
Hari weekend seperti ini biasanya adalah jadwal bagi keluarga kecil ini untuk liburan bersama. Rencananya, hari ini Adeela dan Justin akan membawa kedua anaknya untuk jalan-jalan. Mereka akan ke taman untuk mengisi hari libur.
Arkana dan Arshila sedang aktif-aktifnya dalam masa pertumbuhan mereka. Mereka sudah bisa berjalan dan tidak bisa diam. Adeela kadang dibuat kualahan dalam menjaga kedua anaknya itu. Mereka tidak bisa diam. Adeela sudah tidak heran lagi mendapati anak-anaknya yang aktif seperti itu. Mungkin bawaan sifat bapaknya yang juga tidak bisa diam.
Adeela membawa bekal yang sangat banyak. Mulai dari makanan ringan, makanan untuk kedua anaknya dan tak lupa barang-barang anaknya yang tidak bisa ditinggal. Seperti susu formula, popok, minyak angin dan baju ganti. Adeela harus selalu sedia baju ganti untuk kedua anaknya dikarenakan anaknya yang belepotan saat sedang makan. Walaupun di suap oleh kedua orangtuanya, kedua anak itu tetap saja belepotan saat makan dan minum. Karena mereka yang kadang ingin makan sendiri.
Adeela mendorong stroller anak-anaknya. Sedangkan Justin, ia membawa semua barang bawaan mereka.
Banyak sekali orang di taman kala itu. Mulai dari anak muda, orangtua dan dan anak-anak tentunya. Mereka semua menghabiskan waktu weekend di sana.
Setelah berhenti di bawah pohon yang teduh, Justin pun menurunkan semua barang-barangnya. Ia memasang tikar bulu dan menyimpan semua barang-barangnya di sana.
Ia beralih mengambil salah satu anaknya dan menurunkannya di atas karpet.
Baru saja ia menurunkan anak lelakinya, Arka sudah berjalan kesana-kemari. Diikuti oleh Arshila yang juga ikut mendekati kakaknya.
Adeela duduk di atas karpet dan mengeluarkan cemilan dan makanan anak-anaknya. Adeela menatap pada suaminya dan anak-anaknya yang sedang bermain di depan sana. Justin mengangkat kedua anaknya dan memutar badannya. Hal itu seketika membuat kedua anaknya tertawa di dalam gendongan Papanya. Adeela ikutan tersenyum melihat ketiga di depan sana.
Adeela membuka cemilannya dan memakannya sambil memperhatikan suami dan anaknya yg masih bermain di depan sana.
Senyum merekah tak pernah luntur di wajahnya saat melihat ketiganya sedang tertawa bahagia. Saat sedang berlarian, tiba-tiba saja Arka terjatuh. Hal itu menyebabkan lecet di tumit kanan anaknya.
Arka seketika saja menangis karena sakit pada tumitnya. Justin segera mengangkat anaknya ke pangkuannya dan memeriksa luka lecet yang menggores tumit kanan anaknya. Untung saja luka lecetnya tidak terlalu besar. Tapi walaupun begitu, ia tetap harus membersihkannya. Tumit Arka tergores pada rumput hijau yang terdapat bebatuan kecil dibawahnya.
Adeela segera berlari kearah anaknya dan mengambil Arshila ke dalam lingkup nya. Adeela meringis melihat luka yang menggores di tumit anaknya.
__ADS_1
Justin berusaha mendiamkan anaknya dengan menggendongnya dan ditepuk-tepuknya punggung anaknya pelan. Berusaha untuk meredakan tangisnya.
"Kotak P3K nya ada di mobil kan, Mas?!" Tanya Adeela dengan raut wajah meringis melihat anaknya.
Justin menggelengkan kepalanya, "Enggak, Deel. Kotak P3K nya kemarin aku turunin di rumah." Jawabnya. Kotak P3K yang selalu ia simpan di bagasi mobilnya ia turunkan dari dalam bagasi.
"Yaudah, aku beli obatnya dulu. Di depan sana kayaknya ada apotek."
"Yaudah. Jangan lama tapi, Deel."
Adeela menganggukkan kepalanya dan beralih menurunkan Arshila dari dalam gendongannya.
"Chila aku tinggal, ya, Mas. Aku usahain enggak lama!"
Setelah memastikan anaknya sudah bersama Papanya, Adeela pun berjalan menjauh dari sana dan menyeberang jalanan. Di depan sana ada Indomaret dan tepat di sampingnya, terdapat apotek.
Adeela segera saja masuk dan membeli segala yang ia butuhkan. Setelah semua telah ia dapatkan, Adeela pun keluar dari sana. Tapi baru saja ia membenarkan kantong kresek yang ia pegang, di depannya sudah berdiri sosok wanita yang sengaja menghalangi jalannya.
Adeela mendongakkan kepalanya dan menatap wanita di depannya. Adeela yang tahu siapa wanita itu, hanya bisa menatap dengan malas.
"Minggir! saya sedang buru-buru!" Ujarnya menatap Kyla.
Namun bukannya minggir, Kyla malah bersedekap dan menatap Adeela dari atas ke bawah.
"Berubah banyak kamu, ya! Udah jadi istri sultan, sekarang!"
__ADS_1
Adeela benar-benar malas menghadapi Kyla yang membahas hal yang unfaedah menurutnya. Apalagi di saat seperti sekarang.
"Saya sedang buru-buru! Kalau Anda ingin bebricara dengan saya, kita bisa cari waktu kosong nanti." Jawabnya dan mencoba untuk melewati Kyla.
Namun Kyla lagi-lagi menghalangi jalannya dan menghambat kegiatannya. Adeela yang merasa dipermainkan pun mulai tersulut emosi oleh sikap Kyla. Anaknya sedang terluka sekarang dan Kyla sedang menghadangnya untuk hal-hal yang tidak penting.
"Mau Anda apa sebenarnya? Anak saya sedang terluka di depan sana. Saya tidak punya waktu untuk meladeni Anda yang tidak jelas seperti ini. Minggir!" Ujarnya menatap Kyla tajam dan berjalan melewati Kyla.
"Saya hanya mau, kamu membujuk Farhan agar bisa kembali pada saya!" Ujarnya yang membuat Adeela menghentikan langkahnya dan menatap Kyla.
"Kenapa harus meminta bantuan pada saya. Anda kan ahli dalam hal bujuk membujuk. Anda dulu berhasil membujuk Farhan. Jadi menurut saya, Anda pasti bisa melakukannya sendiri."
Kyla dibuat geram oleh jawaban Adeela. Apa yang Adeela katakan itu ada benarnya. Tapi itu dulu. Sekarang Farhan sudah membuat tembok untuk dirinya.
"Seandainya saya bisa, saya tidak akan meminta bantuan pada kamu!" Jawabnya santai.
Adeela menggelengkan kepalanya melihat sikap Kyla yang seperti ini.
"Anda ini masih sadar, kan minta bantuan pada wanita yang dulu suaminya Anda rebut! Dimana sebenarnya harga diri Anda! Kalau harga diri sudah terkikis, setidaknya ada lah rasa malu walaupun hanya sedikit. Dan satu lagi, itu bukan urusan saya untuk ME-MAKCOMBLANGKAN Anda dan juga si Farhan. Urusan saya SANGAT BANYAK!. Dan hal yang sangat sia-sia kalau saya harus berurusan lagi dengan kalian berdua. Permisi!"
Kyla hanya bisa menahan kesal mendengar segala ucapan Adeela. Ia tidak menyangka, Adeela ternyata sangat tegas dan tidak bisa untuk ditindas seperti yang selama ini ia fikirkan.
Dengan segala kesal yang terpendam di dalam dada, Kyla akhirnya berlalu dari sana dengan perasaan yang berkecamuk telah dipermalukan Adeela di depan umum.
********
__ADS_1
Yah, semua orang disamaratakan sm Kylaπ Mon maap yak, Adeela itu sebenarnya nyembunyiin taringnya aja. Jd jan berani2ππ
Salam story from By_me