MEMBALAS PERSELINGKUHANMU

MEMBALAS PERSELINGKUHANMU
Tidak Ada Toleransi Atas Sebuah Perselingkuhan


__ADS_3

"Seandainya nih... seandainya malah kamu yang ketahuan selingkuh dibelakang aku, kira-kira apa yang akan aku lakukan?" Tanya Adeela menatap wajah suaminya.


Farhan menegang mendengar pertanyaan istrinya namun ia berusaha tetap bersikap tenang.


Adeela memberikan pertanyaan menjebak dan mencoba mengetes suaminya. Sepintar-pintarnya Farhan mencoba menyembunyikan ketegangannya namun Adeela masih mampu melihat kegugupan suaminya ini. Terbukti saat ia bertanya seperti itu, jakun suaminya ini tampak naik turun menelan ludah dengan kasar.


"Ya...tidak mungkin lah, aku melakukan itu!"


"Ck, pertanyaan aku itu, seandainya mas Farhan selingkuh dibelakang aku, kira-kira apa yang akan aku lakukan sama kamu?! Bukan malah menuduh kamu yang selingkuh dibelakang aku!"


"Kalau misalnya aku ketahuan selingkuh..." Farhan tampak berfikir sejenak,"Kamu pasti bakalan maafin aku!" Jawabnya setelah sempat berfikir tadi.


"Ck, percaya diri sekali kamu. Sekarang aku tanya, atas alasan apa mas Farhan bilang kalau aku akan maafin kalau kamu selingkuh?" Tanyanya sambil menopang dagu menatap suaminya.


"Yang pertama, yang aku tahu dari kamu itu, kamu orangnya gampang memaafkan dan yang kedua, kamu itu sangat cinta sama aku. Jadi, pastilah kamu akan memafkan aku!"


"Enteng sekali kamu bicara seperti itu." Cibir Adeela di dalam hati.


"Kalau misalnya mas Farhan berfikiran seperti itu, semuanya salah besar, mas!Asal mas Farhan tahu, rasa cinta seorang wanita itu akan hilang dalam sekejab mata saat mengetahui lelaki yang sangat dicintai ternyata menduakan cintanya. Sebaik apapun wanita itu, segampang-gampangnya dia memafkan semua kesalahan pasangannya, namun untuk yang satu itu semua wanita pasti akan sama mas. Tidak ada toleransi untuk yang namanya perselingkuhan!" Ujar Adeela dengan tegas menatap wajah suaminya.


Farhan hanya menatap istrinya sekilas dan setelah itu ia kembali fokus menyetir. Terlihat ia mencengkeram kuat setir mobilnya.


"Ya, kenapa kamu malah bahas yang seperti itu sih. Bahas yang lain aja, Deel. Lagian ya, tidak mungkin juga aku melakukan hal seperti itu!"


"Yang bilang kamu melakukan hal seperti itu siapa, mas?! Aku kan tadi cuma bilang, seandainya mas Farhan melakukan perselingkuhan!. Kenapa malah kamu yang kelihatan enggak suka kalau aku ngebahas yang seperti itu!" Ucap Adeela memojokkan suaminya. Namun Farhan hanya terdiam tanpa menjawab ucapannya lagi.


Hening untuk sesaat. Namun Adeela kembali berbicara,"Aku percaya mas Farhan adalah lelaki yang setia." Adeela mengatakan itu sambil menatap wajah suaminya yang kini terlihat guratan di dahinya. Entah apa yang sedang ia fikirkan.


"Tapi seandainya mas Farhan ketahuan selingkuh, maka... mungkin aku akan membunuh wanita itu dan kamu pastinya!" Jawab Adeela dengan dengan entengnya. Setelah itu ia tertawa dengan sangat keras. Entah mengapa suara tawa Adeela terdengar sangat mengerikan di telinga Farhan.

__ADS_1


"Aku akan membunuhmu pastinya. Tapi bukan dengan cara mengotori tanganku. Aku akan membunuh jiwamu dengan Kyla secara perlahan!" Gumam Adeela di dalam hati.


Biarlah Adeela menjadi wanita jahat kali ini.


"Kamu ini bicara apa sih, Deel. Ngelantur dari tadi!" Ucap Farhan dengan nada dingin tanpa menatap istrinya.


Adeela menghentikan tawanya dan menghapus cairan hening di pelupuk matanya. Adeela memperbaiki posisi duduknya lalu menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.


"Bercanda, mas, bercanda. Lagian kamu kenapa sih, kayaknya tegang amat dari tadi. Lagian nih, aku percaya kok sama kamu . Kamu pasti tidak akan mungkin melakukan itu." Adeela rasanya ingin muntah saat mengatakan itu.


"Iya, kan, mas?" Tanya Adeela pada suaminya


"Iya. Jawab Farhan dengan menggaruk ujung hidungnya yang tidak gatal.


Adeela mencibir dalam hati saat melihat tingkah suaminya yang sangat pandai berbohong menutup kedoknya.


Setelah mengatakan itu tidak ada lagi pembicaraam diantara mereka. Suasana di dalam mobil mendadak hening. Untung saja tak lama kemudian kendaraan Farhan sudah sampau di depan hotel tempat penginapannya.


Akhirnya mereka sampai juga di dalam kamar. Adeela duduk di sofa, sedangkan Farhan sudah melepas satu persatu kancing bajunya.


"Aku mau mandi dulu. Kamu juga mau mandi?"


"Iya, aku juga mau mandi, gerah. Tapi bagaimana sama pakaian aku? aku kan enggak bawa baju ganti kesini!"


"Pakaiannya bakalan diantar besok pagi. Karena sudah tengah malam, jadi kamu pakai baju kemeja aku dulu."


Adeela mengerutkan keningnya mendengar ucapan suaminya. Bagaimana mungkin ia hanya mengenakan kemeja saja. Sedangkan, ia tidak mungkin menggunakan kembali pakaian dalamnya yang tadi ia gunakan. Bakalan tidak nyaman kalau sampai ia hanya mengenakan kemeja suaminya itu tanpa pakaian dalam. Walaupun Farhan masih berstatus sebagai suaminya, namun tetap saja, ia akan malu dan tidak akan nyaman mengenakannya.


"Kamu kenapa?" Tanya Farhan memperhatikan istrinya yang terlihat sedang berfikir.

__ADS_1


"Enggak kenapa-napa, kok."


"Yasudah, aku mau mandi dulu. Kamu pilih saja, kemeja mana yang mau kamu pakai di dalam koper."


"Heem. Mandi gih, sana!" Ucap Adeela pada suaminya yang sedang menatapnya.


Farhan pun tersenyum padanya, setelah itu ia berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Tak membutuhkan waktu yang lama, 10 menit kemudian Farhan sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


Adeela sudah memegang kemeja putih milik suaminya. Saat melihat suaminya sudah keluar dari sana, segera ia berjalan menuju kamar mandi dan melakukan ritual mandinya.


Adeela berendam di dalam bathub dengan wewangian aroma terapi yang membuatnya menjadi nyaman dan rileks. Setelah puas dengan berendam nya, Adeela pun membilas badannya di bawah guyuran air shower.


Adeela menghela nafas panjang saat memperhatikan baju kemeja yang akan ia kenakan. Dengan berat hati ia pun memakai kemeja itu membalut tubuh kecilnya. Kemeja suaminya terlihat kebesaran saat ia gunakan. Adeela kini hanya menggunakan kemeja putih yang kebesaran di badannya dengan hot pants berwarna hitam yang tadi ia kenakan. Lebih baik ia memakai itu daripada tidak mengenakan pakaian dalam sama sekali.


Rambut panjangnya ia biarkan terurai menutupi dadanya yang kini terlihat menonjol. Adeela berjalan dengan cepat naik ke atas ranjang, berusaha menghindari tatapan suaminya yang sejak keluar dari kamar mandi tadi menatapnya tanpa berkedip. Adeela tak menghiraukan itu, ia segera masuk ke dalam selimut dan menutup badannya sampai sebatas dada. Adeela kini tidur memunggungi suaminya.


Yang Adeela tadi lihat saat keluar dari kamar mandi, suaminya itu sedang bersandar di sandaran ranjang sambil memainkan ponselnya. Namun tiba-tiba saja, sebuah tangan kekar sudah melingkar di pinggangnya. Akhir-akhir ini setiap akan tidur suaminya pasti akan memeluknya. Adeela pun tidak mempermasalahkan itu, asalkan tidak melebihi dari sekedar memeluk. Ia tidak sudi jikalau disentuh oleh suaminya lagi setelah ketahuan berselingkuh bersama wanita lain.


Oleh karena itu ia ingin segera menuntaskan misinya agar bisa terbebas dari suaminya ini. Tidak mungkin juga jikalau suaminya ini hanya sebatas memeluknya saja. Pasti nanti juga suaminya akan meminta yang lebih kepadanya. Hadeh, jangan sampai itu terjadi padanya.


"Maatiin lampu, mas!" Ucap Adeela dengan mata yang tertutup.


Farhan pun segera beranjak dari tidurnya dan berjalan mematikan lampu kamar. Ia kini menyalakan lampu tidur yang terletak di samping ranjang. Setelah itu, ia masuk ke dalam selimut dan bergabung bersama istrinya.


Farhan melingkarkan tangannya di perut istrinya dan memeluknya dari belakang. Farhan tidak bisa tertidur dan masih memikirkan tentang ucapan istrinya tadi. Entah mengapa, ia mendadak was-was bagaimana jikalau rahasinya nanti terbongkar. Awalnya ia berani jikalau nantinya rahasianya terbongkar. Justru itu yang ia harapkan, agar ia bisa kembali bersama dengan Kyla. Namun entah mengapa belakangan ini, ia menjadi takut apabila rahasinya terbongkar. Ada perasaan tidak rela di dalam hatinya pabila harus berpisah dengan istrinya. Entahlah, ia juga bingung dengan perasaannya sekarang.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Salam story from By_me

__ADS_1


Jangan lupa vote nya yak yg kenceng. Biar authorx jd semangat buat nulisnya. Ok👍😄😉


Maapin kalau akhir-akhir ini author up nya enggak setiap hari. Pekerjaan yang enggak bisa ditinggal ditambah capek pas pulang kerja. Membuat otak author mendadak blank dan enggak konsetrasi dalam menulis. Tapi semoga aku bisa kembali aktif seperti dulu dan bisa dayli up kayak dulu, ocee👍👍


__ADS_2