MEMBALAS PERSELINGKUHANMU

MEMBALAS PERSELINGKUHANMU
Me Time


__ADS_3

Adeela keluar dari dalam toilet umum dengan senyum miring di wajahnya. Ada perasaan puas karena telah membuat Kyla kesal setengah mati. Adeela menghela nafas pelan. Balas dendam sebenarnya tidak sejalan dengan pikirannya. Namun jika memikirkan apa yang telah mantan suami dan wanita itu perbuat di belakangnya, membuatnya tidak bisa berfikiran jernih. Kehilangan anaknya adalah puncak dari kesabarannya. Sedikit main-main dengan kedua orang itu akan membuatnya merasa puas, pikirnya.


"Kenapa lama sekali, sayang?" Tanya Mommy mertuanya saat Adeela telah sampai di meja mereka tadi.


"Maaf, Mi, lama. Tadi Adeela ketemu sama kenalan tadi di toilet. Makanya Adeela lama." Jawabnya. Karena memang ia tadi bertemu dengan Kyla. Walaupun kenalan yang dimaksud di sini dalam konteks lain.


"Yaudah, kalau begitu kita pulang sekarang. Suami kamu sudah menelpon dari tadi. Heran Mommy sama itu anak. Enggak bisa apa liat Mommy nya bahagia sedikit." Gerutu Mommy pada Justin yang mengganggu momennya bersama menantunya. Adeela yang mendengar gerutuan Mommy hanya bisa tertawa.


Setelah membayar bill, biaya makan mereka, Adeela dan Mommy pun berjalan keluar dari area restoran. Saat berada di parkiran, matanya menangkap dua orang yang memandangnya dari arah parkiran. Mereka adalah Kyla dan lelaki yang bersamanya tadi. Sebelum masuk ke dalam mobil, tak lupa ia melemparkan senyum manisnya pada Kyla. Adeela tidak lagi menghiraukan raut wajah Kyla yang pastinya sangat gedeg terhadapnya. Semakin Kyla merasa kesal, disitulah letak keberuntungannya.


***********


Hari ini tepat sudah tiga bulan masa pernikahan Adeela dan Justin. Hubungan mereka pun semakin hari semakin membaik. Walaupun Justin masih kadang membuatnya kesal, namun ia harus menerima segala paket lengkap dalam diri suaminya itu.


Hari ini Justin akan melakukan pertemuan dengan rekan kerja nya di luar kota. Tepatnya di kota S. Mungkin sekitar dua hari Justin akan menyelesaikan tugasnya di sana.


Adeela mengantarkan suaminya hingga ke depan pintu. Sebenarnya badannya terasa sangat lemas, namun ia mau tidak mau harus mengantarkan suaminya. Mommy, Papi dan Nenek sedang balik kampung ke rumah lama Nenek. Sudah tiga hari mertua dan Nenek berada di sana. Adeela tidak ikut serta ke sana karena ia harus menemani suaminya yang akhir-akhir ini sangat sibuk di kantor.


"Aku usahakan dua hari pasti aku akan pulang. Kamu tidak masalah kan, kalau aku tinggal lama? Kalau kamu takut, sebut saja namaku. Takutmu pasti bakalan hilang."


"Apa hubungannya takut sama sebut nama kamu? Memangnya kamu pawang?"


"Bisa dibilang seperti itu." Jawabnya sambil tersenyum. "Aku kan memang rajanya pawang. Kamu aja bisa aku taklukin!"Jawabnya menggoda istrinya. Adeela memutar bola matanya jengah dengan kepedean Justin.

__ADS_1


"Yaudah, bahagianya kamu aja lah, Mas." Jawabnya. Justin pun tertawa melihat respon istrinya. Setelah itu Adeela mengambil tangan suaminya untuk ia cium. Justin memeluk Adeela dan mencium keningnya. Setelah ia melepaskan ciuman di kening istrinya, matanya memandang istrinya dengan kening yang berkerut.


"Badan kamu nambah gemuk deh, Deel. Kalau dipeluk tambah enak. Empuk."


"Apaan sih!" Tak lupa Adeela melayangkan pukulan di lengan atas suaminya. Justin yang dipukul seperti itu bukannya kesakitan, ia malah tertawa puas telah menggoda istrinya.


"Yaudah, aku pergi dulu. Kalau ada apa-apa atau kamu mau keluar, jangan lupa hubungin aku dulu!"


"Iya, Mas. Pasti itu." Jawabnya sambil mengangkat jempolnya.


Setelah Justin sudah tidak terlihat oleh pandangan matanya, Adeela pun kembali ke dalam rumahnya. Untung saja masih ada Mbok Sumi. Jadilah ia tidak terlalu kesepian.


*********


Mau tidak mau, Adeela harus segera bersiap-siap. Polesan make up tipis dan lipstick cherry ia oleskan di bibirnya.


"Mbok Sum, Deela jalan dulu, ya. Deela mau ke toko dulu. Untuk makan malam nanti, Mbok enggak usah masak, Deela malam ini beli makanan di luar." Ujarnya saat ia sudah berada di lantai bawah. Rencananya, setelah pulang dari toko nanti, ia ingin jalan-jalan ke mall membeli beberapa keperluan. Sekalian Deela ingin membeli makanan khas jepang di restoran di mall yang akan ia kunjungi nanti.


"Siap, Non."


"Yaudah, Deela berangkat, Mbok."


25 menit kemudian, sampailah Adeela di depan toko kue roti nya. Matahari sudah hampir berada di atas kepalanya saat ia sampai. Saat ia memasuki toko kue nya, terdapat beberapa pengunjung yang mengantri untuk bayar dan juga sedang membeli kue yang mereka inginkan.

__ADS_1


"Pagi menjelang siang, bu bos!" Sapa karyawannya yang bernama Putri. Gadis berusia 19 tahun itu adalah pribadi yang humoris dan selalu menyebarkan senyumnya pada orang-orang.


"Hmm. Siang juga, Put."


"Tumben-tumbenan nih, bu bos datang ke toko. Ada angin apa, bu bos?"


"Angin ribut! Ya, kepengen aja, Put. Memangnya ada larangan kalau aku kesini?"


Bukannya tersinggung, Putri malah menanggapinya dengan cengiran lebar. Sudah menjadi hal biasa bagi Putri akan sikap bu bos nya yang seperti itu. Deela dimatanya adalah sosok yang sangat kuat dan lembut dibalik sikap judes nya yang kadang ia tunjukkan kepada orang-orang.


"Bu bos kalau lagi marah kayak gini, malah tambah cantik loh! Seriusan, deh!" Godanya menanggapi jawaban Adeela tadi.


Adeela benar-benar tidak bisa marah di depan anak ini. Adeela kadang gemas sendiri dengan tingkah karyawannya yang satu ini.


"Bu bos mu ini memang sudah cantik dari dulu." Jawabnya penuh percaya diri. "Sudah sana, kamu lanjut kerja lagi. Aku mau ke atas dulu. Nanti suruh Arfiani ke ruangan saya, ya. Sekalian suruh bawa pembukuan laporan restoran. Sekarang!"


"Siap laksanakan, bu bos!" Jawabnya sambil mengangkat tangannya di samping kepala. Adeela hanya bisa geleng-geleng kepala menanggapi tingkah konyol dan kekanakan karyawannya yang satu itu.


Tepat pukul 16 lewat beberapa detik, Adeela pulang dari toko kue nya dan melanjutkan perjalanannya menuju mall yang ada di depan toko kue nya. Sesuai dengan list nya hari ini.


Adeela mengelilingi mall dan melihat-lihat beberapa barang yang sekiranya menarik perhatiannya. Setelah mengelilingi mall untuk beberapa waktu, Perhatiannya pun teralih pada sebuah kursi pijat elektrik. Selama beberapa minggu terakhir ini, badannya terasa pegal-pegal dan gampang capek. Mungkin dengan bantuan kursi pijit elektrik ini, mampu menghilangkan dan merilekskan tubuhnya yang kaku.


*****

__ADS_1


Jangan lupa di klik like nya, komen, vote ya kakak cecan dan cogan🤗😚


__ADS_2