MEMBALAS PERSELINGKUHANMU

MEMBALAS PERSELINGKUHANMU
Absurb


__ADS_3

"Deel! Dasi polkadot biru aku kamu simpan dimana?" Teriak Justin dari dalam walk in closet.


Adeela yang mendengar teriakan suaminya, hanya bisa menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan. Pagi-pagi sekali sebagai seorang ibu rumah tangga, Adeela sibuk didapur membuatkan sarapan untuk suaminya. Setelah itu, ia memandikan kedua anaknya. Semua itu ia lakukan sendiri karena sekarang mereka sudah hidup terpisah dengan kedua orang tua suaminya.


Papi Bagas dan Mommy Bella akan tinggal menetap di Indonesia dan akan menemani Nenek yang sudah renta dan sakit-sakitan. Atas alasan itu pulalah, Justin mengambil keputusan untuk hidup mandiri dengan keluarga kecilnya. Setiap akhir pekan, mereka akan menyempatkan diri untuk mengunjungi keluarga di rumah lama.


Rutinitas ini akan ia lakukan setiap hari. Adeela akan menjadi Ibu yang sibuk untuk mengurusi keperluan dari suami dan anak kembarnya.


Adeela yang masih berada di dalam kamar mandi, berteriak menyahut. Namun suaminya itu sama sekali tidak menemukan dimana letak dasi yang ingin ia kenakan hari ini.


"Ada di kotak dasi kamu, kok. Liat baik-baik dulu, Mas. Ada itu disitu!" Teriaknya di dalam kamar mandi.


"Enggak ada, Deel. Kamu simpan di mana, sih?! Aku buru-buru, nih. Ada rapat, Deel. Aku enggak bisa telat!" Teriaknya lagi.


Adeela kembali menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Segera ia memakaikan handuk Arshila dan membawanya menuju kasur. Tadi, Adeela telah selesai memandikan Arka. Saat Adeela membawa Arshila keluar dari kamar mandi, yang ia lihat keadaan anaknya itu masih sama. Arka masih memakai handuknya dan belum memakai baju. Adeela melirik pada walk in closet dimana suaminya berada.


Kesal sudah dirasakannya. Tadi, Adeela meminta suaminya untuk memakaikan baju Arka. Namun ternyata suaminya itu belum memakaikan anaknya baju. Alhasil, Arka hanya berbalut handuk dan kelihatan menggigil di atas kasur.


"Ya Allah... benar-benar, ya, Mas Justin!" Adeela hanya bisa menahan rasa kesalnya dan memakaikan baju anaknya. Di tengah kegiatannya, lagi-lagi suaminya berteriak di dalam walk in closet.


"Tunggu dulu, ini anak kamu kedinginan enggak kamu pakein baju dari tadi. Sabar dulu! Arka sama chila aku pakein baju dulu!"


"Ya udah. Aku minta maaf. Tapi dasi aku enggak ada, Deel! Aku udah nyari di mana-mana, tapi enggak ada." Teriaknya lagi dari dalam.

__ADS_1


"Yaudahlah, Mas. Kalau enggak ada, pakai yang lain aja! Dasi aja diribetin!" Jawabnya. Tidak ada lagi sahutan dari dalam sana.


"Udah selesai!" Ujarnya sambil tersenyum menatap anak-anaknya. Yang sudah wangi dan menggemaskan memakai baju panda yang Adeela beli untuk kedua anaknya. "Masha Allah, anak Bunda lucu-lucu banget, sih!"


Setelah memakaikan pakaian untuk kedua anaknya, Adeela pun meninggalkan kedua anaknya di atas kasur yang sedang asyik bermain berdua. Adeela menuju walk in closet untuk membantu suaminya mencari dasi polkadot tadi.


Saat ia sampai di dalam, pemandangan yang ia lihat adalah suaminya yang sedang duduk di kursi .


"Belum ketemu juga, dasinya?" Tanyanya dan berjalan menuju susunan pakaian suaminya.


"Belum ada! Kamu simpan dimana, sih, Deel?! Aku cari dimana-mana, enggak ketemu!"


Saat sedang mencari dasi yang dimaksud suaminya, Adeela teringat akan satu hal.


"Ya ampun, aku lupa, Mas. Ternyata dasi polkadot yang kamu maksud itu, ketinggalan di rumah lama. Aku memang enggak masukin semua dasi-dasi kamu." Ujarnya dan menatap suaminya.


"Kenapa kamu enggak bilang dari tadi, Deel. Biar aku enggak nunggu lama kayak gini!"


Adeela hanya bisa memasang cengiran lebarnya mendengar ucapan suaminya.


"Maap, Adek lupa kali, bang. Manusia tempatnya lupa, iya, kan. Bener apa bener?!" Jawabnya


Justin hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar sanggahan istrinya yang terkesan tidak mau disalahkan.

__ADS_1


"Iya, iya, bener. Kamu memang selalu benar, Deel." Jawabnya.


"Itu kamu tahu, Mas!" Jawabnya sambil tersenyum manis pada suaminya.


Setelah memilih-milih, pilihannya pun jatuh pada dasi bergaris berwarna biru navi. Karena hari ini suaminya memakai kemeja berwarna biru langit. Akan sangat cocok saat memakain dasi agak gelap seperti ini.


Adeela berjalan menuju suaminya dan berdiri di depannya.


"Mau pakai sendiri atau mau dipakein?" Tanyanya yang seketika membuat Justin menampakkan senyum jahilnya.


"Mau dipakein!" Jawabnya sok imut. Adeela hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya yang sok imut.


"Muka garang kayak gini, enggak cocok kalau di imut-imutin!" Ujarnya yang semakin membuat Justin bertingkah.


"Aku... jadi duta shampoo lain hahahaha....." Justin tertawa menirukan iklan shampo yang ada di TV. Adeela terbengong-bengong melihat tingkah absurb suaminya.


"Mimpi apa aku dapat suami modelan kayak gini, Ya Allah!" Ujarnya pelan memandang suaminya sambil sibuk memasang dasi di leher suaminya.


********


Minta di ruqyah keknya nih bang Justin! Kerasukan hantu absurb keknya!!!


Jangan lpa klik like, komen dan vote nya.

__ADS_1


Btw, masih ada satu part lagi malan ini ya. Tpi aku post yg stu ini dl.


Salam story from By_me


__ADS_2