Mengejar Mantan

Mengejar Mantan
To be Real You


__ADS_3

Hari ini merupakan hari penutupan, dimana Nia sudah mempersiapkan acara penutupan yang melibatkan trio handsome.


Monica dan teamnya yang baru datang dengan penerbangan pagi, segera mempersiapkan perlengkapan untuk merubah sedikit para pengunjung agar lebih percaya diri untu melakukan fashion show dengan tidak merubah keadaan mereka secara total. Sebagai fashion stylist Monica hanya memberikan saran hal apa saja yang harus mereka tonjolkan agar lebih menarik, sehingga membuat mereka yang bersedia untuk fashion show menjadi model dadakan lebih percaya diri.


"Jadi jam 10an Ni mulainya?" Tanya Monica.


"InsyAllah mbak. Ada yang dibutuhkan lagi nggak?" Tanya Nia.


"Ntar gue kasi tau." Jawab Monica lalu sibuk dengan teamnya. Sementara Dean dan Aldo sedang sarapan dengan Reyhan.


Konsep acara penutupan event yang tidak seperti biasanya, membuat animo pengunjung meningkat terutama wanita, karena target market event mereka memang wanita, di tambah lagi mereka yang akan melakukan fashion show akan langsung mendapat perbaikan penampilan dan saran dari team Monica yang memang terkenal sebagai fashion stylist terkenal di negara I.


"Wah, ide kamu beneran keren banget Ni. Mbak nggak nyangka kamu bisa mendatangkan seorang Monica. Aslinya ganteng banget ya, mbak jadi bingung, ganteng atau cantik sih?" Tanya Nita yang baru pertama kali bertemu langsung dengan Monica.


"Tergantung situasi dan kondisi, bisa ganteng bisa cantik." kata Nia sambil tertawa yang terdengar oleh Monica karena mereka berada dekat Monica.


"Lo gosipin gue Ni?" Tanya Monica, yang hanya di jawab cengiran oleh Nia sambil menunjukkan jari telunjuk dan tengahnya membentuk huruf V dan senyum cangung oleh Nita.


Nia dan Nita menjadi orang yang menerima pendaftaran peserta fashion show, makanya mereka duduk tidak jauh dari Monica.


"Uih.. ada itik buruk rupa, di acara fashion show. Nggak cocok banget." Ejek Cantika yang datang bersama teman-teman segenknya.


"Maaf ya mbak, kalau mau daftar, silahkan antri." Kata Nita mencoba ramah.


"Aku? antri ikut acara kampungan begini? Ogah." Jawab Cantika yang langsung tertawa bersama teman-temannya.


"Nggak punya media sosial ya mbak?, atau nggak pernah up date informasi? Secara nggak ada ya yang namanya acara kampungan kalau gue turun tangan langsung." Protes Monica sambil membuka masker dan kacamatanya untuk menyembunyikan identitasnya, dan langsung membuat Cantika dan teman-temannya terdiam melihat Monica secara langsung, yang merupakan seorang fashion stylist terkenal.


"Lagian lo nggak sebanding banget buat ngata-ngatain Nia itik buruk rupa. Belum tau aja lo kalau dia jadi angsa." Cibir Monica lagi yang membuat Cantika dan teman-temannya jadi malu karena langsung di perhatikan sama banyak orang, membuat mereka memutuskan untuk pergi diiringi sorakan para pengunjung.


"Lo satu Ni, dibully gitu kok diam aja." Protes Monica.


"Lah, bagian mananya yang ngebully?" Tanya Nia santai masih sambil melanjutkan pekerjaannya.


"Pas ngatai lo itik buruk rupalah. Nggak ada ya yang namanya keturanan Khaylee yang jelek, apalagi lo, satu-satunya keturunan Khaylee yang spesial." dumel Monica lagi.


"Spesial yang karetnya dua?" Tanya Nia sambil menatap Monica yang masih terlihat kesal.


"Itu pedas kalau karetnya dua, spesial yang telurnya dua." Jawab Monica tanpa sadar yang membuat Nia dan yang lainnya tertawa, karena sempat-sempatnya Monica mengingat cara pesan nasi atau mie goreng di abang-abang gerobakan.


"Gue serius Ni." Kata Monica semakin kesal yang membuat Nia hanya tersenyum.


"Biarlah mbak, toh kucing mengeong kafilah berlalu. Nggak perlu marah atau esmosi menghadapi orang seperti itu, kalau marah ntar aku yang rugi. Bisa kena darah tinggi, struk, diabetes, ih.. amit-amit deh." Jelas Nia.


"Emosi" Protes Monica.


"Iya itulah." Jawab Nia lagi yang membuat Monica hanya mampu menghembuskan nafasnya kasar lalu mereka kembali sibuk dengan kegiatan masing-masing.

__ADS_1


Acara fashion show hanya berlangsung sampai jam 12 siang yang langsung dilakukan seremonial penutupan, walaupun eventnya akan berlangsung sampai sore.


Setelah estafet fashion show dengan berbagai macam peserta yang sukses menarik perhatian pengunjung yang semakin banyak. Monica dan team juga meminta Nita dan teamnya ikut dalam acara fashion show terakhir.


"Mbak nggak pede Ni. Boleh gandeng kamu nggak pas keluarnya" Tanya Nita.


"Lo kira mau nyebrang pakai gandengan." Protes Monica, yang langsung membuat Nita terdiam.


"Lo itu cantik, jadi ya pede pede aja." Kata Monica lagi memberi motivasi kepada Nita. Sementara Rama dan Satya, jangan ditanya, bagaimana mereka mempersiapkan diri, secara mereka salah dua cowok yang akan melakukan fashion show dan berkesempatan untuk tebar pesona.


"Nanti lo bertiga keluar duluan bareng anak-anak gue yang lain. Nia ntar bareng gue keluarnya." Terang Monica yang di setujui oleh semuanya.


Sewaktu yang lain sibuk persiapan untuk keluar, Monica menarik Nia ke dalam ruangan pribadi yang memang disediakan untuknya.


"Kenapa aku dibawa kesini mbak? bukannya kita mau keluar?" Tanya Nia heran.


"Lo nggak ingat tema acara lo apa?" Tanya Monica.


"Ingat." Jawab Nia


"Berarti lo harus jadi diri lo sendiri." Kata Monica lalu mendudukkan Nia di depan meja rias sambil membuka kaca mata tebal dan besar yang Nia gunakan, serta membuang tompel buatan yang biasa Nia pasang di wajahnya.


Monica melakukan sedikit touch up wajah Nia dengan sedikit bedak, memberikan sedikit blush on serta memberikan liptint berwarna coral agar wajah Nia semakin terlihat segar dan cantik.


"Tapi mbak..."


"Itu softlense lo buka." Protes Monica, yang segera dituruti oleh Nia.


"Perfecto" Kata Monica senang melihat penampilan asli Nia.


Monica segera merapikan rambutnya menjadi klimis dan rapi dan tidak terlihat atau bertingkah lemah lembut seperti biasanya.


"Hari ini gue mau jadi Marco, bukan Monica." Kata Monica dengan suara ngebasnya, dan Monica terlihat sangat tampan dan gagah kalau lagi mode Marco.


"Wah dah cantik aja kamu Ni." Kata Dean yang masuk ke ruangan Monica bersama Aldo.


"Gue berdua ikutan juga, ngawal princess cantik." Kata Dean lagi.


"Aku nggak ada budget loh kak, buat bayar model internasional kayak kak Aldo, dan pengusaha hebat kayak kak Dean." Kata Nia.


"Buat lo gratis." Kata Dean sambil tertawa.


Lalu mereka segera keluar dari ruangan Monica karena sudah terdengar kalau MC meminta Monica untuk keuar. Begitu keluar dari ruangan, semua pasang mata orang-orang yang mereka lewati memandang makhluk ciptaan Tuhan yang paling indah yang pernah mereka lihat.


Dean berjalan berdua dengan Aldo, karena walaupun pengusaha, Dean dulunya juga pernah berkecimpung di dunia modeling, sehingga urusan fashion show, Dean tidak akan kalah memukau di banding Aldo yang langsung mendapatkan riuh sorakan kagum para pengunjung event.


"Marilah kita sambut fashion stylist acara kita hari ini, Monica..." Teriak MC bersemangat.

__ADS_1


Monica berjalan dengan gagah, bersebelahan dengan Nia yang berjalan dengan anggun. Mereka berdua berjalan tanpa ekspresi seperti manekin hidup, yang menambah aura ketampanan dan kecantikan mereka berdua. Di ujung jalan sewaktu pose, Nia dan Monica tersenyum kepada pengunjung yang membuat pengunjung semakin bersorak senang.


Sewaktu berdiri bersama semua team dan memberikan penghormatan terakhir, Oget berjalan mendekati Nia dan menyerahkan buket mawar marah yang lumayan besar.


"Selamat Ni." Kata Oget sambil tersenyum, lalu mereka semua kembali ke belakang layar.


Nita segera menarik tangan Nia diikuti oleh Rama dan Satya ke ruangan mereka.


"Kamu ketemu ibu peri Ni?" Tanya Rama heran sekaligus kagum.


Satya yang dari tadi diam saja, tapi terus memandangi wajah Nia dan ntah apa yang dipikirkannya.


"Jadi kamu seperti ini aslinya Ni? Cantik banget. Kayak boneka tau." Kata Nita sambil memeluk Nia.


"Kamu udah tau Nit, kalau aslinya Nia begini?" Tanya Rama.


"Iris emeraldnya aku tau bang, tapi kalau aslinya cantik banget begini, baru tau sekarang." Kata Nita lagi masih sambil memandang dan menggenggam tangan Nia tidak percaya.


"Biasa aja deh mbak." Kata Nia yang pura-pura malu.


"Kamu kesambet Sat? dari tadi diam aja." Tanya Rama yang heran karena dari Nia keluar bersama Monica, Satya hanya diam saja tapi tidak mengalihkan pandangannya dari Nia.


"Feeling aku berarti benar. Kamu cantik banget Ni." Kata Satya sambil tersenyum, yang akhirnya bersuara.


"Terimakasih. Tapi bukannya semua perempuan itu memang cantik bang. Kalau ganteng, laki-laki namanya." Kata Nia sambil tertawa.


"Boleh langsung di sahkan aja nggak Ni?" Tanya Satya lagi.


"Sah kan apa?" Tanya Nia bingung.


"Sahkan jadi istri." Jawab Satya lagi.


"Ogah." Jawab Nia sambil tertawa, lalu izin menjawab handphonenya yang berbunyi.


"Aku izin sebentar ya mbak, dipanggil mbak Monica." Kata Nia lalu segera menuju ruangan Monica masih sambil membawa buket mawar merah pemberian Oget.


Nia mengetuk dan membuka pintu ruangan Monica yang membuat Aldo, Dean, Monica bahkan Reyhan langsung menatap ke arah pintu.


"Hehe.. lagi reuni ya, aku nggak ganggu deh." Kata Nia yang bermaksut membalikkan badan meninggalkan ruangan Monica.


"Lo masuk aja Ni" Kata Monica.


"Nggak mau ah, ntar berasa perawan di sarang penyamun." Kata Nia bercanda.


"What?, Lo beneran masih perawan Ni?" Tanya Dean spontan dengan suara keras, yang membuat Reyhan langsung tersedak air putih yang sedang diminumnya.


"Itu judul cerita loh kak, makanya banyakin baca, jangan bisnis mulu." Protes Nia.

__ADS_1


"Gue kira beneran, secara lo nikahkan hampir dua tahun masak masih di segel aja." Kata Dean lagi sambil tertawa, yang membuat ekspresi Reyhan jadi tidak enak.


__ADS_2