
Author PoV
Pencarian Nia yang melibatkan banyak pihak masih belum membuahkan hasil.
"Die oma, kapan sih ibuk pulang?, ibuk sudah nggak sayang Iam dan kak Nizam?, Iam kan sudah jadi anak sholeh die oma. Iam nggak pernah jahilin kak Nizam, Iam juga sekarang sudah bisa baca bacaan sholat, tapi kenapa ibuk masih belum pulang?" Tanya Liam dengan wajah sedihnya, membuat Jasmine tidak bisa berkata apa-apa dan hanya mampu memeluk Liam dengan air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya.
"Ibuk pasti pulang. Kamu jangan sedih, jangan buat die oma sedih" Kata Nizam sok menasehati Liam, padahal jauh dilubuk hatinya, Nizam jauh lebih sedih dibandingkan Liam.
"Tapi.."
"Sayang opa, Ibuk pasti pulang. Iam jangan sedih. Opa, daddy, abi, papa, aunty Eis, nek Des, semuanya ada buat jagain Iam dan kak Nizam. Opa yakin, ibuk pasti pulang." Kata Bian yang berusaha menenangkan Liam.
Liam yang selalu sedih ketika mengingat Nia, mengerjap-ngerjapkan matanya, agar air matanya tida keluar, karena Nizam pernah bilang, kalau mereka tidak boleh jadi anak yang cengeng.
Bian yang tidak tega melihat Liam yang berusaha menahan air matanya, memeluk Liam dengan erat agar bocah yang sebentar lagi menginjak usia 5 tahun itu bisa mengurangi rasa sedihnya.
Sementara itu di suatu daerah yang cukup terpencil namun indah karena terletak di atas bukit yang tidak jauh dari laut, terlihat seorang wanita yang sedang terbaring lengkap dengan alat bantu medis.
"Sayang, kamu bangun dong. Jangan tidur terus. Tapi kalau kamu masih mau tidur, abang akan jaga kamu. Kamu itu milik abang. Selamanya harus jadi milik abang." Ucap Satya sambil menggenggam tangan Nia yang terlihat seperti sedang tidur, sambil mencium lembut punggung tangan Nia.
"Ehghmmm"
"Sayang?, kamu sadar sayang" Kata Satya senang karena melihat mata Nia yang dari tadi di pandanginya terbuka.
Satya segera lari keluar memanggil dokter yang memang khusus ia sediakan untuk menjaga perempuan yang sangat dicintainya.
Dokter segera memeriksa Nia dan melakukan beberapa tes untuk lebih meyakinkan diagnosa sementaranya.
"Saya dimana dokter?" Tanya Nia dengan suara lemah dan mulai bisa berbicara setelah perawat memberikannya minum.
"Anda sedang dalam perawatan di kediaman Satya." Jawab dokter yang di dada kanannya terdapat nametag Sandra.
"Anda bisa sebutkan nama Anda?" Tanya dokter Sandra.
"Nama?" tanya Nia bingung.
"Iya, nama." Tanya dokter Sandra.
"Saya tidak tahu dokter." Jawab Nia.
"Apa yang ada ingat?" Tanya dokter Sandra lagi.
Nia berusaha mengingat, tetapi kepalanya malah terasa sangat sakit.
"Aduh, kepala saya sakit dok"
"Coba diingat, apakah ada yang bisa anda ingat?" Tanya dokter Sandra.
"sakit." Kata Nia sambil memegang kepalanya.
"Sandra cukup!" Bentak Satya kepada dokter Sandra yang merupakan sahabatnya.
__ADS_1
Dari kecil dokter Sandra tumbuh besar bersama Satya, dan papinya Satya khusus menyekolahkan Sandra di sekopah kedokteran untuk selalu memantau kondisi Satya.
"Ck... Ingatannya harus dilatih biar pulih." Kata dokter Sandra kesal.
"Cukup. Lo boleh keluar sekarang. Tinggalkan ruangan ini" Kata Satya mengusir dokter Sandra dan perawat yang datang bersamanya.
Setelah dokter Sandra dan perawat keluar, Satya segera menghampiri Nia yang terbaring di brangkar, dan masih memegangi kepalanya yang sakit.
"Sayang, sudah. Jangan dipaksa. Kalau kamu tidak ingat atau buat kepala kamu sakit, jangan dipaksa. Nanti abang bantu kamu untuk menceritakan semua cerita tentang kamu." Kata Satya sambil membelai kepala Nia lembut.
"Kamu siapa?" Tanya Nia masih bingung.
"Abang Satya. Tunangan kamu." Jawab Satya.
"Tunangan?" Tanya Nia yang masih bingung dan membuat kepalanya semakin sakit.
"Sudah, jangan dipaksa sayang. Kamu istirahat aja. Abang akan jagain kamu. Abang nggak akan ninggalin kamu." Kata Satya sambil mencium punggung tangan Nia berkali-kali.
Nia yang merasa kepalanya sakit, akhirnya memilih untuk memejamkan lagi matanya.
Setelah Nia tertidur, Satya segera keluar dari ruangan Nia untuk bertemu dengan Sandra.
"Bagaimana kondisi Nia?" Tanya Satya.
"Dia baik-baik saja. Cukup beberapa kali terapi sepertinya dia akan bisa segera bangun." Jelas dokted Sandra.
"Ok. Karena Nia sudah sadar, lo boleh balik. Tapi jangan sampai ada yang tahu kalau Nia sama gue. Lo tahukan gue seperti apa? Satu hal lagi, jangan coba-coba buat Nia kembali ingat masa lalunya. Sekarang namanya bukan lagi Nia, tapi Aisyah. Karena gue mau dia seperti Aisyah." Kata Satya sambil tersenyum membayangkan Nia bersikap seperti Aisyah
Seminggu setelah sadar, Nia yang sekarang dipanggil Aisyah sudah mulai bisa berjalan, berkat terapi yang dilakukan Satya.
Walaupun kejiwaannya kurang stabil, Satya sebenarnya adalah sosok pria yang sangat cerdas, hanya saja karena sering dimanja dan semua keinginannya dipenuhi, ditambah latar belakang keluarganya yang setengah mafia, membuat Satya menjadi sosok yang sangan egois. Semua yang diinginkannya harus didapatkannya. Jika ia tidak bisa mendapatkannya, maka Satya akan melenyapkannya.
Satya pertama kali bertemu dengan Nia karena bekerja di kantor tempat Nia magang sewaktu kuliah. Satya yang memiliki pribadi yang labil dan hidup sesuka hatinya, memutuskan untuk bekerja di salah satu perusahaan EO yang ada di kota P.
Sejak awal ketemu Nia, Satya sudah suka dengan pembawaan Nia yamg cerdas dan menyenangkan. Agar bisa terus berdekatan dengan Nia, bahkan Satya selalu mengganggu Nia dengan membantah dan menjawab apa yang Nia sampaikan.
Walaupun wajah Nia tidak secantik Dian sewaktu awal mereka bertemu, tapi Satya jatuh cinta dengan Nia sejak pertama.
Agar selalu akrab dengan Nia, bahkan Satya memperkenalkan Nia dengan mamanya dan mereka menjadi sangat akrab.
Mama Satya sangat sayang dan menyukai Nia yang selalu tulus dan tidak modus. Karena baru sekali ini Satya memperkanalkan seorang perempuan kepada mamanya, membuat mama Satya berharap, kalau Nia akan menjadi jodoh Satya.
Setiap di rumah, mamanya selalu membicarakan tentang Nia, dan meminta Satya untuk sering-sering membawa Nia main ke rumah mereka.
Tapi sayang, harapan hanya tinggal harapan, Satya yang sangat terpesona smapai tidak bisa berkata apa-apa ketika melihat wajah Nia yang asli sewaktu acara gashion show. Sangking syoknya karena perempuan yang bisa membuat Satya yang suka uring-uringan menjadi Satya yang lebih baik walau sedikit jutek begitu cantik, membuat Satya menjadi sedikit linglung.
Satya sangat senang, karena perempuan yang dicintainya selain baik, ternyata juga sangat cantik, terutama iris emerald Nia, yang membuat Satya menjadi tenang.
Tapi kesenangan itu hanya sebentar karena Satya akhirnya tahu kalau Nia sudah memiliki suami. Awalnya Satya ingin merebut Nia dari Reyhan, tapi mamanya yang sangat menyayangi Nia melarang hal.itu dan meminta Satya untuk berjanji.
Satya menatap Nia yang sedang tertidur lelap karena lelah habis latihan berjalan. Tidak menyangka setelah mamanya meninggal, akhirnya Satya bisa mendapatkan Nia, bahkan semesta mendukungnya dengan membuat Nia hilang ingatan.
__ADS_1
Satya mengingat kembali kejadian yang membuat Nia hilang ingatan. Setelah menjemput Nia yang masih tidak sadarkan diri di rumah Handoko, Satya segera membawa Nia pergi meninggalkan kota B menuju sebuah pulau pribadi milik keluarganya.
Awalnya semua berjalan lancar, sampai akhirnya Nia sadar dan berusaha untuk melarikan diri. Satya dan anak buahnya segera mengejar Nia, yang sebenarnya belum pulih seratus persen.
Karena panik dan berlari sambil sering melihat kebelakang, Nia akhirnya tersandung batu dan jatuh berguling-guling karena jalanan yang memang menurun. Sewaktu terguling, beberapa kali kepala Nia terbentur batu yang berada di sekitar Nia jatuh.
Satya yang panik segera membawa Nia ke rumah sakit yang ada di pulau itu, walaupun itu pulau pribadi, tapi pulau itu memiliki fasilitas yang lengkap karena digunakan untuk tempat berkumpul dan melatih anggota milik papanya.
Nyawa Nia akhirnya tertolong, tapi Nia dinyatakan koma. Setiap hari ketika tidak ada pekerjaan, Satya selalu menemani Nia, mengajak Nia berbicara, dan memintanya untuk segera sadar.
Tadinya ketika Nia sadar, Satya akan menggunakan obat yang bisa membuat orang hilang ingatan yang diproduksi oleh ilmuwan yang bekerja dengan keluarganya. Tapi karena Nia yang memang sudah hilang ingatan, membuat Satya tidak jadi memberikan obat itu kepada Nia.
Satya menganggap, hilangnya ingatan Nia adalah jalan yang diberikan Sang Pencipta kepadanya untuk memiliki Nia.
"Jangan egois Sat, bagaimanapun Nia punya keluarga dan kehidupannya sendiri." Ucap dokter Sandra yang baru saja datang karena harus mengoperasi salah satu anak buah papa Satya yang terluka.
"Jangan urus urusan gue. Lo urus aja urusan lo. Aisyah milik gue, selamanya dia akan jadi milik gue. Lo lihat, buktinya Tuhan mendukung gue dengan membuat dia hilang ingatan. Lo jangan coba-coba pulihkan ingatan Aisyah. Atau lo tanggung akibatnya." Ancam Satya yang tidak suka akhir-akhir ini Sandra selalu ikut campur urusannya.
Sandra memutuskan untuk pergi meninggalkan Satya tanpa berkata sepatah katapun, karena Sandra tahu betul bagaimana karakter Satya.
Setelah puas memandang Nia, Satya memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaannya, karena itu adalah syarat dari papanya, jika Satya ingin papanya mendukung apa yang Satya lakukan pada Nia.
PoV Nia
Aku terbangun ketika merasa ada yang mencium punggung tanganku, dan sangat terkejut karena ada seorang pria yang tidak aku kenal sedang menggenggam tanganku erat.
Ingin berbicara rasanya susah, karena tenggorakan ku terasa kering.
Aku hanya bisa mendehemkan tenggorokan agar sedikit terasa lega.
Pria itu terlihat senang ketika aku sadar, dan memanggilku dengan kata sayang. Siapa sebenarnya laki-laki itu.
Belum sempat aku bertanya, dia sudah berlari keluar menjauh dari ku, kemudian datang bersama dua orang wanita yang aku tebak dokter dan perawat.
Seorang perempuan yang menggunakan sneli dan terdapat nametage di dada kanannya Sandra segera memeriksa ku, setelah peremouan dengan seragam.perawat memberikan ku minum.
Tenggorokan yang sudah dialiri air mulai rlterasa nyaman, dan membuat aku mulai bisa berbicara.
Aku bertanya ada dimana dan dijawab dokter Sandra bahwa aku sedang berada di kediaman pria yang aku tidaj kenal.
Ketika dokter Sandra bertanya nama ku, aku baru sadar kalau aku tidak ingat nama ku siapa, dan bagaimana kehidupanku sebelumnya.
Dokter Sandra memaksa ku untuk mengingat, tetapi justru malah kepala ku terasa sangat sakit, sehingga pria yang bernama Satya menyuruhku untuk istirahat, dan meminta dokter Sandra untuk keluar.
Pria yang bernama Satya menjelaskan kalu nama ku Aisyah, aku adalah anak yatim piatu yang dibesarkan oleh keluarganya, bahkan aku adalah tunangannya.
Anehnya, aku tidak ingat sedikitpun siapa mereka dan bahkan siapa diriku.
Sudah seminggu ini bang Satya menemani ku latihan agar aku bisa segera pulih dan berjalan dengan normal.
Kata bang Satya aku mengalami kecelakaan saat akan kembali ke pulau yang kami tempati setelah pergi berlibur ke luar pulau.
__ADS_1