
Sudah satu hari Farhan tidak pulang ke rumah. Sebenarnya Adeela sudah tahu kemana kepergian suaminya itu. Bima, teman se-panti nya itu selalu memberikan kabar kepadanya. Bima adalah anak IT yang juga bisa melakukan aksi hacker dan menyadap data seseorang.
Bima menyadap ponsel Kyla. Alhasil, pembicaraan Kyla dan juga lokasinya sekarang, Bima mengatahuinya semua dan memberitahukannya kepada Adeela. Bima adalah anak panti yang sama dengan Adeela, yang kini telah bekerja di perusahaan IT di Jakarta. Lelaki cerdas dan memiliki kelebihan seperti itu, membuat Adeela meminta bantuan padanya.
Adeela duduk di depan Tv sambil memakan buah-buahan yang telah ia potong-potong tadi.
Ditengah kegiatannya menonton sinetron di siaran TV ikan terbang itu, ia mendapat panggilan masuk dari Bima.
"Halo, Bim, ada apa?"
"Gue udah kirimin dia bukti-buktinya, Deel. Lo tinggal tunggu aja berita selanjutnya."
"Siip. Makasih banyak ya, Bim. Lo emang yang terbaik."
"Iye, iye. Lo ngomong kayak gitu kalau ada maunya, aja. Kebaca, tau!"
Adeela hanya bisa terkekeh mendengarnya.
"Yaudah, bentar lagi waktu istirahat gue habis. Nanti gue kabarin berita selanjutnya ya, Deel."
"Ok, ok. Makasih sekali lagi, Bim."
Setelah telepon terputus, Adeela kembali memakan buahnya.
"It's show time!"
Adeela tersenyum miring membayangkan apa yang akan terjadi nanti.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Saat ini Farhan sedang berada di dalam mobil menuju ke suatu tempat. Sebelum berangkat tadi ia mendapat sebuah kiriman pesan suara dari nomor yang tidak diketahui. Saat membuka pesan suara itu, amarahnya seketika membuncah mendengar percakapan dua orang itu. Percakapan antara Kyla dengan seorang lelaki yang membuat telinga Farhan panas mendengarnya.
Tak hanya sampai disitu, tak lama kemudian masuk lagi satu pesan dari orang yang tidak dikenal tadi, mengirimkannya titik lokasi dimana keberadaan istrinya sekarang. Farhan mencoba menghubungi nomor yang tadi, tapi sudah tidak dapat dihubungi. Farhan pun tak punya pilihan lain, ia harus mengecek dan memastikannya sendiri.
Sebelum berangkat tadi, ia pamit pada mbok Diah dan meminta nya untuk menemani anaknya sampai ia pulang nanti.
Dengan wajah yang dipenuhi dengan amarah, Farhan berkali-kali memukul setir ketika mengingat akan percakapan istrinya dengan lelaki tadi.
"Awas saja kalau benar adanya, Kyla. Tidak akan aku ampuni kamu!" Ucapnya geram disertai rahang yang mengeras.
Farhan melajukan kendaraannya menuju alamat yang tadi dikirimkan kepadanya. Alamat itu mengarahkannya menuju puncak. Tepatnya puncak Bogor. Titik alamat itu tujuannya sekarang.
Setelah berkendara selama beberapa jam, akhirnya ia pun sampai pada alamat tadi. Sebuah villa besar yang terparkir mobil mewah berwarna hitam di depannya.
Ia pun berjalan masuk namun langkahnya dihentikan oleh penjaga villa itu.
__ADS_1
"Bapak cari siapa?"
"Saya mencari istri saya!" Jawabnya dengan tegas.
"Mohon maaf, istri Anda tidak ada di sini. Saya mohon, bapak silahkan pergi dari sini."
Farhan semakin geram mendengarnya.
"Istri saya ada di dalam. Namanya Kyla. Biarkan saya masuk." Ucapnya mencoba menahan amarahnya.
"Tapi, pak. Anda tidak boleh masuk!"
Farhan menatap lelaki didepannya dengan tajam. Ia pun segera mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang merah.
"Kalau kamu biarkan saya masuk ke dalam, saya akan memberikan uang ini pada kamu, bagaimana?"
"Tidak bisa, pak."
Farhan kembali mengambil uang dari dompetnya lebih banyak dari yang tadi dan menyodorkannya ke depan wajah lelaki itu.
"Bisa tidak?!"
Terlihat lelaki itu menyunggingkan senyum dan mengambil uang dari tangan Farhan. Farhan hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya. Kalau uang sudah bicara, apapun pasti akan berjalan mulus.
"Mereka ada di dalam, pak. Saya tinggal dulu."
Farhan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Setelah itu ia mengangkat tangannya untuk memutar knop pintu di depannya.
Jrengg... pemandangan di depannya sungguh di luar dugaannya. Amarahnya sudah tidak bisa lagi ia tahan. Tangannya ia kepal erat. Istrinya sekarang sedang berbagi selimut dengan seorang lelaki dengan pemandangan yang membuat matanya menjadi panas. Pakaian yang berserakan dimana-mana dan istrinya sedang berpelukan dengan lelaki itu dengan bahu yang telanjang.
Ia berjalan mendekat dan memecahkan vas bunga yang terletak di atas nakas dengan sangat keras. Sontak saja, kedua orang yang kelihatannya sangat kelelahan pun terbangun dari tidurnya.
"M-mas Farhan!" Ucap Kyla dengan tebata, terkejut melihat kehadiran suaminya di depannya dengan wajah dan mata yang memerah.
Kyla langsung menutup dirinya dengan selimut. Tamat riwayatnya sudah.
Farhan berjalan mendekat dan langsung manarik lelaki itu untuk turun dari ranjang. Lelaki itu hanya menggunakan boxer sebagai penutup badannya. Farhan tak menunggu lama, ia langsung memberikan bogeman di wajah dan perut lelaki itu.
"Kurang ajar, mati saja kalian!" Geramnya dengan disertai tinjuan bertubi-tubi di wajah lelaki itu.
"Mas Farhan, jangan mas!" Kyla mencoba menarik badan suaminya agar perkelahian itu dapat berakhir. Namun bukannya berhenti, Farhan malah menepis dengan kasar tangan Kyla di perutnya sehingga membuat Kyla terduduk di lantai.
"Mati lo!" Tinjuan tak henti-hentinya ia berikan. Lelaki tadi tidak mampu melawan Farhan, karena selain ia belum siap untuk membalas, ia juga hanya menggunakan boxer.
Lelaki itu pun tumbang dengan darah segar mengalir di hidung dan ujung bibirnya.
__ADS_1
Farhan berbalik badan dan menatap Kyla dengan tatapan dipenuhi kabut amarah.
"M-mas Farhan, ini ti-tidak seperti yang kamu lihat, mas. Aku bisa jelasin semuanya. Ini salah faham, mas!" Ucapnya mencoba meyakinkan suaminya agar dapat percaya padanya.
"Apa yang mau kamu jelasin, hah?! Ini yang mau kamu jelasin?!" Tunjuknya pada leher Kyla yang dipenuhi dengan kissmark.
Kyla sontak menutup lehernya dan terlihat menggelengkan kepalanya.
"Aku bisa jelasin, mas!"
"Tidak ada yang perlu dijelaskan!" Teriaknya menggema di kamar itu.
"Apa yang mau kamu jelaskan, hah?! Kamu mau jelaskan tentang bagaimana kamu bisa berbagi selimut dengan lelaki lain, bagaimana leher dan dadamu ini bisa ada kissmark nya, bagaimana tubuhmu ini sudah tidur dengan lelaki lain, hah!"
"Tidak seperti itu, mas!" Air mata Kyla kini sudah mengalir membasahi wajah pucatnya.
"Cih... Hapus air mata kamu. air mata ini tidak pantas keluar. Air mata buaya. Kamu pergi selama tiga hari dari rumah tanpa izin sama aku dan meninggalkan Reyhan yang lagi sakit demi seorang lelaki ******* tadi!
Kyla tak mampu lagi membela diri. Air matanya semakin deras keluar dengan selimut yang semakin ia eratkan di badannya. Farhan membuang nafas kasar dan mengusap wajahnya.
"Ternyata begini kelakuan kamu selama aku pergi, Kyla!"
Kyla hanya mampu menangis dan menundukkan wajahnya.
Farhan tak mampu lagi berkata-kata. Ia mengacak-acak rambutnya frustrasi disertai teriakan yang memekikkan telinga. Farhan mencoba menahan dirinya untuk tidak melakukan kekerasan terhadap istrinya. Ia pun menarik nafas panjang dan menghembuskannya.
"Aku mau kita cerai!." Deg... Kyla seketika mengangkat pandangannya menatap Farhan dengan lamat-lamat.
"Maksud kamu apa, mas?"
"Aku mau kita CERAI!" Teriaknya di depan wajah Kyla. "Dan kamu, aku tidak mau lagi melihatmu menginjakkan kaki di rumahku. Bawa semua barang-barangmu dari rumahku. Aku tidak mau lagi melihatmu."
"Tidak bisa begitu dong mas. Aku tidak mau cerai dari kamu. Aku mohon, berikan aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya."
"Tidak ada yang perlu dijelaskan. Apa yang aku lihat sudah membenarkan apa yang kamu lakukan, Kyla. Dan satu lagi, Reyhan akan ikut denganku!" Farhan tak mampu lagi tinggal lama-lama di sana. Ia sangat gerah dan geram berada sekamar dengan Kyla. Ia berjalan keluar dari sana tanpa memperdulikan teriakan dan umpatan dari Kyla.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Masih mau lo😂😂.
Jahatnya akuh, tapi maaf ya, ini hanya cerita fiksi. Mohon maafnya🤗🤗🤗
Satu kata buat Farhan dan Kyla dong kakak!
Salam story from By_me
__ADS_1