adalah para karyawan serta mahasiswa/(i).


Adeela duduk di kursi dekat kasir berbincang dengan manajer di toko kue nya yang bernama Intan. Saat sedang asyik-asyik nya berbincang, kegiatan mereka dihentikan oleh panggilan masuk di toko kue nya. Toko Adeela memang menyediakan pemesanan antar.


Intan pun mengangkat panggilan


"Dengan toko cake and bakery Fadeel . Menerima pesan antar. Ada yang bisa kami bantu?" Tanya Intan dengan intonasi seramah mungkin.


Jadi, toko kue Adeela (cake and bakery Fadeel) Fadeel, dari singkatan (Farhan dan Deela) memang sedikit norak, tapi itu adalah ide dari Farhan. Adeela hanya menerima bersih saja. Adeela pun tak bisa merubah keinginan suaminya.


Kembali ke perbincangan tadi!


"--------"


"Iya, mbak. Mbak mau pesan kue apa?" Intan menekan bolpoint nya dan membuka buku pemesananan.


"--------------------------"


Intan fokus mendengarkan dan menulis pesanan dan alamat dari pelanggannya.


"Baik, baik. Sebelum jam istirahat akan kami antarkan."


"-------------------------" Entah apa yang diucapkan pelangan Adeela di balik telepon. Sangat panjang sekali. Mungkin yang di pesan juga banyak.


Intan menatap Adeela dengan kening yang berkerut saat masih menerima panggilan itu. Adeela pun menatap balik Intan dengan berbagai tanda tanya.


"Oh, seperti itu ya, mbak. Baik, nanti akan kami sampaikan kepada atasan kami."


"------------------------" Panjang kali lebar titah dari pelanggannya ini.


"Harus ya, mbak?"


"-------------------"


"Baik, mbak. Sebelum makan siang akan kami antarkan!" Ucap Intan lagi-lagi dengan intonasi seramah mungkin.


Panggilan pun terputus. Intah menghembuskan nafas lega setelah mematikan telepon tadi.


"Mbak!" Intan memajukan kursi dorongnya semakin mendekat dengan Adeela.


"Ada apa sih?" Tanya Adeela heran melihat tingkah karyawannya.

__ADS_1


"Pelanggan tadi pesan kue, mbak!"


"Yaudah, kalau pesan kue langsung anterin aja, Ntan!" Jawab Adeela santai.


Intan menggelengkan kepalanya.


Adeela mengerutkan keningnya melihat tingkah karyawannya.


"Geleng-geleng kenapa kau?" Tanya Adeela pada Intan.


"Jadi gini, pelanggan tadi tuh pesan kue 3 macam, mbak," Adeela fokus mendengarkan setiap ucapan karyawannya. "Dan pelanggan tadi minta...Mbak Adeela yang anterin kue nya ke sana!"


Kening Adeela semakin mengerut mendengar ucapan Intan.


"Kamu aja yang anterin. Mereka kan enggak tahu kalau aku yang anterin atau bukan!"


"Enggak bisa, mbak! Mereka mau nya, mbak yang langsung anterin ke sana!"


Adeela menarik nafas dalam, "Yaudah, karena enggak ada pilihan lain, aku yang anterin pesanannya. Alamatnya di mana?"


"Perusahaan AD Corp, mbak. Di jalan xx. Atas nama Ainun Auliah. Mereka mau nya pesanan diantar sebelum makan siang, mbak!"


Adeela melihat jam yang melingkar di tangan kanannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 11.25 Wib.


"Yaudah, karena sudah hampir jam makan siang, kamu siapin pesanan pelanggan tadi. Aku akan berangkat sekarang. Takutnya nanti macet."


"Heem."


Intan pun membungkuskan kue pesanan pelanggannya tadi. Pelanggan tadi memesan 3 jenis kue yaitu, brownis pandan keju, chocolate cake dan red velvet. 10 menit kemudian, Intan selesai membungkuskan pesanan kue pelanggannya dan berjalan menuju kearah bosnya.


"Udah selesai, mbak." Intan meletakkan bungkus tadi di depan meja. "Bagaimana kalau Intan anterin mbak Adeel ke sana." Usul Intan pada bosnya. Kasihan juga kalau bos nya pergi sendirian. Padahal ini adalah tugas karyawan.


"Enggak usah, Ntan. Aku naik taksi online aja. Tugas kamu sekarang jagain toko selama aku pergi. Ok!"


"Mbak enggak marah, kan?" Tanyanya takut.


Adeela tersenyum mendengarnya,"Enggak! Kenapa harus marah. Kamu ini lucu, deh. Memang ini sudah tugas aku, kan."


Intan hanya cengengesan menanggapi ucapan bos nya.


"Sudah hampir jam makan siang, jagain toko, ya, Ntan. Assalamualaikum."


Adeela mengambil kantong bungkusan tadi dan berjalan keluar toko.


"Waalaikumsalam. Hati-hati, mbak."


Adeela melambaikan tangannya sebelum menutup pintu. Sampai di depan toko sudah ada terparkir taksi pesanannya. Segera Adeela masuk dan menyuruh sopir taksi menuju alamat yang akan ia tuju.

__ADS_1


Apa yang ia takutkan terjadi. Adeela terjebak macet. Cukup lama ia terjebak macet menunggu dengan cemas di dalam taksi. Sesekali ia melirik jam yang melingkar di tangannya. Sudah hampir masuk waktu makan siang. Ia resah dibuatnya, jangan sampai pelanggannya ini komplain karena ia mengantarkan pesanannya tidak tepat waktu. Semoga saja pelanggannya ini baik hati.


Pukul 12. 25 barulah ia sampai pada alamat pemesanan tadi. Setelah membayar ongkos taksi nya, Adeela pun berjalan memasuki gedung pencakar langit di depannya. Gedung tinggi dengan desain modern.


Adeela berjalan menuju meja reseptionis.


"Selamat siang. Ada yang bisa kami bantu?" Tanya karyawan wanita itu dengan ramah.


"Siang, mbak. Saya mau antarkan kue pesanan atas nama Ainun Auliah. Dari toko cake and bakery Fadeel, mbak."


"Baik. Tunggu sebentar ya, mbak."


Adeela tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Karyawan tadi segera menghubungi seseorang dan terlihat ia menganggukkan kepalanya beberapa kali. Sambungan pun terputus.


"Ibu Ainun meminta agar Anda membawa kue pesanannya ke lantai 15. Dia sudah menunggu Anda di atas."


"Baik, terima kasih, mbak. Kalau begitu saya ke atas dulu."


"Silahkan!"


Adeela pun berjalan menyusuri lobi menuju lift dan menekan angka 15. Setelah menunggu beberapa menit, pintu lift pun terbuka.


Saat ia berjalan keluar dari lift. Yang ia lihat hanya satu pintu di ujung sana dan terdapat satu kubikel karyawan. Di depan kubikel itu berdiri seorang gadis cantik dengan setelan seragam seksi nya.


"Dengan mbak, Ainun?" Tanya Adeela memastikan.


"Iya, Anda langsung saja bawa pesanan tadi ke ruangan direktur. Direktur sudah menunggu Anda dari tadi."


Oh ternyata yang pesan adalah direkturnya. Gumam Adeela dalam hati.


Adeela pun berjalan mengikuti sekerrtaris direktur tadi. Sekertaris bernama Ainun ini membukakan pintu untuknya. Setelah mengucapkan terima kasih, Adeela kini telah masuk di dalam ruangan besar seorang direktur.


Ruangan yang sangat luas dengan tatanan yang sangat rapi dan mewah. Pandangannya kini fokus pada seseorang yang duduk di balik kursi kebesarannya. Posisi kursi direktur membelakanginya.


Adeela meremas tangannya yang tiba-tiba dingin. Adeela takut jangan sampai pelanggannya ini marah karena sudah telat membawa kue pesanannya. Melihat aura direktur dari belakang saja sudah membuatnya takut. Pastilah, direktur ini adalah orang yang dingin.


"Permisi, pak. Saya datang antarkan kue pesanan Anda!" Ucap Adeela untuk pertama kalinya.


Dreeett...Kursi direktur pun berputar dan menampakkan wajah seseorang yang Adeela kenal.


Adeela membulatkan matanya menatap lelaki di depannya.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Aku up lagi kk. Ceritanya enggak akan gantung kok๐Ÿ˜. Aku bakalan lanjut nulis satu eps lagi. Ocee๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘ Kali ini Engggak akan gantung๐Ÿ˜‰

__ADS_1


__ADS_2