MEMBALAS PERSELINGKUHANMU

MEMBALAS PERSELINGKUHANMU
Aku Datang, Kyla!


__ADS_3

Setelah kepergian Farhan, Kyla tak henti-hentinya mengeluarkan kata-kata yang isinya hampir menyebutkan semua nama hewan di kebun binatang.


Farhan sosok lelaki yang tidak bisa diganggu gugat saat ia telah memilih sebuah pilihan. Siapapun tidak bisa mengubah niatnya itu. Termasuk Kyla sekalipun. Kyla tahu saat ini suaminya tidak akan bisa ia ubah pendiriannya. Sialnya, suaminya itu memergokinya sedang berselingkuh dengan Raka. Entah dari siapa suaminya itu tahu keberadaannya. Pasti ada seseorang dibalik semua ini, pikirnya.


Raka adalah mantan pacar Kyla, setelah putus dengan Farhan. Raka adalah kekasih keduanya setelah ia putus dengan Farhan. Mereka sempat berpacaran selama 3 tahun, namun saat itu mereka harus terpisah karena orang tua dari Raka tidak merestui hubungan mereka. Keluarga Raka memisahkan mereka dengan mengirim Raka bekerja di perusahaan keluarganya yang ada di luar negeri.


Singkat cerita, selang 10 tahun kemudian entah karena takdir, mereka kembali dipertemukan. Mereka tidak sengaja bertemu di sebuah restoran. Dan ya, mereka saling bertukar nomor ponsel kala itu. Raka dan Kyla selalu berkabar dan semakin intens setiap harinya. Kyla yang sedang pisah rumah dengan suaminya dan sedang kesepian, akhirnya terbuai dan menjalani hubungan terlarang di belakang suaminya. Ia terbuai dengan kasih sayang dan belaian dari Raka, hingga membuatnya lupa diri. Namun sepintar-pintarnya ia menyembunyikan sebuah bangkai, nantinya pasti akan tercium juga. Hal itu pulalah yang sedang berlaku padanya. Ia ketahuan dan biduk rumah tangga nya diambang kehancuran.


"Arggghhh...." Kyla menarik dengan kasar rambutnya. Sungguh, saat ini ia merasa sangat kalut dan hancur. Apa yang harus dilakukannya sekarang. di tengah-tengah kekalutannya, ia tersadar bahwa sekarang Raka sedang terbaring di lantai dan tidak sadarkan diri. Ia hampir melupakan Raka. Segera Kyla memanggil lelaki penjaga villa sewa itu untuk membantunya memapah Raka menuju mobil.


Setelah Raka telah berada di dalam mobil, segera Kyla melajukan kendaraannya menuju ke Puskesmas yang terletak di sekitar sana.


Setelah Kyla telah sampai di Puskesmas, Raka pun segera di tangani oleh petugas kesehatan di Puskesmas. Setelah mengetahui kondisi Raka telah membaik setelah dilakukan penanganan, Kyla pun berjalan ke depan dan berhenti tepat di tempat parkiran yang kala itu sedang sepi.


"Angkat, mas!!" Gumamnya frustrasi mencoba menghubungi suaminya yang sedari tadi tak kunjung mengangkat panggilan darinya.


Beberapa kali mencoba, panggilan telepon darinya tak diangkat oleh Farhan. Kyla jalan mondar-mandir layaknya setrikaan rusak sambil menggigit kuku-kuku jarinya.


"Ini enggak bisa dibiarin!" Ucapnya setelah capek mondar-mandir tadi. "Aku enggak mau cerai. Pokoknya aku harus cari cara!" Kyla tidak ingin berpisah dengan Farhan, lelaki mapan dan bergelimang harta. Tabungan berjalannya itu tidak bisa ia lepaskan begitu saja. Walaupun Raka lelaki yang kaya, tapi Farhan jauh lebih kaya darinya. Raka hanya sebagai pelampisan sesaat baginya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 22.15, tidak mungkin ia harus balik ke Jakarta saat malam semakin larut. Untuk malam ini, ia akan menemani Raka di Puskesmas dan keesokan harinya barulah ia akan balik ke Jakarta untuk menyelesaikan permasalahannya dengan Farhan.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Kyla sudah pergi dari sana. Kondisi Raka sudah membaik, namun ia tidak bisa menunggu sampai Raka tersadar dari tidurnya. Ia harus segera pulang ke rumahnya untuk bertemu dengan suaminya.


Kyla menaiki taksi untuk balik menuju rumahnya. Selama perjalanan ia hanya bisa melamun dan menggigiti ujung kuku-kuku nya, gugup dan takut untuk menghadapi suaminya nanti.


Setelah memakan waktu, akhirnya ia sampai juga di depan rumahnya. Dari depan halaman, terlihat mbok Diah sedang menyiram tanaman. Segera ia berjalan masuk dan mencari keberadaan suami dan anaknya di setiap ruangan. Namun ia tidak dapat menemukan keberadaan anak dan suaminya itu.


"Kemana anak dan suami saya, mbok?" Tanyanya saat ia telah berada di halaman depan menghampiri mbok Diah.


"Den Reyhan dan Pak Farhan, sudah dua hari di rumah sakit xx, Nyonya."


"Yaudah, kalau begitu saya mau samperin ke sana dulu, mbok."


Mbok Diah hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Ia hanya bisa memperhatikan majikannya itu yang terlihat sangat berbeda hari ini.


Kyla pun segera menuju rumah sakit untuk menghampiri anak dan suaminya. Tak membutihkan waktu yang lama ia pun sampai juga di rumah sakit. Setelah bertanya pada petugas, ruangan anaknya pun telah ia ketahui. Semakin mendekati ruangan rawat anaknya, hatinya semakin tak menentu.

__ADS_1


Akhirnya ia pun sampai di depan ruangan anaknya. Ia mencoba menarik nafas panjang dan menetralkan ekspresinya agar tidak terlalu kentara kegugupannya.


Diputarnya knop pintu dan terlihat anak dan suaminya sedang duduk dan saling bercanda. Sontak saja keduanya teralihkan fokusnya dan menatap Indah yang kini memasang wajah tak berdosanya.


"Mama!" Ucap Reyhan pelan karena sudah beberapa hari ini tidak melihat Mama nya.


"Iya, sayang!" Kyla menampakkan senyumnya.


Sedangkan Farhan, tatapannya sangat dingin menatap ke dalam manik mata Kyla. Kyla tidak berani menatap mata suaminya yang terlihat sangat menakutkan.


Kyla berjalan maju ke depan ingin menghampiri anaknya, namun belum sampai di sana, Farhan sudah terlebih dahulu mencegat nya.


"Sayang, Papa mau ke luar dulu ya, sama Mama."


"Iya, Pah."


Farhan menarik lengan Kyla dengan cengkeraman yang keras, hingga membuat lengannya terasa sangat sakit. Di bawa nya Kyla keluar ruang rawat anaknya dan dihempaskannya tangan Kyla dengan kasar saat telah sampai di luar.


"Sakit, mas!" Ringis Kyla


"Ngapain kamu, kesini, hah?"


"A-aku mau jengukin anak aku, mas."


"Ohh, masih ingat kalau kamu masih punya anak, hmm?."


"Maksud kamu apa, mas?."


"Jangan berlagak sok polos kamu, Kyla. Masih punya muka kamu datang ke sini menampakkan muka mu di depan aku dan anakku, hah?!"


"Aku hanya mau melihat keadaan anak aku, mas. Biarkan aku masuk!" Kyla ingin kembali masuk ke dalam namun lagi-lagi ia ditahan oleh Farhan.


"Tadi kamu sudah lihat kan, keadaan Reyhan bagaimana. Dia baik-baik saja. Aku harap kamu dengarkan kata aku ini baik-baik. JANGAN PERNAH LAGI MENAMPAKKAN MUKA MU DI DEPAN ANAKKU. AKU TIDAK MAU LAGI KAMU MENGGANGGU DAN MENGUSIK KEHIDUPAN KAMI. HARI INI ADALAH HARI TERAKHIRMU MELIHAT ANAKKU DAN AKU HARAP SETELAH INI JANGAN PERNAH LAGI MUNCUL!"


"Kamu mengusir aku, mas?"


"IYA, AKU MAU KAMU PERGI YANG JAUH!"

__ADS_1


Deg... Kyla sangat terpukul mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut suaminya.


"Bawa semua barang-barangmu dari rumahku. Setelah aku pulang nanti, aku tidak mau lagi mendapati barang-barangmu, termasuk kamu!" Tunjuknya tepat di depan wajah Kyla.


Kyla terpukul mendengar kata pengusiran dari suaminya. Jadi, apa yang ia takutkan benar terjadi.


"Sekarang pergilah dari sini. Talak dariku sudah berlaku sejak aku memergokimu dengan lelaki lain. Mulai hari ini kamu bukan lagi istriku. Jadi, mulai sekarang, pergilah yang jauh dan jangan tampakkan wajahmu di depan anakku! Aku muak lihat wajahmu!"


"Mas!" Dengan mata yang berkaca-kaca ia berharap ada sedikit saja belas kasihan dari suaminya.


"Pergi aku bilang!" Bentaknya. Tak ada lagi kelembutan yang biasa ia lakukan.


Kyla menghapus cairan bening yang keluar dari mata nya. Tak ada lagi kesempatan buatnya. Mau seberapa pun ia berusaha, kekerasan batu karang itu tidak dapat ia patahkan.


Kyla pun berbalik badan dan meninggalkan ruangan anaknya dengan kekesalan dan air mata.


Tujuannya sekarang adalah ke arah rumahnya. Ia akan mengemasi semua barang-barangnya di rumahnya dan pergi dari sana.


Saat sudah sampai di rumah, semua barang-barangnya ia masukkan ke dalam koper. Pakaian, aksesoris dan barang-barang branded nya. Banyak sekali barang bawaannya. Dipanggilnya mbok Diah untuk membantunya membawa barang-barangnya ke bawah. Mbok Diah tidak banyak bertanya akan apa yang terjadi. Ia tidak ingin mencampuri urusan rumah tangga majikannya itu.


Saat sudah sampai di halaman rumah, dari depan datang seorang wanita berhijab berjalan dengan percaya dirinya memasuki rumah. Ya, orang itu adalah Adeela. Adeela berjalan masuk dengan tetap melemparkan senyum manisnya.


Demi apapun, Kyla sangat muak dan ingin rasanya mencakar wajah sok manis dari Adeela. Mau apa wanita ini datang. Apakah ia mau melihat keterpurukannya sekarang?, pikirnya.


Sedangkan Adeela, di kepala nya sudah banyak sekali wejangan-wejangan yang ingin ia ucapkan kepada Kyla. Senyum manisnya saat ini sedang menggambarkan kebahagiaannya.


"Aku datang, Kyla!" Gumamnya di dalam hati.


🍁🍁🍁🍁


Happy reading kakak😙😙


Kira-kira mbak Adeel mau ngasih wejangan apa yah? jadi penasaran akuh😂😂


Segini aja dulu yak. Aku nulis se bab aja karena part ini lumayan panjang kak. Besok lagi aku lanjut yak😚😚


Salam story from By_me

__ADS_1


__ADS_2