
Adeela, Anisa dan semua teman perempuannya duduk di pinggir kanan sambil menatap Justin yang masih memetik gitar di atas panggung.
(Elo- enggak kayak mantanmu)
Aku bukanlah orang yang punya harta berlimpah
Aku hanyalah orang yang biasa-biasa saja
Tapi aku selalu setia padamu
Dan aku selalu jujur kepadamu
Gak kayak mantanmu yang selalu menyakitimu
Gak pernah mau ngurusin kamu
Bohongin kamu curangin kamu
Gak peduli perasaanmu
Aku bukan dia
Lupakan saja semua janji-janji manisnya
Hilangkan saja semua kenangan bersamanya oh oh yeah
Kini ada aku yang setia padamu
Kini ada aku yang cinta padamu
Gak kayak mantanmu yang selalu menyakitimu
Gak pernah mau ngurusin kamu
Bohongin kamu curangin kamu
Gak peduli perasaanmu
Mengapa kau masih terbayang olehnya
Sampai kapan aku menunggumu.
Justin menyanyikan dengan suara serak basah yang sangat enak di dengar. Semua temannya seketika terdiam mendengar kelebihan teman mereka yang baru terungkap kali ini.
Semua orang bertepuk tangan dan memuji suara Justin sosok bule preman yang dulu sering malak di sekolah.
__ADS_1
Ketua panitia pun naik ke atas panggung saat Justin selesai bernyanyi.
"Terima kasih Justin sudah mempersembahkan lagu yang sangat bagus malam ini. Jadi, peraturan mainnya kali ini adalah siapa saja yang selesai bernyanyi, maka mereka berhak menunjuk teman yang lain untuk naik ke atas panggung memeprsembahkan suara mereka."
Justin tersenyum tipis yang hampir tak terlihat. Ia sudah memiliki kandidat nama yang akan ia panggil.
"Jadi, lo punya kesempatan untuk nunjuk satu temen kita untuk naik ke atas panggung. Siapa kira-kira yang lo mau tunjuk?" Tanya ketua panitia.
"Adeela! Gue mau nunjuk Adeela naik ke atas panggung!"
Seketika Adeela membelalakkan matanya mendengar namanya di sebut oleh si bule Jawa. Adeela menunjukkan tinjuannya kearah Justin merasa kesal mengapa harus namanya yan dipanggil.
"Ni orang ngerjain gue. Awas aja lo, bule gila!" Gumamnya lirih sambil menatap tajam Justin. Sedangkan semua temannya sudah meneriaki namanya agar ia segera naik ke atas panggung. Tak ada pilihan lain, Adeela harus menerima nasib dengan menahan malu naik ke atas panggung.
Dengan penuh kekesalan, Adeela naik ke atas panggung dan berdiri di samping Justin.
"Lo sengaja kan, ngerjain gue, bule gila!" Bisiknya pada Justin.
Bukannya menjawab, Justin malah menertawainya.
"Terima aja penderitaan lo, item."
Adeela merasa geram dengan ucapan Justin. Ingin rasanya ia menjitak kepala musuhnya ini dan menendangnya turun dari panggung.
"Awas ya, lo. Gue bakalan buat perhitungan sama lo nanti!" Ucapnya menatap dengan penuh kekesalan kearah Justin.
"Silahkan, Adeela." Ucap ketua panitia mempersilahkan Adeela bernyanyi.
Adeela menganggukkan kepalanya. Kini tangannya sudah berkeringat memegang mike di depannya.
Adeela pun mulai menyanyikan lagu dari
(Rossa- Hati yang kau sakiti)
Jangan pernah katakan bahwa
Cintamu hanyalah untukku
Karena kini kau telah membaginya
Maafkan jika memang kini
Harus kutinggalkan dirimu
Karena hatiku selalu kau lukai
__ADS_1
Tak ada lagi yang bisa ku
Lakukan tanpamu
Ku hanya bisa mengatakan
Apa yang kurasa
Ku menangis membayangkan
Betapa kejamnya dirimu atas diriku
Kau duakan cinta ini
Kau pergi bersamanya
Ku menangis melepaskan
Kepergian dirimu dari sisi hidupku
Harus selalu kau tahu
Akulah hati yang telah kau sakiti
Adeela menyanyikan dengan penuh penghayatan. Entah mengapa ia ingin sekali menyanyikan lagu ini yang mungkin mewakili perasaannya saat ini. Hati yang di sakiti. Air mata menetes membasahi wajahnya, dengan cepat ia menyekanya berharap tidak ada yang melihatnya menangis.
Selesai bernyanyi, semua orang hanya terdiam tanpa memberikan respon padanya. Semua tampak mematung dan menatapnya dengan berbagai macam tatapan.
"Suara aku jelek, ya?" Tanyanya memecah keheningan. Sontak semua temannya menjawab dan menggelengkan kepalanya. Karena memang lagu yang Adeela bawakan sangat menusuk hingga ke hati membuat orang yang mendengarnya ikutan sedih.
"Ok, teman-teman, berikan tepuk tangan yang meriah untuk teman kita yang ternyata suara sangat merdu. Wah, dua orang musuh bebuyutan sekolah dulu ternyata sama-sama memiliki bakat terpendam." Semua orang sontak tertawa karena memang Adeela dan Justin terkenal musuh semasa SMA.
Kini Adeela sudah turun dari atas panggung dan menghampiri teman-temannya di bawah setelah tadi ia menunjuk Zizi (nama samaran untuk Surya) lelaki bertulang lunak yang sudah sedari tadi kayak cacing kepanasan ingin maju ke depan.
Zizi menyanyikan lagu dangdut dengan gayanya yang khas dan kocak sontak membuat semua orang heboh dan tertawa meneriakinya.
Sedangkan Adeela merogoh ponselnya di tas karena bergetar dari tadi. Ternyata yang menghubunginya adalah suaminya. Adeela pun pamit untuk menerima panggilan suaminya pada sahabatnya. Ia berjalan agak menjauh agar bisa mendengar pembicaraan suaminya di balik telepon.
Di tengah percakapan mereka, ada seseorang yang memperhatikannya diam-diam. Adeela kini menangis setelah menutup panggilan dari suaminya itu. Ia berjongkok dan menumpahkan kesedihannya di sana.
Tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang memakaikan jaket di badannya. Adeela sontak menoleh ke belakang dan ternyata orang itu adalah....
RAHASIA😉😁. Besok baru di lanjut lagi yak. Aku crazy up kali ini kak. Untuk mengobati rindu kalian karena aku lama enggak up, ya kan😉👍
Jangan lupa klik like, komen dan vote nya yak👍
__ADS_1
Author sarangheo yeorobun😚
Salam story from By_me