MEMBALAS PERSELINGKUHANMU

MEMBALAS PERSELINGKUHANMU
Siapa Orang Itu?


__ADS_3

Adeela membuka matanya dan terbangun dari tidur panjangnya, setelah bekerja keras semalam. Kepalanya ia tolehkan ke samping menatap sang suami yang kemarin malam telah melewati malam yang panjang dengannya.


Sekelebat adegan kemarin malam terlintas di benaknya. Tentang bagaimana cara seorang Justin memperlakukannya dengan sangat lembut. Justin yang mood nya kadang berubah-ubah. Si kang pede, nyebelin, suka jahilin dirinya dan musuh bebuyutannya. Ternyata menjadi takdirnya. Sampai saat ini ia masih tidak menyangka bahwa sang empu yang berada di sampingnya akan membuatnya bertanya-tanya. Bagaimana sebenarnya perasaan seorang Justin kepadanya. Bukannya Adeela mau besar kepala tentang Justin yang bisa saja menyukainya, tapi mulai dari akad nikah sampai apa yang mereka lakukan semalam, sangat berbeda dengan apa yang Justin lakukan saat mereka masih berada di masa putih abu-abu.


Atau apakah selama ini, Justin diam-diam menyukainya. Hanya saja Justin enggan untuk mengungkapkan kepadanya. Karena bukan tanpa sebab hipotesa seperti itu terlintas di kepalanya. Saat masa putih abu-abu, Adeela memang beberapa kali mendapati sosok Justin yang diam-diam memperhatikannya. Saat telah kedapatan seperti itu, maka Justin akan tetap pada posisinya dan beralih dengan menjulurkan lidah kearahnya.


Lamunan Adeela berakhir saat tiba-tiba saja, Justin terbangun dan tak lama setalah itu tangan nakalnya telah menjalar kemana-mana. Adeela yang mendapat perlakuan seperti itu langsung saja menepis tangan nakal Justin. Ia baru sadar, semalam ia tidak sempat memakai sehelai pakaian pun dan berakhir, ia dan Justin sama-sama tanpa sehelai benang.


"Deel!" Rengeknya di samping telinganya.


Namun dengan segera Adeela memelototi suaminya. "Deel, Deel, sudah masuk waktu subuh." Ucapnya dengan pelototan "Mending sekarang kita subuhan bareng. Deel,Deel, sana mandi. Habis itu kita sholat subuh bareng!" Adeela segera melilitkan selimut di badannya dan segera berjalan menuju kamar mandi. Meninggalkan Justin yang sudah semangat-semangatnya, harus menghembuskan nafas kasar karena keinginannya tak terpenuhi.


"Deel, kita mandinya bareng ya!" Teriaknya dari arah luar." Berharap Adeela berbaik hati membukakan pintu kamar mandi untuknya.


"Enggak!" Tolaknya.


Lagi-lagi, Justin harus menelan kekecewaan karena Adeela yang tidak bisa di ajak kompromi.


Tak berselang lama, Adeela pun telah selesai dengan ritual mandinya dan keluar dengan kimono dan handuk yang melilit di atas kepalanya.


"Dah, sana mandi. Abis itu kita sholat bareng. Hari ini kita kan, mau balik ke Jakarta. Kasian Nenek, kalau ditinggal lama."


"Siap, Bunda!" Ujarnya disertai cengengesan berlari menuju kamar mandi.


Adeela hanya bisa geleng-geleng kepala menghadapi tingkah suaminya.


"Sabar, Deel, sabar! Mimpi apa aku kemarin bisa nikah sama bang bule!"

__ADS_1


Adeela pun memakai bajunya, mukenah dan menggelar sajadah untuknya dan untuk suaminya.


Tidak menunggu waktu yang lama, mereka pun telah selesai dengan kewajiban mereka sebagai umat muslim. Kegiatan baru setelah menikah yang dilakukan oleh Adeela dan Justin adalah sholat berjamaah dan berakhir dengan Adeela yang dengan takzim mencium punggung tangan suaminya. Hal sederhana, namun hal itu lambat laun mengikis rasa benci menjadi rasa sayang untuk suaminya. Hal sederhana yang tidak pernah dilakukannya dulu saat bersama dengan mantan suaminya, Farhan. Bisa dibilang, hal-hal kecil seperti ini membuat mindset Adeela tentang Justin yang dulu, perlahan pun terkikis.


"Ada seseorang yang sangat pengen ketemu sama kamu, Deel." Ujar Justin saat mereka telah berada di sofa untuk memulai sarapan.


Adeela yang menyuapkan makan ke dalam mulutnya pun berhenti dan menatap suaminya penuh tanda tanya.


"Siapa yang mau ketemu sama aku?" Tanyanya sambil memperhatikan mimik wajah suaminya yang tidak bisa ia baca.


"Ada...seseorang. Nanti kamu juga tahu!" Jawabnya dan kembali melanjutkan makannya.


"Ihh, apaan sih. Kasih tahu sekarang, enggak! Jangan buat aku jadi penasaran dong!"


Farhan yang didesak seperti itu oleh istrinya tidak ambil pusing dan kembali menyendokkan makanan ke dalam mulutnya dan menghiraukan gerutuan istrinya yang penasaran.


Setelah hampir seharian penuh berada di dalam pesawat, akhirnya mereka pun sampai dengan selamat di bandara Soekarno Hatta, Jakarta.


Adeela dan Justin berjalan keluar dari bandara. Di luar sana, sudah ada seseorang yang katanya sangat ingin bertemu dengan Adeela. Adeela yang tahu orang yang di maksud oleh suaminya sedari tadi, sontak membulatkan matanya dan menatap suaminya dengan pandangan yang sulit dibaca.


Tidak ada yang tahu siapa yang Justin maksud, selain Adeela dan Author....


************


Seorang lelaki berperawakan tinggi dan tegap tiba-tiba saja menepikan kendaraannya di pinggiran jalan. Lelaki ini, keluar dari mobil dan membanting pintu mobil dengan keras. Hal itu dengan sekejab membuat si wanita yang berada di samping pengemudi terkesiap. Dibukanya dengan kasar pintu dan seatbealt yang dikenakan oleh si wanita tadi.


"Keluar kamu dari mobilku!" Ujarnya setengah berteriak sambil menarik tangan si wanita dengan kasar.

__ADS_1


"Kamu kenapa, Chell? Kamu enggak bisa giniin aku! Urusan kita belum selesai, asal kamu tahu!"


Namun si lelaki bukannya mendengarkan, ia malah menghempaskan tangan si wanita dengan keras yang mana membuat sang empu tidak bisa menjaga keseimbangannya. Untung saja si wanita memakai sepatu yang berukuran 5 cm, jadinya ia masih bisa menjaga keseimbangan agar tidak terduduk di aspal. Ukuran yang lebih kecil dari yang biasa ia gunakan saat sedang bekerja.


"Aku enggak perduli lagi dengan urusan yang kamu maksud. Aku udah bosan sama kamu!" Tegasnya. Setelah mengatakan itu, si lelaki berlalu meninggalkan si wanita. Namun belum sampai ia membuka pintu mobilnya, tangan si lelaki kembali di cekal dari belakang oleh si wanita.


"Kamu enggak bisa giniin aku,Chell! Selesaikan dulu urusan kita baru setelah itu kamu pergi!"


Dengan sekali gerakan si lelaki berhasil melepaskan cekalan si wanita dengan keras. Untuk yang kedua ini, si wanita benar-benar jatuh terduduk di atas aspal yang dingin sedingin dengan cuaca malam itu.


"Aku bilang enggak, ya enggak!" Itu kata-kata terakhir yang dikatakan si lelaki sebelum benar-benar pergi meninggalkan si wanita di tengah gelapnya malam yang sangat dingin. Tanpa memperdulikan keadaan si wanita yang sudah kacau balau.


"Kurang ajar, b*******, banci, b******! gue doain kendaraan lo bakalan nabrak! biar mati sekalian!" Teriaknya begitu frustrasi diperlakukan seperti itu oleh si lelaki.


"Kurang ajar, gue bakalan buat perhitungan sama lo, Chell! Gue bakalan tagih lo sampai ke ujung dunia sekalipun!" Teriaknya frustrasi dengan wajah yang sudah memerah.


"Arghhhh!!! Gue benci, benci, sama semua orang!" Teriaknya dengan air mata yang kini telah menggenangi wajahnya. Kedua tangannya ia gunakan untuk memeluk badannya yang sangat kedinginan. Udara malam mampu menembus kain tipis yang membalut badannya.


Kira-kira siapa orang yang ingin bertemu Adeela dan siapa orang terakhir ya?


***********


Yah, dibuat penasaran kan!!!🤭🤭


Tebak-tebak aja dl deh, kakak" ya!


eitss... sebelum itu, Jangan lupa tekan like, komen, sama bintangnya dl yak. lopph you😘😘

__ADS_1


__ADS_2