MEMBALAS PERSELINGKUHANMU

MEMBALAS PERSELINGKUHANMU
Bertemu Lagi


__ADS_3

Dua minggu adalah waktu yang sangat lama untuk masa cuti. Justin pun tidak masalah, karena perusahaan itu adalah miliknya, pikirnya. Dan untung saja, semua urusan di kantor di atur dengan baik oleh sekretarisnya.


Dan hari ini, Justin akan kembali dari masa hibernasinya. Ia akan kembali memulai rutinitasnya dalam bekerja. Adeela yang sudah terbiasa dengan rutinitas pagi sebelum bekerja, dengan telaten menyiapkan semua keperluan suaminya. Hal itu pun dulu sering ia lakukan di pagi hari saat masih bersama Farhan. Namun itu dulu. Sekarang ia kembali melakukan rutinitas itu, namun dengan orang yang berbeda.


"Aku berangkat dulu, ya, Ma, Pa." Pamit Justin setelah selesai sarapan dengan seluruh keluarganya.


"Hm, hati-hati, sayang. Kerja yang giat. Sekarang kamu sudah punya tanggungan, loh!"


"Iya, Mi. Dari dulu aku kerjanya juga giat. Tapi karena sekarang nambah satu, makanya harus tambah giat lagi kerjanya. Makannya Deela kan, banyak, Mi!" Ucapnya sambil nyengir tanpa dosa.


"Jangan di denger, Mi!" Jawab Adeela tidak terima. Walau memang seperti itu keadaannya. Ia yang banyak makan. Alhasil, sekarang badannya semakin berisi. Hanya saja, ia malu di depan mertuanya.


Mami, Papi dan Nenek hanya bisa tertawa melihat interaksi keduanya.


"Sudah, sudah. Lebih baik, Ntin, kerja sana. Cari uang yang banyak. Nenek sama Adeela butuh uang yang banyak buat makan." Usir Nenek pada cucunya.


Suasana ruang makan yang hangat di pagi hari membuat Justin bersemangat. Penampakan dan situasi seperti ini sangat jarang ia dapati. Ada rasa bahagia bisa kembali merasakan situasi seperti ini setelah sekian lama.


Adeela mengantar Justin sampai di depan pintu. Adeela tak lupa mencium punggung tangan suaminya. Saat telah selesai, Justin dengan secepat kilat mencium bibir Adeela lalu setelah itu berlari menghindari amukan istrinya.


Sebelum Justin menutup pintu mobil, Adeela baru ingat sesuatu dan ia harus meminta izin.


"Aku diajak sama Mommy nanti pergi shopping, Mas."


"Boleh. Tapi, jangan lupa waktu kalau pergi belanjanya."


"Siap, bang bule!" Jawabnya tersenyum sambil mengangkat jempol.


Justin pun melajukan kendaraannya menuju perusahaan. Adeela berjalan masuk dan melanjutkan rutinitasnya. Setelah selesai bersiap-siap, Adeela pun berangkat bersama Mommy menuju mall terdekat. Nenek Rosi ingin ikut bergabung, tetapi tidak diizinkan oleh Papi Bagas. Mengingat Nenek Rosi yang masih dalam tahap pemulihan.


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, mereka pun sampai di mall xx. Mommy dan Adeela sangat antusias saat memasuki area mall. Sudah lama sekali Adeela tidak datang di tempat ini. Begitu juga dengan Mommy yang antusias, karena akhirnya mempunyai seseorang yang menemaninya berbelanja seperti ini. Ada menantu yang diajaknya berkeliling. Setelah beberapa hari yang lalu ia sempat sedih.

__ADS_1


Mommy dan Adeela mengelilingi beberapa store yang ada di mall. Mulai dari sepatu, tas, aksesoris hingga terakhir mereka ke store yang berisi pakaian wanita beserta pakaian dalam.


Adeela memilih untuk ke rak baju tidur. Sedangkan Mommy memilih beberapa dress keluaran terbaru. Adeela memilih beberapa model piyama berbagai warna. Saat sedang asyik memilih, Mommy memanggilnya untuk mendekat. Adeela pun berjalan menuju Mommy dan melihat kain tipis yang diperlihatkan oleh Mommy.


"Baju tidur ini cocok buat kamu, sayang." Ujar Mommy sambil menempelkan baju tipis itu di depannya.


Adeela bergidik melihat modelan baju yang Mommy pilihkan untuknya. Baju yang tipis dan kurang bahan. Jika ia memakainya, bisa-bisa badannya akan masuk angin. Sangat tidak rekomended menurutnya.


"Enggak ah, Mi. Belinya nanti aja, ya. Lagian juga, Adeela udah pilih beberapa baju tidur, kok. Segitu udah cukup." Tolaknya halus.


"Enggak apa-apa, sayang. Pilih banyak juga enggak apa-apa. Justin enggak bakalan bangkrut kalau kamu beli banyak." Tolak Mommy tidak menerima bantahan. Anak sama Mommy memiliki sifat yang sama. Tidak bisa dibantah.


"Yaudah." Jawabnya akhirnya. Mommy dengan semangat memilihkan beberapa lembar lingerie untuk Adeela.


Setelah puas berbelanja, mereka pun menuju restoran yang terletak di lantai paling atas. Sangking asyik nya berbelanja, mereka melupakan makan siang yang telah lewat beberapa jam yang lalu.


Setelah beberapa menit menunggu, pesanan mereka akhirnya tiba. Mereka makan siang diisi dengan perbincangan ringan antara mertua dan menantu. Adeela yang enak di ajak bicara sangat nyaman bisa bersama mertuanya yang baik hati.


Sebagian besar topik pembicaraan mereka membahas tentang Justin. Mulai dari masa kecil, dewasa, hingga kebiasaan jelek yang biasa Justin lakukan. Adeela tidak bisa berhenti tertawa saat Mommy menceritakan semua kebobrokan Justin kepadanya.


"Mi, aku ke toilet dulu, ya. Kebelet ini!" Pamit Adeela sambil berdiri dari sana.


"Yaudah, sana. Mommy tungguin disini!"


Segera Adeela bertanya kepada pelayan di mana letak toilet. Pelayan tadi mengantarnya sampai di depan toilet. Setelah mengucapkan terima kasih, Adeela segera menuntaskan hajad nya buang air kecil.


Saat ia membuka pintu kamar mandi, penampakan yang ia lihat di pojok kamar mandi seketika membuat matanya melotot. Bagaimana tidak, di kamar mandi itu ia melihat wanita dan lelaki yang sedang berciuman dengan panasnya.


Adeela bersidekap dan berdehem untuk menyadarkan dua orang yang masih belum sadar akan kehadirannya. Apa yang ia lakukan tadi, sukses membuat kedua orang itu menghentikan kegiatannya dan melepaskan diri.


Adeela memicingkan matanya menatap dengan lekat wanita di depannya. Otaknya seketika terkoneksi dengan baik melakukan scanning kepada wanita itu. Wanita itu ternyata adalah Kyla, mantan istri suaminya.

__ADS_1


Kyla yang melihat kehadiran Adeela di depannya seketika menatap dengan pandangan sinisnya.


"Tunggu aku diluar, ya." Ucap Kyla pada lelaki itu. Lelaki itu mengerling pada Kyla, setelah itu barulah ia berjalan keluar.


"Tunggu!" Panggil Adeela pada lelaki yang hampir melewati badannya.


Lelaki itu berhenti dan menoleh ke arahnya. Menatap dengan pandangan bertanya.


Adeela menatap satu per satu orang itu, "Lain kali, kalau mau melakukan hal senonoh seperti tadi, ada baiknya kalau kalian cari hotel kalau sudah tidak tahan!" Ujarnya sarkas pada kedua orang itu.


Kyla bersedekap dada dan menatap sinis Adeela. "Apa kamu bilang? Kamu siapa mau memerintahku seperti itu? Urus saja urusanmu sendiri?" Sinisnya melototkan matanya.


"Kamu bertanya aku siapa? Kamu sudah lupa wajah istri dari SEPUPUMU, dulu?" Tanyanya sambil tersenyum miring.


Kyla tersulut emosi melihat tampang mengejek wanita di depannya. "Kurang ajar. Lebih baik kamu tutup mulutmu sebelum mulut kotormu itu aku tampar!" Ujarnya berteriak dengan wajah yang sudah memerah menunjuk wajah Adeela.


"Ups, salah ngomong, ya! Ya sudah, aku tidak mau minta maaf!"Jawabnya tanpa takut akan kemarahan Kyla yang sepertinya sudah sampai di ubun-ubun.


Lelaki tadi melihat suasana yang sudah semakin panas, akhirnya berbuka suara. "Lebih baik kita pergi, Kyla. Tidak usah meladeni orang yang tidak kamu kenal." Ujar lelaki yang itu yang ternyata tidak keluar dari kamar mandi wanita. Lelaki itu dari tadi menyaksikan apa yang kedua wanita ini ributkan.


Adeela menatap lelaki itu sekilas, setelah itu ia kembali menatap Kyla.


"Sudah dulu, ya. Aku sedang ditunggu seseorang di luar. Semoga lain kali kita bertemu lagi, SEPUPU!" Ujarnya tersenyum miring. Melambaikan tangan tanpa melihat raut wajah Kyla yang sudah semerah tomat.


Sebelum berhenti di pintu, ia menatap lelaki yang berdiri tepat di sampingnya. "Lain kali kalau mau begituan seperti tadi, jangan di toilet, ke hotel sana. Tidak elit, kalau kalian melakukan hal seperti tadi di toilet. Apalagi ini adalah toilet perempuan. Tampat umum. Anak kecil dan anak remaja bisa saja masuk dan menyaksikan tayangan 21+ kalian. Tayangan live tadi tidak baik untuk proses pertumbuhan mereka. " Ujarnya yang membuat si lelaki bungkam dan memilih untuk tidak berkomentar. Apa yang Adeela katakan tadi sangat menamparnya.


Dan berakhirlah Adeela yang mencak-mencak tidak jelas di sana. Telah dipermalukan seperti tadi oleh Adeela yang jelas-jelas lebih muda darinya.


*******"*


Panas kan? panaslah!😝🤭😂😂

__ADS_1


Tertampar secara tidak langsung nih mbak Kyla🤣🤣


Tekan like nya dong biar aku tambah semangat👍👍


__ADS_2