MEMBALAS PERSELINGKUHANMU

MEMBALAS PERSELINGKUHANMU
Kaki Gajah


__ADS_3

"Udah lama nyampenya?" Tanya Adeela pada Justin. Sedari tadi, ia sedang berada di kamar mandi, sehingga saat suaminya datang ia tidak menyadarinya. Setelah makan malam dengan keluarga, Adeela langsung naik ke kamarnya karena ia merasa sangat gerah. Punggungnya juga akhir-akhir ini sangat sakit. Jadi, ia lebih gampang kelelahan.


"Baru aja." Jawabnya sambil melepas dasi nya dan menyimpannya asal di atas kasur. Tak lupa jas, kemeja dan celana kain hitamnya juga ia simpan asal di atas lantai. Tersisa boxer dan baju dalam melekat di tubuhnya. Adeela yang melihat kamarnya yang berantakan seperti itu mendengus kesal karena ulah Justin.


Baru saja Justin ingin berjalan menuju kamar mandi, tangan Adeela sudah mencegat di depan badan suaminya.


"Ada apa? Aku gerah banget nih, pengen mandi!"


Justin yang tidak mengerti dengan tatapan dan kode yang Adeela berikan semakin mendengus tidak suka.


"Kenapa, sih?" Tanyanya lagi.


"Sebelum masuk kamar mandi, baju-bajunya di simpan dulu di pakaian kotor, ya, MAS!" Tekannya di kalimat terakhir.


"Kamu aja yang masukin ke keranjang kotor, Deel! Aku gerah banget! Kamu tega biarin aku kegerahan kayak gini" Ujarnya ingin melewati istrinya. Namun suara Adeela dan tatapannya membuat Justin tidak tega untuk menolak.


"Kamu juga tega biarin aku harus jongkok dengan perut yang gede kayak gini! Seandainya perut aku bisa meledak, sudah meledak ini gara...." Justin memotong kalimat istrinya. Jika tidak diikuti, maka ceramah istrinya akan semakin panjang.


"Gitu dong! Kalau nurut, kan, tambah sayang!" Ujarnnya mengedip-edip kan matanya. Adeela ingin menggoda suaminya. Apa yang dirinya dan Annisa bicarakan tempo hari membuatnya tahu akan rahasia suaminya yang telah disembunyikan bertahun-tahun.


Justin hanya menggelengkan kepalanya melirik istrinya sekilas. Dalam hati ia bertanya, perubahan mood isterinya gampang berubah. Padahal ia tidak tahu saja, jika kartu AS nya sudah dipegang oleh istrinya.


Setelah beberapa menit, Justin pun selesai dengan ritual mandinya. Setelah dari walk in closet, ia pun berjalan menuju istrinya yang kini telah duduk bersandar di atas kasur.


Oh iya, ia baru ingat, tadi ia membawa pulang sebuah paper bag yang ingin ia berikan kepada istrinya. Paper bag itu ia simpan di samping sofa. Setelah mendapatkan paper bag miliknya, kembali ia menuju istrinya. Adeela yang berada di atas kasur sambil bersandar, memijit betis nya yang mampu ia jangkau.


"Nih, hadiah dari aku." Kini Justin telah duduk sambil bersandar seperti yang istrinya lakukan.

__ADS_1


Adeela yang menerima paper bag itu pun menghentikan kegiatannya danmenegakkan punggungnya membuka paper bag itu.


Ternyata isi dari paper bag itu adalah baju dress dengan motif yang cantik berwarna moka. Baju itu terlihat sangata cantik. Tapi apakah cocok di badannya yang melar seperti sekarang.


"Bajunya kekecilan, Mas!" Ujarnya menyimpan baju itu sebelum mencobanya.


"Coba dulu kali, Deel! Baju itu kupesan khusus buat ukuran badan kamu yang sekarang, loh. Pasti muat. Coba dulu."


Setelah menimbang-nimbang sebentar, Adeela pun mencoba dress pemberian suaminya. Dan ternyata dress itu sangat cocok dan pas di tubuhnya. Adeela berputar dan menatap dress itu dengan senyum indah mengembang di sana. Justin memperhatikan istrinya yang terlihat sangat bahagia walau hanya sebuah dress yang ia berikan. Perlahan, senyum pun juga ikut tersungging di wajahnya melihat senyum bahagia istrinya.


"Cantik, enggak?" Tanya Adeela meminta pendapat suaminya.


"Enggak! Biasa aja!" Jawabnya berbohong. Padahal di dalam hati, ia sangat mengagumi sosok wanita imut di depannya ini.


Jika dulu suaminya mengatakan ia jelek, dekil dan segala macam jenisnya maka ia akan cemberut dan kesal karenanya. Namun untuk sekarang, hal itu sudah tidak berlaku lagi. Mata suaminya itu tidak bisa berbohong. Ia juga sudah tahu tentang rahasia suaminya yang sudah menyukainya sejak di bangku sekolah menengah atas. Rahasia itu ia dengar dari sahabatnya sendiri. Awalnya ia tidak percaya akan apa yang sahabatnya katakan. Karena tidak mungkin seorang Justin yang selalu mengganggu dan mengusilinya diam-diam mencintainya. Namun karena mendengar segala cerita sahabatnya dan hipotesa alasan Justin melakukan itu membuatnya mengerti. Ternyata suaminya ini selalu mengganggunya dikarenakan ia ingin menarik perhatian Adeela dan ingin dekat dengan Adeela. Namun caranya dalam mendekati sangat salah.


"Yakin, aku enggak cantik?!" Goda nya.


Justin yang melihat tingkah istrinya hanya bisa mengerutkan keningnya.


"Yakinlah!" Jawabnya sambil mengusap ujung hidungnya. Adeela yang melihat respon suaminya pun seketika tertawa lebar.


Justin hanya bisa geleng-geleng kepala melihat istrinya.


Adeela kembali bersandar di atas kasur.


"Dress nya cantik, tapi seharusnya Mas enggak usah beli. Baju-baju di lemari aku banyak banget yang masih belum aku pakai."

__ADS_1


"Enggak apa-apa. Sekali ini juga. Aku sengaja beli baju itu buat kamu, biar bisa kamu pakai saat malam pesta peresmian nanti!"


"Peresmian? Peresmian apaan? Terus acaranya kapan di selenggarakan?"


"Peresmian mall center! Mungkin akan selesai sebelum akhir bulan. Makanya aku beliin kamu dress itu."


Adeela yang mendengar itu pun mengangguk mengerti. Perbincangan ringan pun mengisi malam itu.


Justin yang melihat Adeela memijit betis nya pun mengambil alih tugas itu dan membiarkan istrinya nyantai sambil bersandar.


"Ini kaki manusia atau kaki gajah? Gede banget!" Ejeknya pada istrinya.


Adeela melototkan matanya mendengar kalimat suaminya yang mengatai kakinya kaki gajah. Adeela mendengus tidak suka.


"Kaki gajah! Kaki aku bisa gede begini karena ulah gajah di depan aku juga kali!"


"Lah, kok bisa?" Tanyanya lagi menjahili istrinya.


Adeela menggigit bibir bawahnya gemas akan pertanyaan suaminya yang memang sengaja memancing kemarahannya. Adeela yang memang dalam pengaruh hormon menjadikan itu alasan dan menjewer telinga suaminya dengan tarikan keras.


"Kok bisa, kok bisa! Kalau bukan suami, aku udah aku gigit telinga kamu sampe putus!"


"Awwwww, sakittt! Ampun, ampun!"


********


Sabar kang bule😁😁😁 Makanya jangan bangunin induk singa yg lagi ngantuk kek gitu. Tahu rasa kan lo!

__ADS_1


Salam story from By_me


__ADS_2