
Bian segera menggandeng Nia untuk masuk ke dalam hotel yang sudah dihias sedemikian rupa. Pengamanan berlapis dilakukan mengingat banyaknya orang penting yang akan hadir dipernikahan Reyhan dan Elsa yang sekarang diganti oleh Nia.
Nia tidak tahu apakah dia harus senang atau sedih, karena semua ini tidak pernah Nia bayangkan sama sekali, menikah di usia yang belum genap 20 tahun, dengan pria yang tidak dicintainya, bahkan sangat terobsesi dan cinta mati dengan kakaknya Elsa.
Para tamu dan mempelai pria sudah berada ditempat acara ijab kabul yang di dekorasi dengan bunga berwarna putih, membuat ruangan tempat akad sekaligus tempat resepsi yang diadakan malam harinya menjadi begitu sangat indah.
Bian dan Nia beserta keluarga besarnya, berdiri disebalik pintu ballroom yang tertutup, menunggu petugas yang membukakan pintu untuk membuka pintu.
MC acara memulai acara, dan mempersilahkan keluarga mempelai wanita untuk memasuki ruangan akad. Begitu pintu terbuka, semua mata tertuju kepada Nia dan Bian yang langsung menjadi pusat perhatian.
Nia yang terlihat cantik dengan kebaya tertutup berbentuk gaun yang tidak terlalu panjang, langsung menjadi pusat perhatian, karena tidak banyak yang tahu kalau pengantin wanitanya diganti.
Iris emerald Nia yang meneduhkan, dibingkai dengan bulu mata panjang dan lentik, selalu bisa menghipnotis siapapun yang memandangnya. Tidak ingin melihat keterpaksaan di wajah Nia, Nia melengkungkan sudut bibirnya,menampilkan senyum bahagia membuat semua tamu yang memandangnya tidak bisa berpaling dari Nia.
Keluarga Sean dan Eyang Ginatri shock dan terkejut melihat, bahwa calon mempelai wanita yang akan dinikahi Reyhan adalah Nia.
Sean bahkan tiba-tiba merasa hatinya sakit dan dadanya sedikit sesak, tidak tahu kenapa, ketika tahu kalau Nia akan menikah dengan kakak sepupunya. Sean merasa tidak rela kalau Nia bersanding dengan Reyhan.
Sementara eyang Ginatri yang tahu kalau mempelai wanitanya diganti, tapi tidak menyangka bahwa pengganti Elsa adalah Nia. Gadis manis yang sangat disukai Eyang Ginatri. Senyum bahagia tidak pernah lepas dari wajahnya, begitu melihat Nia yang masuk ke tempat akad bersama Bian.
Bian mengantar Nia, dan mendudukkannya disebelah Reyhan. Reyhan yang masih belum ikhlas kalau pengantinnya diganti, tidak mau sedikitpun memandang Nia. Hanya Reyhan yang tidak melihat ketika mempelai wanita masuk ke tempat acara akad Nikah.
Reyhan bahkan tidak sadar kalau Nia sudah duduk disampingnya dan Bian sudah duduk dihadapannya.
"Mas Rey.." Panggil MC, karena Rey diam saja waktu ditanya apakah Reyhan sudah siap.
"Eh iya. Siap." Jawab Reyhan terkejut yang membuat para tamu yang hadir tertawa, kecuali Nia.
"Duh.. mas Reyhan, sampai melamun bayangin malam pertama ya mas, dengan istri cantiknya." kelakar MC yang membuat para tamu kembali tertawa, yang membuat Reyhan hanya menarik sebelah sudut bibirnya.
"Baik. Bismillahirrohmannirrohim. Apakah nak Reyhan sudah siap untuk memulai hidup baru?" Tanya penghulu pernikahan.
"Insya Allah siap." Jawab Reyhan.
"Mbak Ghania apakah siap?" Tanya penghulu pada Nia.
"Insya Allah siap." Jawab Nia sambil menghela nafasnya pelan.
"Baik kita mulai saja acaranya. Sebelum memulai acara ijab kabul, kita akan mendengarkan nasihat pernikahan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan acara ijab kabul, dimana mempelai wanita akan dinikahkan langsung oleh ayah kandungnya, kemudian dilanjutkan doa, acara pembacaan sighat taklik, dan penandatanganan buku nikah." Terang penghulu yang memandu acara pernikahan.
Seorang ustadz kondang dipilih untuk melakukan kegiatan pemberian nasehat pernikahan yang berlangsung sekitar 10 menit. Selama acara nasehat pernikahan Reyhan tidak bisa berkonsentrasi mendengarkan ceramah yang disampaikan. Sementara Nia mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan.
"Baiklah, nak Reyhan silahkan dijabat tangan ayah mbak Ghania" Perintah penghulu, lalu Rryhan menjabat tangan Bian.
"Ananda Reyhan Ahmadinedja, bin Malik Ahmadinedja, saya nikahkan dan kawinkan ananda dengan putri kandung saya Ghania Khanza Khaylee dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan berlian seberat 5 crat dibayar tunai." Ucap Bian sambil mengentakkan sedikit genggaman tangannya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Ghania Kanza Khaylee binti Bian Khaylee dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan berlian 5 crat dibayar tunai." Ucap Reyhan tegas.
"Bagaimana saksi Sah?" Tanya penghulu.
"Sah.." Ucap para saksi dan tamu yang hadir bersamaan, lalu penghulu segera membacakan doa pernikahan.
Flasback End..
Penghulu yang merupakan wakil kantor KUA, meminta Reyhan untuk menandatangani buku nikah mereka,kemudian menyerahkan mas kawin yang menjadi mahar pernikahannya ketika menikahi Nia.
"Mbak Nia, di salim dong tangan suaminya, dan Mas Rey,udah halal kok untuk mencium kening istrinya dan membacakan doa." Kata pak penghulu, yang membuat para tamu yang hadir tertawa bahagia.
Reyhan mengulurkan tangannya dan segera Nia mengambil tangan Reyhan, kemudian diciumnya dengan takzim, tangan pria yang sekarang akan bertanggungjawab terhadap dirinya kelak.
Reyhan yang agak kesal, sedikit terkejut melihat Nia yang sangat cantik ketika mereka berhadapan sewaktu Reyhan menyerahkan mas kawinnya. Bagaimanapun Reyhan laki-laki normal yang akan memperhatikan wanita cantik yang ada di pandangannya.
__ADS_1
Reyhan tidak menyangka, kalau Nia akan secantik itu, walaupun Reyhan pernah bertemu Nia dengan dandanan full sewaktu pemotretan di hotel.
Lagi-lagi Reyhan merasakan ada sesuatu yang berdesir dihatinya, ketika hidung mancung dan bibir Nia yang tidak terlalu tipis, menyentuh kulit punggung tangannya. Seperti yang disampaikan penghulu tadi, Reyhan segera membacakan doa di atas ubun-ubun Nia, kemudian mengecup puncak kepala Nia yang tercium aroma green tea yang menyegarkan.
"Udah mas Rey, jangan lama-lama. Nanti berdua saja kalau mau lama-lama." Kata penghulu yang membuat Reyhan tersadar dan segera melepaskan ciumannya di puncak kepla Nia, membuat wajah Nia bersemu merah karena malu, dan justru membuat tamu yang hadir tertawa, kecuali Sean dan seorang pria yang dari tadi menatap Nia dengan mata sendu.
Reyhan mlanjutkan acara berikutnya yaitu pembacaan Sighat taklik, kemudian pak penghulu menyerahkan buku nikah istri kepada Nia,dan buku nikah suami kepada Reyhan.
Nia memandang wajah Bian yang tersenyum bahagia, membuat hati Nia menjadi hangat. Tapi Nia tahu bahwa pria dingin yang sekarang menjadi suaminya, terasa semakin dingin dan menyeramkan.
"Selamat sayang. Eyang nggak nyangka kalau kamu yang jadi cucu menantu eyang. Doa eyang ternyata di kabulkan sama Allah." Kata Eyang Ginatri sambil memeluk Nia senang.
"Kamu beruntung banget Rey, dapat istri secantik dan sebaik Nia. Jaga Nia baik-baik ya sayang." Kata eyang Ginatri sambil memeluk Reyhan lalu mencium kening dan pipi cucu kesayangannya.
Karena banyak tamu yang mengantri untuk memberikan ucapan selamat secara langsung, membuat eyang Ginatri dan suaminya tidak bisa ngobrol lama-lama dengan Reyhan dan Nia.
Satu persatu tamu yang hadir, yang merupakan keluarga besar kedua pihak dan beberapa orang penting yang hadir menjadi saksi memberikan ucapan selamat secara langsung.
"Michin, Lo hutang penjelasan sama gue." Ucap Sean dengan wajah masam, yang membuat Aisyah tidak suka, karena ia tahu kalau Sean sedang cemburu.
"Iya, nanti gue jelasin." Jawab Nia santai, karen Nia tahu betul bagaimana menghadapi Sean. Setelah bersalaman dan memeluk Reyhan, Sean dan keluarganya termasuk Aisyah segera meninggalkan Reyhan dan Nia, memberikan giliran kepada tamu yang lain.
"Selamat bro." Ucap Aldo sambil memeluk Reyhan erat. Lo beruntung banget. Istri lo cantik. Jangan pernah sia-siain dia, karena sekali aja lo sia-siain dia, jangan menyesal kalau dia diambil orang lain." Ucap Aldo sewaktu memeluk Reyhan, karena Aldo tahu betul bagaimana Reyhan, dan apa yang akan Reyhan lakukan kepada Nia.
"Iya." Ucap Reyhan singkat, karena Reyhan masih tidak begitu perduli pada Nia, walaupun Ia sempat merasakan desiran dihatinya sewaktu Nia mencium punggung tangannya, tapi logika Reyhan segera menepis dan membunuh rasa itu agar tidak semakin berkembang. Karena Reyhan yakin, Elsa akan kembali kepadanya.
Reyhan mendapat ancaman yang sama dari Monica, karena Monica juga merasa kalau Reyhan tidak akan memperlakukan Nia dengan baik, mengingat bagaimana bucinnya Reyhan sama Elsa yang membuat otak Reyhan menjadi bodoh, dengan mengagungkan cintanya sama Elsa.
"Jaga diri lo baik-baik Ni. Kalau dia jahat sama lo, Lo bilang aja sama gue." ucap Monica agak keras agar Reyhan mendengarnya, membuat Reyhan menjadi semakin tidak menyukai Nia, karena seolah-olah Nia akan menjadi korban kejahatan Reyhan. Padahal Reyhan merasa kalau dialah menjadi korban yang seharusnya di khawatirkan. Bahkan Aldo yang juga sahabat baik nya, mengancamnya hanya karena Nia.
"Selamat bro. Btw, istri lo punya kembaran nggak sih? Kalau punya kasih ke gue dong, biar gue tobat." Kata Dean sambil tertawa, yang membuat Reyhan mendengkus semakin kesal.
Satu jam setelah akad nikah dan menyalami para tamu, Reyham memutuskan untuk kembali ke kamarnya beristirahat, menenangkan pikirannya yang masih nggak habis pikir, kenapa Elsa lebih memilih kariernya dibandingkan Sean. Bahkan Elsa meninggalkannya dihari pernikahan mereka. Karena kebucinan Reyhan menyebabkan Reyhan tidak bisa menyalahkan Elsa atas apa yang sudah terjadi.
"Iya sebentar, mbak suruh Sarah ambil baju di butik. oh iya mana si Reyhantu?" Tanya Monica.
"Mau istirahat katanya. Aku boleh duduk disini?" Tanya Nia meminta izin pada Monica, Aldo dan Dean yang membuat Aldo dan Dean segera berdiri dan membukakan bangku agar Nia bisa duduk.
"Lo duduk disini aja Ni, jangan hiraukan tuh playboy cap buaya buntung, sama model papan penggilasan." Kata Monica yang meminta Nia menduduki bangku Monica, dan Monica duduk dibangku sebelah Nia, menghalangi Aldo dan Dean yang sudah berebut ingin duduk disamping Nia.
"Itu si Reyhantu nggak takut, istri cantiknya disamber orang lain?" Tanya Dea heran.
"Oh iya, kita belum kenalan. Kenalin Gue Dean, cowok paling tampan seantero dunia." Kata Dean sambil mengulurkan tanganya kepada Nia.
"Nia." Jawab Nia ramah dan menyalami tangan Dean.
"Tampan sedunia buaya buntung Lo." Protes Aldo yang membuat Nia tertawa.
"Lo makin cantik kalau tertawa. Arrrgh.. kenapa sih Reyhantu es itu sih yang dapetin lo." Kesal Aldo
"Ingat bro, bagaimanapun Nia ini istrinya si Reyhantu." Kata Monica mengingatkan.
"Gue Aldo. Lo pasti dong tau gue. Secara gue BA beberapa fashion bermerk. Wajah gue juga selalu bersliweran di majalah-majalah fashion." Terang Aldo sambil menjabat tangan Nia.
"Nia. Maaf kak. Nia nggak begitu mengikuti tren fashion, jadi Nia nggak pernah lihat kakak." Terang Nia merasa nggak enak, yang membuat Dean dan Monica tertawa keras, sementara Aldo hanya bisa manyun, yang membuat wajah tampannya terlihat menggemaskan.
Beberapa tamu sudah pamit dari tadi, keluarga yang lain juga sudah ada yang meninggalkan ballroom kembali ke kamar mereka untuk istirahat, karena malam nanti mereka akan mengadakan acara resepsi.
"Oh iya mbak, ini udah selesaikan?" Tanya Nia dengan polosnya.
"Belum Ni, yang besarnya itu resepsi ntar malam. Karena acara akad ini hanya untuk keluarga dan beberapa tamu penting" Jelas Monica.
__ADS_1
"Waduw.. nggak bisa ini aja acaranya?" Tanya Nia dengan wajah polosnya yang membuat Aldo dan Dean semakin nggak tenang.
"Nggak bisa Ni. Lo kan tahu bagaimana reputasi keluarga kita dan keluarga Reyhantu." Terang Monica.
"Ngga tau." Jawab Nia lagi.
"Lo beneran nggak tahu tuh si Reyhantu siapa?" Tanya Dean heran, karena siapa sih yang tidak tahu seorang Reyhan Ahmadinedja, salah satu CEO muda sukses, cucu tunggal dari tuan Ahamdinedja, pemilik beberapa perusahaan besar di berbagai bidang.
Nia hanya menggelengkan kepalanya, untuk menjawab pertanyaan Dean.
"Kenapa aku harus tahu?" Tanya Nia balik dengan wajah polosnya, yang membuat Dean menepuk keningnya, tidak habis pikir, masih ada perempuan yang polosnya seperti Nia.
"Lo selama ini tinggal di goa mana sih?" Tanya Dean.
"Nggak tinggal di goa. Aku bukan manusia goa loh kak." Protes Nia.
"Trus lo selama ini tinggal di mana?" Tanya Dean lagi.
"Dari bayi sampai SMA aku tinggal di kota ini. Trus setahun yang lalu pindah ke kota P buat kuliah." Terang Nia.
"Lo baru kuliah? Semester 2?" Tanya Aldo yang mulai penasaran, dan dijawab anggukan oleh Nia.
"Umur lo berapa?" Tanya Aldo lagi.
"19 tahun 4 bulan lagi." Jawab Nia.
"What?!" Ucap Aldo dan Dean kompak, yang membuat Nia terkejut.
"Ada yang salah?" Tanya Nia heran.
"Lo muda banget. Enak bener si Reyhantu. Menang banyak dia."Protes Dean, yang lagi-lagi tidak terima, karena Dean yang terkenal playboy dan bisa mendekati perempuan manapun yang dia mau, tapi Dean tidak pernah ketemu perempuan seperti Nia.
"Menang banyak apanya?" Tanya Nia heran.
"Aduhh... Lo ini bego atau apa sih? Gitu aja nggak ngerti." Kata Dean mulai kesal.
"Enak aja bego. begini-begini aku tuh selalu jadi juara 1 dan nilai tertinggi di sekolah." Jawab Nia nggak terima dikatain bego.
"Susah ngomong sama bocah." Kata Dean lagi
"Maaf, sudah buat kakak kesal." Kata Nia sambil tersenyum, yang membuat Dean tidak berkata apa-apa lagi.
"Lo boleh gue fotocopi nggak? Kopiannya buat Reyhantu, yang aslinya buat gue?" Tanya Dean dengan wajah serius.
"Nggak bisa." Jawab Nia sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ni, ini baju gantinya."Kata Sarah yang datang, lalu menyerahkan paperbag kepada Nia, yang membuat Nia mengangkat sudut bibirnya, karena senang bisa ganti pakaian.
"Thank you mbak Sarah. Oh iya mbak, kalau memang nanti malam masih ada acara, bisa nggak Nia nggak pakai baju kak Els yang buat acara. Bajunya terlalu terbuka. Nia nggak bisa pakai pakaian seperti itu. please." Kata Nia dengan wajah memohon kepada Monica.
"Aish... si Els ini, pilih design terlalu terbuka, sekarang kabur, kan jadi repot gue." Protes Monica yang nggak bisa menolak permintaan Nia.
"Maaf, Nia merepotkan mbak." Kata Nia dengan ekspresi bersalahnya.
"Iya. Nggak apa-apa. Untung Gue masih punya gaun yang senada dengan jas si Reyhantu. Sar, telpon si Nita suruh bawa gaun yang di ruangan gue. Sekalian alat makeup dan aksesorisnya ya, ntar sore aja antar ke kamar gue." Kata Monica kepada asisten kepercayaannya.
"Siap mbak. Aku balik ke butik lagi ya. Oh iya lupa, btw, selamat ya Ni, kamu beruntung banget menikah dengan pak Reyhan yang ganteng, tajir melintir, baik, romantis, walau agak sedikit dingin dan cuek." Kata Sarah sambil menjabat tangan Nia.
"Hehe.. iya mbak. Terimakasih." Kata Nia sambil nyengir, karena Nia masih bingung, apakah dia beneran beruntung atau tidak.
"Lo bantu Nia ganti baju dulu gih, terus kemas yang rapi gaun yang dipakai Nia sekarang, habis itu lu bawa ke loundry biasa." Perintah Monica kepada asistennya.
__ADS_1
"God idea. Aku permisi dulu ya kak." Pamit Nia lalu segera menggandeng Sarah menuju ruang ganti yang memang tersedia dibelakang ballroom.