
"Nia?, Ini beneran kamu? Kemana aja ngilang selama ini?" Tanya Oget mulai mengheboh ketika melihat Nia.
"Hi Kak. Iya ini aku. Gimana? Skripsi kemaren aman?" Tanya Nia.
"Nia... kamu kok baru muncul sih. Mana cantik banget lagi." Kata Aldi yang juga ikut mengheboh.
"Kak Aldi apa kabar?" Tanya Nia senang melihat Aldi dan Oget.
"Aku sehat. Kangen banget tau sama kamu." Kata Aldi.
"Kamu main sambar aja. Aku tahu yang duluan sapa Nia" Protes Oget.
"Kak, please deh, jangan mulai dramanya." Kata Nia sambil tertawa karena tahu Oget pasti mau berulah.
"Kamu hutang penjelasan Ni. Oh iya udah di panggil tuh, masuk barisan. Kamu jangan kabur Ni, nanti kita ketemu lagi." Kata Aldi lalu menarik Oget karena sudah dipanggil panitia untuk masuk barisan begitu juga Nia.
"Mami, A' Yusuf dan Eis satu barisan kok. ini undangannya. Sa masuk barisan dulu." Kata Nia lalu segera berjalan menuju barisannya yang sudah diberitahukan sebelumnya.
Walau tida dekat dengan teman-teman S2 nya, Nia tetap menyapa dan beramah tamah dengan teman-teman satu angkatannya.
Nia dan peserta wisuda lainnya mengikuti acara prosesi wisuda yang penuh dengan penampilan budaya. Mulai dari musik yang mengiringi peserta masuk. Tarian pembuka dan suasananya benar-benar kental dengab budaya adat Melayu.
Setelah melewati serangkaian acara, tiba waktu prosesi pengesahan dengan memindahkan tali toga dari kiri ke kanan.
Semua peserta dipanggil satu persatu untuk pengesahan. Ketika namanya disebut, Nia berjalan menuju podium dengan anggun, sehingga benar-benar menarik perhatian.
"Selamat Nia."
"Terima kasih Prof" Kata Nia sambil menjabat tangan Profesor Heri yang selama ini membimbing Nia.
"Kamu salah satu mahasiswa terbaik saya." Kata Profesor Heri lagi yang benar-benar bangga dengan Nia.
Setelah selesai prosesi pemindahan tali toga, pembawa acara mengumumkan wisudawan wisudawati terbaik di angkatan dan jurusannya. Nama Nia disebutkan sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,92 dan hampir sempurna.
Semua yang hadir memberikan tepukan meriah untuk prestasi yang dicapai Nia, yang membuat Nia terharu karena tidak menyangka kalau akan menjadi lulusan teebaik, karena Nia paling tidak suka memeriksa nilainya di website kampus.
"Kamu hebat Ni." Teriak Oget yang langsung membuat heboh.
Nia diminta untuk maju kedepan bersama dengan peringkat terbaik dari prodi yang lainnya.
"Selamat sayang" Ucap mami Alvaro melalui gerakan bibir dan ikut terharu serta bangga atas pencapaian Nia.
"Selamat lagi Ni." Kata profesor Heri sambil menherahkan plakat untuk lulusan terbaik kepada Nia.
"Terima kasih lagi juga prof." Kata Nia sambil tersenyum bahagia.
Setelah sesi foto dengan lulusan terbaij, mereka kembali ke tempat duduk masing-masing, dan Nia pergi ke belakang panggung karena harus siap-siap untuk tampil.
Semua yang hadir menikmati penampilan lagu-lagu daerah yang dinyanyikan oleh team paduan suara kampus di panggung yang berada disebelah kiri, sehingga semua yang hadir tidak sadar kalau Nia sedang siap-siap untuk hadir, kecuali panitia.
Setelah parade lagu berakhir, Nia mulai memetik gitarnya karena akan menyanyikan lagu diiringi gitar akustik yang langsung dimainkannya.
Assalamualaikum Wa Rohmatullahi Wa Barakatuh. Ini persembahan dari kami buat orang tua, terutama ibu yang sudah membesarkan, merawat dan mendidik anak-anaknya dengan baik, sehingga kami semua lulus tahun ini." Kata Nia sebagai pembuka sambil memetik gitarnya.
"lembut ku kenang kasihmu ibu
di dalam hati ku kini menanggung rindu
engkau tabur kasih seumur masa
bergetar syahdu oh di dalam nadiku
sembilan bulan ku dalam rahimmu
bersusah payah oh ibu jaga diriku
sakit dan lemah tak kau hiraukan
demi diriku oh ibu buah hatimu
tiada ku mampu membalas jasamu
__ADS_1
hanyalah doa oh di setiap waktu" Nyanyi Nia dengan suara terisak dan tidak dapat melanjutkan nyanyiannya karena suaranya tercekat sebab harus menahan tangisannya.
Team paduan suara dan musik segera melanjutkan nyanyian Nia sampai Nia menjadi sedikit tenang dan bisa melanjutkan nyanyiannya.
Nia yang mulai sedikit tenang meletakkan gitarnya, lalu berjalan sambil membawa buket mawar merah yang sangat canti ditangannya sambil melanjutkan bait lagu berikutnya.
"Lembut ku kenang kasihmu ibu
di dalam hati ku ingin menanggung rindu
engkau tabur kasih seumur masa
bergetar syahdu oh di dalam nadiku
indah bercanda denganmu ibu hiks hiks" Nia kembali tidak bisa melanjutkan bait lagunya karena teringat dengan ibunya.
Mami Alvaro segera menuju kedepan dan memeluk Nia erat mengelus punggung Nia lembut memeberikan kekuatan, walaupun ibu kandung Nia sudah tidak ada, tapi masih maminya yang sangat menyayangi Nia
"Oh ibu tak henti ku harapkan doamu
oh ibu tak henti ku harapkan doamu
mengalir di setiap nafasku
mengalir di setiap nafasku
oh ibu, ibu, ibu
allahummaghfirlii waliwaa lidayya
warhamhumaa kamaa rabbayaanii sh-ghiiraa
lembut ku kenang kasihmu ibu" Nyanyi Nia sambil menyerahkan buket bunga mawar yang dipegangnya kepada mami Alvaro yang memandang mata cantik Nia dan mengusap lembut air mata yang terus mengalir dipipi Nia.
"Terima kasih." Kata Nia lalu membungkukkan badannya tanda penghormatan lalu segera ke belakang panggung dan yang diikuti standing aplause dari semua yang hadir, karena penampilan Nia benar-benar membuat semua yang hadir harus mengambil tisu dan menyeka sudut mata mereka.
"Wah... kamu hebat banget Ni." Kata buk Ratna yang langsung memeluk Nia dan memberikan Nia air minum.
"Terima kasih buk." Kata Nia lalu segera meminum air yang diberikan oleh bu Ratna.
Selesai acara Oget dan Aldi segera mencari Nia di belakang panggung.
"Kamu hebat banget sih Ni." Kata Aldi sambil terharu.
"Boleh peluk nggak?" Tanya Oget dengan wajahnya yang masih sedih, karena tiba-tiba ingat dengan ibunya yang sudah lama tidak dihubunginya.
Tanpa kata, Nia segera memeluk kedua sahabatnya bersamaan, mereka bertiga seperti teletubies yang saling berpelukan.
"Kamu kapan nggak kerennya sih Ni? Lulusan termuda dan terbaik, menampilkan penampilan yang benar-benar menguras esmosi"
"Emosi Oget." Potong Aldi membenarkan.
"Iya itu, yang penting paham." Kata Oget lagi yang membuat Nia tertawa karena tingkah lucu kedua sahabtnya.
"Btw Dian mana?" Tanya Nia karena tidak menemukan Dian.
"Nggak tahu, sejak kejadian kamu nginap sama Dian, Dian jadi jarang sama kita. Hari ini juga nggak kelihatan." Terang Aldi.
"Tapi Dian lulus kan?" Tanya Nia khawatir.
"Lulus." Jawab Oget.
"Nia sayang, lo keren banget. Lo bisa nyanyi dan main gitar?" Tanya Marco yang datang menghampiri Nia dan langsung memeluknya gemas.
Nia hanya nyengir menjawab pertanyaan Marco..
"Kebiasaan deh lo." Protes Marco yang suka sebel kalau Nia sudah nyengir untuk menjawab pertanyaan, karena kalimat retoris yang disampaikan Marco.
"Papa masih belum bisa dihubungi?" Tanya Nia, karena tidak melihat kehadiran papanya, padahal Nia sudah mengirimkan undangan acara wisudanya.
"Gue baru dapat kabar dari Oma, kalau tante Tamara dan Els bawa om Bian buat checkup di negara S." Jelas Marco yang membuat Nia kecewa.
__ADS_1
"Lo yang sabar ya." Kata Marco yang tahu kalau Nia kecewa.
"Lo jangan khawatir, semuanya udah gue rekam, ntar gue akan lihatin ke om Bian, kalau lo adalah anak terhebat yang pernah om Bian miliki." Kata Marco bersemangat.
"Terima kasih mbak." Kata Nia.
"Sayang ayok." Ajak mami Alvaro yang sudah berdiri dengan Alvaro dan Eis dibelakang Marco.
"Iya mi, sebentar." Kata Nia yang membuat Marco membalikkan badannya melihat Alvaro, maminya dan Eis.
"Siapa Ni? Kok cakep banget. Boleh buat gue?" Tanya Marco yang tidak bisa lihat cowok ganteng, yang membuat Alvaro bergidik ngeri, karena ditatap dengan tatapan sendu oleh Marco.
"Boleh." Kata Nia yang berusaha menahan tawa karena mau ngerjain Alvaro.
"A' ada yang mau kenalan nih, namanya mbak Monic." Kata Nia yang membuat Alvaro langsung mundur beediri dibelakang maminya ketika Marco dan Nia berjalan kearahnya.
Nia tertawa senang melihat ekspresi Alvaro yang panik, karena Nia tahu betul kalau dari kecil Alvaro paling geli dengan yang setengah jadi.
"Pelase Sa." Kata Alvaro dengan wajah memohon.
"Gue cuma mau kenalan aja kok. Gue ini sudah jinak. Nggak bakalan makan lo deh" Protes Marco melihat ekspresi tidak enak dari Alvaro, yang membuat Marco semakin semangat mendekati Alvaro, lalu mencoleknya, yang membuat Alvaro langsung mengelap dengan sapu tangannya dagu yang dipegang oleh Marco, dan membjat Nia semakin tertawa.
"Udah ah. Nggak asik. Gue cabut dulu ya Ni. Sekali lagi congratulation buat kelulusan lo." Kata Marco sambil memeluk Nia lalu pamit pada mami Alvaro.
"Dah ganteng" Kata Marco sambil melambai ke arah Alvaro sebelum pergi.
"Bahagia Lo Sa?" Tanya Alvaro geram karena Nia dari tadi mentertawakannya.
"Bahagia dong. Masak seorang kapten Ucup, ciut ketemu mbak Monic." Kata Nia sambil tertawa.
"Lo kan tahu, kalau Aa' geli dengan yang setengah jadi." Protes Alvaro lagi.
"Udah, berantemnya ntar habis makan aja. Mami laper." Kata mami Alvaro lalu mengajak Eis, Nia, Alvaro, Aldi dan Oget menuju restoran hotel, karena mereka akan makan di ruang VIP restoran yang sudah dipesan Alvaro.
Oget yang semua keluarganya di negara J, tidak menghadiri acara wisudanya, karena memang Oget tidak memberitahunya, sehingga Oget hanya sendirian, sementara Aldi yang diantar keluarga besarnya, memilih izin sebentar untuk kembali ke keluarganya sebelum bergabung dengan Nia dan Oget.
"Hua... kok tahu sih A' lagi pengen dimsum" Kata Nia yang semangat melihat aneka jenis dimsum yang terhidang dimeja makan.
"Hadiah buat lo." Kata Alvaro senang.
"Thank you so muach A'" Kata Nia senang, lalu segera memakan dimsum yang ada di depannya dengan penuh semangat.
Mereka makan sambil mengobrol tentang banyak hal, terutama Oget, karena sudah lama tidak ketemu Nia.
"Kamu agak gendutan ya Ni?" Tanya Oget yang baru sadar kalau Nia kelihatan sedikit berisi terutama dibagian perut.
"Wajar dong gendutan.Teh Nia tu, lagi bawa dedek bayi di perutnya. Dua lagi." Jelas Eis yang membuat Oget terkejut.
"Kamu hamil Ni?" Tanya Oget tidak percaya.
"Siapa hamil?" Tanya Aldi yang baru ikut bergabung.
"Aku." Jawab Nia santai sambil memasukkan gyoza ke mulutnya.
"What? Sumpah kamu Ni?" Kata Aldi nggak kalah terkejut.
"Beneran lah. Nih udah gede gini perut aku." Kata Nia sambil memperlihatkan perutnya yang membuncit.
"Jadi ini suami kamu?" Tanya Aldi sambil menunjuk Alvaro.
"Aaminn. Tapi sayangnya bukan." Jawab Alvaro ketika ditunjuk Aldi.
"Lah terus suami kamu siapa Ni? Kapan kamu nikahnya?" Tanya Aldi yang kumat jiwa keponya.
"Yang jelas suami aku tuh manusia." Jawab Nia dengan wajah santainya.
"Ya iyalah manusia, masak demit." Protes Aldi yang tidak puas dengan jawaban Nia.
"Kalian pernah ketemu kok, tapi nggak sadar aja. Aku tuh udah nikah tiga tahunan yang lalu kalau nggak salah." Jawab Nia.
"What?, tiga tahun? Jadi selama ini kamu kuliah status kamu istri orang?" Tanya Aldi yang langsung memandang Oget yang sedang memasang wajah kecewa, karena walau selalu ditolak, tapi Oget merasa masih punya harapan karena mengira Nia belum menikah.
__ADS_1
"Hebat kamu Ni." Kata Oget sambil tersenyum getir.
"Maaf." Kata Nia yang tahu kalau Oget pasti bakalan sedih begitu tahu status Nia.