
Sudah sebulan lebih Yangti dan Yangkung traveling ke benua E. Setiap kali menemukan tempat indah, Yangti selalu mengabadikannya dan mengirimkannya kepada Nia.
"Yangti ngirim foto lagi dimana?" Tanya Reyhan kepada Nia yang sedang tersenyum memandang layar ponselnya.
"Mas sudah pulang? Tumben cepet." Kata Nia lalu segera mencium punggung tangan Reyhan.
"Iya,mas rencananya mau kenegara S selama seminggu. Kamu ikut ya sayang?" Pinta Reyhan.
"Nggak bisa mas. Dua hari lagi aku mau sempro buat pengajuan judul tesis, kan Nia udah sampaikan sama mas." Jawab Nia sambil membantu melepaskan dasi dari leher Reyhan.
"Iya mas tahu. Cuma nyoba aja, mana tahu bisa. Atau mas telpon pak Muchtar Koordinator Pasca Sarjana?" Tanya Reyhan lagi.
"Mas, Nia nggak mau ya ada nepotisme untuk kepentingan pribadi. Jadwal sempro itu sudah keluar dari sebulan yang lalu." Kata Nia dengan lembut untuk meyakinkan Reyhan.
"Ya sudah. Selesai Sempro susul mas ya?" pinta Reyhan.
"Insya Allah." Kata Nia sambil tersenyum kepada Reyhan.
Sewaktu Reyhan mandi, Nia mulai mempersiapkan pakaian dan keperluan Reyhan selama di luar negeri. Sudah hampir 3 tahun mereka hidup bersama, membuat Nia sudah hapal, apa saja yang harus dipersiapkan ketika Reyhan berangkat keluar kota atau keluar negeri.
Pagi-pagi sekali Nia bangun karena harus mengantar Reyhan ke Bandara. Reyhan tidak mau kehilangan kesempatan untuk bersama Nia sebelum dia berangkat, dan tidak bisa ketemu Nia untuk waktu yang lumayan lama.
"Mas hati-hati di sana. Kerja yang bener. Jangan nakal." Kata Nia
"Iya sayang. Kamu juga jangan nakal. Jangan dekat-dekat cowok lain. Susul mas kalau sempronya sudah selesai. Ok." Pesan Reyhan.
"Iya mas. Masuk gih, itu udah dipanggil." Kata Nia karena mendengar panggilan dari petugas bandara melalui pengeras suara, yang meminta penumpang untuk segera masuk ke pesawat.
Nia mencium punggung tangan Reyhan dan memeluknya erat sebelum berangkat.
"Tuhkan, nggak rela ngelepas mas pergi. Ikut aja ya?" Bujuk Reyhan lagi, tapi hanya dijawab senyuman dan gelengan kepala oleh Nia.
"Hati-hati mas. Assalamualaikum Wa Rohmatullahi Wa Barakatuh." Kata Nia sambil melambaikan tangannya, dan Reyhan segera berjalan menuju pesawat.
Setelah dari bandara, Nia mempersiapkan segala sesuatu untuk sempro yang akan dilakukannya besok. Sebenarnya sempro yang dilakukan Nia hanya formalitas saja, karena judul tesisnya sudah di setujui, bahkan Nia sudah mulai melakukan penelitian, mengambil masalah karyawan ditempat ia magang sebelumnya.
Kehidupan Nia sebenarnya cukup membosankan ketika menikah dengan Reyhan. Karena Reyhan selalu membatasi gerak gerik Nia. Sejak menikah, Nia tidak pernah lagi berkumpul dengan sahabat-sahabatnya, Aldi, Dian, dan Oget.
Untuk menghilangkan rasa bosan, Nia sering belajar melalui chanel online secara otodidak. Bahkan Nia sudah memiliki platform online, yang menjual jasa pembuatan aplikasi untuk hal-hal yang berhubungan dengan karyawan.
Tidak ada yang tahu, kalau Nia memiliki perusahaan, dimana perusahaan Nia secara fisik dikelola oleh orang kepercayaannya. Semua karyawan termasuk orang kepercayaan Nia, tidak pernah bertemu langsung dengan Nia. Mereka berkomunikasi dan mengadakan rapat secara online. Walau karyawannya tidak tahu seperti apa wajah Nia, tapi Nia tahu seperti apa semua karyawannya.
__ADS_1
Perusahaan itu diberi Nama Za Suport System. Perasahaan Nia sudah memiliki banyak klien baik perusahaan besar maupun kecil. Perusahaan Nia sebenarnya tidak terlalu besar, tapi perusahaan itu memiliki sumber daya manusia yang benar-benar ahli dibidangnya.
Karyawan di perusahaan Nia terdiri dari 3 orang staff IT, 2 orang staff marketing, 2 orang staff keuangan dan administrasi, dan satu orang pemimpin. Mereka menggunakan jasa perusahaan outsourching untuk bagian kebersihan dan keamanan. Walaupun sedikit, mereka adalah team yang kompak, karena Nia menekankan kepada semua karyawannya bahwa perusahaan itu milik mereka bersama yang dituangkan dalam sebuah MoU antara Nia dan semua karyawannya.
Mumpung Reyhan tidak ada, Nia hari ini berencana untuk melakukan rapat dengan karyawannya, yang Nia beritahu melalui group chat yang dimiliki perusahannya. Karyan Nia mengenal Nia dengan nama tengahnya, karena Nia memperkenalkan diri sebagai Khanza, yang sering dipanggil Za.
Selesai memberitahukan bahwa siang nanti mereka akan rapat, Nia segera turun ke bawah untuk sarapan. Jika Reyhan tidak ada, Nia tidak perlu repot-repot masak, karena Nia suka sarapan buatan mbok Nah.
"Masak apa hari ini mbok?" Tanya Nia.
"Nasi dan sop ayam nyonya." jawab mbok Nah.
"Nggak ad mas Rey, panggil Nia aja mbok." Kata Nia gemes.
"Nanti mbok takut keceplosan." Kata mbok Nah.
"Nggak akan keceplosan. Kan mas Rey jarang masuk dapur. Nia pengen pecel deh mbok. Ada bumbunya nggak di kulkas?" Tanya Nia yang tiba-tiba ingin makan pecel membayangkan aneka sayuran rebus dituang kuah kacang yang banyak, plus taburan bawang goreng yang gurih.
"Ada non. Sebentar mbok bikinkan dulu." Kata mbok Nah
Tidak butuh waktu lama bagi mbok Nah untuk menyiapkan pecel, karena semua sayuran sebelum masuk kulkas sudah di potong-potong dan dibersihkan. Mbok Nah mengukus sayur dengan alasan kukus tumpuk, sehingga sekali ngukus, semua sayur terkukus tanpa harus mengukus atau merebus satu persatu.
"Ini Nya pecelnya." Kata mbok Nah sambil meletakkan sepiring pecel dihadapan Nia, yang langsung Nia makan dengan penuh semangat setelah mengucapkan terima kasih kepada mbok Nah, dan membaca doa makan.
"Mbok, nanti siang bikinin Nia rujak serut yang seperti mbok buat waktu itu ya." Kata Nia sambil mencuci piring bekas makannya.
"Rujak serut non?" Tanya mbok Nah meyakinkan, karena setahu mbok Nah, Nia tidak suka makan rujak.
"Iya mbok, Rujak yang pakai saos buh kueni, tapi jangan kasi timun ya mbok." Pinta Nia lalu permisi kembali ke kamarnya, yang membuat mbok Nah merasa sedikit heran, karena setahu mbok Nah, Nia nggak suka dengan rujak serut kecuali rujak kuah kacang pakai gula aren.
"Oh iya mbok lupa" kata Nia yang balik lagi ke dapur yang membuat mbok Nah terkejut dan beristigfar, sementara Nia hanya nyengir sambil mengucapakan kata maaf tanpa suara.
"Makan siang nya Nia mau pecel lele ya, lelenya jangan terlalu besar dan harus mbok beli yang masih hidup ya. Sayurnya mau Cah kangkung aja. Nggak mau lalapan, tapi sambal terasinya tetap ada ya mbok. Terima kasih." Kata Nia lalu kembali berjalan menuju kamarnya.
"Kenapa mbok?" Tanya Sekar yang baru selesai menjemur pakaian.
"Itu, Nyonya hari ini aneh. Tadi tiba-tiba minta pecel buat sarapan. Kan biasanya nggak pernah request. Terus siang ini minta dibuatkan rujak serut pakai saos kueni, waktu itu pas mbok pernah buat kan nyonya nggak suka. Tambah lagi minta menu makan siang pecel lele. Biasanya nyonya geli lihat ikan lele. Minta beli lele yang masih hidup lagi. Apa nyonya lagi ngidam ya?" Jelas dan tanya mbok Nah heran.
"Sepertinya nggak mbok. Soalnya seminggu yang lalu Nyonya minta pembalut, karena punya nyonya kehabisan dan lupa stock." Terang Sekar.
"Yah... padahalkan mbok berharap nyonya segera ngidam, biar rumah ramai. Dan tuan nggak kepincut balik lagi sama non Els. Soalnya waktu kemaren datang, mbok lihat gelagat pelakor." Kata mbok Nah dengan wajah prihatin.
__ADS_1
"Hush. Nggak boleh mbok bilang begitu tentang nona Els. Karena bagaimanapun disini tuh, masih ada antek-anteknya non Els." Kata Sekar, karena tahu masih ada ART di rumah itu yang pro terhadap Elsa, dan tidak suka dengan Nia.
Sesuai permintaan Nia, mbok Nah pergi ke pasar untuk membeli ikan lele yang masih hidup untuk membuat makan siang pesanan Nia.
Siang ini, Nia makan siang dengan lahap dengan menu yang sudah dipesannya.
"Masya Allah. Enak banget mbok. Terima kasih ya, untuk makan siangnya yang lezat." Kata Nia sambil memasukkan suapannya yang terakhir ke mulutnya. Walaupun cabenya terasa pedas, hingga keringat membasahi wajah Nia, da membuat bibirnya semakin merah dan megap-megap sepertinikan mujaher.
Rani yang kebetulan ada di rumah, merekam kegiatan Nia yang sedang makan pecel lele, dan mengirimkan ke Reyhan, tanpa sepengetahuan Nia.
"Non, ada telpon dari tuan." Kata Ratih sambil menyerahkan hpnya kepada Nia.
"Loh mbak Rani kapan datang?" Tanya Nia sambil menerima HP dari Rani.
"Baru saja non." Jawab Rani.
"Assalamualaikum mas. Iya, selesai makan. Pakai pecel lele. Enak banget, sambelnya pedas. Nggak apa-apa. Nia kuat kok. Nggak sakit perut. Mas juga jangan lupa makan siang ya. Love you too." Kata Nia lalu mengakhiri panggilan telpon dari Reyhan.
Selesai makan Nia segera pamit, karen ada janji sama karyawannya untuk meeting siang ini. Karena ada beberapa konsumen yang mengirim email langsung ke Nia, sehingga Nia harus membicarakan dengan teamnya.
Karena sudah hampir dua bulan mereka tidak pernah rapat, jadinya rapat hari ini lumayan lama sampai malam, tapi mereka tetap break ketika watunya sholat.
"Ok. Berarti kita ambil tawaran dari PT Samudera ya, PIC nya bang Ando, teamnya abang pilih sendiri. Untuk mbak Meta ntar aku coba bantu buat blueprint sistemnya. Besok sore aku usain siap, soalnya pagi ini mau Sempro dulu. Kalau semua sudah ok, rapatnya aku tutup. Tetap semangat, terima kasih kerjasamanya selama ini. wasaalamualaikum." Kata Nia lalu menutup rapat onlinenya.
"Non, mbok siapkan makan malamnya?" Tanya mbok Nah via telpon paralel yang ada di kamar Nia.
"Nggal mbok. Potongin jeruk aja. Kalau bisa yang rasanya agak asem ya. Terima kasih mbok." Kata Nia lalu menutup telponnya.
" Tuh kan, nyonya aneh. Sekarang minta jeruk asem." Kata mbok Nah kepada sekar.
"Semoga saja mbok. Aamiin." Kata sekar, lalu mulai mempersiapkan pesanan Nia.
Hari ini Nia bangun pagi-pagi, dan mempersiapkan semua bahan untuk sempro yang akan dilakukannya.
"Sarapan dulu non." Kata mbok Nah.
"Nggak sempat mbok. Ntar Nia sarapan di kampus aja. Doain Nia lulus sempro ya mbok. Assalamualaikum" Kata Nia lalu segera pergi ke kampus dengan tas ransel yang lumayan besar.
Sesampainya di kampus Nia segera mempersiapkan untuk kegiatan Sempronya, karena ia adalah orang pertama yang akan presentasi.
Setelah selesai mempersiapkan, Nia bermaksud menelpon Reyhan, menyapa sekaligus meminta doa suaminya.
__ADS_1
Tapi sebelum Nia menelpon Reyhan, Nia melihat ada pesan baru masuk dari nomor yang tidak dikenal. Nia melihat ada sebuah Video yang terkirim, sewaktu Nia melihat Video tersebut Nia sangat terkejut, hingga hpnya jatuh dari tangannya.
"Nggak mungkin." Gumam Nia dengan suara bergetar.