
Setelah kepergian Nia, Sean kembali kerumahnya. Sean tidak habis pikir, kenapa Reyhan tega menceraikan Nia hanya karena Elsa yang jelas-jelas egois, meninggalkan pernikahan mereka demi karirnya, dan sekarang balik lagi ke Reyhan seolah tidak ada yang terjadi.
"Reyhan bego." Teriak Sean kesal sambil memukul stir mobilnya.
Sewaktu Nia menikah, Sean baru sadar kalau dia sebenarnya cinta dengan Nia, tapi Sean sudah terlalu nyaman dengan persahabatan mereka dan tidak ingin menodai persahabatan mereka dengan percekcokan ketika percintaan mereka bermasalah. (Semua cowok yang bersahabat dengan cewek mikirnya selalu begitu ya..🤔)
Sean mengikhlaskan Nia dengan Reyhan, sewaktu melihat Nia mulai bahagia ketika menikah dengan Reyhan. Makanya Sean tidak pernah lagi menghubungi Nia, tapi sekarang, ternyata kebahagiaan Nia hanya sesaat. Reyhan tega mencampakkan Nia yang sudah berkorban begitu banyak, buat nama baik kedua keluarga.
"Kamu udah pulang sayang?" Tanya Rozza begitu melihat Sean yang akan naik tangga menuju kamarnya.
"Iya mi." Jawab Sean lalu mencium punggung tangan dan pipi Rozza yang menjadi kebiasaan Sean dari kecil.
"Biasanya kamu pulangnya malam. Nggak ke rumah Aisyah dulu?" Tanya Rozza yang heran Sean pulang cepat.
"Nggak mi. Sean capek. Sean naik dulu ya. Sean sudah makan, jadi mami nggak usah panggil Sean buat makan malam." Kata Sean lalu segera menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar, Sean mengambil album photo yang berisi photo kenang-kenangan Sean dan Nia. Nia yang tidak suka di foto, selalu malah menjadi tampilan foto yang kocak. Foto kebersamaan mereka dari kecil, hingga foto terakhir kebersamaan mereka sebelum Nia berangkat ke kota P, berupa siluet yang pernah Sean upload di medsosnya.
"Kalau kak Rey nggak bisa bahagiain lo. Gue yang akan bahagiain lo Ni. Gue janji." Kata Sean pada dirinya sendiri.
Sudah seminggu Sean uring-uringan sejak ketemu Nia, karena Sean bingung apa yang harus dilakukannya. Sean tidak mungkin cerita dengan Rozza, karena maminya tipe orang yang panikan. Rozza akan marah besar sama Reyhan kalau tahu ternyata Rey nyakitin Nia. Bagaimanapun Nia besar bersama Sean, sehingga Rozza menganggap Nia seperti putri kandungnya yang merupakan kembaran Sean. Tidak ada perbedaan yang Rozza lakukan terhadan Sean dan Nia, baik itu barang maupun kasih sayang.
"Kamu kenapa sih Sayang? Sudah seminggu ini mami lihat uring-uringan."Tanya Rozza sewaktu sedang duduk santai bersama Sean di ruang keluarga.
"Nggak ada mi." Jawab Sean singkat.
"Kamu berantem sama Aisyah?" Tanya Rozza lagi.
"Nggak mi. Sean cuma pusing aja mikirin skripsi kok nggak siap-siap. Coba ada michin, pasti skripsi Sean siap." Kata Sean beralasan.
"Kamu mau nyuruh Nia ngerjain skripsi kamu?, Wah nggak benar kamu ini. Kerjain sendiri dong skripsinya. Lagian ya, Nia itu lagi bahagia-bahagianya sama Rey. Kemaren Yangti telpon bilang, kalau Nia daa Rey lagi planning buat dapat baby. Anak mereka nanti pasti cantik atau ganteng. Nggak sabar mami mau lihat Nia atau Rey junior." Kata Nia sambil tersenyum bahagia membayangkan Rey dan Nia punya anak. Tapi justru malah membuat Sean tersenyum getir.
"Kamu kenapa sih? Kok sepertinya nggak senang gitu." Tanya Rozza.
"Sean senang kalau michin senang mi." Kata Sean justru dengan wajah sedih yang membuat Rozza heran.
"Oh iya Sean, Sabtu ini Yangti dan Yangkung pulang, terus mau ngadain acara makan malam keluarga besar kita. Kata Yangti sih, mau diadakan di rumah Yangti yang ada di Setia Budi. Kamu boleh bawa Aisyah kalau mau." Kata Rozza.
"Tapi Aisyah kan bukan keluarga besar kita mi. Sean ntar datang sendiri aja. Ya udah, Sean naik dulu ya mi." Kata Sean lalu pergi meninggalkan maminya.
__ADS_1
Sean segera menghubungi Nia melalui DM kesalah satu medsos milik Nia. Tapi sayang, semua medsosnya tidak ada yang menunjukkan kalau Nia sedang online.
"Michin, lo tahu sabtu ini Yangti balik dan ngundang makan malam seluruh keluarga?" Tulis Sean pada DM medsos Nia, berharap Nia segera membacanya.
Beberapa hari sejak mengirim pesan pada Nia, Sean memeriksa medsosnya berharap Nia online dan membaca pesannya, tapi nihil. Nia tidak menerima pesan Sean dan tidak pernah online, yang membuat Sean semakin kesal merasa bodoh, karena berhasil ditipu Nia, kalau Nia kabur, dan memutus komunikasi dengan semua orang yang dikenalnya.
Hari ini Sean pergi ke rumah Yangti bersama kedua orang tuanya. Hampir semua keluarga sudah datang dan menikmati pesta yang dibuat Yangti.
"Sean sayang. Kamu sehat?" Tanya Yangti sewaktu Sean datang dan mencium punggung tangan Yangti dan pipi Yangti kanan kiri.
"Alhamdulillah sehat Yangti." Jawab Sean.
"Assalamualaikum Yang." Salam Reyhan yang barusan datang bersama Elsa dan kedua orang tuanya, yang membuat keluarga besar mereka bertanya-tanya, kenapa Reyhan datang bersama Elsa, Bian dan Tamara.
Wa'alaikumussalam. Cucu Yangti. Nia belum pulang?" Tanya Yangti karena tahunya Nia pergi karena ada project kemanusiaan di daerah terpencil yang tidak ada sinyal dan tidak bisa dihubungi.
"Belum pulang?" Tanya Reyhan heran.
"Iya, beberapa hari yang lalu Yangti hubungi Nia. Nia bilang, dia lagi ada project sosial. Kamu tidak tahu?" Tanya Yangti heran.
"Iya Yang. Soalnya waktu Nia pergi Rey lagi ada kerjaan di negara S." Jawab Reyhan agar Yangtinya tidak curiga, karena tidak ada satupun yang tahu kalau Rey menceraikan Nia kecuali Elsa.
Elsa yang sudah lama pacaran dengan Reyhan, tentu saja akrab dengan semua saudara-saudara Reyhan. Bahkan beberapa saudara Reyhan lebih suka Elsa dibandingkan Nia.
Sean yang melihat Reyhan datang dan berbohong tentang Nia, membuat Sean jengah terhadap abang sepupunya tersebut, dan langsung melihatkan wajah tidak senang kepada Rey, lalu meninggalkan Rey yang masih ngobrol dengan Yangti dan Yangkung.
Reyhan yang melihat ekspresi Sean tidak seperti biasanya, memiliki firasat, kalau Sean pasti mengetahui apa yang terjadi antara dirinya dan Nia, yang justru membuat Rey semakin tidak suka dengan Nia, karena sudah mengumbar masalah rumah tangganya dengan orang lain, laki-laki lagi.
"Apa kabar Sean?" Tanya Reyhan berbasa basi.
"Sehat." Jawab Sean ketus.
"Kamu kenapa ketus?" Tanya Reyhan tidak suka.
"Terus aku harus jawab bagaimana?" Tanya Sean balik.
"Cerita apa saja Nia sama kamu?" Todong Reyhan.
"Kenapa Nia harus cerita?" Tanya Sean balik yang membuat Reyhan jadi kesal, karena dari tadi di tanya bukannya menjawab, Sean malah bertanya balik.
__ADS_1
"Kamu harus sopan sama kakak Sean. Bagaimanapun , Kakak lebih tua dari kamu." Kata Reyhan geram.
"Ya.. terserah." Kata Sean memutar bola matanya malas, yang membuat Reyhan semakin kesal.
"Kamu harus jaga sikap Sean." Bentak Reyhan yang membuat keluarga yang berada disekitar mereka langsung melihat ke arah Sean dan Reyhan, termasuk Yangti, Yangkung, Rozza, Bian, Tamara dan Elsa yang mendekat ke arah Sean dan Reyhan.
"Kamu kenapa buat kakak kamu kesal Sean?" Tanya Rozza yang berusaha mencairkan suasana yang tegang, tapi Sean hanya diam saja.
"Minta maaf Sean." Kata Rozza lagi, tapi Sean tetap diam saja, lalu bermaksud pergi meninggalkan Reyhan karena tidak ingin merusak pesta Yangti.
"Pengecut ya begitu. Marah tanpa alasan yang jelas." Sindir Reyhan yanga membuat Sean kesal dan berbalik kembali kehadapan Reyhan.
"Aku bukan pengecut. Kakak yang pengecut dan bodoh. Bisa-bisanya melepaskan Nia hanya untuk mantan kakak tercinta ini." Kata Sean kesal yang membuat semua perhatian ke arah mereka.
"Jelaskan sama Yangti. Maksud kamu apa Sean?" Tanya Yangti.
"Yangti tanya sama cucu kesayangan Yangti ini. Apa yang sudah dilakukannya sama Nia." Kata Sean sambil menatap Reyhan remeh.
"Jelaskan Rey." Perintah Yangti mulai tidak sabar.
"Rey jelaskan. Rey minta maaf, tapi ini bukan salah Rey. Rey jatuhkan talak sama Nia, karena Nia selingkuh. Nia tidur dengan laki-laki lain." Jelas Reyhan yang membuat semua orang yang mendengarnya terkejut.
"Plak" Sebuah tamparan mendarat di wajah putih mulus Reyhan, bahkan sudut bibirnya sedikit berdarah, efek kerasnya tamparan yang dilakukan Bian.
"Berani-beraninya kamu bilang anak saya selingkuh. Nia tidak mungkin seperti itu. Saya yakin sekali, walaupun saya tidak membesarkan Nia, tapi istri saya membesarkan Nia dengan sangat baik sekali." Kata Bian marah.
"Benar Rey. Nia tidak mungkin seperti itu. Tante tahu betul Nia. Dari kecil Nia tumbuh besar dengan Sean, bahkan Nia tidak suka dan tidak mau kalau Sean menyentuhnya, walau hanya jabat tangan." Terang Rozza.
"Rey tidak mungkin ambil keputusan sembarangan pa, tante. Rey punya bukti kalau Nia tidur dengan laki-laki lain. Tadinya Rey juga tidak percaya kalau Nia selingkuh. Tapi bukti yang Rey dapat asli. Tidak hanya foto, tapi juga ada Video. Rey sudah cek ke pihak yang ahli, dan mereka mengatakan itu asli, bukan editan." Kata Rey sambil menunjukkan bukti yang ada di hpnya kepada Bian, Rozza, Yangti, bahkan Sean.
"Nggak, nggak mungkin Nia seperti itu. Pasti ada yang menjebak dan memfitnah Nia" Sanggah Sean.
"Itu kenyataan Sean. Kamu jangan lihat masalah ini dari sudut pandang Nia saja. Kamu juga lihat dari sudut pandang kakak. Laki-laki mana yang bisa terima kalau istrinya selingkuh Sean?" Tanya Reyhan.
"Kakak sengaja merekayasa, biar kakak bisa balik sama mantan kakak ini kan?" Tunjuk Sean pada Elsa.
"Yang sopan kamu Sean. Jangan salah kan dan tunjuk-tunjuk Els. Justru Els yang selama ini menenangkan kakak, dan minta kakak maafkan Nia. Els yang jaga agar kakak tidak melakukan perbuatan bodoh." Bela Reyhan.
Bian yang selesai melihat foto-foto dan Video Nia yang ada di Hp Reyhan, membuat dadanya seketika sakit dan susah bernafas.
__ADS_1
"bruak"