MEMBALAS PERSELINGKUHANMU

MEMBALAS PERSELINGKUHANMU
Reyhan


__ADS_3

POV Adeela


Selepas pulang dari rumah lamaku melepas kepergian Kyla, kini aku telah kembali ke rumah baruku tempatku sekarang tinggal bersama dengan suamiku yang sebentar lagi akan aku tinggalkan.


Rencanaku dari awal sudah tersusun rapi. Beruntungnya karena selama rencanaku kujalankan tak ada kendala sama sekali. Keputusanku sudah bulat, aku akan segera meninggalkan Mas Farhan. Namun sebelum aku benar-benar pergi, aku akan menjadi istri yang patuh pada suamiku, sekedar kenang-kenangan untuknya. Kalau difikir-fikir, betapa jahatnya aku ini. Tapi biarlah, semua sudah terjadi. Mas Farhan sendiri yang memaksaku membentuk karakter seperti ini.


Sudah dua hari Mas Farhan tidak pulang ke rumah. Aku pun sudah tahu dia ke mana selama dua hari ini. Semua informasi aku dapatkan dari Bima. Dia memang dapat diandalkan.


Sore ini aku akan memasak yang banyak untuk menyambut kedatangan Mas Farhan. Bima bilang, katanya hari ini Mas Farhan akan pulang. Aku akan menyambutnya untuk memberikan kesan di hari-hari terakhirku berada di rumah ini.


Hari ini aku masak banyak. Aku masak rendang, opor ayam, sayur sop, telur balado dan terakhir jus jeruk kesukaannya. Semua masakan yang kumasak, adalah makanan kesukaan Mas Farhan. Setelah semua selesai aku hidangkan di meja makan dengan sempurna, aku pun bergegas menuju kamar di lantai atas untuk membersihkan diri dari keringat.


Selesai, aku memakai baju rumahan berwarna putih tulang dipadukan dengan hijab pashmina berwarna peach. Namun belum juga ada tanda-tanda kepulangan Mas Farhan. Aku berjalan


ke depan menuju halaman rumah sekedar menghirup udara segar.


Sudah lama sekali aku tidak melakukan ini. Menikmati udara sejuk sore hari dengan pemandangan sore hari yang indah. di halaman depan, aku kembali merenungi setiap peristiwa yang terjadi di dalam hidupku. Namun aku menarik kesimpulan, jika semua yang telah terjadi pasti ada hikmah di dalamnya. Semoga saja, Tuhan memberikan naskah terbaiknya untukku di masa depan nanti.


Yang harus aku lakukan sekarang adalah, aku harus menata hati dan hidupku kembali. Setelah pergi dari sini, aku pun telah menyiapkan semuanya matang-matang. Tempat tinggal, usaha toko kue, semua menggunakan uang dari Mas Farhan. Biarlah aku menggunakan uangnya, toh ini juga masih hakku.


Saat sedang asyik-asyiknya merenung, suara deru mobil memasuki halaman rumah. Itu Mas Farhan. Tak lama kemudian dapat aku lihat Mas Farhan turun dari sana dan menatapku. Aku memberikan senyum termanisku padanya. Tak lama kemudian, Mas Farhan memutari mobil dan membukan pintu untuk kursi di sebelahnya. Aku mengerutkan keningku. Siapa kira-kira orang yang menemani Mas Farhan. Tak lama kemudian keluarlah seorang anak laki-laki di samping Mas Farhan.


"Dia..." Gumamku lirih menerka-nerka anak laki-laki itu.


Mereka berjalan kearahku. Aku sangat yakin jikalau anak laki-laki itu adalah anak Mas Farhan bersama dengan si Kyla.


"Dia siapa, mas?" Tanyaku pura-pura tidak tahu.


Mas Farhan tersenyum padaku setelah itu ia membelai rambut hitam anak laki-laki itu.

__ADS_1


"Kenalkan dia, Reyhan. Dia anaknya Kyla."


"Anaknya mbak Kyla?!" Tanyaku lagi memastikan.


"Iya. Untuk beberapa hari ini, Reyhan akan tinggal bersama kita. Kyla pergi dari rumah dan sampai sekarang tidak memberi kabar juga. Aku khawatir kalau anak sekecil ini tidak ada yang urus."


Aku hanya bisa mencibir di dalam hati mendengar setiap ucapan Mas Farhan. Sekali berbohong, maka selamanya akan seperti itu. Kasihan sekali anak sekecil ini harus berada pada situasi rumit yang kalian ciptakan.


"Kasihan sekali kamu, nak. Benar kata om ini, kalau Mama mu pergi dari rumah?" Tanyaku bertanya sambil mensejajarkan tinggiku dengan anak ini.


Anak itu mengangguk dan setelah itu ia menggeleng.


"Kenapa?" Tanyaku pada anak ini.


"Mama memang pergi dari rumah. Tapi, dia bukan om ku, tapi Papa aku!" Ucapnya dengan wajah polosnya.


Namanya juga anak kecil, dia tidak akan bisa berbohong. Aku hanya bisa tertawa dalam hati sambil melihat ekspresi Mas Farhan. Terlihat, Mas Farhan kelagapan.


pintar sekali kamu berbohong, mas. Kasihan anak ini kalau harus didik oleh kalian.


"Oh, seperti itu. Yasudah, sekarang kita masuk ya, anak ganteng!" Ucapku sambil mengelus wajah nya. Anak ini tersenyum dengan girangnya kuperlakukan seperti itu. Aku menggandeng tangannya berjalan masuk ke rumah. Dia terlihat sangat antusias memasuki rumah bersamaku.


Pertama kali aku melihat anak ini, aku merasa kasihan padanya. Walaupun dia anak dari Mas Fahran dan Kyla, tapi anak ini tidak memiliki salah sama sekali akan apa yang terjadi. Anak ini tidak tahu menahu akan apa yang terjadi. Akan sangat jahat kalau sampai aku menyakiti anak sekecil ini. Bagaimanapun, aku dulunya juga seorang Ibu, aku tidak tega bila harus menyakitinya.


Mas Farhan membawa Reyhan memasuki kamar tamu.


"Deel!"


"Iya, Mas, ada apa?"

__ADS_1


"Aku mau minta tolong, boleh?" Tanyanya dengan raut wajah lelahnya.


Aku menganggukkan kepalaku. Kasihan juga melihatmu, mas. Baru begini saja, penampilanmu sudah sangat berantakan. Bagaimana jika nanti sudah tidak ada yang mengurusmu.


"Tolong, gantiin bajunya, Reyhan, ya. Enggak usah dimandiin, di seka pakai tisyu basah aja. Aku mau mandi dulu, sudah dua hari ini aku enggak ganti baju."


"Tidak masalah." Jawabku.


"Reyhan ganti baju dulu ya, sayang, sama tante Adeela!"


"Iya, Pa." Jawab Reyhan patuh.


Sepeninggal Mas Farhan, aku menatap anak laki-laki ini. Mungkin usianya sekarang sekitar 4 tahunan lebih. Wajahnya sangat mirip dengan Mas Farhan, hanya kulitnya saja yang berbeda. Kulitnya putih dan agak kemerahan di pipi nya.


Pipi nya gembul dan sangat menggemaskan di mataku. Seandainya Nurhan masih hidup, mereka pasti akan sangat mirip. Ah, aku jadi merindukan mendiang anakku.


"Tante!" Panggil Reyhan memegang tanganku.


"Iya, sayang, ada apa?" Aku menatap mata jernihnya.


"Aku lapar, tente!"


Aku seketika tersenyum mendengarnya. Sangking lamanya kuperhatikan anak ini, aku melupakan kalau dia pasti lapar.


"Iya, sayang. Tante lupa. Sekarang, Reyhan ganti baju dulu, setelah itu kita ke bawah makan sama Papa, ya!"


Anak ini lagi-lagi mengangguk patuh dengan menampakkan gigi ompongnya.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

__ADS_1


Slaam story from By_me


Lanjut kak!


__ADS_2