MEMBALAS PERSELINGKUHANMU

MEMBALAS PERSELINGKUHANMU
Malam peresmian


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Malam Acara peresmian dan syukuran mall centre yang berada di daerah Jakarta Timur. Setelah melakukan peresmian, Justin, rekan kerja dan para karyawan mengadakan acara di hotel berbintang lima.


Adeela dan Justin pun bersiap-siap untuk datang ke acara itu. Adeela terlihat sangat cantik dan anggun menggunakan dress yang suaminya berikan beberapa minggu yang lalu. Dengan make up yang tidak terlalu mencolok ia aplikasikan di wajahnya. Tampilan natural dan segar membuat wajahnya terlihat lebih muda.


Justin sedari tadi dengan setia menunggu istrinya di pojokan sofa.


"Masih lama enggak, Deel?"


"Iya, ini udah selesai kok. Ayok!"


Adeela dan Justin berjalan menuju lantai bawah. Justin membiarkan lengannya untuk istrinya gandeng. Berjalan dengan perlahan mengingat usia kandungan Adeela yang sudah mendekati masa partus.


"Mi, Pi, Nek, kami pergi dulu, ya." Pamit Adeela pada orang rumah saat mereka telah sampai di ruang keluarga.


"Iya, sayang. Hati-hati di jalan. Jangan ngebut-ngebut kamu, Ntin. Ingat, kandungan istri kamu sudah sangat besar."


"Iya, Nek. Biar Nenek enggak bilang, Justin juga tahu."


Nenek yang mendengar jawaban cucu nya, melayangkan pukulan di lengan atas.


Justin hanya bisa meringis. Kuat juga pukulan Neneknya, pikirnya. Malang nian nasibnya, semalam di jewer oleh istrinya. Sekarang di pukul oleh Neneknya. Kadang ia bertanya di dalam hati, mengapa semua wanita di rumahnya galak-galak.


"Ini anak, dibilangin juga. Ngejawab terus!"


"Ampun, Nek, Ampun. Justin udah telat ini. Acaranya hampir di mulai, Nek."


"Mama, sudah, Ma." Ujar Papi Bagas pada Nenek. "Benar kata, Justin, acaranya hampir dimulai."


Nenek pun menghentikan aksinya dan raut wajah kesal yang ia tampakkan pada Justin, berubah dalam satu detik saat memandang Adeela.


"Ya sudah, kalau begitu kalian berangkat sana. Kami doakan semoga acara nya dilancarkan!" Ujar Mommy akhirnya.

__ADS_1


Setelah pamit pada orang rumah, kendaraan Justin pun melaju ke tempat diadakannya acara.


Akhirnya mereka sampai juga. Saat memasuki hotel tempat diadakannya acara, semua orang yang berada di aula itu menatap dengan pandangan bertanya pada dua orang yang berjalan masuk. Di dalam hati mereka bertanya, siapa gerangan wanita yang menggandeng lengan si pemilik acara. Karena setahu mereka, sosok Justin yang mereka kenal belum memiliki pasangan. Justin adalah orang yang tertutup untuk masalah asmara nya. Dan hari ini, sosok yang mereka kenal, sedang digandeng oleh wanita cantik dengan perut yang besar.


"Kita jadi pusat perhatian, Mas!" Bisiknya pada suaminya melihat semua mata memandang ke arah mereka.


"Aku memang selalu jadi pusat perhatian karena ketampananku!" Pede nya tanpa melihat situasi.


"Terserah kamu, lah, Mas!" Jawabnya malas dan berusaha mengabaikan orang-orang yang menatap kearah mereka.


Justin dan Adeela duduk di kursi paling depan bersebrangan dengan kursi-kursi para petinggi perusahaan dan rekan kerja mereka yang andil dalam pembangunan ini.


Adeela duduk dengan mata menatap ke depan memperhatikan MC yang membuka dan memulai acara. Hingga pada saat acara sambutan, Justin maju ke depan dan memberikan sedikit sambutannya.


"Selamat malam untuk para tamu yang telah hadir. Untuk yang pertama, sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam proses pembangunan proyek besar ini. Berkat kalian, proyek pembangunan mall centre ini berjalan dengan lancar tanpa ada kendala sama sekali. Kedua, saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan kekasih saya yang telah setia memberikan dukungan baik moril maupun materi karena berkat mereka saya bisa berada di posisi ini."


Semua orang sangat fokus dengan sambutan yang Justin ucapkan. Dan yang menjadi fokus mereka adalah saat Justin mengucapkan kata 'kekasih'. Semua mata kini tertuju pada sosok yang di maksud itu.


Tiba-tiba kamera mengarah ke arahnya, hal itu membuat wajahnya seketika nampak di layar besar yang ada di depan sana. Orang-orang dengan jelas melihat raut wajah ayu dari seorang bule jawa itu.


Hingga akhirnya, salah seorang diantara mereka menyadari bahwa sosok yang kamera sorot itu adalah Adeela. Mantan istrinya yang ia cari-cari hingga sekarang. Farhan benar-benar tidak memperhatikan wajah-wajah para tamu yang hadir. Fokusnya hanya kedepan sana. Dan bodohnya ia sedari tadi turut bahagia akan sambutan yang Justin katakan di depan sana. Mengenai istri! Istri! hingga pada akhirnya, ia dapat melihat di depan sana, Adeela yang selama ini ia cari dengan bentuk tubuh yang berbeda dari pertama kali mereka berpisah.


Farhan menatap Justin dengan tatapan tajamnya. Seandainya tatapannya itu mampu menembus badan Justin, maka hal itu pasti akan terjadi. Melihat dari tatapan Farhan yang dipenuhi kabut amarah. Gigi nya bergemeletuk dan tangannya ia kepal. Berarti selama ini ia telah dibodoh-bodohi oleh seorang Justin. Ia telah di permainkan dan harga dirinya telah diinjak oleh lelaki yang ia anggap sahabatnya sendiri.


Saat amarahnya tidak bisa lagi ia tahan, Farhan dengan beraninya berjalan melewati meja di barisan paling depan menuju ke arah Adeela. Dengan sekali tarikan, Adeela sudah berdiri dengan keadaan perut yang sangat besar di sana. Farhan berjalan dua langkah ke belakang. Shock akan apa yang ia lihat di depannya. Ia usahp wajahnya dengan kasar. Mata Farhan kini memerah bak nyala api yang siap untuk disemburkan.


"Maksud semua ini apa, Deel? Aku harap ini hanya mimpi!" Ujarnya frustrasi.


"Ini bukan mimpi, Farhan! Apa yang kamu lihat dan dengar memang itulah kenyataannya!" Jleb. Bagaikan sebuah bom waktu, saat itu juga meledak dan membuat badannya melebur bersama asap tebal di langit.


"Kamu... dan Justin... Bagaimana bisa kalian melakukan ini kepadaku!" Teriaknya membuat mereka menjadi pusat perhatian.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kamu menikah dengan orang yang aku anggap sahabat! Kamu tahu, selama setahun ini aku mencari kamu kemana-mana. Aku sampai-sampai hampir gila karena kepergian kamu, Adeela! Teriaknya di depan wajah Adeela. Terlihat dengan jelas raut wajah frustrasi, amarah, benci dan kesal. Semua menjadi satu.


Justin sudah berdiri di samping Farhan. Dengan sekali dorongan, Farhan mundur dua langkah karena dorongan Justin padanya. Melihat Justin yang kini berada sangat dekat dengan-nya.


Justin tiba-tiba menarik kerah baju Farhan. "Jangan berteriak seperti itu, ********! Bicara pelan-pelan! Dia itu wanita, b*******!"


Farhan yang amarahnya sudah di ubun-ubun, dengan sekali hentakan melepaskan tangan Justin yang berada di depan lehernya.


Farhan melayankan tinjunya tepat di wajah Justin. Semua orang berteriak melihat aksi tiba-tiba itu. Amarah Farhan tak terbendung lagi. Bagaimana bisa sahabatnya menikahi mantan istrinya. Mantan istri yang selama ini ia cari-cari. Jadi selama ini, ia jadi bahan tertawaan oleh lelaki di depannya. Justin selama ini mengetahui keberadaan Adeela, namun Justin tidak pernah mengatakan kepadanya bahwa Adeela bersamanya bahkan telah menjadi istrinya.


Justin meraba ujung bibirnya yang mengeluarkan darah akibat pukulan Farhan. Justin menghapus darah itu dan tersenyum miring menatap Farhan.


Amarah Farhan sudah ingin meledak rasanya. Kembali ia mencengkeram kerah baju Justin. "Apa yang telah lo lakukan, b*******! Bagaimana bisa lo memperistri Adeela yang selama ini gue cari-cari. Bagaimana bisa lo melakukan hal itu di belakang gue! Dimana otak lo!"


"Ck, bagaimana bisa kata lo? Pasti bisalah! Adeela sudah bukan siapa-siapa lo lagi, asal lo lupa itu! Gue kira lo sendiri yang bilang 'bahagia dengan kebahagiaan gue'. Dan saat lo bertemu dengan istri gue, lo bakalan bilang kalau dia adalah wanita yang paling beruntung." Ujarnya yang membuat Farhan tidak mampu berkata-kata.


"Sekarang katakan langsung di depan orangnya! Bahwa dia wanita yang beruntung seperti kata lo! Dia wanita berharga! Katakan, Tuan Farhan yang terhormat!"


Farhan menatap Adeela sekilas. Kilatan amarah masih memburu di sana menatap Adeela yang sialnya perutnya sudah membesar.


Arghhhhh. Ia berteriak dan tak memperdulikan orang-orang di sana. "B*******, gue bunuh lo!" Teriaknya dan melayangkan pukulan ke wajah Justin. Justin yang memang sudah tidak bisa lagi memendam amarahnya pun akhirnya membalas Farhan dengan tak kalah sengitnya. Dua pria berbadan besar saling beradu membuat semua orang yang berada di sana berusaha melerai.


Dan akhirnya Farhan lah yang jatuh tersungkur. Justin meluapkan semua amarahnya yang selama ini ia pendam. Bayangan saat istrinya beberapa kali ia dapati menangis diam-diam di tengah malam membuat amarahnya membuncah.


Justin sudah berada di atas badan Justin pukulan demi pukulan ia layangkan di wajah Farhan. "Ini untuk Adeela yang lo sakitin! Ucapnya memberikan bogeman di wajah Farhan. "Ini untuk anak yang harus menahan kesakitan karena nungguin lo!" Tinjunya sekali lagi melayang. "Ini untuk lo yang udah gue anggap kakak, malah perilakunya kayak s***n!" Dan Farhan jatuh tidak sadarkan diri.


******


Enggak bisa komen aku. angkat ✋✋


Jangan lupa like, komen dan vote nya.

__ADS_1


Salam story from By_me


__ADS_2