Mengejar Mantan

Mengejar Mantan
Zahra


__ADS_3

Seperti yang Jasmine janjikan butuh waktu dua hari mengganti identitas Nia, tidak mengganti sepenuhnya, hanya mengubah cara penulisannya saja dan menambah nama keuarga mereka yang Nia sandang, yaitu Wittlebasch.


Sekarang di paspor nama Nia tertulis G Khanza K Wittlebasch, dan untuk mengelabui photo paspornya, Nia memakai makeup yang terang agar dia benaran seperti ras celtic dengan kulit putih pucat.


Setelah menyelesaikan urusannya, Jasmine segera membawa Nia dan twin ke negara J, menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Wittlebasch.


Sebenarnya Nia sedih harus meninggalkan negaranya, tapi Nia harus pergi meninggalkan Reyhan dan memulai hidup baru hanya berdua dengan twin dan kembaran ibunya, yang sekarang menjadi ibu Nia.


4 Tahun berlalu...........


Nia hidup baru dan bahagia di salah satu kota yang indah di negara J. Nia menjadi seorang designer pakain muslim dan anak-anak yang cukup terkenal di negara J, dimana twin selalu menjadi inspirasi Nia untuk membuat baju anak-anak, dan dirinya sendiri untuk rancangan pakaian muslimnya. Walaupun design pakaian dan nama Nia cukup terkenal, tapi Nia tidak pernah sekalipun menampakkan dirinya, karena Nia tidak ingin diri dan anak-anaknya terekspose.


"Ibuk...." Teriak Liam yang baru saja pulang sekolah, sementara Nizam menghampiri Nia dengan gaya coolnya dan langsung memeluk Nia.


"Wah... pria-pria tampan ibuk sudah pulang. Bagaimana sekolah hari ini?" Tanya Nia.


"Biasa aja." Jawab Nizam.


"Senang... Liam suka sekolah. Banyak teman. Kak Nizam nggak asik di ajak main. Mainnya sama buku mulu." Kata Liam sambil memanyunkan bibirnya yang membuat wajah Reyhan versi mini jadi terlihat menggemaskan.


"Buku itu jendela dunia. Dengan buku kita bisa tahu dunia." Jawab Nizam yang sangat persis terlihat seperti Reyhan tidak hanya wajah, tapi juga karakternya.


"Ya sudah. Semua punya kesukaan masing-masing. Lakukan apapun yang kalian suka. Asal itu positif dan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain, ibuk dukung." Kata Nia sambil tersenyum, karena kalau dibiarkan, keduanya akan terlibat perdebatan yang sengit karen tida ada yang mau megalah.


Walaupun usianya masih sangat muda, baru 4 tahun, tapi twin sudah bisa berbicara tiga bahasa dengan sangat baik, karena twin mewarisi kecerdasan Nia dan Reyhan. Mereka belajar sangat cepat, ditambah dukungan lingkungan yang mereka terima.


"Mandi gih. Bauk acem anak-anak ibuk." Kata Nia sambil pura-pura menutup hidungnya.


"Keringat itu tidak ada baunya buk, tapi disebabkan oleh bakteri yang hidup dipermukaan kulit. Karena sekarang musim dingin, jadi bakterinya tidak mau hidup dipermukaan kulit kita jadi kami tidak akan mengalami bromhidrosis." jelas Nizam yang tidak terima Nia menyebutnya bau asem.


"Duh anak ibuk yang super cerdas satu ini. Bisa nggak sih, bahasa dan kata-kata kamu seperti anak 4 tahun pada umumnya?" Kata Nia gemes sambil mencubit pipi Nizam pelan.


"Aku kan harus jagain ibuk dan si bayi. Jadi aku harus cerdas dan tahu banyak hal. Biar aku bisa selalu lindungin ibuk." Jawab Nizam dengan wajah tanpa eksprsi tapi dengan tatapan penuh cinta ke arah Nia, yang membuat Nia memeluk Nizam yang selalu bisa membuatnya terharu.


"Ibuk pilih kasih. Liam nggak dipeluk." Protes Liam sambil bersidekap tangan dan memanyunkan bibirnya.


"Eleh eleh... anak sholeh ibuk." Kata Nia lalu memeluk keduanya.


"Bayi." Kata Nizam ketus lalu segera pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri, kemudian di susul oleh Liam.


Nia hanya bisa menghela nafas, tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan twin yang sungguh ajaib.


"Nia sayang, ini ada undangan acara fashion week. Kamu datang ya?, masa ibuk terus yang gantiin kamu, ntar mereka kira beneran lagi designer Zahra itu adalah ibuk." Kata Jasmine yang baru datang sambil membawa undangan yang cukup mewah.


"Nggak apa-apa buk. Za senang di belakang layar saja. Biar ibuk yang di depan layar." tolak Nia.


"Tapi ini undangannya dari negara Timteng yang jadi basis penjualan terbesar pakaian yang kamu design loh sayang. Omar mohon-mohon sama ibuk biar kamu datang. Omar janji tidak akan mengekspose kamu Za, dia hanya ingin kamu hadir. Ibuk mohon." Kata Jasmine sambil memperlihatkan wajah memelasnya yang tidak bisa ditolak Nia.


"Beneran tidak di ekspose ya?" Tanya Nia untuk lebih meyakinkan.


"Beneran. Ibuk jitak si Omar kalau dia bohong." Kat Jasmine sambil tertawa.


"Ibuk kenapa nggak nikah aja sih sama Om Omar. Beliau orang yang baik loh. Lagian Om Omar itu cinta banget sama ibuk." Kata Nia yang mulai menggoda Jasmine karena tidak mau menikah, padahal banyak pria yang jatuh hati kepadanya, karena wajh Jasmine yang cantik ditambah pembawaannya yang riang dan mudah bergaul dengan siapa saja, membuat pria langsung jatuh cinta begitu mengenal Jasmine.


"Nggak mau. Omar itu sahabat ibuk dari kuliah dulu. Jadi jelek baiknya kita berdua udah tahu. Nggak seru." Jelas Jasmine.


"Oh iya dua kecintaan ibuk mana?" Tanya Jasmine.


"Lagi bersih-bersih." jawab Nia.

__ADS_1


"Kok mereka cepat kali sih sekolahnya. Kan ibuk masih belum puas main dengan mereka yang selalu menggemaskan. Teman-teman ibuk ngumpul juga selalu nanyain twin, sekarang tuh kalau ngumpul, mereka cuma mengharapkan kehadiran twin, ibuk sudah tidak diharapkan lagi." Jelas Jasmine panjang lebar yang membuat Nia hanya tersenyum, karena selama ini Jasmine yang selalu menjaga twin berdua dengan Nia. Mereka tidak memakai jasa babysitter karena memang ingin membesarkan twin langsung tanpa campur tangan orang lain. Bahkan di rumah tidak ada asisten rumah tangga yang menetap, Nia dan Jasmine sengaja menyewa jasa ART paruh waktu hanya untuk membersihkan rumah dan pakaian.


Setelah Jasmine menyampaikan undangan dari sahabatnya Omar, hari ini 3 bulan setelah undangan Nia terima, mereka berangkat ke salah satu negara terkaya yang ada di Timteng.


Untuk kenyamanan twin dan tidak ingin ada yang mengekspose twin, Nia selalu bepergian menggunakan kendaraan pribadi dan ruang publik yang lebih private.


"Enak juga nih, pesawatnya si Omar. Kita beli seperti ini juga kali ya Za. Pesawat kita yang lama sudsh tua, tidak secanggih ini." Kata Jasmine sambil melihat-lihat interior jet pribadi milik Omar.


"Jangan mulai deh buk. Yang lama aja kita jarang pakai." Kata Nia yang agak kurang suka dengan sifat Jasmine yang suka membeli sesuatu tanpa memikirkan urgensinya.


"Tukar tambah." Kata Jasmine lagi meminta persetujuan, karena walaupun tanpa persetujuan Nia, Jasmine bisa membelinya langsung, tapi semenjak ada Nia yang sudah seperti putri kandungnya, Jasmine selalu mendiskusikan segala sesuatunya dengan Nia, begitupun sebaliknya.


Nia memperlihatkan tatapan tidak suka dengan Jasmine, yang langsung dipahami Jasmine, dan langsung memperlihatkan deretan gigi putih rapinya sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya (😁✌️).


"Twin suka naik pesawat yang ini? Kita beli seperti ini?" Kata Jasmine tidak mau kalah meminta dukungan dari twin.


"Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya. QS. Al Isra' ayat 27." Ucap Nizam yang membuat Jasmine tidak bisa berkata apa-apa lagi kalau Nizam sudah menyampaikan isi Alqur'an, sementara Nia hanya bisa tersenyum bangga.


"Liam suka?" Tanya Jasmine mencoba mencari dukungan Liam, biar posisi dua sama.


"Liam suka die oma." Jawab Liam yang membuat Jasmine tersenyum senang.


"Tapi kak Nizam benar." sambungnya lagi yang membuat senyum Jasmine langsung hilang.


"Kamu ini ya, sudah buat die oma naik setinggi langit, eh habis itu dijatuhkan." Kata Jasmine sambil memeluk Liam dan menggelitiki perut gembulnya yang membuat Liam senang.


"Kan kita memang lagi di langit, tapi Liam tidak jatuhkan die oma. Kalau die oma jatuh, kita semua juga jatuh." Kata Liam dengan polosnya.


"Perumpamaan." Kata Nizam, yang cukup satu kata saja membuat Liam paham karena ikatan batin yang begitu kuat diantara keduanya.


"Dih bayi. Udah paham saja perumpamaan." Kata Jasmine sambil menoel pipi gembul Nizam.


"Stop die oma paham. Salah tanya tadi die oma." potong Jasmine karena tidak ingin Nizam mengeluarkan segala macam teori dan contoh tentang perumpamaan, membuat Nia hanya bisa tertawa.


"Kamu ini ya Nizam, gemesin banget. Anak siapa sih?" Tanya Jasmine.


"Die oma amnesia?, aku dan Liam anaknya ibuk." Jawab Nizam yang membuat Ni semakin tertawa, sementar Jasmine langsung bermuka masam karena lagi-lagi tidak bisa berkutik menghadapi Nizam.


Sesampainya di bandara Internasional kota D di Timteng, Jasmine dan keluarganya disambut dan langsung dijemput oleh Omar, sahabat Jasmine dari kuliah.


"Apa kabar Mine?" Tanya Omar yang langsung tersenyum bahagia melihat Jasmine.


"Seperti yang kamu lihat." Kata Jasmine sambil memutar memperlihatkan dirinya baik-baik saja.


"Terima kasih Zahra, kamu mau menghadiri acara yang om buat." Kata Omar sambil menangkupkan tanganya di depan dada, karena tahu kalau Nia tidak akan bersentuhan dengan yang bukan mahramnya.


"Its ok Om. Za yang berterimakasih karena produk Zahara CL bisa tersebar luas di negara ini dan benua A berkat usaha Om." Kata Nia sambil tersenyum.


"Boys How are you?" Tanya Omar sambil merentangkan tangannya yang langsung disambut oleh Liam dengan antusias, dan Nizam dengan ekspresi coolnya, tapi tetap berjalan ke arah Omar dan memeluknya.


Karena di rumah hanya ada wanita, jadi Nizam dan Liam sangat senang ketika dipeluk oleh laki-laki dewasa, karena bagaimanapun juga mereka pasti merindukan sosok ayahnya.


Nia hanya bisa menutup mata dan hatinya ketika melihat Nizam dan Liam bahagia ketika Omar memeluk dan menggendong mereka di tangan kanan dan kirinya, karena Nia dan Jasmine tidak kuat kalau harus menggending Nizam dan Liam bersamaan.


Ini bukan pertemuan pertama dengan Omar, sehingga twin bisa sangat akrab dengan Omar. Persahabatan dan rasa cintanya yang besarbdenga Jasmine membuat Omar selalu mngunjungi Jasmine.


"Sudah lah buk. Terima aja lamaran om Omar. Om Omar adalah orang yang sangat baik. Ibuk mau nunggu siapa lagi sih?, apakah ada yang ibuk tunggu?" Tanya Nia penasaran karena tantenya selalu menolak Omar dan tidak dekat dengan pria manapun.


"Jagan mulai deh Za. Kamu tuh yang cari pengganti ayahnya twin, bagaiamanapun mereka merindukan sosok seorang ayah, yang kamu atau ibuk tidak bisw berikan." Kata Jasmine membalikkan kata-kata Nia.

__ADS_1


"Ibuk kan tahu, walau aku pergi, tapi kami belum bercerai. Lagian Za sudah cukup hidup dengan ibuk dan twins. Nggak perlu ada pria lain di hidup Za." kata Nia.


"Exactly." Kata Jasmine senang.


"Beda dong buk." Kata Nia lagi.


Ini pertama kalinya Nia dan twin berkunjung ke temoat Omar, Twin sangat antusias sepanjang perjalanan, mengunjungi tempat baru yang belum pernah mereka lihat.


"Senang boys?" Tanya Omar sewaktu di jalan menuju ke rumahnya.


"Senang die opa. Lihat pasir banyak. Liam boleh main pasir buk?" Tanya Liam.


"Padang pasir itu bukan pasir pantai yang kamu bisa mai sesuks hati." Smbar Nizam.


"Di rumah die opa ada pasir yang bisa dimainkan." Kata Omar agar Liam tidak sedih.


"Yeay, main pasir." Kata Liam bahagia yang memang hobinya main, tapi tetap tidak kalah pintar dengan Nizam.


Sesampainya dirumah Omar yang luas dan besar seperti istana, Liam berlarian dengan bahagia, banyak orang yang gemas melihat Nizam dan Liam yang memiliki wajah yang sangat sama persis, dan mata emerald yang sangat mempesona.


"Oh iya, nanti malam akan ada pesta pembukaan di aula utama rumah ini. Om harap kamu hadir Za." Kata Omar.


"InsyaAllah om." Kata Nia yang tidak enak menolak undanga Omar.


Nia dan twins berada dikamar yang sama, dengan design kamar yang sangat indah, lengkap dengan 3 buah kasur ukuran queen, karena Jasmine sudah menginformasikan kepada Omar, dan Omar mempersiapkan sesuai pesan Jasmine.


Begitu sampai di rumah Omar, twin selalu mengikuti Omar,dan Omar dengan senang hati mengajak twin mengikuti semua aktivitasnya, mulai dari melihat kebun binatang mini milik Omar, hingga melakukan ibadah sholat berjamaah.


"Ibuk dan die oma ada akan menghdiri undangan die opa. Disana tidak ada anak-anak, Nizam dan Liam sama kak Sarah dulu ya. Nanti jamnya tidur, Nizam dan Liam harus tidur. Harus jadi anak sholeh ibuk. Ok?" Jelas Nia.


"Ok." Jawab twin kompak.


Nia mengenakan gaun rancangannya yang berwarna hijau botol yang sangat gelap lengkap dengan jilbab panjangnya, dan sedikit merias wajahnya agar kelihatan lebih segar.


"Ibuk cantik." Kata Liam yang langsung berlari ke arah Nia ketika melihat Nia keluar dari kamar.


"Jadi selama ini ibuk nggak cantik?" Tanya Nia sambil berpura-pura sedih bermaksud menggoda Liam.


"Cantik, tapi hari ini sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat... eh.. capek, Cantiiiiiikkk." Kata Liam sambil tersenyum bahagia.


"Terima kasih sayang. Seperti kesepakatan kita tadi, jadi anak sholeh. Ibuk pergi dulu dengab die oma dan die opa. Assalamualaikum." Pamit Nia lalu mencium pipi gembul Liam dan Nizam bergantian.


Nia menghampiri Jasmine dan Omar yang sedang mengobrol menunggu Nia.


"Masya Allah. Kamu cantik sekali Za." Kata Omar reflek, yang membuat Jasmine langsung berdehem, karena biasanya hanya Jasmine yang selalu Omar puji cantik.


"Kamu tetap yang paling cantik Mine." Kata Omar sambil tersenyum, yang membuat wajah putih Jasmine bersemu merah.


"Dah buk, terima aja." Kata Nia lagi menggoda Jasmine.


"Ayok para bidadari, kita pergi ketempat acara. Wah, kebaikan apa yang saya lakukan sehingga dapat berjalan bersama dua bidadari dunia." kata Omar bahagia.


Begitu memasuki aula ruangan acara, Omar sebagai tuan rumah dan datang dengan dua wanita cantik, langsung menjadi pusat perhatian.


Tidak lama Nia memasuki ruangan tiba-tiba tangan kanan dan kiri Nia dicekal oleh orang yang berbeda, yang membuat Nia terkejut.


"Michin?!"


"Sayang!"

__ADS_1


__ADS_2