
"Halo, Kanada!!" Teriak Adeela dengan penuh kebahagiaan saat kaki nya pertama kali menginjakkan kaki di negara berlambang daun maple itu.
Adeela tidak menyangka bahwa mereka akan berbulan madu ke negara yang memang sangat ingin ia kunjungi itu. Mimpi apa semalam, bisa sampai ke negara ini.
Adeela dan Justin berjalan keluar dari bandara menuju mobil yang akan membawa mereka nanti ke penginapan yang telah di pesan sebelumnya oleh Nenek Rosi.
Adeela dengan girangnya berjalan menarik kopernya keluar dari bandara. Dengan penuh euforia, Adeela memamerkan senyumnya menginjakkan kaki di negara ini. Sepanjang jalan, mulutnya tidak berhenti mengoceh setiap melihat sesuatu yang menurutnya menarik perhatiannya. Justin hanya bisa geleng-geleng kepala dan tersenyum tipis melihat reaksi Adeela.
Ya, hari ini mereka sampai di bandara Pearson Toronto setelah menempuh penerbangan dari Indonesia-Kanada selama 14 jam lebih. Berangkat dari pukul 2 sore dan sampai di tempat tujuan pada pukul 3 dini hari. Perjalanan yang melelahkan, namun lelahnya terbayar saat pertama kali menginjakkan kaki di negara maple tersebut.
"Enggak capek, Deel?" Tanya Justin melihat Adeela yang sangat antusias dan lincah berjalan tanpa kenal lelah.
Adeela cepat-cepat menganggukkan kepalanya, "Enggak! Malah aku semangat banget, bisa lihat bule-bule tampan." Jawabnya dengan mata berbinar dan senyum manis ia tampakkan.
Justin mengerutkan kening melihat sikap centil Adeela yang entah mengapa membuatnya tidak terima. Ya, iyalah, dia juga adalah stock bule tampan yang limited edition. Bagaimana bisa, Adeela tidak pernah memujinya dan malah memuji lelaki-lelaki yang tidak jelas itu.
"Mata di jaga!" Ujar Justin menyindir Adeela.
Adeela mendengus kesal melihat Justin yang tidak bisa melihatnya bahagia.
"Kalau cemburu bilang aja, kali!" Jawab Adeela tidak terima.
"Jelas lah aku cemburu," Jawab Justin yang sukses membuat Adeela terdiam. Benarkah Justin cemburu?, batinnya mengatakan.
"Bule tampan itu cuma aku!"Tegasnya tidak terima.
Adeela seketika memutar bola mata jengah. Kirain, Justin tadi cemburu padanya. Nyatanya, kecemburuannya hanya karena tidak terima ada yang lebih tampan darinya.
__ADS_1
Sampailah mereka di dalam mobil. Mobil yang khusus mengantar jemput tamu yang menginap di hotel tujuan dan mengantar mereka menuju penginapan.
"Beautiful!" Ujarnya setelah sampai di dalam kamar dan kaki nya menginjakkan diri di balkon kamar yang view nya memperlihatkan keindahan dan kemegahan menara CN (Canada's National) di malam hari dengan kerlap-kerlip lampu yang menambah kesan megahnya.
Justin ikut berdiri di samping Adeela sambil badannya ia sandarkan di pembatas balkon membelakangi menara. Sedangkan Adeela, ia berdiri menghadap ke depan memperhatikan keindahan kota.
"Yes, it's beautiful!" Jawab Justin menimpali ucapan Adeela tadi sambil menatap Adeela.
Mereka terdiam sambil menatap pemandangan yang berbeda. Adeela menatap pemandangan di depannya, sedangkan Justin, ia juga menatap objek indah di depannya.
"Kamu tahu enggak, dari dulu ada tiga list negara yang sangat ingin aku kunjungi." Ujarnya menatap ke depan. Justin mendengarkan dengan seksama setiap ucapan Adeela, "Dan, negara ini adalah salah satu dari tiga negara tadi."
"Oh ya!" Jawabnya ,"Dua nya lagi?" Tanyanya kembali.
"New Zealand dan terakhir Mekkah dan Madinah."
"Kan aku bukan mereka!" Jawabnya masih tersenyum menatap ke depan.
"Kenapa aku milih Kanada karena dulu sewaktu masih remaja, aku sangat ingin suatu saat nanti bisa mendapatkan daun maple dari negara ini."
Justin mengerutkan kening penuh tanda tanya mendengarnya. Ia cukup di buat penasaran dengan alasannya.
"Why?"
"Ada deh!" Jawabnya dengan menampilkan deretan giginya. Adeela sangat bahagia bisa sampai di negara ini. Ada alasan tersendiri mengapa Adeela memilih tiga negara ini.
Justin mengangkat tangannya dan menutup wajah Adeela menggunakan tanganya.
__ADS_1
"Kamu suka banget sih, ngerusakin tatanan jilbab aku!" Jawabnya kesal karena Justin membuat jilbab depannya miring.
Justin hanya tersenyum miring menanggapinya. Detik kemudian, ia berjalan masuk dengan kedua tangan ia masukkan ke dalam saku celana.
"Udah, sana tidur! Besok masih bisa lihat dengan sepuasnya negara Kanada."
"Iya, bawel amat!" Adeela pun berjalan masuk dan menutup pintu penghubung menuju balkon kamar.
Adeela masuk dan menunggu Justin yang berada di dalam kamar mandi. Tak lama kemudian, Justin keluar dengan sudah mengganti pakaiannya dan dengan wajah yang segar.
Diperhatikan kembali, Justin sangat tampan saat rambut pendeknya terurai jatuh tanpa adanya minyak rambut. Namun segera Adeela menggelengkan kepalanya atas fikiran-fikirannya tadi.
Ia membawa pakaian gantinya dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi melewati Justin yang menatap heran akan gelagat Adeela tadi.
Setelah selesai berganti pakaian dan mencuci wajah, Adeela berjalan keluar dan langsung naik ke atas kasur mengistirahatkan badannya yang sudah teramat lelah. Segera ia menutup matanya dan masuk ke dalam alam mimpi tanpa menghiraukan Justin yang masih belum tidur di sampingnya.
Ya, beginilah aktifitas mereka selama tiga hari menjadi pasangan suami-istri. Tidak ada kontak fisik yang biasa pasangan pengantin baru lakukan. Belum ada yang memulai duluan. Biarlah hubungan mereka berjalan sesuai adanya. Tanpa adanya paksaan dalam cinta. Biarlah cinta tumbuh sendiri di dalam hati mereka.
Di dalam tidurnya, Adeela merasa sesuatu yang lembut mendarat di keningnya. Namun karena sudah sangat kelelahan, ia pun mengabaikan hal itu. Mungkin hanya mimpinya saja.
"je t'aime!" Ucap Justin dalam bahasa Prancis menatap Adeela.
🍁🍁🍁
Ya, kira-kira ngomong apa nih bang bule?🤔🤔
Salam story from By_me
__ADS_1