
"Buk, sudah sore. Teh Nia kok belum pulang ya?, mana HPnya nggak aktif. Atau Eis susul aja ke tempat pak Handoko?" Tanya Eis yang khawatir karena sudah mau magrib, tapi Nia masih belum nampak batang hidungnya.
"Iya ya. Kok perasaan ibuk nggak enak ya. Kamu coba hubungi pak Handoko." Kata buk Des.
"Nggak punya nomornya." Kata Eis sambil nyengir.
"Sean?" Tanya buk Des.
"Kalau A' Sean sih ada. Sebentar Eis telpon dulu." Kata Eis lalu segera menghubungi Sean.
Setelah beberapa kali panggilan, akhirnya Sean mengangkat panggilan telpon Eis.
"Iya ini dengan siapa?" Tanya Sean
"A', ini Eis." jawab Eis.
"Oh iya Eis. Kamu telpon dari negara J?" Tanya Sean.
"Nggak A', Eis, buk Des dan teh Nia udah balik ke negara I, karena ada yang mau di urus. Gini A', tadi siang teh Nia pamit ke tempat pak Handoko, pengacara yang bantu teh Nia ngurus kasusnya. Tapi sampai mau magtib gini, teh Nia masih belum balik. Mana hpnya teh tidak aktif, kumaha iye A'?" Tanya Eis yang mulai panik.
"Kamu tenang saja. Saya akan ke tempat om Handoko sekarang. Kebetulan rumahnya searah. Nanti kalau ada kabar terbaru, kabari saya ya?" Kata Sean.
"Siap A'. Nuhun ya A'." Kata Eis lalu mematikan sambungan telpon setelah mengucapkan salam.
Sean yang mendapat telpon dari Eis kalau Nia belum pulang dari tempat Handoko dan nomornya tidak bisa dihubungi, langsung merasa khawatir. Karena Sean tahu betul, walau Nia suka menghilang, tapi Nia tetap pamit deegan caranya agar orang-orang yang ditinggal, tahu kalau Nia baik-baik saja.
"Mau cari siapa tuan?" Tanya security yang ada di rumah Handoko.
"Mau ketemu om Handoko." Jawab Sean.
"Oh. maaf tuan, Tuan Handoko sedang ada di kota D. Beliau menemui kliennya semalam. Ada yang bisa saya bantu lagi tuan?" Tanya security itu ramah.
"Oh, iya, apakah bapak ada lihat Nia datang kesini?" Tanya Sean dengan tidak pintarnya. (Iya kali, securitynya kenal dengan Nia, Sean kira Nia artis 😅).
"Oh iya, ini, bapak lihat tadi teman saya ini namanya Nia. Kata orang yang ada di rumahnya, siang ini Nia ketemu om Handoko." Jelas Sean setelah menyadari ketidak pintarannya.
"Hmmm, sepertinya hari ini tidak ada yang datang ketemu Tuan Handoko, karena kebetulan saya jaga dari pagi, dan jam 7 nanti baru ganti shift." Terang security tersebut.
"Baiklah. Kalau bapak lihat Nia, suruh dia pulang ya. Nggak bagus anak gadis mau magrib masih keliaran. Eh, emang Nia masih gadis?, Kan sudah punya anak ini. Gemeshin lagi. Jadi kangen twin." Kata Sean yang langsung bermonolog dengan wajah imutnya ketika mengingat twin.
"Tuan.."
"Eh maaf. Biasa lagi ingat anak. Gitu aja deh Makasih ya pak." Kata Sean lalu masuk ke mobilnya dan langsung menuju rumah Nia.
"Bagaimana Jok?" Tanya Handoko begitu Sean pergi via telpon, karena Handoko melihat kedatangan Sean dari CCTV.
"Aman bos. Dia percaya kalau bos lagi di kota D." Jelas secuirty yang bernama Joko.
"Good job. Pokoknya kalau ada yang datang cari saja, bilang saja saya lagi di kota D." Jelas Handoko.
"Siap bos." Kata Joko, lalu mengakhiri pembicaraan mereka.
__ADS_1
Sewaktu di jalan menuju rumah Nia, Sean menyempatkan diri untuk sholat magrib di mesjid yang tidak jauh dari rumah Nia.
"A' Sean." panggil Eis begitu melihat Sean keluar dari pintu masjid bagian laki-laki.
"Eh Eis, buk Des." Sapa Sean ketika melihat Eis dan Buk Des.
"Jadi bagaimana Nia?" Tanya buk Des.
"Nggak ada buk. Om Handoko berangkat ke kota D dari semalam, dan security rumah om Handoko tidak lihat Nia datang." Jelas Sean
"Astagfirullah. Jadi teh Nia teh kemana ya?, buk Jasmine dari tadi juga nelponin nanya. Soalnya si kembar mulai rewel nanyain teh Nia." Kata Eis mulai panik.
"Ayok kita bicarakan di rumah." Kata Sean karena tidak enak mereka ngobrol di teras mesjid.
Sesampainya di rumah, mereka membahas semua kemungkinan. Nia memang hoby menghilang, tapi ketika menghilang, Nia punya alasan yang kuat untuk menghindari seseorang. Tapi sekarang masalahnya, tidak ada yang Nia hindari, bahkan Nia sedang mengurus masalahnya dengan Elsa dan Tamara.
Sean menghubungi Jasmine untuk menanyakan kemungkinan apakah Nia kembalu ke negara J. Tapi pikiran Jasmine pun sama, Nia tidak mungkin pulang mendadak tanpa pemberitahuan. Lagian twin juga resah dan rewel mulai siang tadi. Nizam yang biasanya anteng, selalu menanyakan ibunya.
Sean menduga, hilangnya Nia pasti ada hubungabnya dengan Elsa dan Tamara. Karena itu, Sean meminta bantuan Reyhan untuk menyelidikinya, dan meminta Reyhan untuk mencari Nia.
Jasmine yang bingung dan panik, akhirnya memutuskan ke negara I, untuk mencari Nia yang hilang.
*********
Sudah satu bulan lebih Nia menghilang dan mereka terus mencarinya, termasuk mengintrograsi Elsa dan Tamara, karena mereka yakin kalau Elsa dan Tamara adalah pelaku yang menyebabkan Nia hilang.
Bahkan sangking kesalnya dengan Elsa karena tidak mau jujur, ditambah Reyhan sudah mendapatkan bukti kalau Elsa bohong tentang penyakitnya, dan Reyhan merasa dibohongi mentah-mentah sehingga dia kehilangan Nia, membuat Reyhan mengucapkan kata Talak kepada Elsa, yang tentu saja tidak diterima oleh Elsa.
"Nia...." Teriak Bian yang tiba-tiba teriak dan langsung duduk, membuat Jasmine yang sedang menjaga Bian terkejut.
Bian yang nafasnya terengah-engah seperti habis berlari melihat kesampingnya, dan langsung memeluk Jasmine erat.
"Sayang. Kamu disini?, apakah kita sudah di surga?" Tanya Bian yang langsung didorong oleh Jasmine, dan meninju bahu Bian lumayan kuat.
"aw, sakit. Kamu kok mukul mas sih sayang?" Tanya Bian bego.
"Apakah kalau di surga bisa ngerasain sakit?" Tanya Jasmine kesal.
"Iya ya. Aduh." Kata Bian sambil memegang kepalanya karena merasakan pusing.
"Kamu baring saja. Dokter sebentar lagi datang." Jelas Jasmine sambil mendorong tubuh Bian pelan, agar kembali berbaring, dan Jasmine sudah menekan tombol darurat untuk memanggip dokter.
"Kok kamu sih sayang?, mas tahu mas salah, sudah sia-siakan kamu sama Nia, tapi.. aduh." Kembali kepala Bian berdenyut dan terasa sangat sakit sekali.
"Kamu diam saja. Jangan banyak bicara." Kata Jasmine sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir, memberi tanda agar Bian diam saja.
Dokter yang mendapat kode panggilan darurat segera menuju kamar Bian bersama beberapa orang perawat. Bian agak bingung karena dokter dan pearawat yang datang tidak berwajah benua A, tapi berwajah benua E.
Setelah memeriksa, dokter berbicara kepada Jasmine menggunakan bahasa negara J, yang membuat Bian semakin bingung.
Jasmine lega ketika dokter menyampaikan kalau Bian sudah mulai membaik, mungkin hanya sakit kepala dan otot kakinya sedikit kaku karena beberapa bulan tidak digerakkan. Tapi itu tidak akan berlangsung lama, karena teknologi di rumah sakit tempat Bian di rawat sudah sangat canggih.
__ADS_1
"Sayang. Mas dimana?" Tanya Bian bingung, yang membuat Jasmine menghela nafasnya, karena harus menjelaskan semua yang terjadi pada Bian.
"Jangan panggil saya sayang. Nama saya Jasmine, saya saudari kembar Lily..."
"Kembar?" Tanya Bian terkejut memotong pembicaraan Jasmine.
"Iya, saya saudari kembar Lily, kami kembar identik yang terpisah ketika masih bayi." Jelas Jasmine singkat.
"Terus kenapa saya ada disini?" Tanya Bian lagi.
"Nia yang membawa kamu kesini." Jawab Jasmine.
"Nia?, dimana Nia sekarang?" Tanya Bian dengan mata yang berkaca-kaca karena sangat merindukan satu-satunya darah dagingnya, karena Bian sudah tahu kalau Elsa bukanlah putri kandungnya.
"Nah.. itu dia. Sudah sebulan lebih Nia menghilang. Kami sudah lakukan berbagai macam cara dan mengerahkan banyak orang untuk mencarinya, tapi Nihil. Nia tidak ditemukan. Bahkan twin selalu sedih dan menyakan ibunya." Jelas Jasmine dengan wajah sedih.
"Hilang?, apakah Nia kabur lagi?, Twin?" Tanya Bian heran.
"Iya, Nia hilang karena mengurus kasus harta kamu yang diambil istri dan anak kamu yang serakah itu. Twin anak Nia dan mantan suaminya." Jelas Jasmine lagi.
"Ya Allah, kenapa Nia bisa hilang. Saya ingin ketemu cucu saya." Kata Bian dengan ekspresi sedih.
"Besok pagi pengasuhnya akan mengantarkan twin ke sini. Kamu harus segera pulih. Kita harus segera menemukan Nia." Jelas Jasmine memberikan semangat membuat Bian merasa lebih semangat untuk sembuh.
Dua minggu setelah sadar, kondisi Bian benar-benar pulih seperti sedia kala. Ada Jasmine yang merawatnya dengan sangat baik, ditambah kehadiran twin dan canggihnya alat-alat medis saat ini, membuat Bian segera pulih.
Setelah pulih, Bian, Jasmine dan twin kembali ke negara I. Bian harus memberi pelajaran orang-orang yang sudah menyusahkan hidupnya.
Sayangnya, berita sadarnya Bian diketahui oleh Tamara dan Elsa, sehingga mereka memutuskan untuk menjual aset Bian yang bisa segera dijual, dan dengan bantuan Handoko mereka kabur ke luar negeri.
Begitu sampai negara I, Bian sangat kesal karena tidak berhasil menemuksn Elsa dan Tamara ditambah Bian yakin kalau hilangnya Nia pasti ada hubungannya dengan Elsa dan Tamara.
"Pa, ada yang papa curigai nggak sih sebagai pengkhianat?" Tanya Reyhan ketika datang untuk bermain bersama twin yang sekarang tinggal dengan Bian dan Jasmine.
"Tidak ada. Soalnya semua yang kerja sama papa, adalah orang-orang kepercayaan papa." Jelas Bian. Karena setahu Bian semuanya memang adalah orang-orang kepercayaannya termasuk Erik yang juga menghilang secara miaterius.
PoV Bian
"Nia..." Teriak ku ketika aku mengejar Nia yang tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arah ku bersaa Lily.
Tapi aku heran, begitu pandangan ku jelas, aku melihat ada Lily disampingku dengan mata emerald sama perais seperti Nia, dan aku langsung memeluknya. Apa Lily menggunakan softlense?, ah ntahlah, tapi justru aku berfikir kalau aku sedang di alam baka, karena bisa kembali bertemu Lily, perempuan yang sangat aku cintai.
Dan bodohnya aku bertanya kepada Lily apakah ini disurga?, tapi aku juga merasa heran, kok surga seperti rumah sakit ya?, bukannya seperti taman yang sangat indah?
Lily mendorong tubuhku dan memukul lenganku pelaan, dan aku mengaduh karena lumayan sakit.
Aku segera protes kepada Lily karena dia berani memukulku. KDRT ini namanya, eh dengan juteknya malah dia berkata apakah kalau di surga bisa merasakan sakit?
Iya juga ya, berarti aku masih ada di dunia. Tapi kenapa bisa ada Lily?, karena aku yakin betul sewaktu Lily meninggal, aku ikut turun ke liang lahat, mengantarkan jenazah Lily ke tempat peristirahatan terakhirnya. Tapi kenapa sekarang ada Lily yang memiliki warna mata yang sama dengan Nia?
Karena berfikir, membuat kepalaku menjadi semakin sakit, Lily membantu aku untuk kembali rebahan, dan tidak lama dokter datang untuk memeriksa dan menyatakan kalau aku mulai membaik.
__ADS_1
Setelah dokter keluar, Lily menyampaikan kalau dia bukan Lily, tapi Jasmine saudara kembar Lily. Pantas saja mereka begitu sangat mirip, kecuali warna iris matanya yang sangat mirip dengan Nia.