Mengejar Mantan

Mengejar Mantan
Koma


__ADS_3

Nia yang awalnya syok melihat Reyhan dan Sean yang memegang tangan kanan dan kirinya, segera merubah expresinya.


"Maaf, tolong lepaskan tangan saya." Kata Nia berusaha setenang mungkin.


Nia tidak habis pikir bagaimana mungkin Sean dan Reyhan bisa berada disini.


Tapi Sean dan Reyhan sama-sama tidak mau melepaskan Nia.


"Lepaskan tangan Nia Sean." Kata Reyhan penuh penekanan.


"Nggak. Aku pernah bilang dengan kak Rey, sekali saja kak Rey sakitin Michin, aku akan ambil dia kembali." Kata Sean nggak mau ngalah.


"Ada apa sayang?" Tanya Jasmine yang membuat Sean terkejut ketika melihat wajah Jasmine.


"Tante Lily?, tante masih hidup?" Tanya Sean tidak percaya, karena Sean melihat dan bahkan ikut menyambut jenazah Lily ketika akan dikebumikan.


"Kamu siapa?" Tanya Jasmine kepada Sean yang menyebut nama Lily.


"Aku Sean tante." Kata Sean lagi.


"Sean?, whatever, lepaskan tangan Zahara." Kata Jasmine sambil memukul tangan Reyhan dan tangan Sean agar melepaskan Nia.


"Ada apa ini?" Tanya Omar yang heran melihat Nia yang dipegang Sean dan Reyhan.


Nia menggunakan bahasa negara J, untuk meminta bantuan Omar, agar ia bisa terlepas dari Sean dan Reyhan, dan Nia lupa kalau Reyhan juga menguasai beberapa bahasa.


"Saya suaminya." Jelas Reyhan menggunakan bahasa negara J.


"Ok, fine. Kita bicara. Tapi lepaskan, aku janji nggak bakal kabur." Kata Nia, tapi Sean dan Reyhan tetap tidak mau melepaskan.


"Sean please." Kata Nia dengan wajah memohonnya, yang tidak pernah bisa Sean tolak, lalu melepaskan tangan Nia yang membuat Reyhan langsung menarik Nia dan memeluknya erat.


Nia yang merasa risih menjadi tontonan, berusaha melepaskan pelukan Reyhan.


"Kita bicara. Jangan sentuh saya." Kata Nia yang mulai kesal dengan sikap Reyhan.


"Maaf om, pestanya sedikit terganggu, Za permisi dulu." Kata Nia lalu keluar ruangan diikuti Jasmine, Sean, dan Reyhan.


Mereka duduk di bangku taman yang tidak jauh dari aula rumah utama.


"Kamu harus ikut mas pulang!" Kata Reyhan yang mulai bicara dengan sikap diktatornya.


"Tidak bisa." Jawab Nia.


"Mas suami kamu Ni, kamu harus dengarkan kata-kata mas." Kata Reyhan lagi.


"Sudah menjadi mantan." Jawab Nia lagi.


"Maksud kamu talak waktu itu?" Tanya Reyhan.

__ADS_1


"Bukan. Tapi kita beneran sudah cerai. Kalau mas tidak percaya, tanya dengan istri mas yang sekarang." Kata Nia lagi.


"Maksud kamu?" Tanya Reyhan tidak mengerti, sementara Sean dan Jasmine hanya mendengarkan pembicaraan mereka.


"Saya sudah menandatangani surat cerai yang di urus sama istri anda yang sekarang, empat tahun yang lalu. Jadi kita sudah sah berpisah sesuai keputusan pengadipan agama." Jelas Nia.


"Nggak mungkin. Mas nggak pernah sidang fan nggak pernah menandatangani surat cerai. Bagaimana mungkin pengadilan agama bisa mengesahkn?!" Tanya Reyhan marah dan tidak percaya.


"Sudah saya bilang, tolong mas tanya istri mas yang sekarang. Karena waktu itu pengacara papa yang menghubungi saya, dan mengurus semuanya." Jelas Ia sambil menghela nafasnya, yang membuat Rryhan makin kesal tidak terima.


"Terus bagaimana kabar anak-anak mas?" Tanya Reyhan.


"Alhamdulillah mereka sehat." Jawab Nia.


"Mas mau bertemu." Kata Reyhan lagi.


"Ini jamnya twin istirahat." Jawab Nia.


"What?.. tunggu.. tunggu... lo punya baby twin michin?" Tanya Sean antusias.


"Yup." Jawab Nia


"Waw... Lo yang mungil begini beneran bisa punya baby twin?" Tanya Sean tidak percaya.


"Sepelecation lo. Ya bisa lah, body gue kan flexible." Kata Nia sambil nyengir.


"Nggak penting. Kamu balik lagi ke pesta Sean." Perintah Reyhan.


"Atas dasar apa kamu kangen sama Nia?, Dia itu istri mas, nggak pantas kamu kangen sama istri orang." Kata Reyhan lagi.


"Idih, mas amnesia atau lupa, tadikan michin tuh udah jelaskan kalau mas itu sudah mantan, MANTAN." kata Sean penuh penekanan dengan kalimat terakhirnya.


"Tapikan itu masih belum jelas. Mas akan tuntut orang-orang yang terlibat." Kata Reyhan lalu segera menghubungi asisten kepercayaannya.


"Lo hebat bener ya kalau soal kabur, nggak kelacak sama sekali. Lo dapat pelatihan dari BIN ya?" Tanya Sean.


"Nggak dari BIN, tapi dari Jin yang bisa ngilang. Hebatkan gue." Kata Nia sombong.


"Btw, gue mau lihat twin dong. Anak lo pasti cakep banget ya, secara bibit unggul keduanya. Coba lo dulu nggak nyembunyiin wajah asli lo, udah gue kekep, tamat sekolah langsung gue jadiin bini. Nggak perlu gue berkelana dari satu cewek ke cewek yang lain." Kata Sean.


"Dasar cowok. Makhluk visual. Kalau suka itu jangan lihat tampang doang. Makan tuh tampang." Protes Nia.


"Beneran, gue kangen banget tau sama lo michin. Sejak Yangti meninggal, lo tu kayak hilang ditelan bumi. Kak Rey aja nggak bisa nemuin lo. Btw tante Jasmine beneran kembaran tante Lily?" Tanya Sean, sambil memandang Jasmine.


"Beneranlah. Kan wajah tante mirip banget dengan Lily." Kata Jasmine.


"Hehehe... tadinya Sean kira tante Lily yang sama si michin." Kata Sean sambil nyengir.


"Nia, pokoknya kamu harus ikut mas pulang sekarang. Kita selesaikan masalah ini." Kata Reyhan yang tiba-tiba datang lagi sambil memegang tangan Nia yang langsung Nia tepis.

__ADS_1


"Maaf mas. Semua sudah berakhir, sejak mas menikah dengan kak Elsa." Kata Nia dengan wajah sedih, ketika mengingat kenangan buruk yang berusaha Nia lupakan.


"Nggak. Ini semua belum berakhir. Kamu itu masih istri mas sayang. Mas sangat mencintai kamu Ni" Kata Reyhan lagi yang memaksa untuk memegang tangan Nia, tapi langsung Nia hindari.


"Dih, cinta, tapi mendua." Ejek Sean yang membuat Reyhan mengepal tangannya menahan marah.


"Ayok Za kita kembali ke pesta. Ibuk rasa urusannya sudah selesai." Kata Jasmine lalu membawa Nia pergi tanoa bisa di cegah Reyhan karena tidak mau di cap buruk oleh Jasmine. Sementara Sean tersenyum miring, lalu segera menyusul Jasmine dan Nia, dan Reyhan yang sangat kesal memutuskan untuk kembali ke negara I, menyelidiki kenapa dia bisa cerai tanpa sepengetahuannya.


Acara pesta berlangsung meriah, Nia yang cantik selalu menjadi pusat perhatian, dan ada beberapa pria yang ingin mendekatinya, tapi tida bisa karena Sean selalu menjaganya.


"Sonoan gih lo. Nempel muluk dan kayak ulet." Kata Nia sambil menyuruh Sean menjauh.


"Nggak bisa. Gue harus jagain calon istri dari pria-pria hidung belang diacara ini." Jawab Sean.


"Calon istri siapa" Tanya Nia bingung.


"Ya gue lah. Iya kali gue jagain calon istri orang. Ogah." Kata Sean yang membuat tiba-tiba hati Nia berdesir. Bagaimanapun Sean adalah cinta pertama Nia, karena Sean adalah satu-satunya pria yang bersama Nia dari Nis kecil, sehingga cinta pertama Nia buka Bian papanya, melainkan Sean sahabatnya.


"Bengong bae. Lo lagi seneng ya, jadi calon istri gue." Kata Sean sambil menggoda Nia dengan menaik turun kan alisnya.


"Sableng. Ogah gue jadi bini lo. Buaya cap karung." Kata Nia lalu pergi meninggalkan Sean.


"Gue beneran michin. Gue itu sudah insap." Kata Sean.


"Nggak yakin gue, ngomong insaf lo aja nggak bener." Kata Nia sambil jalan menuju meja yang berisi buah dan puding, lalu mengambil beberapa potong buah dan puding, lalu duduk di salah satu kursi dekat meja bundar yang nggak jauh dari sana.


"Ibuk apa kabar?" Tanya Nia dengan wajah sedih karena tiba-tiba merasa kangen dengan orang-orang yang selalu ada buatnya.


"Mami sehat, tapi ya gitu makin cerewet, nyuruh gue nikah mulu, padahalkan gue lagi nungguin cinta sejati gue." Terang Sean lalu memakan buah anggur yang disodorkan nia yang sudah dibelahnya lengkap dengan buah pear yang sudah Nia potong menjadi kecil-kecil.


Lama kebersamaan mereka dari kecil, membuat Nia hapal sekali kebiasan Sean. Hal yang Nia lakukan tanpa sadar membuat Sean tersenyum bahagia.


"Fix, lo emang cinta sejati gue." Kata Sean sambil tersenyum bahagia, dan memakan buah yang Nia sodorkan dengan semangat, yang membuat Nia bingung.


"Sableng." Kata Nia yang geleng-geleng kepala melihat tingkah Sean.


"Disini lo tahu nggak rumah penghulu dimana?, biar gue datangin, buat nikah dengan lo malam ini." Kata Sean semangat.


"Lo kira gue kucing, main nikah gitu aja." Protes Nia.


"Lupa, om Bian... Astagfirullah, gue baru ingat, Om Bian masuk rumah sakit. Udah sebulan om Bian nggak sadarkan diri karena serangan jantung yang kedua." Kata Sean yang baru ingat kalau Bian sedang terbaring koma di salah satu rumah sakit di negara I.


"Innalillahi. Lo beneran?, Kok bisa?! Kenapa tidak ada yang ngasi tau gue?" Tanya Nia panik.


"Laj, lo ngilang, bagaimana ngasi taunya." Kata Sean.


Nia segera mencari Jasmine untuk segera kembali ke negara I. Bagaimanapun juga, Reyhan adalah papanya. Satu-satunya orang yang memiliki hubungan langsung dengannya.


"Buk, kita harus balik ke negara I." Kata Nia dengan air mata yang mengalir.

__ADS_1


"Kenapa sayang?" Tanya Jasmine yang ikutan panik melihat Nia menangis.


"Papa.. Papa koma." Kata Nia sambil memeluk Jasmine erat.


__ADS_2