
Reyhan meletakkan hp Nia ketempat ia tadi mengambilnya, lalu segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Nia yang sudah puas tidur terbangun dan mengerjap-ngerjapkan matanya untuk menyesuaikan intensitas cahaya yang masuk.
"Cklek"
Nia refleks melihat arah sumber suara pintu terbuka, yang menampilkan Reyhan yang baru saja selesai mandi dan hanya melilitkan haduk yang panjangnya selutut dipinggangnya.
Nia segera memalingkan wajahnya, karena masih kesal dengan Reyhan.
Nia bangun dari tempat tidur, sambil melihat jam yang ada di hpnya. Hari sudah menunjukkan pukul 4 sore, dan Nia belum melaksanakan sholat ashar.
Nia bergegas masuk kamar mandi untuk berwudhu, dan setelahnya membentang sajadah, mengenakan mukenah, lalu bersiap melaksanakan sholat ashar yang sudah lewat waktunya.
"Tunggu saya." Kata Reyhan yang terlihat sudah rapi dengan koko dan sarungnya. Tanpa banyak kata, Nia membentang satu sajadah lagi di depannya agak ke kanan.
Mereka melaksanakan sholat ashar berjamaah, ini merupakan sholat berjamaah kedua yang mereka lakukan setelah mereka sah menjadi suami istri beberapa bulan yang lalu.
Selesai sholat, Nia mencium punggung tangan Reyhan, dan Reyhan menahan wajah Nia yang akan menjauh setelah mencium tangannya. Membingkai wajah mungil Nia dengan telapak tangan Reyhan yang cukup besar.
"Maaf." Ucap Reyhan sambil mencium puncak kepala Nia, yang membuat Nia merasa ada sesuatu yang hangat menajalar dalam hatinya.
Nia menatap Reyhan heran, karena baru kali ini Reyhan mengucapkan maaf.
"Saya pikir, saya bisa untuk tidak perduli dengan kamu, tapi ternyata tidak bisa. Tolong jangan buat saya kesal karena kamu dekat dengan laki-laki lain." Terang Reyhan yang membuat Nia bengong, agak sulit mencerna maksud Reyhan bicara seperti itu apa.
"Ya sudah. Saya hanya mau bilang itu saja." Kata Reyhan lalu berdiri meninggalkan Nia yang masih duduk ditempatnya.
Reyhan berdehem melihat Nia yang masih terpaku di tempatnya, membuat Nia tidak bengong lagi,dan segera berdiri lalu membereskan mukenahnya. Tanpa banyak kata, Nia keluar kamar menuju dapur memasak menu makan malam untuk mereka, karena sejak Reyhan makan makanan yang Nia buat, Reyhan merasa makanan yang dibuat koki ternama yang ada di rumahnya menjadi kurang enak.
Hari ini Nia masak menu yang sederhana, karena sebenarnya moodnya masih tidak bagus, walaupun Reyhan sudah minta maaf.
Nia masak Udang goreng mentega di tambah brokoli cah bawang putih, dan sup jagung kental untuk appetizer. Bahan-bahan untuk memasak sudah disiapkan karena Nia sudah memberitahukan menu yang akan dia masak kepada asisten rumah tangga yang mengurus dapur.
Selesai masak, asisten rumah tangga bagian pelayanan, menghidangkan makanan dihadapan Reyhan yang sudah duduk manis menunggu Nia di meja makan.
Nia yang sudah selesai beres-beres, segera menuju ruang makan dan duduk di bangku makan, tempat biasa ia duduk.
Nia menyendukkan sedikit nasi lengkap dengan lauk yang baru dimasaknya.
"Saya tidak lagi diet. Kenapa kamu sedikit sekali memberi saya makan?" Tanya Reyhan yang heran melihat porsi yang diberikan Nia.
"Itu porsi yang biasa mas makan." Jawab Nia santai tanpa menatap Reyhan, sambil menuangkan sup jagung ke mangkok kecil dan meletakkannya dihadapan Reyhan, yang membuat Reyhan tidak berani berkata apa-apa, karena Nia punya ingatan yang sangat bagus untuk porsi makan ideal Reyhan.
Mereka menyantap makan malam dalam diam, dan hanya terdengar sura sendok dan piring yang sesekali beradu dan mengeluarkan suara, memecah keheningan di ruang makan.
Sudah sebulan lebih, sejak Reyhan marah, Nia lebih banyak diam, yang membuat Reyhan semakin frustasi. Padahal Reyhan sudah meminta maaf, berusaha bersikap baik, tapi Nia masih tetap dengan sikapnya. Sampai-sampai Reyhan meminta bantuan Aldo bagaimana mencairkan sikap Nia.
"Bro, gue minta tolong dong" tulis Reyhan di kolom chat group mereka yang bernama 'cowok ganteng nggak ada ujung' yang merupakan ulah Aldo.
"Kenapa?" Balas Monica cepat
__ADS_1
"Tumben lo minta tolong" Balas Aldo
"Tergantung, minta tolong apa dulu?" balas Dean
"Bini gue merajuk." Tulis Reyhan.
"Lo apain Nia 🤬" Tulis Monica
"Wah... nggak dapat jatah nih..😋" Tulis Dean
"No coment" Tulis Aldo
Reyhanpun menuliskan kronologi kejadian yang membuat Nia marah dengan Reyhan, dan ketiga sahabatnya menunggu dengan sabar, tulisan Reyhan yang sudah seperti alur cerita cerpen.
"Jadi gimana? Help me please..🙏🥺" Tulis Reyhan.
"Wah berat nih masalahnya. Lo tega amat ngeluarin mulut beracun lo sama bini lo." Tulis Aldo.
"Tau nih. Udah punya bini cantik, masih aja di bandingin sama mantan. Move on bro. Gue aja kalau seandainya bini lo bisa dibelah, gue rela dapat setengahnya" Tulis Dean.
"Jangan harap lo. Gue serius nih." Protes Reyhan karena membaca kalau Dean menginginkan Nia.
"Biarin aja. Setahu gue, Nia itu bukan tipe pendendam. Tapi lo kasi dia waktu. Jangan desak Nia buat maafin lo. Akan ada waktunya dia kembali ke setelan pabrik." Tulis Monica bijak.
"Lo kira bini gue robot?, kembali ke setelan pabrik 🙄" Protes Reyhan.
"Iya nih, Si monic ada-ada bae. Btw Nia bisa di cloning nggak ya? Gue mau dong kloningannya 😊" Tulis Dean yang memang kesemsem dengan Nia.
"Woles bro..😅 woles. Kan gue cuma nanya. Seperti yang iya aja lo cinta sama Nia, itu si tuan putri lo kemanain?" Tanya Dean yang tahu betul bagaimana bucinnya Reyhan dengan Elsa.
"Tetap di hati gue lah. Hati gue itu lapang, bisa nampung buat yang lain juga 😁" tulis Reyhan.
"Awas aja lo kalau sampai berani. Ingat Rey, bagaimanapun Nia yang berkorban untuk menjaga nama baik kedua keluarga. Nia yang berkorban atas kekacauan yang Els buat. Sekali aja lo sakitin Nia dan buat dia nangis karena kebucinan lo dengan Els, Gue akan ambil Nia." Ancam Monica.
"Iya." Tulis Reyhan singkat, karena Reyhan tahu betul kalau ancaman Monica tidak pernah main-main.
"Lo dengar tuh saran Monica. Tapi kalau lo sakitin Nia, gue terima dengan senang hati kok 😊. Seperti tulisan di belakang truk 'Ku tunggu janda mu' 😁" Tulis Dean yang masih berusaha mendapatkan Nia.
"Brengsek Lo. Lo tunggu aja seumur hidup lo, nggak bakalan jadi janda Nia. Apapun yang terjadi, sekali milik gue, selamanya milik gue." Tulis Reyhan kesal, lalu meninggalkan obrolan di group mereka.
Reyhan memikirkan saran dari Monica untuk memberikan Nia waktu, agar Nia bisa kembali ke mode awal.
Walaupun berat, Reyhan mendengarkan saran Monica. Saat tidur, Reyhan memilih untuk tidur di ruang kerjanya, bangun lebih pagi, dan berusaha menghindari Nia.
Nia yang beberapa hari ini melihat perubahan sikap Reyhan yang seperti menghindarinya, membuat Nia memaafkan Reyhan dan berniat untuk tidak mendiamkan Reyhan lagi.
"Hari ini mas mau sarapan apa?" Tanya Nia begitu melihat Reyhan keluar dari walking closet sambil menggunakan dasi, dan di ambil alih oleh Nia.
"Seperti biasa aja." Jawab Reyhan sambil menatap Nia yang sedang serius menyimpulkan dasi di leher Reyhan.
"Ok, Selesai. Aku siapin sarapan dulu." Kata Nia lalu pergi meninggalkan Reyhan, tapi tangannya di tahan Reyhan, sehingga mereka masih berdiri berhadap-hadapan.
__ADS_1
"Maafin saya. Saya tidak bermaksud berkata kasar dengan kamu." Kata Reyhan dengan wajah menyesal.
"Its ok mas. Tapi satu hal yang perlu aku tekankan, walaupun aku punya banyak teman cowok, tapi Insya Allah aku bisa jaga diri kok. Jadi mas nggak perlu khawatir." Kata Nia sambil tersenyum, lalu pergi meninggalkan Reyhan.
Sejak kejadian itu hubungan mereka mulai membaik, walaupun begitu, mereka tetap pada komitmen awal menikah, bahwa Reyhan tidak akan menyentuh atau meminta haknya sebagai suami, sampai mereka benar-benar yakin kalau mereka saling jatuh cinta dan akan hidup bersama.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Hampir setahun Nia menikah dengan Reyhan dan hubungan mereka sangat baik, bahkan Reyhan selalu merasa kehilangan ketika Nia atau dirinya harus keluar kota.
"Kamu jadi magangnya bulan depan Ni?" Tanya Reyhan ketika Nia memasangkan dasi.
"Jadi mas. Di perusahaan Bumi Pertiwi." Jawab Nia yang sudah selesai memasangkan dasi.
"Kenapa nggak di perusahaan mas aja sih? Jadi sekretarisnya mas?" Tanya Reyhan kembali.
"Dari kampus sudah peraturannya begitu mas. Nggak seru kalau aku jadi sekretarisnya mas, lagian apa mas nggak bosen liat aku 24 jam?" Tanya Nia sambil nyengir, memperlihatkan barisan giginya yang putih dan rapi, serta lesung pipinya.
"Kalau kamu mau, mas bisa minta pihak kampus rubah tempat maganganya. Lagian nggak mungkinlah mas bosan, karena kamu kan tampilannya beda antara pagi, siang dan malam." Kata Reyhan lagi.
"Mas jangan macam-macam ya? Nggak ada istilah nepotisme dalam hidup aku. Aku mau diperlakukan sama dengan yang lain. Lagian di sana aku magang berdua dengan Dian, jadi mas nggak perlu khawatir." Jawab Nia.
"Trus fans berat kamu magang di mana?" Tanya Reyhan dengan muka agak masam.
"Oget?" Tanya Nia.
"Iya, siapa lagi fans berat bucin kamu." Kata Reyhan agak kesal yang membuat Nia tertawa melihat ekspresi Reyhan.
"Kualat loh kamu ketawain suami. Emang ada yang lucu?" Protes Reyhan melihat Nia yang mentertawakan dirinya.
"Ekspresi mas loh lucu banget. Katanya nggak cinta aku, kita temenan, tapi aku di deketin cowok lain, langsung marah." Kata Nia masih sambil tertawa.
Reyhan mendekap erat tubuh Nia dan mendekatkan wajahnya ke wajah Nia hingga jarak sekitar 10 cm, yang membuat Nia langsung terdiam, bahkan wajahnya bersemu merah, karena Reyhan menatapnya dengan jarak dekat.
"Apaan sih mas! Lepasin nggak?" Kata Nia sambil berusaha menggerak-gerakkan tubuhnya agar terlepas dari Reyhan.
"Mas ini laki-laki normal Ni. Jangan kamu pancing mas untuk mintak hak mas sekarang." Kata Reyhan yang membuat Nia langsung diam, karena merasa ada yang mengeras di bagian tengah.
"Kamu itu milik mas. Walaupun mas nggak cinta, tapi semua yang jadi milik mas, tidak akan pernah bisa direbut atau diambil sama orang lain." Kata Reyhan tegas, yang sebenarnya membuat Nia kecewa dengan perkataan Reyhan, karena hampir setahun mereka bersama, ternyata Reyhan hanya mengklaim Nia seperti benda yang tidak boleh direbut orang lain.
Untuk menyembunyikan kekecewaannya, Nia kembali tersenyum.
"Aye aye captain" Kata Nia sambil memberi hormat yang membuat Reyhan tertawa karena Nia terlihat lucu, hingga Ia melepaskan dekapannya dari tubuh Nia.
"Btw tadi bukannya kamu bilang kamu sama Dian magang di sana? Lah itu samurai sesat kenapa di sana juga?" Tanya Reyhan heran.
"Di sana juga sih. Tapi kita beda divisi. Lagian penentuan tempat magang itu menggunakan sistem undian yang dilakukan secara manual dan tradisional, jadi kemungkinan terjadinya kecurangan sih kecil. Tapi nggak apalah mas. Lagian Oget itu udah ada tunangannya yang dijodohkan sama kakeknya dari dia belum ada di dunia ini." Kata Nia sambil tertawa yang membuat Reyhan mengerutkan kebningnya.
"Maksutnya?" Tanya Reyhan heran.
"Jadi si Kakek Oget itu punya sahabat sewaktu kecil, terus mereka mau biar hubungan mereka semakin erat, mereka akan menjodohkan salah satu anaknya, eh ternyata anak nya kakek oget sama temannya itu sama-sama cowok. Kan nggak mungkin mas, jeruk minum jeruk. Nah di rubahlah ikrarnya, kalau cucunya beda jenis kelamin, maka mereka akan dijodohkan. Jadi kakeknya Oget dapat cucu cowok ya si Oget itu, terus temannya dapat cucu cewek, lupa aku namanya. Ribet banget nasip perjodohan si Oget. Sebenarnya dia kuliah di sini itu kabur dari tunangannya, yang kayak siput nempel terus. Padahal tunangannya itu cantik banget loh mas." Terang Nia panjang lebar.
__ADS_1